cover
Contact Name
Yunus Adhy Prasetyo
Contact Email
yunusrazr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yunusrazr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979639     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel atau disingkat JIKI berisi tulisan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan bidang kesehatan yang belum pernah dimuat atau diterbitkan oleh media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Brainstorming terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Osteoporosis Pada Pra Lansia Di Posbindu Kelurahan Pajajaran Kota Bandung Husni, Achmad
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v11i2.38

Abstract

Seiring dengan proses menua tersebut, tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan atau yang bisaa disebut sebagai penyakit degeneratif. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia yaitu osteoporosis. Prevalensi osteoporosis di dunia cukup tinggi, menurut data “Indonesian White Paper” yang dikeluarkan PEROSI, prevalensi osteoporosis pada tahun 2007 mencapai 28,8% untuk pria dan 32,3% untuk wanita. Penelitian Departemen Kesehatan (Depkes) menunjukkan bahwa prevalensi osteoporosis adalah 19,7%, sedangkan prevalensi osteopenia di Indonesia mencapai 41,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metoda brainstorming terhadap peningkatan pengetahuan pra lansia tentang osteoporosis. Metoda penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan penelitian one group pre and post test desain, tehnik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariate, dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test Hasil analisis dengan menggunakan Wilcoxon Signed Ranks didapatkan nilai p-value 0.006 < 0.05, dimana peningkatan pengetahuan dapat dilihat pada selisih mean nilai pre dan psot test yaitu sebesar -2.373.Penerapan metoda brainstorming mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pra lansia tentang osteoporosis. Sehubungan dengan hal tersebut disarankan kepada perawat perkesmas yang bekerja di puskesmas untuk menerapkan metoda brainstorming dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada pra lansia dan lansia.
Kajian Self-Care Mangement Hipertensi dengan Pendekatan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Wilandika, Angga
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i2.67

Abstract

Hipertensi yang dikenal sebagai the silent killer, merupakan salah satu jenis penyakit  tidak menular yang harus diwaspadai dan mendapat penanganan serius. Penderita penyakit ini tidak merasakan gejala sehingga baru berobat setelah mengalami keluhan dan komplikasi yang mematikan. Penderita hipertensi membutuhkan pengelolaan diri (self-care mangement) yang berkelanjutan dan sepanjang hidup penderitanya. Self-care management hipertensi dapat dilaksanakan secara konsisten dengan menguatkan efikasi diri pengelolaan dan dukungan sosial dalam membantu pengelolaan penyakitnya. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan efikasi diri dalam pengelolaan penyakit dan dukungan yang diberikan dalam upaya meningkatkan self-care management hipertensi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Penelusuran database menggunakan  kata kunci pencarian “self-care management”, “hypertension”, “self-efficacy”, “social support” dan “hypertension management”. Hasil kajian menemukan bahwa pengelolaan penyakit pada penderita hipertensi sangat kompleks. Pengelolaan hipertensi memerlukan kemampuan diri yang baik dalam mengelola penyakitnya, yang meliputi pengelolaan diet, aktivitas dan olah raga, pengontrolan tekanan darah dan pengelolaan obat. Kemampuan pengelolaan diri yang baik dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatnya dengan meningkatkan keyakinan diri dalam mengelola penyakit. Selain itu dukungan yang diberikan dalam upaya pengelolaan penyakit baik dari keluarga maupun petugas kesehatan dapat memperbesar tingkat keberhasilan dalam self-care management hipertensi. Kata kunci: dukungan sosial, efikasi diri, hipertensi, self-care management
KONTRIBUSI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KOMUNITAS LANSIA “X” DI KOTA BANDUNG yanti, juli yanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i2.71

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan gambaran kontribusi dukungan keluarga terhadap psychological well-being lansia pada komunitas lansia “X” di kota Bandung. Metode yang digunakan ialah metode korelasi fungsional dengan teknik convenience sampling. Alat ukur psychological well-being memiliki rentang validitas 0,332—0,851, dukungan keluarga 0,392—0,755 dan uji reliabilitas dengan hasil alat ukur psychological well-being memiliki rentang reliabilitas 0.444—0.839, dukungan keluarga 0.320—0.553. Kuesioner penelitian ini diberikan kepada 81 lansia. Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki kontribusi signifikan terhadap psychological well-being sebesar 24,7% pada komunitas lansia “X” di kota Bandung. Bentuk dukungan keluarga yang memiliki kontribusi signifikan ialah instrumental dan information.
ANALISIS DETERMINAN RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TINGKAT II DUSTIRA KOTA CIMAHI JAWA BARAT Ahmad, Nasir; Sihombing, Rosmariana
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i1.79

