cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
PARTISIPASI WARGANET DALAM MENGIDENTIFIKASI KOMUNIKASI INTELEKTUAL NARASUMBER POLITIK TERKAIT PERKEMBANGAN HASIL PEMILU 2019 Soelistyowati, Dinar
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.001 KB) | DOI: 10.32509/wacana.v18i2.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk komunikasi intelektual yang dinyatakan oleh narasumber politik terkait dengan perkembangan hasil Pemilu 2019. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi gambaran umum mengenai euforia Pemilu 2019 yang berlanjut pada posisi komunikasi politik sebagai bagian dari intelektualitas narasumber politik, kemunculan media sosial dan jejaring sosial sebagai mediator baru warganet millenial, serta pengaruh warganet sebagai pengamat narasumber politik dalam membahas hasil perkembangan pemilu 2019. Pembahasan ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan perpaduan antara teori semiotika dengan teori interaksionisme simbolik yang merupakan bagian dari paradigma konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi intelektual yang dibentuk oleh para narasumber politik terkait dengan perkembangan hasil Pemilu 2019 mampu berfungsi sebagai pemicu warganet untuk ikut berpartisipasi dengan menjadi bagian dari masyarakat yang melek informasi secara digital, juga mampu  mengikuti dan menanti hasil dari perkembangan Pemilu 2019 demi terciptanya bangsa Indonesia yang lebih baik.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DALAM SUATU PERUSAHAAN Siswanto, Siswanto
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 20 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i20.377

Abstract

PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DALAM SUATU PERUSAHAAN
EROTIKA DAN PORNOGRAFI DI MEDIA Wiryanto, Wiryanto
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.165

Abstract

Pornography is anything that is created to cause sexual excitement or arousal. Most of us think of : erotic imagery that is considered obscene and Offensive. Pornographi (From Greek ?Opvoypa?ia pornographia - literally writing about or human sexual behavior with the goal of sexual arousal, similar to, but (axxording to some) distinct from. Erotica it also prostitute and written material. Which representations of the human body or human sexual behavior with the goal of sexual orusal, similar to, but human sexual behavior with the goal of sexual arouseal, similar to. But distrinct from, erotica though the two terms are often used interchangeably.Pornographi may use any of avariety of media written and spoken text. Photos, sculpture, drawings, moving images (including animations), and sounds such as heavy breathing and sexually related sounds. Pornogaphic films combine moving images, spoken erotic text and/or other erotic sounds. While magazines often combine photos and written text. Novels and short stories provide written text, sometimes with illustrations, A live performance may also be called pornographic.Opposition to pornography generally, though not exclusively, comes from several sources : law, religion like mazhab wahabi and feminism there is no right to distribute obscene materials, child pornography is illegal. The determinatios of what is obscene is up to a jury in a trial. Most religious groups view pornography as immoral and the production and use of pornography contributes to immoral behavior in society. Feminist critics of pornography. They believe that most pornography eroticizes the dominations, humiliation and coercion of women, reinforces the domination, humilations and coercion of women, reinforces sexual and cultural attitudes that are complicit rape and sexual harassment, and contributes to the male centered to the male centered objectification of women.
ANALISIS SEMIOTIKA LOGO PARTAI NASDEM DALAM TAYANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI MNC TV Dibya, Indra
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v12i4.112

Abstract

Nowadays more and more community organizations (CBOs), and political parties are becoming more and moreevolved in our country because of the effect or fruit of freedom of democracy in Indonesia since the new orderof leadership patterns. Election as party logos popping up but most of the audience we do not know the symbolor logo of the latest party and community organizations who are now frequently made splashy electronic media.Among other organization that is now growing as the national Democratic Party evolved into a political partyNasdem, with Surya Paloh as chairman of the party is, and television media menggunakkan MNC as a TV adcampaign. Introduce logo mission vision Nasdem Party party.Logos such as clothes, profession, social status, logo can be interpreted (semiotics) as the identity of a personor organization, symbolize or depict ideological, vision and mission of an organization or party.
KEDUDUKAN DAN FUNGSI DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA Abdikoro, HM
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v4i13.261

Abstract

ebagai di kemukakan pada bagian terdahulu perubahan system perwakilan satu kamar menjadi dua kamar ( Bicameral ), yangSsaat ini di kenal dalam system ketatanegaraan RI adalah sebagaimanadikenal atau di anut oleh beberapa negara di dunia dalam penerapan konsep dernokrasinya. Amerika Serikat misalnya, susunan badan perwakilannya terdiri dari Senete, ( Perwakilan Negara Bagian) dan House Representatives ( Perwakilan Seluruh Rakyat). Kedua unsur tersebut dinamakan Kongres of Lords ( Perwakilan Golongan ), dan House of Commons ( Perwakilan Seluruh Rakyat ). Demikiannya dengan di kerajaan Belanda dengan wadah badan perwakilan yang disebut Staten General Representasi darl Easter Kamer( Perwakilan dari Daerah ), dan Twedwe Kamer ( Perwakilan SeluruhRakyat).( Bagir Manan; 2003:54
STRATEGI HUMAS BEATLES INDONESIA DALAM MEMPUBLIKASIKAN ACARA BEATLES NIGHT MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER Murtani, Hanafi; Wibowo, Lukman Adji
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v13i2.138

Abstract

Penelitian ini yang memfokuskan pada aktifitas publikasi Humas Beatles Indonesia dalam mempublikasikanprogram Beatles Night melalui media social twitter, maka penulis akan menjabarkan strategi publikasi HumasBeatles Indonesia dalam menjalankan strategi komunikasinya.Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi-deskripsi yang mendalam mengenai peranyang dijalankan Humas Beatles Indonesia selama proses komunikasi dalam mempublikasikan acara Beatles Nightmelalui media social (twitter).Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 Langkah-langkah Humas, dimana dalam langkah tersebutdigunakan sebagai alat dalam membantu menjalankan sebuah strategi Humas yang dilakukan dalam penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Humas BEATLES berada pada posisi yang baik dan memilikitingkat kredibilitas dan juga tingkat profesionalisme dalam memberikan informasi tentang kegiatan dan acarayang akan diadakan oleh Beatles Indonesia.
KAJIAN KOMUNIKASI ALLAH TENTANG TAQWA, DZIKIR, DAN FALAH DALAM MAKNA SEMANTIK Muhtadin, Muhtadin
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v13i1.77

Abstract

Secara harfiyah kata takwa berasal dari kata waqaa-yaqii-wiqaayah yang berarti memelihara, menjaga, danlain sebagainya. Takwa juga berarti menghindar, dalam arti ini mencakup tiga aspek yaitu : Mmenghindar darisikap kufur dengan jalan beriman kepada Allah SWT; Berupaya melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya dengan seoptimal mungkin; dan Menghundar dari segala aktifitas yang menjauhkan pikirandari Allah .SWT.Kata dzikir secara harfiyah berasal dari kata dzakara-yadzkuru-dzikran. menurut M. Quraish Shihab bisa dikaitkandengan akal pikiran dalam arti mengingat atau dalam arti sesuatu yang mengantar akal untuk meraih apayang belum diraihnya. Inilah dzikir yang bermakna peringatan. Dzikir juga bisa diartikan dengan menghadirkanke dalam benak terhadap apa yang tadinya terlupakan dan inilah dzikir yang bermakna mengingat. Kata ddzikirjuga dapat dipahami dalam arti kemulian. Maksudnya adalah Al-Quran.Makna dasar falah adalah keberuntungan. Kata falah ketika dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Quran adalahkeberuntungan, keselamatan, dan langgeng dalam kenikmatan dan kebaikan. Hal ini tercermin dalam surat AliImran ayat 130, tentang pelarangan riba. Dalam ayat ini yang diakhiri dengan peringatan Allah , supaya bertakwakepada-Nya agar orang mendapat keberuntungan. Orang yang menghalalkan riba diancam dengan api neraka.Konsep Al-Quran tentang takwa, dzikir, dan falah adalah setali tiga uang, dimana ketiga konsep ini mempunyaipencapaian hidup melangit dan hidup membumi. Pencapaian hidup melangit diapresiasikan oleh takwa dalambentuk keshalihan individu, sedangkan oleh dzikir dalam bentuk moralitas ilahiyyah yang berujung pada keberuntunganatau keberuntungan dari Allah yang akan diterima di hari kelak.
APRESIASI FILM Fariastuti, Ida
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 8 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i8.224

Abstract

Apresiasi seni berarti penghargaan terhadap kehadiran sebuah karya seni. Apresiasi dibedakan dengan kritik seni. Kritik seni bertolak dari apresiasi, tetapi pada prinsipnya kritik seni menelaah suatu karya seni secara menyeluruh dan mendalam Suatu tinggi rendahnyaapresiasi tegantung dengan pemyataan suka dan tidak suka atau menerik dan tidak menarik yang muncul dalam apresiasi, kemudian akan dirumuskan dengan tegas danje/as beserta alasan-alasannya. Kritik seni selalu slap dengan perangkat-perangkat teori untuk rnelakukan suatu sorotan kritik. Perangkat teori menyebabkan kritik seni memiliki aliran-aliran kritik. Kritik seni dilakukan oleh kritikus seni, yaitu para profesional yang menekuni bidang kritik seni. Kritikus memuat kritikannya di koran-koran, majalah-majalah, atau menulis telaah-telaah seni dalam bentuk buku. Semakin profesional seorang kritikus semakin terbuka kemungkinan ia menjadi kritikus yang berwibawa. Kritikus yang suaranya didengar oleh para seniman maupun masyarakat luas Apresiasi akan dilakukan oleh orang terlebih dahulu ingin mengenal bagaimana sebuah karya seni diwujudkan baru kemudian memberikan penghargaan. Jadi aparesiasi seni merupakan langkah awal menuju kritik seni.
MANAJEMEN KESAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MENGEKSISTENSIKAN PANCASILA Saputro, Dio Herman; Diniati, Anisa
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v16i1.12

Abstract

Pekan pancasila yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai ideologi negara Indonesia, dimeriahkan oleh generasi millennial dengan cara mengunggah foto-foto pribadi mereka di media sosial instagram dengan hashtag #SayaIndonesiaSayaPancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kesan pengguna media sosial instagram dalam mengeksistensikan pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi virtualdengan menganalisis foto-foto pribadi para pengguna instagram melalui teknik analisis framing William Gamson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesan yang dibangun oleh pengguna media sosial instagram dalam mengeksitensikan pancasila dilakukan dengan menampilkan kesempurnaan fisik, citra diri, profesi, dan jati diri nasionalisme pancasila.
KOMUNIKASI POLITIK RASA ALA JOKOWI DALAM MERESPON POLITIK SENTIMEN Afriadi Afriadi; Guntur Freddy Prisanto; Niken Febrina Ernungtyas; Irwansyah Irwansyah; Anindita Lintangdesi Afriani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 18, No. 2 December 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v18i2.928

Abstract

Politik sentimen dieksploitasi secara massif oleh kelompok Populisme Islam dalam menyerang Presiden Joko Widodo. Isu-isu yang dipergunakan seperti Jokowi anti-Islam, antek-asing, pro-PKI, diskriminalisasi ulama dan sebagainya diharapkan bisa menciptakan kebencian kepada Presiden Jokowi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan Jokowi terhadap politik sentimen tersebut dan bagaimana dia meresponnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa Presiden Jokowi secara personal tidak terganggu secara psikologis oleh politik sentimen tersebut, tetapi dia memandang sebagai isu yang perlu direspon karena politik sentimen berimplikasi negatif terhadap keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara. Jokowi lebih fokus menggunakan pendekatan komunikasi politik RASA dalam merespon politik sentimen yang menurutnya juga adalah permainan rasa. Adapun politik komunikasi rasa yang dilakukan bertumpu pada kekuatan personal yang meliputi friendly, santun, dan merakyat.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue