cover
Contact Name
Eko Sujadi
Contact Email
ekosujadi91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ekosujadi91@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 16938712     EISSN : 25027565     DOI : -
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
KEBEBASAN BERAGAMA (Sebuah Analisis Perundang-Undangan Indonesia, HAM, dan Hukum Islam) Yudesman Yudesman
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v13i1.22

Abstract

Belief can not be enforced. That phrase is often used as a philosophical argument why religious freedom should be upheld. Associated with the issue of human rights, religious freedom became one of the individual rights that can not be dihegemoni by any authority. In fact, included in this latter region, the freedom is no religion at all. If this issue is positioned with Islamic law on the one hand and with the laws of Indonesia on the other hand, practically will invite conversation is not simple. Whereas in Islam, acts out of Islam which is known as riddah is viewed as a crime. Then, how is it possible not to religious freedom can be juxtaposed with the belief in one God who became the first principle of Pancasila state ideology. Thus, the claim that religious freedom is a basic philosophical getting strong argument, not necessarily can be a reality. Keyakinan itu tidak dapat dipaksakan. Inilah kalimat yang sering dijadikan argumen filosofis kenapa kebebasan beragama harus dijunjung tinggi. Dikaitkan dengan isu hak asasi manusia, kebebasan beragama menjadi salah satu hak individu yang tidak dapat dihegemoni oleh otoritas apapun. Bahkan, termasuk dalam wilayah yang terakhir ini, kebebasan untuk tidak beragama sama sekali. Apabila isu ini diposisikan dengan hukum Islam di satu sisi dan dengan perundang-undangan Indonesia di sisi lain, praktis akan mengundang perbincangan yang tidak sederhana. Padahal dalam Islam, perbuatan keluar dari Islam yang dikenal dengan riddah dipandang sebagai sebuah kejahatan. Kemudian, bagaimana mungkin kebebasan untuk tidak beragama dapat disandingkan dengan Ketuhanan yang Maha Esa yang menjadi sila pertama dasar negara Pancasila. Dengan demikian, klaim kebebasan beragama yang secara filosofis mendapatkan dasar argumentasi yang kuat, tidak serta merta dapat menjadi realitas kehidupan.
KONSEP SAINS DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN Emayulia Sastria
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.24

Abstract

Science is knowledge gained by human through learning and prooving. The knowledge in the scope of general truth which is happening in natural law is a blessing of Allah SWT whisch is not be given to other living things, therefore human could think critically and logically. Sains merupakan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui pembalajaran dan pembuktian dan pengetahuan yang emlingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi sebagai anugerah dari Allah SWT SWT yang tidak diberikan oleh makhluk lain, sehingga manusia manapun berfikir kritis daa logis.
AN ANALYSIS OF POLITICAL RHETORIC IN INDONESIAN PRESIDENTIAL ELECTION 2014 Rodi Hartono, dkk
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa berita terutama jenis teks dan wacana. Pertimbangan besar dalam analisis ini adalah struktur wacana berita, seperti berbagai tingkat atau dimensi penggambaran dan unit-unit atau kategori yang berguna untuk mengkategorikam tingkat dan dimensi tersebut. Analisis ini menjawab pertanyaan penting mengenai struktur wacana berita yang khusus seperti yang dibandingkankan dengan jenis lain dari wacana. Penulis hanya fokus pada studi retorika wacana saja. Karena dengan menganalisa retorika wacana, penulis mengharapkan mampu mengetahui bagaimana wartawan membujuk orang dalam surat kabar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi topik dan gaya retorika yang digunakan dalam surat kabar terkait proses pemilihan presiden di Indonesia tahun 2014. Data diambil dari tanggal 5 Juni hingga 5 Juli 2014 dari surat kabar Kompas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan sepuluh (10) jenis gaya retorika. Ada 5 contoh metapora,1 contoh sinekdot, 1 contoh metonimi, 2 contoh personifikasi, 1contoh perfrasis, 1 contoh eufemisme, 1 contoh litotes, 3 contoh anafora, 1 contoh aliterasi, dan 1 contoh alegori. Hanya sepuluh jenis yang dapat ditemukan di berita yang terpilih sebagai data. Seluruh isi berita dapat dimasukkan ke dalam tiap jenis temuan topik dari retorika. Di surat kabar Kompas, ada beberapa berita netral yang masih disampaikan oleh jurnalis dan beritayang keluar bukan diambil dari sisi salah satucalon presiden saja. This research was to analyze news primarily as a type of text or discourse. The major consideration in such an analysis was the structures of news discourse, such as the various levels or dimensions of description and the units or categories used to explicitly characterize such levels or dimensions. This analysis should answer the important question about the structural specifics of news discourse as compared to other types of discourse. The writer only focused the study in the rhetoric of discourse. Because by analyzing the rhetoric of discourse, the writer hoped to know how the presses persuaded people in the newspapers. The aims of the research were Identify topicand style of rhetoric was used in newspaper regarding the process of Presidential Election in Indonesia2014.The data were taken in June5th, 2014 until July5th 2014 from Kompas Newspaper. The results of the research showed that The researchers just discovered eleven (10) types in style of rhetoric. They were 5 examples of metaphor, examples of synechdoche, 1 examples of metonymy, 2 examples of personification, 1 examples of periphrasis, 1 example of euphemism, 1 example of litotes3 example of anaphora, 1 example of alliteration, and 1 example of alegory. Only eleven (10) types of styles could be found in the news chosen as the data. All the content of the news could be included to each kinds of topic invention in the canons of rhetoric. In Kompas Newpaper, there were some news which still delivered by the journalist in neutral news and the news release was not take side to one of the candidate of the president
PROMOTING ICT IN EDUCATION: THEORETICAL AND PRACTICAL ROLES TO ENHANCE A BETTER LEARNING Heri Mudra
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.26

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi memiliki manfaat dan kelemahan untuk siswa di kelas pengajaran bahasa Inggris. Peran teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat lepas dari kelemahannya., karena setiap fungsinya tidak hanya dapat membantu, namun juga berbahaya untuk siswa jika mereka menggunakannya untuk hal-hal yang negatif. Untungnya penggunaan teknologi infomasi dan komunikas dalam kelas harus selalu dipromosikan guru Bahasa Inggrsis yang mengharapkan bahwa siswanya akan mendapatkan informasi lebih dan terbaru melalui peralatan seperti internet. Untuk meyakinkannya, guru akan menjadi model dalam menggunakannya. Mereka harus menyajikan cara belajar yang efektif dan modern dengan menggunakan peralatan yang canggih seperti internet, ponsel android,dan jenis lain dari peralatan wireless. Teori harus diikuti oleh praktek yang nyata yang dapat dengan mudah diraih oelh siswa. Lebih banyak praktek yang mereka lakukan, maka mereka akan menjadi lebih baik lagi. Faktanya telah banyak ahli menggunakan teknologi infomasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan. Information and Communication Technology (ICT) has both advantages and disadvantages for learners in an ELT classroom. The roles of ICT are not separated from their weaknesses, since each function of ICT tools is not only helpful , but also harmful for learners if they are utilized in a wrong way. Fortunately, the use of ICT in the classroom should always be promoted by English teachers who expect that their learners will obtain more and up-to-date information via the tools such as the internet. To convince, the teachers are the models of using the tools. They have to present effective and modern ways of learning by using advanced tools such as the internet, android mobile phone, and other types of wireless tools. Theories have to be followed by a real practice that can be easily achieved by the learners. The more practice they practice, the better they will be. The fact has been testified by many experts in the use of ICTs in education.
KONDISI EMPATI MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PERGURUAN TINGGI X Ifdil dkk
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.27

Abstract

This research was motivated by the low condition of empathy shown by the students of guidance and counseling study program in college X. Meanwhile, empathy is one of the basic skills that should be possessed by a counselor. This study aims to describe the condition of empathy of students of guidance and counseling study program in college X. This study used descriptive approach, with a sample of 77 people selected by simple random sampling technique. The instruments used are Gina Empathy Scale (GE-S) with Alpha Cronbach 0.829. The Data obtained was analyzed by SPSS for windows release 20.0. Research findings illustrated that empathy of students in general were at medium category. Based on the research findings, it was suggested for lecturers of students of Guidance and Counseling study program to help them to improve empathy, as well as for students to be able to improve the empathy for the better, as empathy is an integral part of candidate counselor’s personality. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi rendahnya empati yang ditampilkan oleh mahasiswa Prodi BK PT X. Sedangkan, empati merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki konselor. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi empati mahasiswa Prodi BK PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan sampel 77 orang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Gina Empathy Scale (GE-S) dengan AlphaCronbach 0.829. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program SPSS for windows release 20.0. Temuan penelitian menggambarkan bahwa empati mahasiswa secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian disarankan bagi dosen Prodi BK PT X untuk gayomi mahasiswa untuk meningkatkan empati, serta bagi mahasiswa BK Prodi BK PT X agar mampu meningkatkan empati menjadi lebih baik, karena empati merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadian calon konselor.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA JURUSAN SYARIAH SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM MENYONGSONG ERA REFORMASI Wahyudi Wahyudi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.28

Abstract

Muslim students are expected to have ideals, commitment, and high integrity of religion and humanity. Therefore, to realize the Muslim’s personality as mentioned above, State Islamic College (STAIN) Kerinci has tried hard to make improvements and changes ranging from the very basic thing like formulate the vision and mission to the things that are physical development such as constructing of buildings, infrastructure facilities, and other facilities. There are many factors that can inhibit and disrupt the progress of learning, and often also the case of failure. These factors include endogen and exogenous factors. To resolve the learning problems, students’ empowerment is done to support the development of their learning Department of Syari'ah of State Islamic College (STAIN) Kerinci is empowering the students by doing the development of teaching materials, teaching, students affairs, and institutional. Mahasiswa muslim diharapkan mempunyai idealisme, komitmen dan integritas yang tinggi terhadap agama dan kemanusiaan. Karena itulah untuk mewujudkan pribadi muslim seperti yang disebutkan di atas, STAIN Kerinci telah berusaha keras dan melakukan upaya perbaikan dan perubahan mulai dari hal-hal yang sangat mendasar seperti merumuskan visi dan misi sampai pada hal-hal yang bersifat pembangunan fisik seperti pembangunan gedung, sarana prasarana dan fasilitas lainnya. Ada banyak faktor yang dapat menghambat dan mengganggu kemajuan belajar, bahkan sering juga terjadi suatu kegagalan. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor indogen dan faktor eksogen. Dalam mengatasi masalah belajar dilakukan pemberdayaan terhdap mahasiswa untuk menunjang perkembangan belajar mahasiswa. Di Jurusan Syariah STAIN Kerinci dilakukan pengembangan bahan ajar, pembelajaran, kemahasiswaan dan kelembagaan untuk memberdayakan mahasiswa
METODE ILMIAH DALAM ISLAM Junaidi dkk
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.30

Abstract

Scientific method in Islam is a certain way to be able to know the objects of physical and non-physical as it is, at least the closest way to the truth. In the Islamic tradition, it is known for some of scientific methods such as method of observation or experiment (tajribi) for physical objects, logical method (burhani), and intuitive method (irfani) for non physical objects, also including the more direct way, the method of bayani. Metode Ilmiah dalam Islam merupakan cara-cara tertentu untuk bisa mengetahuiobjek-objek fisik dan non fisik sebagaimana adanya, paling tidak mendekati kebenaran.Dalam tradisi Islam, dikenal beberapa metode ilmiah, yaitu metode observasi ataueksperimen (tajribi) untuk objek-objek fisik, metode logis (burhani) dan metode intuitif(irfani) untuk non fisik, juga termasuk dengan cara yang lebih langsung yakni metodebayani.
PROSES BIOLOGI DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN KHASANAH ISLAM Indah Kencanawati
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v14i2.31

Abstract

Biological knowledge holding a very important role in following the times. The concept itself is to discuss about development of science processes and natural events of the standpoint of science as well as contained in the Quran. Phenomenally science can be seen as a product, the process and paradigm of ethics (attitudes and value) in the processes that require a proof, so that will be verified in accordance with the concept, law and supported theories. Not only that, but it also discusses about how the process and the study of science which summarized in a group of physical and chemical science as well. Along with the times, former beliefs which hold the main role in the process of the mindset of human has eliminated, such as public confidence in the ancient times to the phenomenon of natural, for example, the process of the occurrence of rain. It was believed as an expression of God is crying, as witnessed his servants „acts on the earth. Pengetahuan biologi memegang peranan yang sangat penting dalam mengikuti perkembangan zaman. Konsepnya sendiri membahas tentang proses-proses perkembangan ilmu dan kejadian-kejadian alam baik dari sudut pandang ilmu pengetahuan maupun yang tertuang dalam Al-Qur‟an. Ilmu secara fenomenal dapat dipandang sebagai produk, proses dan paradigma etika (sikap dan nilai) dalam proses-prosesnya yang memerlukan sebuah pembuktian, sehingga akan teruji kebenarannya sesuai dengan konsep, hukum dan teori-teori pendukungnya. Tidak hanya itu tetapi juga akan dibahas bagaimana proses dan kajian dengan ilmuilmu yang terangkum dalam kelompok physical science dan ilmu-ilmu kimia juga. Seiring dengan perkembangan zaman kepercayaan-kepercayaan yang dahulunya memegang peranan yang utama dalam proses pola pikir manusia juga telah dapat dihilangkan, seperti kepercayaan masyarakat pada zaman dahulu terhadap penomena alam misalnya, proses terjadinya hujan, dipercayai sebagai ungkapan Tuhan sedang menangis, karena menyaksikan perbuatan hambanya dipermukaan bumi.
FUNGSI DAN KEDUDUKAN ISBAT NIKAH DI PENGADILAN AGAMA KOTA JAMBI SUATU TINJAUAN YURIDIS DARI KOMPILASI HUKUM ISLAM Pidayan Sasnifa
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v15i1.32

Abstract

The Function Of Isbath in Religions ourt Of Jambi Legal Everview From The Point Of Islsmic Law Compilation The marriage is somehting that have to be notarized and legalited according to Indonesian law Number 1 year 1974 about marriage at article 2 and also according to islamic law compilation article 5. The need that the marriage is to be legalized n notarized. Is according to law no. 22 year 1946 and law no. 32 year 1954 about the obligation of people to legalized and notrized his/her marriages, devorce and reverence. The Legitimation of marriage and the notarization of marriages with proof marriage, certificate for every parties involved, it the marriages notarized than eforts of the parties solve the problems usually law. If there is something that prevent the certificate of marriage, one of ther perties or both parties can also ask for what is called at “itsbat nikah” in order for both of them or one of the parties to recaived their rights in the constitions of marriage, the notatorion of isbath is according to KHI article 7 verse 2. Perkawinan merupakan ikatan resmi yang perlu dicatat dan disahkan sebagaimana diatur dalam Undang-undang no.1 tahun 1974 tentang perkawinan pada Pasal  ayat  dan Kompilasi Hukum Islam pada pasal 5. Pencatatan perkawinan ini juga diatur oleh UU No. 22 tahun 1946 jo.UU No.32 tahun 1954 tentang penetapan pencatatan nikah, talaq dan rujuk. Pencatatan ini penting, sebagai bukti keabsahan suatu perkawinan yang dibuktikan dengan akta nikah, apabila terjadi suatu hal dalam perkawinan maka dapatlah dilakukan upaya hukum guna mempertahankan atau memperoleh hak-hak masing-masing suami isteri karena dengan akta nikah tersebut suami isteri memiliki bukti otentik atas perbuatan hukum yang telah mereka lakukan. Karena perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh pegawai pencatat nikah. Suatu perkawinan yang tidak memiliki akta nikah karena suatu hal maka bagi pasangan suami isteri ataupun pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkawinan, apabila sangat membutuhkan alat bukti atas perkawinan yang telah dilangsungkan dapat mengajukan permohanan kepengadilan agama agar dibuatkan penetapan itsbat nikah yang dapat membuktikan dan mengesahkan suatu perkawinan yang telah terjadi. Dalam pasal 7 ayat 2 KHI menyebutkan dalam hal perkawinan tidak dibuktikan dengan akta nikah dapat diajukan itsbat nikah di pengadilan agama. Itsbat nikah merupakan penetapan tentang kebenaran (keabsahan) nikah.
ISLAM DAN EKONOMI Yasni Efyanti
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v15i1.33

Abstract

Repeating the process of fulfilling human needs makes humans can identify, classify and verify the behavior patterns that are more effective in fulfilling the needs of his life. In Islam all phenomena in this life is a situation that led humans to further recognize the greatness of God. how Islam sees about human activities in fulfilling the needs in terms of economic concepts. Syari'at is a reference to the actions of Muslims in religious then it is closely related to the problem of faith, worship and muammalah. The purpose of shari'ah; in Islam is to achieve the benefit of servants, both the world and the hereafter. The benefit is based on five grounds, namely: Maintaining Religion-hifh ad-Din, soul-hifdh Maintaining an-nafs, Maintaining sense - hifzh al-'aql, Maintaining, hifzh an-nas, wealth Maintaining hifzh mall. some economic policies based on the principles of the Quran is as follows: Allah is the absolute supreme ruler and owner of the entire universe, man is only the caliph of God on earth, not the actual owner, all owned and acquired by humans is the permission of Allah, therefore people who are less fortunate have a right of share of the wealth of people who are rich, more fortunate, Wealth must spin and should not be dumped, Economic exploitation in all its forms, including usury should be eliminated, Applying systems legacy as a redistribution of wealth, stipulate an obligation for all individuals, including for the poor Proses yang berulang dari pemenuhan kebutuhan manusia menjadikan manusia dapat mengidentifikasi, mengklasifikasi dan memverifikasi pola perilaku yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dalam Islam semua fenomena dalam kehidupan ini merupakan suatu keadaan yang mengantar manusia untuk bisa lebih jauh mengenal kebesaran Allah. Islam melihat aktifitas manusia dalam memenuhi kebutuhan konsep ekonomi. Syari'at itu merupakan rujukan tindakan umat Islam dalam beragama, erat kaitannya dengan masalah akidah, ibadah dan muammalah. Adapun tujuan syari;at Islam adalah mencapai kemaslahatan hamba. Kemaslahatan tersebut didasarkan pada lima dasar, yakni: Memelihara Agama-hifh ad-Din,Memelihara jiwa-hifdh an-Nafs,Memelihara akal – hifzh al-'aql, Memelihara keturunhlan – hifzh an-nas, Memelihara kekayaan- hifzh mal. beberapa kebijakan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip al-Qur’an adalah sebagai berikut:Allah swt adalah penguasa tertinggi sekaligus pemilik absolute seluruh alam semesta, Semua yang dimiliki dan yang didapatkan oleh manusia adalah seizin Allah, oleh karenanya manusia yang kurang beruntung mempunyai hak atas sebagian kekayaan yang dimiliki manusia lain yang lebih beruntung, Kekayaan harus berputar dan tidak boleh ditimbun, Eksploitasi ekonomi dalam segala bentuknya, termasuk riba harus dihilangkan, Menerapkan system warisan sebagai redistribusi kekayaan, Menetapkan kewajiban bagi seluruh individu, termasuk bagi orang-orang miskin.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman (In Press) Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 2 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 1 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 01 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 2 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 01 Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 19 No. 01 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02 Vol. 18 No. 02 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 18 No. 01 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 13 No. 2 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman More Issue