Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Articles
299 Documents
TRANSFORMASI PEMIKIRAN FIQH NAHDLATUL ULAMA
Asa’ari, Asa’ari
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.123
Nahdlatul Ulama memiliki gerbang besar atau dasar fundamental yang sangat kuat untuk melakukan transformasi pemikiran fiqh. Permasalahan pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) bagaimana transformasi pemikiran fiqhdi Lembaga Bahts al-Masâ`il Nahdlatul Ulama terutama dalam hal metode istinbâth ?; b) bagaimana transformasi dalam hal orientasi rujukan madzhab, dan diversifikasi referensial, serta respon terhadap diskurusus talfiq?; dan c) sebagai Lembaga Bahtsul Masail Diniyyah, bagaimana cakupan dan luas lingkup kajian LBMNU ?. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan teknik data content analysis (analisis isi).Hasil penelitian antara lain sebagai berikut: 1) dalam bidang istimbath, ada pergeseran sistem dari qauliy (termasuk ilhaqy) ke sistem manhajiy; pemikiran fiqh yang formalistik ‘amaliy syakhshiy ke pemikiran fiqh jama’aiy; dari format pemikiran fiqh statis ke format pemikiran fiqh yang dinamis; 2) adanya kesediaan membuka diri membolehkan talfiq secara proporsional dan sesuai situasi dan kondisi; 3) dalam bidang diversifikasi referensial, ada dinamika dan perluasan referensi di kalangan NU. Sedangkan dalam bidang materi bahasan, telah meluas pada bidang-bidang yang menyangkut kemaslahatan rakyat atau masyarakat luas.
PEMIKIRAN LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII): ANALISIS PRAKTIK KEAGAMAAN DAN PENGARUHNYA DI KABUPATEN KERINCI
Faizin, Faizin
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.124
Permasalahan pokok dalam penelitian ini antara lain: 1) bagaimana latarbelakang sejarah LDII di Kerinci; 2) bagaimana asas keagamaanLDII?; dan 3) bagaimana pengaruh paham keagamaanLDIIaspek Ibadah?.Kaedah penelitian yang digunakan adalahkualitatif dengan menggunakan teknik analisa dataflowanalysis. Hasil penelitian antara lain: 1) LDII menyebar dan berkembang di Kabupaten Kerinci sekitar tahun 80-an; 2) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi Islam berasas kepada al-Qur’an dan Hadith (Jama’ah), Ijma’ dan Qias; dan 3) Pertama Dalam aspek keagamaan, LDII menerima al-Qur’an dan hadith Nabi s.a.w sebagai asas beragama. Demikian juga qaul sahabat baik dari segi qias mahupun ijmaknya. Kedua, aspek politik, LDII mempunyai pandangan kepada sistem pemerintahan khalifah yang dipimpin oleh seorang ‘amir. Namun terhadap sistem kenegaraan LDII mengambil sikap moderat. Ketiga dalam bidang ekonomiLDII berasakan kepada syari’at Islam. Keempaat, dalam bidang sosial Budayatelah memberikan pengaruh terhadap ahli-ahli LDII seperti terhadap adat (‘urf), hak dan kedudukan wanita dan sosio kemasyarakatan.
TEMA DAN PENDEKATAN DALAM KAJIAN ISLAM MAHASISWA USHULUDDIN KONTEMPORER
Yusuf, Moh. Asror
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.125
Kajian Islam di Indonesia dihadapkan pada tantangan bukan sekadar untuk penanaman doktrin tapi juga pengembangan ilmu dan kontribusinya bagi penyelesaian persoalan kemas-yarakatan. Beberapa upaya telah dilakukan untuk penguatan kajian Islam baik dalam ranah normatif maupun historis, diantaranya adalah dengan mengembangkan materi dan pendekatan dalam kajian Islam. Sebagai bagian dari itu, kajian Islam di tingkat mahasiswa juga perlu dikembangkan, karena mahasiswa adalah subjek sekaligus objek dari pelaksanaan pendidikan tinggi. Tulisan ini bermaksud memahami dan menjelaskan tema-tema kajian dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian (skripsi) mahasiswa Ushuluddin STAIN Kediri Prodi Perbandingan Agama dan Tafsir Hadits. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian mahasiswa bukan sekadar kajian normatif, tapi sudah banyak yang historis-empiris. Kajian yang mereka lakukan sudah mencoba untuk mendialogkan antara ajaran normatif dengan kenyataan sosial-historis dan keberagamaan masyarakat. Kecen-derungan kajian yang semakin historis-empiris ini tampaknya terkait erat dengan upaya pengembangan tema-tema kajian yang bersifat lapangan, dan penguatan materi dan metodologi lintas disiplin, yang selama ini dilakukan.
THE ISLAMIC SOCIAL IDEOLOGY IN WILLIAM WORDSWORTH’S POEM
Hartono, Rodi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.126
The socialism is the basic ideology for many ideologies in the world. Even Indonesian ideology also adapted the socialist ideology (Pancasila doctrines). In this study the researcher would like to search and know about the development of social idealism in Islam. And how the people apply the ideology in the daily activities.The aim of this research of this study is to identify the extent of Islamic socialism influence in Wordsworth’s poem. This is a content analysis research. The researcher analyzed the content of the poems. And the type of the content analysis anylisis applied in the study is the propoganda analysis.The results of the research showed that the researcher just discovered 163 data talked about the socialism in the poem of William Wordsworth in this research, the researcher explained about Lower Social Class People and Hope of Socialism (Freedom and Equality or brotherhood).
METODE PENALARAN PENGANUT TARIKAT SYATHARIYAH KABUPATEN KERINCI DALAM MEMAHAMI TERMINOLOGI/ TEKS AL-QURAN DAN HADITS SATU KAJIAN DESKRIPTIF
Fauzi, Fauzi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.127
Selama ini masyarakat di luar penganut tarikat Syathariyyah hanya bisa mendapatkan gambaran tentang metode penalaran terhadap terminologi tarikatini tanpa adanya data dan pembuktian. Penelitian ini berupaya sedapat mungkin untuk mendapatkan gambaran tentang metode mereka dalam menginterpretasi terminologi yang ada dalam materi pengajian mereka. Kemudian penelitian ini juga untuk mendapatkan informasi tentang metode-metode mereka di dalam pendekatan mereka terhadap Tuhan, seperti juga apa yang dipraktekkan oleh tokoh-tokoh dalam tashawuf Islam sejak dulunya. Karena selama ini, umat Islam yang nota bene anti tshawuf, hanya melihat sisi buruk saja terhadap mereka yang mempraktekkan ajaran tashawuf tersebut.Boleh jadi bila telah masuk ke dalam arena tashawuf seseorang bisa berubah menjadi asyik, dan lupa dengan kebencian.Karena kalau hanya bersandar kepada ajaran fiqih saja, seseorang akan sulit menemukan kemantapan dan kedekatan dengan Tuhan. Apalagi fiqih itu merupakan bagian dari filsafat, yang lebih mengutamakan akal, dan logika, sedangkan tashawuf lebih mengandalkan zauk untuk sampai kepada hakikat kebenaran.
POKOK-POKOK FIKIRAN ASBAB AN-NUZUL DALAM AL-QUR’AN
Suhilman, Suhilman
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v16i2.130
Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Isinya selalu dikaji dan dibahas secara terus menerus yang tidak pernah habis habisnya sampai hari kiamat,kerana isi kandungannya dapat diaktualkan dalam kondisi apapun,dan juga al-Qur’an diperlihara lansung oleh Allah SWT. Hal ini dinyatakan Allah dalam ayat 9 surat al-Hijr : نوظفاحل هل اناو ركذلا انلزن نحن انا ( رجحلا : 9 ) Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Al-Qur’an dibaca oleh umat Islam baik yang paham artinya maupun yang tidak, bahkan secara khusus pada bulan Ramadhan umat Islam membaca sampai khatam berkali-kali dalam rangka mengikut para Nabi dan para sahabatnya. Al-Qur’an juga setiap tahun juga selalu diperingati waktu turunya pada bulan Ramadhan oleh umat Islam se-Dunia khususnya ummat Islam Indonesia mulai dari tingkat kampung sampai ke kota-kota besar, bahkan sampai ke Istana Negara. Untuk itu penulis ingin membahas masalah Pokok-Pokok Fikiran Asbab An-Nuzul Dalam Al-Qur’an. Mengingat kajian ini sangat luas disamping waktu yang sangat terbatas, maka penulis akan membatasi kajian ini sekitar masalah kata nazalah dan musytaq-nya dalam al-Qur’an pengertian nuzul al-Qur’an, pemakaian kata nazala dan musytaq-nya dalam al-Qur’an perbedaan kata inzal dan tanzil, proses nuzul al-Qur’an, waktu nuzul al-Qur’an, hubungan antara nuzul al-Qur’an dengan lailat al-qadar dan komunikasi Allah dan Rasul.
Kebijakan Industri Malaysia: Kebijakan Industri Mahatir 1988-1985
Jafar Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v15i1.134
ABSTRACT This study aims to understand and explain the policy of the Malaysian economy, particularly industrial policy on bin Mohamad Mahathir administration in the period 1983-1990 in the automotive field. Another objective of this research was to determine and explain the efforts made Mahathir, as Prime Minister of Malaysia, in the run goal of industrialization. The type of this research is descriptive-analytical, ie exposure data that is in the process of industrialization of Malaysia as well as analyze the results in order to be understood. Based on the results of the study show that industrial policy is implemented in Malaysia during the Mahathir administration showed a high state intervention in the industry can give results at least talah taget approach set out in the New Economic Policy. KEYWORDS: Policy of industrial, automotive and Industrial Capital Japan
Sejarah Jambi: Sejarah Jambi
Jafar Ahmad
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v15i2.147
UANG ADAT PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus Dilembaga Adat Depati Atur Bumi)
Arzam Arzam
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v17i1.197
Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan uang adat dalam perkawinan di wilayah Lembaga Adat Depati Atur Bumi, mengetahui sanksi pelanggaran terhadap uang adat dalam Perkawinan di wilayah lembaga adat depati atur bumi, mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap uang adat dalam perkawinan di wilayah lembaga adat depati atur bumi. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif (penelitian lapangan) yakni menggambarkan dan mengumpulkan secara umum masalah yang diteliti atau yang objektif dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan data penelitian dan berakhir dengan penarikan kesimpulan secara khusus. Hasil dari penelititan ini dapat peneliti peroleh bahwa Kedudukan uang adat adalah sebagai uang penerang atau uang yang dihanguskan (dalam uang adat) atau uang yang akan dibagi-bagikan kepada para orang-orang adat dan untuk kebutuhan lainnya seperti masjid, Maka diwajibkan untuk membayarnya sebagai salah satu syarat untuk dilaksanakan pernikahan adat. Akibat pelanggaran terhadap uang adat dalam perkawinan di Lembaga Adat Atur Bumi ialah segala resiko yang akan terjadi di kemudian hari akan ditanggung sendiri, ia tidak diakui sebagai anak buah di desa tersebut, dan ia tidak boleh mendirikan rumah di desa tersebut. Menurut pandangan hukum Islam tentang kedudukan uang adat di dalam pelaksanaan pernikahan secara adat di Lembaga Adat Atur Bumi yang tidak ada larangan di dalam ajaran agama karena antara adat dan agama terjadi pembauran yang harmonis dan tidak dapat dipisahkan. Pepatah adat mengatakan “Adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah. Syara’ mengato, adat memakai”. Dan sesuai dengan kaidah ushul fiqh.
PENYULUH AGAMA HONORER DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA REMAJA DI KAB KERINCI PROINSI JAMBI
Aan Firtanosa;
Fauzi Fauzi;
Ivan Sunata;
Paisal Paisal
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32939/islamika.v17i1.199
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang Peran Penyuluh Agama Honorer dalam Membina Perilaku Remaja di Kabupaten Kerinci. Tujuan akhir dari peran Penyuluh Agama Honorer adalah untuk membina remaja di Kabupaten Kerinci, terbinanya perilaku remaja agar sesuai dengan ajaran agama Islam, dalam rangka membangun remaja yang mandiri. Selain itu wirid remaja juga mempunyai fungsi sebagai pembinaan remaja dalam aspek kognitif (intelektual), afektif (emosional dan sikap), dan psikomotor (keterampilan). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran Penyuluh Agama Honorer dalam Membina Perilaku Remaja di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana Peran Penyuluh Agama Honorer dalam Membina Perilaku Remaja di Kabupaten Kerinci. Adapun kegunaan penelitian ini yaitu untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan penulis tentang peran Penyuluh Agama Honorer dalam membina perilaku remaja dan sebagai masukan kepada orang-orang yang berkecimpung dalam wirid remaja. Bentuk dan jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode “Deskriptif”. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan teknik analisa data yang penulis gunakan adalah memeriksa data, menggambarkan apa yang diperoleh, mengkaji data kemudian menarik kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah peran Penyuluh Agama Honorer dalam membina remaja ditinjau dari aspek kognitif (Intelektual) seperti sebelum mengikuti wirid remaja pengetahuan dan pemahaman remaja tentang ajaran agama Islam masih minim, akan tetapi setelah mengikuti wirid remaja memberikan pengetahuan, kemudian peran Penyuluh Agama Honorer ditinjau dari aspek afektif (Emosional dan Sikap) mampu memberikan perubahan seperti telah bisa mengendalikan emosi dan menjaga sikap dibandingkan sebelumnya, dan peran Penyuluh Agama Honorer ditinjau dari aspek psikomotor (Keterampilan) seperti megajarkan kaligrafi, menjadi imam, mengumandangkan adzan dan shalat jenazah.