cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
MEMAHAMI HAK ANDA SEBAGAI KONSUMEN DARI SERBUAN IKLAN DITELEVISI Wiryanto, Wiryanto
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia pertelevisian di Indonesia sudah cukup tua, padat ahun1962 lahir Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang dimiliki pemerintah. Tersebut dalam rangka peliputan pesta olah raga  Negara­negaraAsia (Asian Carnes) yang diselenggarakan diJakarta pada tahun1962. Sejak saat itu pula dunia periklanan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan,  sebelumnya iklan hanyak dikenal mclalui media luar ruang,  surat kabar dan radio, kemudian menyusul iklan mclaluimedia televisi. Secara meluas iklan televise baru dimulai pada tahun 1976 di kota-kota besar. Di   pihak   lain banjirnya tayangan iklan dalam acara­acara TVRI mcmbuat pemirsa tidak nyarnan dalam nwnyaksikan acara­acara yang   disajikunnya,  karena selingan "siaran niaga terscbut. Kekhawatiran yang mcndasar adalah pengaruh iklan bagi perrursa TVRl,  yakni mcndorong perilaku konsumerisme masyarakat. 
MEMAHAMI STUDI DOKUMEN DALAM PENELITIAN KUALITATIF Nilamsari, Natalina
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qualitative research is a method of research used to uncover the problems in working life government organizations,private sector, civil society, youth, women, sports, arts and culture, and others that can be used as a policyfor the sake of the common welfare. Calls "issues in qualitative research are temporary, tentative and will evolveor change after researchers were in the field".In a qualitative research methodology, there are a variety of datacollection methods / sources used. A Conceptual Introduction, mention at least four strategies with multi-datacollection in qualitative research methods: participant observation, in-depth interviews, the study documents andartifacts, as well as complementary techniques. In this article that will be discussed is the method of data collectionstrategy document. According, "the documentary is one method of data collection methods used in socialresearch methodology to explore historical data ".states that the document is a record of events that have alreadypassed in the form of text, images, or monumental works of a person. "
BERFIKIR SECARA TRANSPARAN DAN ARGUMENTASI (Berfungsi untuk menganalisis dan menjelaskan pentingnya berfikir secara Transparan dan logis terhadap berbagai aspek komunikasi Bisnis) Suradi, Endang
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 29 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In  a  typical days  at  work or  college we are  likely to be confronted   with arguments coming in all shapes and sizes.                                                   - Reading the newspaper over brealifast or listening to the morning news. We will come under the influence of other persons or organisations trying to convince us of the correctness of their views on everything from the best value cereal to eat to who we should votefor in the next election.At college, we will be expected to criticallyjudge  the value of what we read in books and articles, and be able to produce essays and reports which are logical and well-organised.At work, we will have reports to read (and write) in which it will be extremely important dto judge  whether the conclusions and recommendations reached are correct or not.As we advance in our careers, this skill of clear thinking becomes ever more important as quick  and accurate judgments  have to be made on many other peoples  arguments  and submissions. So important  is it to  think  clearly in relation to our own and others ideas that it is difficult to imagine a successful person who does not have this ability.The purpose of this chapter is to introduce the main types of argument used in everyday life, with a view not only to being able to convincingly demonstrate- to ourselves and our  "opponents"» the reasonsfor such a judgment. Most people have a rough, instinctive idea of the value of argument, but lack the ability to put forward the exact the reasons why the argument is good or bad.
PENGARUH TAGLINE #THINKPINK TERHADAP BRAND ASSOCIATION BRIGHT GAS 5,5 KG DI JABODETABEK Zubaidah, Cut Tuleut
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir setiap iklan yang dipublikasikan mengandung tagline. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh tagline #ThinkPink terhadap brand association Bright Gas 5,5 kg di Jabodetabek. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji F dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan perhitungan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tagline #ThinkPink 44,1% berpengaruh terhadap brand association Bright Gas 5,5 kg di Jabodetabek dengan persamaan regresi Y=7,292+1,132X.
EFEKTIVITAS IKLAN DALAM MERAIH PARTISIPASI POLITIK Retnowati, Yuni
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia a great political advertising budget has been spent on some media. Television as a medium thatabsorbed the largest share of advertising play important roles in the spread of political advertising. Most of thecontent of the advertising message is directed to candidates imaging by displaying false impressions and circumstancesthat does not actually. One of the goals of political advertising is currently to persuade audience toparticipate in election and vote for candidates from a political party who advertise. The effectiveness of advertisingpolitical questionable because frequently found groups who does not participate in the election. As part ofthe marketing communication, advertising can’t work alone to gain public support and participation. Integratedmarketing communication is the right solution to help improve political participation other than to be followed bythe candidate’s credibility and clarity offered programs of political parties.
PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA Idris, Naswil
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cfetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan   memperoleh     informasi   untuk mengembangkan  pribadi  dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang  tersedia.Hak  warga negara untuk   berkomunikasi dan  memperoleh informasi,  dijamin dan dilindungi (Jap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal  dari  deklarasi  hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat  berbuat banyak jika  kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang  ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang   kesehatan, pendidikan  ,per ekonomian, kesejahteraan ,  hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu  dengan jaringan  dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi  kebutuhan  informasi rakyat  di daerah  pedesaan dan  daerah  terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk  sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945. Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi :  pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan  yang dibuat oleh beberapa  orang  yang mengatas  namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi  yang terbaru  pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast  secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO.  17 tsb.  Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama  sekali   atau   menggunakan    pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat         Penerangan        Masyarakat, PUSKESMAS        (Pusat        Kesehatan Masyarakat),  Kantor  Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar  sekolah I Kursus,  Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan  perpustakaan,    dan  ruang  baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik   dan tempat olahraga sederhana.  Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk  pemaksaan tetapi  cukup dengan  mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa  informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KAMPUS DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN PENDIDIKAN Hamzah, Radja Erland
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara bertahap semakin menonjol dan digunakan dalam proses pendidikan serta sektor-sektor organisasi lainnya. Sebagian besar studi mengakui pembelajaran secara kolaboratif yang didukung oleh komputer merupakan bagian penting dari pembelajaran yang efektif, yang membuat peserta didik mampu berkomunikasi satu sama lain melalui media sosial. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial, serta menjelajahi kegunaan dan keterbatasan media sosial yang mungkin dialami oleh pengguna. Rumusan masalah yang diambil adalah: “Bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial untuk mendukung pembelajaran pendidikan mereka, manfaat dan keterbatasan apa yang dirasakan mahasiswa ketika menggunakan media sosial untuk mendukung pembelajaran pendidikan?”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan memahami persepsi mahasiswa tentang media sosial,maka keputusan mereka tentang apa yang termasuk media sosial dan yang bukan termasuk media sosial. Hasil penelitian menunjukan Media sosial mendukung pembelajaran kolaboratif dan membuatnya lebih efisien denganmemungkinkan peserta didik untuk berdialog atau berdiskusi melalui jarak tanpa perlunya berada di lokasi geografis tertentu. Dengan menggunakan media sosial membuat interaksi yang lebih efisien dengan meningkatkan fleksibilitas dan independensi mahasiswa. Selain itu, memungkinkan mereka untuk berbagi pengetahuan, mengirim file ke mahasiswa lain secara lebih mudah dan lebih cepat, serta membangun komunikasi yang efektif.
Televisi dan Kekerasan: Bagaimana Menyikapinya Nilamsari, Natalina
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 26 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DonDeLillodalam buku WhiteNoise (1985)pernah menyatakan:"Untuk sebagian besar orang,hanyaadadua tempat terpentingdidunia, yaitutempat merekahidupdantempat televisi diletakkan".    Ungkapan tersebut mungkin  terdenqar     berlebihan, namundalamderajattertentu ada benarnya.Saatini sebagianbesar orang  begitumementingkantelevisi. Merekasepertinyatakdapat   hidup tanpatelevisi.Demikian pentingnya kedudukantelevisipada banyak rumahtangga.lniterlihat dari penempatanpesawatTV yang umumnya  diletakkan dijantung rumaht.angga,yakniruangkeluarga. Hal ini bukan tak disadari     oleh pabrikpesawat TV. Sehingga produsen  pesawatTV membuat disain  TVyangmakin  lamamakin bagusdanbermutu,sehingga dapat sejajardenganperalatan rumah tanggamodernlainnyadan menjadi bagiandisaininterioryangelegan
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SOLUSI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Kustiatno, Kustiatno
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari baik sengaja atau tidak maupun suka atau tidak, kita sebagai warga masyarakat ibukota kerap kali berhadapan dengan birokrasi pemerintahan dan atau lembaga swsta yang tentunya untuk berbagai urusan. Dari berbagai urusan masyarakat tersebut, seingkali kita menerima buruknya pelayanan public baik yang disediakan oleh lembaga pemerintahan maupun swasta. Kondisi pelayanan public yang buruk tersebut di ats diekspresikan oleh sebagian masyarakat melaui berbagai cara, baik berupa kritikan ajam (aksi untuk rasa, artiket mass media, SMS Presiden, dll) maupun kritikan halus (acara Negeri BBM di TV Indosiar, Negeri Sketsa di Radioa Smart FM, Iklan Rokok Sampurna A Mild di Televisi, dll). Sebagai Contoh Pelajayan Public yang disediakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimana kita hidup sebagai warga masyarakat , misalnya pelayanan IMB, Pelayanan KTP, pelayanan Akta Lahir, pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBN-KB) serta masih banyak lagi pelayanan lainnya yang kalau kita mau jujur masalah jauh dari memeuaskan. Ketidakpuasan masyarakat tersebut , disebabkan antara lain oleh pelayanan yang berbelit-belit tidak transparan, kurang informative, kurang akomodatif, kurang konsisten, terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan, sehingga tidak menjamin kepastian (hokum, waktu, dan biaya) serta masih banyak dijumpai praktek pungutan liar dan tindakan-tindakan yang berindikasikan penyimpangan. Dengan kata lain, penyelenggaraan pelayanan public yang dilaksankan oleh Aparatur Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai sector pelayanan, ternyata kinerjanya masih rendah. Sebagai suatu lembaga yang berhubungan dengan masyarakat banyak dan mengingat buruknya kinerja pelayanan public sebagaimana tersebut di atas, yang disebabkan anara lain oleh kurangnya informative, maka diperlukan komunikasi interpersonal yang lancar dimana terjadi interaksi dalam suatu rpses pelayanan komunikasi interpersonal yang lancar baik vertical maupun horizontal akan membuka keterbukaan di seala bidang, keterampilan komunikasi interpersonal adalah suatu seni dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, komunikasi interpersonal menduduki posisi sentral, karena struktur, keluasan dan lingkup organisasi hamper seluruhnuya ditentukan oleh teknik-teknik komunikasi interpersonal. Dengan kkomunikasi interpersonal yang efektif maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan sampai pada sasarannya dan menjadikan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Komunikasi interpersonal adalah proses dari hubungan seseorang dengan orang lain, dalam menyampaikan konsepsi, citra atau rasa. Tidak saja informasi itu tersalurkan, tetapi juga persaan dan sikap dapat tersalurkan juga. Komunikasi terjadi apabila mereka yang terkait dengan komunikasi, si pengirim berita dan si penerima pesan, memberikan bobot dan relevansi pada perilaku masing-masing. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat diperlukan komunikasi intrpersonal. Hal ini karena komunikasi interpersonal membantu dan memandu pegawai untuk lebih dapat berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran komunikasi interpersonal sangatlah penting dalam mewujudkan kualitas pelayanan public. Akhir kata yang menjadi pertanyaan besar penulis adalah bagaimanakah menciptakan suatu komunikasi interpersonal pada lembaga pelayanan public? Adakah komitmen yang kuat dari pimpinan? dan bagaimana komunikasi interpersonal pada lembaga pendidikan kia? Yang tentunya guna mewujudkan peningkaan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen. Apakah semua ini hanya sebuah retorika belaka? 
PENEMUAN KEMBALI PANCASILA, DAN TANTANGAN PENGAMALANNYA Hamijoyo, Santoso S
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENEMUAN KEMBALI PANCASILA, DAN TANTANGAN PENGAMALANNYA

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 1 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue