cover
Contact Name
Yunus Adhy Prasetyo
Contact Email
yunusrazr@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yunusrazr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979639     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel atau disingkat JIKI berisi tulisan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan bidang kesehatan yang belum pernah dimuat atau diterbitkan oleh media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kompetensi Bidan dalam Manajemen Asfiksia -, Reni
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i1.82

Abstract

Beberapa masalah yang berkaitan dengan penanganan asfiksia bayi baru lahir oleh bidan belum optimal, sehingga keberhasilan menyelamatkan bayi Asfiksia dan akan berakibat buruk terhadap mental ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara Motivasi Kerja Terhadap Kompetensi Bidan dalam Manajemen Asfiksia di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain potong lintang. Sampel yang digunakan sebanyak 80 bidan sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 20. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation dengan metode smartPLS menghasilkan temuan penelitian yaitu variabel Kompetensi bidan dalam Manajemen Asfiksia di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bogor dipengaruhi oleh Motivasi  (26.22%). Pengaruh langsung terhadap Kompetensi Bidan dalam Manajemen Asfiksia di Puskesmas Wilayah Kabupaten Bogor sebesar 81.62% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1.67%. Saran penelitianya itu diharapkan pimpinan koordinator puskesmas dapat memfasilitasi pengembangan dalam meningkatkan kompetensi dan motivasi kerja.  Kata Kunci : Kompetensi, Motivasi Kerja
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH PADA SAAT HOSPITALISASI DI RUANG ANAK RS BHAYANGKARA SARTIKA ASIH Helena, Denni Fransiska; Alvianda, Vinny Widi
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i2.87

Abstract

Hospitalization is a condition that the child requires hospitalized whether it is planned or not. At the time of hospitalization, children experience anxiety and fear, anxiety due to separation, and losing control of themselves and also their usual play assignments because play is an important aspect in children. Play therapy in the hospital can minimize the occurrence of developmental problems, provide a sense of security, and also as therapeutic activity that provides opportunities for children to express themselves, and one of the examples is play puzzle therapy. The purpose of this research is to determine the influence of play puzzle therapy on the level of anxiety during hospitalization in the Pediatrics Room at Bhayangkara Sartika Asih Hospital. The research design used is pre-experimental design with one group pre and posttest design with non-probability. The retrieval sampling method is purposive sampling as many as 30 respondents who experienced mild to severe level of anxiety during hospitalization at pediatrics room in Bhayangkara Sartika Asih Hospital. Data is collected by observing the level of anxiety before and after given play puzzle therapy, and then analyze using the Wilcoxon test. The results of this research indicated that p value of 0,000 <α (0.05) meaning that there was an influence of play puzzle therapy on the children level of anxiety at the time of hospitalization. The recommendation of the research results is as a reference for nurses in the management of play puzzle techniques in overcoming the children’s anxiety of preschool ages.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DIPUSKESMAS SUKAHENING KECAMATAN SUKAHENING KABUPATEN TASIKMALAYA Sarinengsih, Yuyun
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 13, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i2.102

Abstract

ABSTRAKStunting yaitu keadaan gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis. Prevalensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan keempat, dimana kecamatan Sukahening menempati urutan pertama tertinggi dengan jumlah 155 balita mengalami stunting. Faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting yaitu pengasuhan anak yang kurang baik dimana tidak diberikannya ASI secara Ekslusif. Pencegahan stunting yaitu pada 1000 hari kehidupan dimana salah satunya pemberian ASI secara Ekslusif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Puskesmas Sukahening Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi total sampling sebanyak 95 responden menggunakan teknik purposive sampling.Hasil Penelitian diperoleh lebih dari setengah responden 51,6% tidak diberikan ASI secara Ekslusif, dan sebagian besar 65,3% balita mengalami stunting. Hasil perhitungan chi-square diperoleh ρ.value (0,000<0,05) maka H0 ditolak sehingga terdapat hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif dengan kejadian stunting pada balita 1-5 tahun di Puskesmas Sukahening Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi yang bermanfaat dan perlu dilakukan pendidikan kesehatan ulang yang terjadwal terkait nutrisi yang terjangkau dan sehat sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI Ekslusif dan dapat menurunkan angka stunting.Kata Kunci : ASI Ekslusif, StuntingDaftar Pustaka : 25 buku (2010-2018)9 jurnal (2013-2019)2 Website (2010-2017) ABSTRACTStunting is a condition of growth failure due to chronic malnutrition. The stunting prevalence in Tasikmalaya Regency was at the fourth place where Sukahening sub-district was at the highest with 155 stunting. Factor that can influence the occurrence of stunting is a poor parenting where exclusive breastfeeding is not given. The best prevention of stunting is on 1000 days of life where exclusive breastfeeding is given. The impact, if the baby is not given exclusive breastfeeding, they will lack of nutrition and also will have an impact on the growth or inappropriate height. This aims of the research is to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting on toddler under 5 years of at Sukahening Public Health Center, Sukahening Sub district, Tasikmalaya Regency. The type of research used is descriptive correlation with a cross-sectional approach. The total samplings were 95 respondents which used purposive sampling technique. The results of the research were obtained more than half of the respondents 51.6% were given exclusive breastfeeding, and most 65.3% of children under five had stunting. The chi-square calculation results obtained that ρ.value (0,000 <0,05) then H0 is rejected so that there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting on toddlers under 5 years in Sukahening Public Health Center, Sukahening Sub district, Tasikmalaya Regency. Performed the health education related to affordable and healthy nutrition so that it can increase the coverage of exclusive breastfeeding and can reduce stunting rates. Keywords : Exclusive breastfeeding, Stunting Bibliography : 25 books (2010-2018) 9 journals (2013-2019) 2 Websites (2010-2017) 
PENGGUNAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK OLEH PERAWAT TERHADAP PASIEN DENGAN MASALAH WAHAM DI PSBL PHALAMARTA KABUPATEN SUKABUMI abdillah, hadi
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i1.113

Abstract

Sebagai mahluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya. Komunikasi yang terjadi diantara perawat dan pasien merupakan komunikasi yang komplek dan berlangsung intens jika dibandingkan dengan komunikasi antara pasien dengan petugas kesehatan lainnya. Komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpersonal antara perawat dan klien, dalam hal ini perawat dan klien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional klien. Tidak hanya bagi pasien yang mengalami sakit secara fisik saja, tetapi pasien dengan gangguan mental juga memerlukan perawatan dengan pendekatan komunikasi yang baik yang dibangun antara perawat dengan pasien. Komunikasi terapeutik yang diambil disini hanya pada saat pengkajian dan implementasi asuhan keperawatan. Penelitian ini dilaksanakan terhadap perawat dan pasien yang berada di PSBL Phalamarta Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan kepada seluruh perawat yang melaksanakan asuhan keperawatan terhadap pasien dengan dengan masalah waham. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hasil rekaman percakapan antara Perawat dan Pasien. Dalam melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien, para perawat di PSBL Phalamarta masih belum bisa menjadi pendengar yang baik, dan berusaha mengetahui kondisi pasien melalui komunikasi dengan memberi kesempatan kepada pasien untuk menjelaskan kondisinya dan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan.
Gaya Hidup Sehat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Bandung Sitorus, Neti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.129

Abstract

Gaya Hidup Sehat seharusnya dapat tercermin dengan baik pada mahasiswa kesehatan. Namun pada kenyataannya, masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu kebiasaan mahasiswa yang tidak baik adalah makan tidak teratur dan pola tidur yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum faktor-faktor yang berkaitan dengan gaya hidup sehat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif. Sample penelitian diambil dari mahasiswa program studi S1 Kesehatan dengan jumlah responden 69 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan alat kuesioner. Analisa data secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi, Hasil penelitian menunjukan gaya hidup sehat yang kurang baik sebesar 57 %, dan variabel yang dominan dalam gaya hidup sehat mahasiswa adalah dosen sebagai contoh dalam melakukan gaya hidup sehat. Disarankan kepada STIK Immanuel untuk meningkatkan promosi kesehatan tentang gaya hidup sehat, khususnya mengenai kebiasaan makan teratur dan pola tidur yang baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Soreang Kabupaten Bandung Helena, Denni Fransiska; Sarinengsih, Yuyun; Ts, Novitasari; Suhartini, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.143

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang dilahirkan dengan berat lahir kurang dari 2500 gram, telah menyumbang sekitar 34% kematian bayi di Indonesia. Faktor resiko terjadinya BBLR adalah usia ibu saat hamil, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, usia kehamilan, paritas, jumlah anak dan penyakit penyerta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan kejadian berat badan bayi lahir rendah di RSUD Soreang Bandung. Metoda penelitian yang digunakan yaitu cross sectional dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 41 orang dengan kriteria inklusi adalah pasien yang melahirkan di RSUD Soreang. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada pasien yang melahirkan di RSUD Soreang Kabupaten Bandung. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara usia ibu (p-value 0,000), tingkat pendidikan (p-value 0,014), pekerjaan (p-value 0,001), penghasilan (p-value 0,021), usia kehamilan (p-value 0,000), paritas (p-value 0,014), jumlah anak (p-value 0,021) dan ada hubungan penyakit penyerta (p-value 0,000) dengan kejadian BBLR. Responden yang melahirkan hampir pada umumnya berasal dari pedesaan dengan latar belakang pendidikan rendah dan masih ada budaya nikah diusia muda, oleh karena itu pihak rumah sakit terutama bagian promosi kesehatan, perawat dan bidan pelaksana diharapkan untuk meningkatkan kegiatan skrining dan deteksi dini penyakit penyerta pada ibu hamil serta memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang factor-kator yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK) SESUAI STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT VERSI 2012 DI RS ST YUSUP BANDUNG TAHUN 2017 Sumarnani, Yustina Eni
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i1.27

Abstract

Akreditasi rumah sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang disyaratkan dan merupakan salah satu syarat dalam berbagai perizinan dan kerjasama. Dalam pelaksanaanya terdapat kesenjangan yang mempengaruhi perubahan implementasi hak pasien dan keluarga terhadap standar akreditasi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi implentasi kebijakan HPK sesuai standar akreditasi rumah sakit versi 2012 di RS Santo Yusup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi (mixed metode) dengan mengunakan desain tipe squential explanatory. Populasi penelitian 220 dan sampel 142 dan 6 orang informan. Analisis yang digunakan, analisis bivariat dan kualitatif menurut Miles dan Huberman. Hasil univariat menunjukan jenis kelamin 86% perempuan, 45,1% dewasa awal, 90,8% pendidikan tinggi, lama bekerja hampir sama, 62% belum pernah mengikuti pelatihan dan 50,7% implementasi kurang. Hasil analisa bivariat dan kualitatif pada jenis kelamin, usia, pendidikan, pelatihan, tingkat pengetahuan dan motivasi tidak ada hubungan yang signifikan (p > 0,005). Sedangkan pada lama kerja, supervisi dan pengaruh organisasi p < 0,005. Kesimpulan adanya pengaruh lama bekerja, supervisi dan pengaruh organisasi terhadap perubahan implementasi kebijakan HPK. Sehingga perlu diadakan promosi, rotasi dan mutasi serta pengaturan komposisi dan meningkatkansupervisi, komunikasi, koordinasi dan kerjasama bagian/ unit
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1&D3 KEPERAWATAN ANGKATAN 2014 DI STIK IMMANUEL BANDUNG Wiyandani, Nunu Asri
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i1.32

Abstract

Kualitas tidur seseorang dikatakan baik apabila tidak menunjukkan berbagai tanda kekurangan tidur dan tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Gangguan tidur banyak ditemui dikalangan dewasa muda terutama mahasiswa yang nantinya bisa menyebabkan berkurangnya konsentrasi belajar dan gangguan kesehatan. Hal ini bisa menyebabkan tidak tercapainya prestasi akademik secara optimal karena proses belajar menjadi terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat prestasi akademik pada mahasiswa program studi S1&D3 keperawatan angkatan 2014 di STIK Immanuel Bandung. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Total responden sebanyak 72 orang dengan teknik total sampling. Data kualitas tidur diambil dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan prestasi akademik dari data sekunder yaitu nilai IPK semester sebelumnya. Pada akhir penelitian ini dilakukan uji statistik rank spearman untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil peneltian menunjukkan sebanyak 14 mahasiswa (87,5%) memiliki kualitas tidur dan prestasi akademik yang baik, 2 mahasiswa (12,5%) memiliki kualitas tidur baik dengan prestasi akademik yang kurang baik, 49 mahasiswa (87,5%) memiliki kualitas tidur buruk dengan prestasi akademik yang baik, 7 mahasiswa (12,5%) memiliki kualitas tidur buruk dan prestasi akademik yang kurang baik. Berdasarkan uji korelasi rank spearman didapatkan nilai p=0,764 (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan tidak ada hubungan kualitas tidur dengan tingkat prestasi akademik pada mahasiswa program studi S1&D3 keperawatan angkatan 2014 di STIK Immanuel Bandung. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan S1&D3 angkatan 2014 STIK Immanuel Bandung memiliki kualitas tidur buruk. Diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan manajemen waktu seperti mengatur jadwal kegiatan sehari-hari sehingga jadwal tidurnya teratur dan diharapkan dapat mempertahankan kualitas tidur yang baik dan memperbaiki kualitas tidur yang buruk juga tetap dapat mempertahankan prestasi akademiknya
Hubungan Tingkat Stres dan Eating Disorder Dengan Status Gizi pada Remaja Perempuan di SMA Negeri 1 Ciwidey Lestari, Asih Tri
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v11i2.37

Abstract

Perilaku makan menyimpang atau yang sering disebut eating disorder adalah gangguan perilaku makan yang kompleks dan memberikan efek pada kesehatan fisik atau mental atau keduanya. Masalah yang banyak dialami remaja pada saat ini merupakan manifestasi dari stres, diantaranya depresi, kecemasan, eating disorder, penyalahgunaan obat sampai penyakit yang berhubungan dengan fisik seperti pusing serta ngilu pada sendi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 ciwidey pada bulan Juni 2017, dengan jumlah sampel 135 orang, yang diambil dengan cara systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Data dalam penelitian ini didapatkan menggunakan kuesioner DASS 42, kuesioner Eating Disorder Diagnostic Scale, dan data status gizi menggunakan pengukuran antropometri. Berdasarkan hasil uji statistik Korelasi Spearman, diperoleh hasil terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan eating disorder (p=0,001) dan juga terdapat hubungan bermakna antara eating disorder dengan status gizi (p=0,002). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres dan eating disorder dengan status gizi pada remaja perempuan di SMA Negeri 1 Ciwidey. Perlu adanya penyuluhan atau edukasi bagi siswa SMA tersebut tentang mengatasi tingkat stres, eating disorder dan masalah status gizi.
Pemberdayaan Keluarga terhadap kemadirian pasien dengan gangguan jiwa di rumah Ngadiran, Antonius
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : STIK Immanuel Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v12i2.18

Abstract

Gangguan jiwa berat menimbulkan beban bagi pemerintah, keluarga serta masyarakat oleh karena produktivitas pasien menurun dan akhirnya menimbulkan beban biaya yang besar bagi pasien dan keluarga. Kondisi pada kebanyakan keluarga kurang memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan sehingga sering mengalami kesulitan dalam merawat atau mendampingi dalam minum obat pasien. Pemberdayaan keluarga juga merupakan strategi untuk menurunkan faktor faktor resiko yang berhubungan dengan perkembangan gejala-gejala penyimpangan perilaku terutama pada pasien gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang bertujuan mengetahui gambara pengetahuan, kemampuan dan beban keluarga dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa di rumah . Metode pada peneliti ini menggunakan kuasi eksperimen pre dan post one group disain dengan jumlah responden 40 keluarga dan 40 pasien. . Perlakuan yang diberikan adalah pemberdayaan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keluarga memiliki pengetauan Baik dalam merawat pasien setelah intervensi sebesar 62,5 %.Keluarga dengan kemampuan Baik dalam merawat pasien setelah intervensi sebesar 62,5 %. dan eluarga yang memiliki beban dalam merawat pasien setelah intervensi adalah yang memiliki beban ringan 50 %