cover
Contact Name
Eko Sujadi
Contact Email
ekosujadi91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ekosujadi91@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 16938712     EISSN : 25027565     DOI : -
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
TRANFORMASI PERADILAN PADA MASA UMAR BIN ABDUL AZIZ asaari asaari
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.200

Abstract

The renewal carried out by Umar bin Abdul Aziz in the judiciary is the Mazhalim court, whose object is the rulers, his family and himself. In this way the Mazhalim court initiated by Abdul Malik Bin Marwan has been very effective. Umar bin Abdul Aziz said "the implementation of hudud is the same as the implementation of other Shari'ah without exception but when it comes to eliminating the life of someone Umar bin Abdul Aziz ordered the Governors of all regions to seek his approval first. The corruption trial was carried out by Umar bin Abdul Aziz in the practice of uniq and ijtihad especially. The act of corruption perpetrated by Yazid ibn Muhallab is not considered a thief because the treasure taken is the right of the people who are also his ( شبَ الو لك ) then Yazid bin Muhalab's hand is not cut but imprisoned until he can return the treasure he embezzled. In the court of Hisbah Umar bin Abdul Aziz has given the limits for animals such as donkeys and camels, which should not exceed 600 Ritl (272,15542 Kg). Umar bin Abdul Azizialso provided funds from the Baitul Mal for the marriage of married youths who were announced in the ceremony as in the market to foster morality of Muslims.
DIMENSI FITRAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM jafni nawawi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.201

Abstract

Petunjuk dalam QS. 30. Al Rum: 30 menggambarkan fitrah memiliki dua dimensi yaitu fitrah agama dan fitrah manusia. Fitrah agama berwujud wahyu dan sunnah, dan fitrah manusia merupakan potensi-potensi yang baik. Keduanya kembar, Q.S. 7. Al A‟raf: 172 menginformasikan bahwa setiap manusia di alam ruh telah mengucapkan syahadat mengakui Allah sebagai Tuhan dan siap siaga menerima agama tauhid. Sabda Rasulullah saw. bahwa “setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah” sama maksudnya dengan Al A‟araf 172. Bila fitrah manusia tidak diisi dengan agama tauhid maka terjadi penyimpangan dan kedurhakaan terhadap Allah. Rasulullah saw. mengingatkan bahwa ibu bapaknya (dan lingkungan) dapat membuat perkembangan fitrah manusia menjadi menyimpang seperti orang Yahudi, Majusi, dan Nasrani. Untuk memelihara fitrah tetap berkembang dengan ajaran agama tauhid memerlukan proses memadukan dan menginternalisasikan ajaran agama tauhid ke dalam diri manusia. Memadukan kedua fitrah itu memerlukan proses pendidikan Islam yang teleologis untuk menyempurnakan akhlak menjadi mulia guna mewujudkan Manusia Berkepribadian Muslim.
URGENSI MEMPELAJARI PSIKOLINGUISTIK TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA Wahyudi Wahyudi; Muhammad Ridha DS
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.202

Abstract

Bahasa merupakan medium paling penting bagi semua intekrasi manusia dan dalam banyak hal bahasa dapat disebut sebagai intisari dari fenomena social. Bahasa sebagaimana yang dikatakan oleh ahli psikolinguistik, bahwa tanpa adanya bahasa, tidak akan ada kegiatan dalam masyarakat selain dari kegiatan yang didorong oleh naruni saja. Sehingga bahasa merupakan pranata social yang setiap orang menguasai, agar dapat berfungsi dalam daerah yang bersifat kelembagaan dari kehidupan social. Berangkat dari hal diatas, bahwa psikolingguistik adalah sebagai sesuatu bidang ilmu yang luas yang turut berperan dalam memberikan berbagai pertimbangan khususnya dalam proses pembelajaran bahasa.
(Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Keanekaragaman Tumbuhan Di Hutan Adat Temedak Di Desa Keluru Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci) Dharma Ferry; Seprianto Seprianto; Rodi Hartono; Heri Mudra; Hermairi Hermairi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.203

Abstract

This research was conducted based on local wisdom in Keluru. The society has awarness to keep Temedak Customary Forest of Keluru. They understand the positive effects of that Customary Forest. This Forest was decided as the Customary Forest in written form since 1927. That Customary Forest has many diversities of flora. Then, there are many rules which have made to keep the conservation of that forest in both customary law and the policy of local and village government. The rule is related to the prohibition of Customary Forest exploitation. The purpose of this research is to know how the management of flora diversities in Temedak Customary Forest of Keluru. The data and information were obtained from field observation of the customary forest condition and interview with some informants. The informants consisted of the customary functionary, village government, and society. The data were analyzed by qualitative method. The result of this research showed that the management of flora diversity in Temedak Customary Forest of Keluru have been done well. Local wisedom such as the customary rules have been implemented well. This research describes about the local wisdom of society in keeping and managing conservation of customary forest.
ANTARA EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL Azhar Azhar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.204

Abstract

Ekonomi Islam berasaskan Al-Quran dan Sunnah. Asas muamalah yang berbentuk suruhan dan larangan bertujuan untuk membangaun keseimbangan rohani dan jasmani manusia berasaskan tauhid. Sedangkan ekonomi konvensional lahirberdasarkan pemikiran manusia yang bisa berubah dan bersifat tidak kekal, bahkan terkadang mengabaikan aspek etika dan moral tergantung kepentingan apa dan siapa.
STUDI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DALAM MENCEGAH ANCAMAN RADIKALISME DI KOTA SUNGAI PENUH JAMBI masnur alam
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.205

Abstract

Ancaman radikal sekarang ini sangat marak terjadi di tengah masyarakat Indonesia, yang dilakukan kelompok radikalisme, fundamentalisme, ekstrimis dan lainnya. Tindakan radikalisme disamping menimbulkan keresahan, juga dapat menimbulkan konflik secara luas, bahkan menimbulkan rangkaian aksi teror, peledakan bom di beberapa daerah. Perlakuan kekerasan seperti ini harus dicegah sedini mungkin. Salah satu upaya dalam mencegah aksi-aksi tersebut, Kota Sungai Penuh mencari alternatif solusi, dengan mengimplementasikan pendidikan Islam moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan pendidikan Islam moderat/wasathiyyah, di antaranya memandang jihad bukanlah peperangan dan praktik kekerasan yang mengatasnamakan agama, tapi jihad dalam menuntut ilmu dan bekerja keras berusaha menafkahi keluarga, menerima pluralisme dalam arti penghargaan terhadap kemajemukan, bersikap inklusif, toleransi, iktidal serta bertindak secara rasional. Penerapan yang demikian dapat mencegah atau menangkal radikalisme, perilaku ekstrim, dan konflik. Dengan demikian, akan tercipta keamanan, keteriban, kenyamanan, kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.
HELAH DAN HYBRID CONTRACTS (al-’UKUD al-MURAKKABAH)PADA PRODUK KEUANGAN SYARI’AH PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH Mursal Mursal; Yuserizal Bustami
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.206

Abstract

Seiring pesatnya kemajuan zaman, lembaga keuangan syariah harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis modern dengan menyajikan produk-produk inovatif dan lebih variatif serta sesuai syariah. Tantangan ini menuntut para praktisi, regulator, konsultan, dewan syari‟ah dan akademisi bidang Ekonomi Islam untuk kreatif merespon perkembangan tersebut. Solusi yang diberikan ialah dengan penggabungan beberapa akad (multi akad/hybrid contracts). Akad dalam lembaga keuangan syariah tidak lagi sesederhana seperti yang ada dalam kitab fiqh klasik tapi bertransformasi menjadi akad-akad hybrid dan bertingkat-tingkat. Oleh karena akad-akad muamalah sederhana/klasik tersebut pada dasarnya bukan akad yang dapat diterapkan dalam sistem keuangan modern maka diperlukan upaya-upaya untuk mentransformasikan akad-akad tersebut sehingga aplikatif dalam sistem keuangan Islam. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja produk lembaga keuangan syariah yang menggunakan helah dan hybrid conracts (al-‟ukud al-murakkabah) dan Bagaimanakah perspektif fiqh mauamalah mengenai helah dan hybrid conracts (al‟ukud al-murakkabah). Inovasi pengembangan produ ksyariah melalui FATWA DSN MUI hybrid contract smerupakan keniscayaan untuk memenuhi kebutuhan akan produk transaksi di bidang keuangan syari‟ah, hybrid contracts yang ada pada produ kkeuangan syariah mendapat legitimasi dari FATWA DSN MUI. Namun ada beberapa dalil yang secara khusus menerangkan tentang penggabungan beberapa akad dalam beberapa konteks saja seperti menggabungkan jualbeli dengan jualbeli (bay al-‟inah), bay dengan qarddan lain sebagainya. Dari beberapa produk keuangan syariah ada sebagian hybrid contracts yang bertentangan dengan nash dan lebih identik kepada helah ziyadahribawi, sepertiga dari ema smenggunakan akad rahndanijarah, talangan haji menggunkan akad qarddanijarah, dan di pasar komudita ssyariah lebih menyerupai bay al-„inahataupuntawaruqmunazom yang menjadi helahribawi.
PEMBAHARUAN PENDIDIKAN PESANTREN Oki Mitra; Bukhari Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.207

Abstract

Prinsip dan pembaharuan pesantren adalah al muhafazhoh ‘ala al qadim al shalih wa al akhzu bi al jadid al ashlah adalah selalu memegang tradisi yang baik dan mengimbangi dengan menerapkan hal hal baru yang positif dan baik. Masalah yang berpautan dengan civic values senantiasa mampu di benahi dengan cara konsistensi yang di anut dalam pesantren selama ini dan pastinya dengan pergantian yang baik, berdaya serta mampu menyajikan keadilan sebagai umat islam. Pesantren yang akan kita tunggu nantinya di sarankan untuk memacu diri dalam ,menghadapi persaingan bisnis pendidikan akan tetapi yang dimaksudkan adalah menajmen dan bukan coraknya apalagi berganti merek dari awalnya salafi menjadi modern, karena demikian itu menghancurkan nilai positif. Maka semestinya pesantren harus mengimbangi tradisi kesalafannya. Dan juga pemerintah di harapkan punya keseriusan dalam pengembangan konsep pendidikan sehingga mereka mamapu menjadi lembaga yang maju bersaing dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berlandaskan nialai nilai spiritual. Hadirnya pesantren menjadikan partner yang ideal bagi institusi pemerintah untuk bersama sama memajukan mutu pendidikan yang berada di daerah yang terkenal sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan transformasi social dengan menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan berbentuk akhlak yang mulia di era masyarakat yang otonom sehingga dapat di optimalkan. Ide dalam pembaharuan pesantren menjadikan bagian dari cita cita atau keinginan dalam pendidikan islam. Dalam sejarah menempatkan podok pesantren pada tingkat teristimewa dalam hasanah pembangunan social budaya dan agama pada masyarakat Indonesia. tidak menutup kemungkinan bahwa pesantren diletakkan pada satu elemen determinam dalam jenjang social masyarakat kita. Dengan posisi penting yang dipegang pesantren tersebut menuntunnya agar mengaminkan peran penting dalam proses potensi pendidikan maupun pengembangan pada masyarakat.
TRADISI KENDURI SKO DAN MEMANDIKAN BENDA-BENDA PUSAKA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus Di Kelurahan Dusun Baru Kota Sungai Penuh) Syamsarina Nasution
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.208

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Prosesi Tradisi Kenduri Sko Dan Memandikan Benda-Benda Pusaka Dalam Persepektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Dusun Baru Kota Sungai Penuh). Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa yang menjadi latar belakang penyebab timbulnya tradisi kenduri dan memandikan benda benda pusaka Di Kelurahan Dusun Baru Kota Sungai Penuh, 2) Ingin mengetahui bagaimana pandangan masyarakat tentang hukum kenduri dan memandikan benda-benda pusaka, 3) Ingin mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam tentang tradisi kenduri memandikan benda benda pusaka. Jenis Penelitian dalam tesis ini adalah field research. Objek penelitian di Kelurahan/Desa Dusun Baru Kota Sungai Penuh yakni masyarakat yang terlibat dalam Tradisi Kenduri Sko Dan Memandikan Benda-Benda Pusaka. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Kenduri merupakan tradisi penting di Kelurahan/Desa Dusun Baru Kota Sungai Penuh , dan melibatkan semua unsur masyarakat ulama tokoh adat bahkan pemerintah. Persepsi masyarakat tentang tradisi ini bermacam-macam ada yang melihat tradisi ini dan penobatan para pemangku adat positif karna dianggap sebagai ungkapan rasa syukur pasca panen padi dan juga sebagai ajang silaturhmi. Ada juga juga yang berpandangan bahwa tradisi ini tidak sesuai dengan syariat karna di beberapa bagian acara terjadi pengkultusan terhadap benda-benda pusaka dan penghormatan yang berlebihlebihan. Sedangkan pemerintah menganggap ini sebagai promosi pariwisata dan terkadang jika tepat waktunya dijadikan sebagai lahan kampanye politik. Namun efeksamping dari kenduri sko ini, menurut peneliti termasuk kategori hukum makruh, bahkan bisa haram karena tradisi kenduri sko sampai tujuh hari tujuh malam, sehingga mubazir dari sisi tenaga materi dan waktu, bahkan juga dapat menyebabkan kelalaian dalam beribadah. Tetapi tidak dipungkiri terdapat juga sisi manfaat, seperti terjalinnya silaturahmi antara berbagai komponen masyarakat yang menetaap di dusun baru pada khususnya dan juga antar perantau yang sengaja pulang pada acara ini pada umumnya. Kenduri ini juga dianggap dapat melestarikan adat budaya setempat dan mewariskannya secara turun-temurun.
URGENSI KAFA’AH DALAM PERKAWINAN SERTA KAITANNYA DENGAN POLA HUBUNGAN SUAMI ISTRI DALAM PERBEDAAN STATUS SOSIAL (Studi pada Dosen IAIN Kerinci) syukrawati syukrawati
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.209

Abstract

Kafa’ah bukanlah syarat sah perkawinan. Ia hanyalah anjuran yang harus diperhatikan oleh pasangan yang akan menikah. Dimana orang yang akan menikah diharapkan memiliki kesetaraan social dan agama agar setelah diikat dalam akad perkawinan tidak ada yang merasa dihina atau diperlakukan tidak terhormat oleh pasangannya dengan alasan status social atau lainnya. Adanya kafa’ah ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kebahagiaan bagi pasangan yang akan menikah pasca akad pernikahannya nanti. Dalam menciptakan hubungan yang ideal antara suami dan istri dalam berumah tangga pasca menikah, maka pasangan suami dan istri hendaknya membangun sebuah interaksi positif, harmonis dengan suasana hati damai yang tercermin pula dalam keseimbangan hak dan kewajiban satu sama lain. Hal ini tentunya guna mencapai tujuan dari sebuah perkawinan yakni mewujudkan kehidupan berumah tangga yang “sakinah mawaddah wa rahmah”. Interaksi positif dan harmonis antara suami dan istri yang tercermin dalam keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan sebuah perwujudan hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri. Selain interaksi positif, hubungan yang ideal dan setara antara suami dan istri juga dapat dilihat dari beberapa aspek seperti pola pembagian kerja, pola pemenuhan nafkah keluarga dan pola pengambilan keputusan dalam keluarga. Dimana semua itu harus dijalankan dengan cara saling memahami perbedaan pendapat dan pilihan peran, saling menerima kondisi pasangan apa adanya serta saling memberdayakan untuk peningkatan kualitas pasangan dan mengahadapi segala masalah secara bersama.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman (In Press) Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 2 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 1 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 01 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 2 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 01 Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 19 No. 01 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02 Vol. 18 No. 02 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 18 No. 01 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 1 (2015) Vol 14 No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013) More Issue