Abstract

In West Java, the prevalence of Coronary Heart Disease according to age ≥ 15 years is above the national prevalence of 1.6%. The number of cases of ischemic heart disease in Dustira Level II Hospital tends to increase from year to year. This shows that heart disease is a serious disease and needs attention in its prevention efforts. The purpose of this study is to know the most dominant risk determinant that is associated with the incidence of ischemic heart disease in Dustira Level II Hospital in 2017. The type of research used is quantitative with a case control study design. The sample size in the study was 83 cases and 83 controls (1:1). Case: People diagnosed with ischemic heart disease based on the patient's medical record in 2017 at Dustira Hospital. Control: People who have never been diagnosed with ischemic heart disease are based on the patient's medical record in 2017 at Dustira Hospital. Data analysis using bivariate analysis with Chi-square test (α: 0.05 and CI: 95%), and multivariate analysis with logistic regression approach. The results of the bivariate analysis of variables related to the incidence of ischemic heart disease were people who did not work (OR= 2 and ρ= 0.047) and people who had a history of hypertension (OR= 3.29 and ρ= 0,000). Variables that are not related to the incidence of ischemic heart disease are Age> 45 years (OR= 1.49 and ρ= 0.276), gender (OR= 1.60 and ρ= 0.157) and area of residence (OR = 1.25 and ρ= 0.532). The most dominant multivariate variable causing ischemic heart disease was history of hypertension (Exp (B) = 3,215).Keywords: Heart Ischemic Disease, Risk Determinants, Dustira Hospital
THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHER’S ROLE AND THE INCIDENCE OF DENTAL CARIES IN ELEMENTARY STUDENTS GRADE 1, 2 AND 3 SDN 099 BABAKAN TAROGONG BANDUNG -, Titus; Sinaga, Anni; Melia, Stephanie
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i1.84

Abstract

Teeth are body tissues that are easily damaged. Dental caries will occur if there is lack of treatment. Mother has an important role to provide guidance and supervision of the incidence of dental caries in children of school aged 6-12 years. This study aims to determine the relationships between mother’s role with the incidence of dental caries school aged childrenn (grade 1 -3). This study used a quantitative research method with a cross sectional approach. Simple random sampling is used  to gather data  from 85 mother and children. The mother’s role was collected using 30 items questionnaire, and  observation sheets used fordental caries incidence. The result indicates that more than half role of mothers is categorized as poor (52.9%) and good (47.1%). The observation showed that children who experienced dental caries were 85.9% and those who did not experience dental caries were 14.1%. The results of the chi test showed no relationship between the role of the mother and the incidence of dental caries (p value 0.248 (> 0.05). It is recommended for Public Health Center and nurses to conduct health promotion on dental health, and for schools to carry out regular toothbrush activities at least once every three months and carry out regular dental checks at least every six months. Keywords        : Mothers’ Role, Dental Caries, School Aged Children
Penerapan Metode Resitasi untuk Penanggulangan Gizi Buruk Pada Anak Usia Dini Saragih, Berlyna Damayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i2.97

Abstract

Keadaan gizi buruk merupakan ancaman bagi upaya peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan upaya baik dari segi preventif, kuratif, rehabilitative dan promotif. Berbagai tantangan dalam menurunkan angka kejadian gizi buruk pada anak usia dini adalah dengan memberikan berbagai pendekatan dan penyuluhan. Penyuluhan masih dirasakan dapat berdampak dalam menurunkan angka kejadian gizi buruk, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kasus gizi buruk, sehingga penyuluhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunanak metode resitasi. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk umum menganilisis tentang penerapan metode resitasi untuk penanggulangan gizi buruk pada anak usia dini. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan jenis penelitian ini merupakan penelitian desktiptif, untuk pendekatan atau penyuluhan yang digunakan adalah dengan menggunakan metode resitasi. Sampel diambil dengan mengguanakan total sampling dengan melibatkan tenaga kesehatan serta dibantu oleh enumerator. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam  true experimental. Berdasarkan hasil uji statistic chi square diketahui bahwa pendidikan, pengetahuan dan Phbs dengan status gizi balita tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p>0.05, penyebab hal lain yang mengakibatkan kejadian gizi buruk pada anak adalah terjadinya infeksi sehingga mengakibatkan kondisi penyerapan zat gizi dalam tubuh tidak dapat terserap sepenuhnya. Sehingga masih perlunya penelitan lebih lanjut untuk mengidetifikasi penyebab terjadinya gizi buruk pada anak usia dini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT MITRA PARAMEDIKA SLEMAN YOGYAKARTA asda, patria
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i1.110

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai salah satu institusi penyelenggaraan kesehatan dituntut untuk memperhatikan masalah kesehatan. Keselamatan pasien merupakan prioritas untuk di laksanakan karena terkait dengan mutu dan citra perumahsakitan. Mutu pelayanan yang berkualitas dan Patient Safety berakar pada pekerjaan sehari-hari setiap profesional perawatan dalam memberikan pelayanan.Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat dengan budaya keselamatan pasien dalam penerapan  Patient Safety di Rumah Sakit Mitra Paramedika Sleman Yogyakarta.Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional survey. Jumlah responden sejumlah 25 orang perawat yang di ambil menggunakan teknik total sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik spearman rankHasil: Sebagian besar responden termasuk kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak (52%). Sedangkan sebagian besar termasuk kategori budaya baik yaitu (56%). Hasil uji statistik ditemukan nilai sig 0,000 (p-value<0,05) dengan Correlation Coefficient sebesar 0,680.Kesimpulan : terdapat hubungan antara pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien dengan budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit Mitra Paramedika Sleman Yogyakarta dengan kekuatan korelasi kuat 
ANALISIS BEBAN KERJA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KESEHATAN DI PUSKESMAS CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED (WISN) pamungkas, gugum
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i1.116

Abstract

Kunjungan pasien yang datang periksa ke Puskesmas Ciwidey yaitu dengan rata- rata kunjungan pasien per hari 120 -170 orang dan per bulan rata-rata kunjungan 2000-2500 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah 21 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling jenuh berjumlah 21 responden. Hasil penelitian diperoleh waktu kerja tersedia tahun 2018 berdasarkan jumlah kerja efektif di Puskesmas Ciwidey adalah 2,017 Jam / Tahun atau 121,050 Menit. Beban kerja petugas kesehatan di Puskesmas Ciwidey yang memiliki beban kerja tinggi adalah dokter umum, dokter gigi, perawat gigi, perawat, bidan, apoteker, rekam medis, promkes dan yang memiliki beban kerja rendah adalah tenaga gizi, sanitarian sedangkan analis memilki beban kerja sedang. Standar kelonggaran waktu di Puskesmas Ciwidey adalah 1,063, Jumlah SDM tenaga kesehatan dengan menggunakan metode WISN di Puskesmas Ciwidey dibutuhkan sebanyak 31 orang petugas kesehatan. Penelitian ini maka disarankan Kepada Puskesmas Ciwidey Penambahan jumlah SDM perlu segera diusulkan untuk mengurangi beban kerja dengan menggunakan anggaran yang ada baik dari dana Biaya Oprasional Kesehatan (BOK) ataupun dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau kapitasi sehingga bisa mengatasi pengurangan beban kerja dari masing masing tenaga kesehatan yang ada.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Premenstruasi Sindrom pada Mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta Afriyanti, Neta; Lestiawati, Endang
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.135

Abstract

Pre-menstruasi sindrom diperkirakan terjadi pada 7-14 hari sebelum datang menstruasi. Stres merupakan salah satu faktor terjadinya pre-menstruasi sindrom yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Tingginya tingkat stres yang terjadi mengakibatkan banyaknya mahasiswa mengalami kejadian pre-menstruasi sindrom. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik di Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 181 responden dengan teknik total sampling. Instrumenst penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat stres, 65 (35,9%) responden paling banyak mengalami stres normal. Sebagian besar responden mengalamai pre-menstruasi sindrom sebanyak 107 (59,1%) responden. Analisis uji kolerasi Spearman Rank dengan p-value 0,026<0,05 dengan kofisien korelasi -0,165. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta