Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles
973 Documents
FUNGSI MEDIA MASSA DALAM MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA (FUNGSI SOSIALISASI NILAI - NILAI)
Kertopati, Ton;
Ratam, Waluyo
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 25 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v7i25.273
What keeps the Indonesian Mass - Media for developing its function that it canbecome?The answer to this question is quite evident of the problems that perenniallybeset the Indonesian Mass - Media primary by the political constrains and controversies. Whiter old and new, big or small high quality and low certainly un even.In Indonesia the development of Mass communication is showinq meaningfulprogress.The main goal of tormet education in communication principles changed, and the scope of the study goes beyond the Mass - Media, other aspects such as Interpersonal communications.Group and Social etc. have to be consideredLast but not least is the Trans cendental Communication to meet ever increasingneed for socializing the National Indonesian ideology
MENDENGAR SEBAGAI SALAH SATU ALAT KOMUNIKASI
Dewi, Yuni Retna
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v10i3.458
MENDENGAR SEBAGAI SALAH SATU ALAT KOMUNIKASI
TEORI PEMAIAKAIN DAN KEPUASAN
Abdullah, Abdullah
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 20 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v5i20.199
Blummer and katzt uses and gratification theory suggest that media usert play an cative role in choosing and using the media. Users take an active part in the communication process and are goal oriented in ther media use. Blumer and katz say the a media user seeks out a media source that be fulfils the needs of the user. Uses and gratifications theory asssume that tge user has alterate choice to satisty their need. Empirical reserch based on uses ang grafitifcation theory in indonesia is very limetes or not yet to be done.
STRATEGI KOMUNIKASI BISNIS HIPMIKINDO DALAM MENSINERGIKAN SUMBERDAYA AKADEMISI DAN PELAKU UMKM
Misnan Misnan;
Rezzi Nanda Nanda Barizki
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 20, No. 2 December 2021
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v20i2.1722
The synergy of MSME actors and academics is a new thing in facing the challenges of digitalization. HIPMIKINDO has a strategic positioning between the two parties. The purpose of this research is to know the business communication strategy of HIPMIKINDO in synergizing the resources of academics and SMEs. Through qualitative approach and descriptive method, the result obtained is the form of the terminology concepts of the business communication strategy of pull, push and pass. In the push business communication strategy, HIPMIKINDO implements the managing business disruption message, which is exist a threat to MSME business continuity, so that the context of entrepreneurship requires transformative acceleration towards technopreneurship. At the push step, the motivation of the business cycle without innovation and creativity must be faced with resource competencies. This can be overcome by the presence of the role of academics in accelerating the development of MSME capacity building. Furthermore, the pass is implemented with the establishment of an entrepreneur center, which becomes a communication node for academics, MSMEs as well as across parties and institutions that want to play more active in synergies.
PERAN ETIKA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PUBLIC RELATIONS
Susilawati Natawilaga
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 17, No. 1 June 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v17i1.492
Tujuan utama public relation adalah membina hubungan internal dan eksternal sebagai pelaksanaan salah satu fungsi manajemen, untuk membentuk kesamaan sudut pandang dan sikap dalam menghadapi kondisi, khususnya kondisi krisis. Opini publik positif merupakan tujuan utama agar terbangun corporate image positif dengan dukungan publik yang positif pula bagi kelancaran program perusahaan. Kondisi krisis perlu disikapi dengan kesamaan sudut pandang dan sikap positif dengan mengacu kepada Kode Etik Public Relation maupun sikap-sikap positif yang sejalan. Selain itu, untuk menghadapi potensi kondisi krisis selanjutnya, perlu diakselerasi kemampuan untuk melaksanakan tindakan reaktif berupa manajemen krisis yang holistic dan terintegratif, dan tindakan proaktif berupa pendekatan stress management, sensitivity analysis maupun predictive analysis. Namun keberhasilan perbaikan dari sisi teknis perlu disertai pula dengan perbaikan paradigma, kompetensi maupun kesiapan seluruh jajaran perusahaan atas potensi kondisi krisis yang mengancam perusahaan
DASAR DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KOMUNIKASI (SEBUAH SARAN)
Hamijoyo, Santoso S
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 7 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v2i7.402
DASAR DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KOMUNIKASI (SEBUAH SARAN)
KONSEP BEST PRACTICES IMPLEMENTASI UU KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK NO 14/2008
Hardyanti, Winda
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v14i4.124
Keberadaan informasi publik yang terbuka dan pemenuhan hak masyarakat untuk mengakses informasi pemerin-tah yang diperuntukkan untuk publik merupakan ciri penting pemerintahan demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Pelibatan dan tanggung jawab kepada rakyat sebagai pemegang mandat hanya bisa dilakukan melalui keterbukaan yang ditandai salah satunya melalui penyediaan akses informasi pemerintah.Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dan mendorong keterbukaan pada badan publik atau pemerintah. Seluruh informasi tentang aktivitas badan publik, selain yang dikecualikan Undang-Undang, sejak UU tersebut disahkan, wajib dibuka kepada masyarakat. Masyarakat pun kini bisa mengawasi dan memantau aktivitas badan publik. Melalui keterbukaan informasi, masyarakat diharapkan dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas badan publik, dan lebih jauh lagi berpartisipasi aktif dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan publik (Mendel,2004)Sesuai dengan amanat UU KIP, setelah dua tahun ditetapkan, maka badan publik di seluruh Indonesia wajib melaksanakan pengelolaan dan pelayanan informasi agar masyarakat dapat mendapatkan akses seluas-luasnya dengan cara yang mudah dan terjangkau. Namun, implementasi UU KIP dalam keseharian kegiatan layanan pub-lik lembaga pemerintah bukan hal yang mudah. Penelitian ini bermaksud untuk meneliti sejauh mana implementasi atau penerapan UU KIP. Tahun 2014 ini adalah tepat enam tahun sejak UU Keterbukaan Informasi Publik disahkan. Harapannya tentu kota dan kabupaten khususnya di Jawa Timur sudah mampu mengimplementasikan UU ini dengan sebaik-baiknya.Sehingga perwu-judan masyarakat yang mendambakan good governance bisa terpenuhi haknya untuk memperoleh informasi dari badan publik yang diinginkan. Penelitian ini akan mengambil dua kota sebagai subyek penelitian yaitu implemen-tasi UU KIP di Pemerintah Kota Malang dan di Kota Kediri. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing kota baik Kediri maupun Malang, masing-masing me-miliki best practices dalam mengimplementasikan UU KIP no 14/2008. Best practices yang dilakukan adalah melakukan pemahaman holistik terhadap UU KIP 14/2008. Selain itu juga mengupayakan optimalisasi imple-mentasi transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik dengan baik. Adapun hambatan yang sering menjadi kendala dalam pelaksanaan meliputi keterbatasan kuantitas dan kualitas SDM, tidak ada standar informasi publik yang jelas, gangguan kestabilan jaringan dan masih lemahnya koordinasi antara satuan kerja.
PERSEPSI MAHASISWA PUBLIC RELATIONS TERHADAP KOMUNIKASI ONLINE MELALUI MEDIA SOSIALTWITTER
Prabowo, Sigit
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v15i3.50
Semakin meningkatnya popularitas media sosial Twitter membuat public relations menjadi tertarik untuk memanfaatkannya. Salah satunya STIKOM InterStudi yang memanfaatkan media sosial Twitter untuk berkomunikasi online dengan mahasiswanya. Staf public relations STIKOM InterStudi memanfaatkanTwitter untuk menginformasikan aktivitas perkuliahan dan merespon pertanyaan dari mahasiswa yang terkait dengan perkuliahan. Problemnya, terkadang staf public relations kurang merespon pertanyaan mahasiswa dengan cepat danmenginformasikan kehadiran dosen yang akan mengajar di kelas sehingga pada saat mahasiswa telah hadir di kelas ternyata dosennya izin tidak masuk. Hal ini tentunya merugikan mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Persepsi Mahasiswa Public relationsTerhadap Komunikasi Online Melalui Media Sosial Twitter Departemen Public relations Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) InterStudi. Teori yang digunakan Teori Individual Differences, Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan A Dialogic Theory of Public relations, berdasarkan penjelasan teori dialog maka konsep yangdigunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat dimensi prinsip-prinsipdialog melalui twitter. Paradigma penelitian yang digunakan positivisme. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitiannya survei. Jumlah populasi akuntwitternya: @PR 103InterStudi sebanyak 482 follower.Besaran sampel penelitian dengan penghitungan rumus Taro Yamane pada tingkat kesalahan 10% diperoleh sampel sebanyak 83 mahasiswa. Teknik pengambilan sampelnya secara purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan kajian literatur. Teknik analisis datanya secara kuantitatif dengan menggunakan rumus nilai mean dan rumus uji t test independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada total mean Persepsi Mahasiswa Public relations Terhadap Komunikasi Online Melalui Media Sosial Twitter Departemen Public relations Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi(STIKOM) InterStudi diperoleh 3,97 termasuk kategori setuju atau dengan perkataan lain persepsinya positif karena mahasiswa dapat berkomunikasi secara dua arah melalui media sosial Twitter. Dari hasil uji beda(Uji t test Independent) ternyata Persepsi responden dilihat dari kelas eksekutif dan kelas reguler mengenai komunikasi online melalui media sosial twitter Departemen Public relations STIKOM InterStudi menunjukkan tidak ada perbedaan persepsi. Artinya bahwa baik mahasiswa public relations eksekutif maupun reguler menilai komunikasi online melalui media sosial twitter dinilai efektif karena komunikasinya dapat berlangsung secara dua arah dan menghemat waktu serta dapat mengetahui perkembangan informasi terbaru yang terkait perkuliahan.
PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN PERTEMANAN ANTAR ETNIS DI JAKARTA( Suatu Studi Komunikasi Antarpribadi di Kalangan Etnis Betwati dan Non-Betawi di Jakarta)
nurkholisoh, nurkholisoh
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i2.215
Hasil penelitian yang dimaksud dalam tulisan ini, adalah hasil temuan yang diperoleh dari observasi dan wawancara denqan nara sumber.Sebagaimana yang dikemuka kan oleh Altman dan Taylor dalam teori penetrasi sosial, bahwa setiap interakst awal cenderung melalui tahapan-tahapan dan berlangsung secara periahan serta rnemsrlukan waktu panjanq, rnaka hubunqan cenderunq diawali dengan perkenalan yang bersifat xetidaxakraoan, kemudian dalam proses berikutnya berkembang menjadi hubungan yang lebih akrab.Tahapan-tahapan pembentukan dan pengembangan hubungan antarpribadi, sebagaimana teori penetrasi sosial, juga akan melalui suatu proses yang berkesinambungan dan terus berjalari dengan malalui beberapa perubahan. lndividu yang terlibat tidak akan melihat hal tersebut sebagai proses yang mekanistik dan tidak akan membuat suatu asurnsi untuk rnenunjukkan bahwa proses penetrasi sosial bergerak pada xecepatan yang sama dan individu yang berbeda.
PEMASARAN MUSIK PADA ERA DIGITAL DIGITALISASI INDUSTRI MUSIK DALAM INDUSTRI 4.0 DI INDONESIA
Gerry Wahyu Dewatara;
Sari Monik Agustin
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 18, No. 1 June 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v18i1.729
Penelitian ini akan membahas bagaimana digitalisasi dalam industri musik mempunyai dampak pada pemasaran musik. Hal tersebut berdampak besar bagi para pelaku industri dalam hal pemasaran musik maupun konsumen dalam hal menikmati musik. Layanan streaming menjadi sesuatu yang sangat berpengaruh dalam era digital yang kita kenal industri 4.0. Industri musik tidak lagi dapat bergantung pada produk fisik dan konsumen pun kini lebih selektif dalam menikmati musik. .Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan strategi penelitian fenomenologi tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, seperti; perilaku, persepsi,motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Hasil penelitian ini adalah bagi konsumen adalah mudahnya pencarian musikdan pelaku industri sangat mendukung adanya digitalisasi dalam industri musik karena mempermudah dalam memasarkan musik mereka dan membantu melindungi kekayaan intelektual mereka karena mengurangi pembajakan.