cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Karakteristik Mortar Dengan Campuran Abu Kerang Lokan Dalam Rendaman NaCl Nelvia Adi Syafpoetri; Zulfikar Djauhari; Monita Olivia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.68 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.1.63-72.2018

Abstract

Kulit kerang merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar, pengganti pasir, filler, dan sebagai bahan pengganti semen. Kandungan CaO dari kulit kerang berpotensi untuk meningkatkan kekuatan beton dan memperbaiki sifat-sifat beton. Pada penelitian ini abu dari kulit kerang lokan digunakan sebagai bahan tambah atau filler pada mortar dalam rendaman NaCl. Kulit kerang lokan dibakar, dihaluskan dan disaring menggunakan saringan no.200 untuk mendapatkan ukuran partikel yang halus sehingga dapat memberikan reaksi pozzolanik yang lebih baik dan lebih mudah untuk mengisi pori pada pasta semen. Variasi penggunaan abu kulit kerang lokan sebagai bahan tambah atau filler adalah 0%, 5%, dan 10%. Proses perawatan benda uji adalah 28 hari perendaman air biasa dan dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaCl. Tahap pengujian yaitu pengujian kuat tekan, pengujian porositas, dan perubahan berat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu kulit kerang lokan dapat meningkatkan kekuatan beton dan kinerja beton. Mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dan 10% memiliki kekuatan tekan yang  tinggi, porositas rendah dan perubahan berat kecil dibandingkan mortar 0%. Diperoleh nilai optimum dari mortar dengan penambahan abu kulit kerang lokan sebanyak 5% dalam rendaman NaCl.
PENGUKURAN TINGKAT PENERAPAN NORMA, STANDAR, PROSEDUR DAN KRITERIA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (NSPK K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI Ari Syaiful Rahman Arifin; Akhmad Suraji; Bambang Istijono
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.543 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.2.31-40.2014

Abstract

Hasil analisis statistik beberapa negara menyimpulkan bahwa bahwa risiko kecelakaan kerja di industri konstruksi adalah jauh lebih tinggi dibanding rata-rata untuk semua sektor (Suraji, 2000). Masalah keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di Indonesia belum mendapatkan perhatian dari berbagai pihak (Wirahadikusumah, 2007). Permasalahan yang terkait dengan keselamatan kerja di Indonesia adalah bukan hanya mengenai kualitas dari kebijakan (policy) yang mengatur keselamatan kerja di industri konstruksi, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut telah diimplementasikan dalam pekerjaan konstruksi di lapangan. Survai penerapan regulasi dan kebijakan K3 pada 30 proyek gedung oleh Suraji & Rosmariani (2012) menemukan bahwa dari 30 proyek gedung yang terdiri dari 17 proyek oleh perusahaan konstruksi BUMN hanya memiliki rata-rata penerapan elemen Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NSPK K3) sebesar 60% dari 65 elemen NSPK. Demikian juga untuk 11 proyek oleh perusahaan swasta nasional penerapan elemen NSPK hanya sebesar 48%. Sedangkan untuk 2 proyek yang dikerjakan oleh perusahaan kontraktor swasta asing sudah sangat baik menerapkan hampir semua elemen NSPK (99%). Penelitian ini dilakukan pada proyek konstruksi pekerjaan gedung di Universitas Negeri Padang tahun 2011-2012, ditambah dengan satu proyek pemerintah dan satu proyek swasta tahun 2013 sebagai pembanding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja perusahaan kontraktor dalam menerapkan NSPK K3 pada proyek konstruksi untuk pekerjaan gedung. Sehingga dapat mengetahui seberapa tingkat kepatuhan (akuntabilitas) perusahaan kontraktor dalam menerapkan NSPK K3. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persetanse kepatuhan masing-masing perusahaan kontraktor terhadap penerapan peraturan berbeda-beda. Untuk perusahaan dengan proyek konstruksi beresiko rendah, hasil perhitungannya adalah pada kisaran 56,10% - 58,06%. Untuk proyek konstruksi dengan tingkat resiko sedang, hasil perhitungannya adalah pada kisaran 61,86% - 65,04%. Untuk perusahaan dengan proyek konstruksi berisiko tinggi, hasil perhitungannya adalah pada kisaran 79,96% - 84,28%. Berdasarkan hasil penelitian pada proyek konstruksi untuk tingkat risiko rendah tingkat penerapan NSPK K3 pada penilaian tingkat penerapan Kurang, sedangkan untuk proyek konstruksi dengan risiko sedang dan tinggi menerapkan NSPK K3 pada penilaian tingkat penerapan Baik. Keywords: NSPK K3, tingkat penerapan, risiko, kontraktor, proyek konstruksi.
STUDI STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH KANTILEVER PADA RUAS JALAN SILAING PADANG - BUKITTINGGI KM 64+500 Abdul Hakam; Rizki Pranata Mulya
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.173 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.57-74.2011

Abstract

Hujan deras yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2010 yang lalu mengakibatkan dinding penahan tanah kantilever pada ruas jalan Silaing, Padang Bukittingi Km 64+500 mengalami guling. Selain itu, gempa yang sering terjadi di daerah Sumatera Barat khususnya, menyebabkan tanah di belakang dinding penahan tanah kehilangan daya dukungnya. Stabilitas dinding penahan tanah dapat dinyatakan dengan nilai Fs (faktor keamanan). Nilai faktor keamanan yang ditinjau adalah Fs Overtuning yaitu faktor keamanan terhadap gaya guling, Fs Slading adalah faktor keamanan terhadap geser pada dasar dinding penahan tanah, Fs bearing capacity adalah faktor keamanan terhadap keruntuhan daya dukung. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisa stabilitas dinding kantilever dan untuk mengetahui penyebab ketidak stabilan dinding kantilever tersebut dan mendisain dimensi baru yang aman terhadap beban statis dan dinamis. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa dinding kantilever yang terpasang tersebut, dengan dimensi H=8,5, B=3, Ta=0,5, Tb=0,7 Tt=0,7, Th=0,4 tidak aman karena nilai stabilitasnya tidak sesuai dengan yang disyaratkan, yaitu sebesar Fs guling=1,577, Fs Geser=1,384, Fs daya dukung tidak dicari karena nilai e lebih kecil dari B/6. Dengan memperbesar dimensi, H=9,5, B=5, Ta=0,5, Tb=0,95 Tt=0,95, Th=0,95, D=1,1 dinding kantilever tersebut dinyatakan aman dengan nilai faktor kemanan sebesar Fs guling=3,547, Fs Geser=2,559, Fs daya dukung=15,094. Keywords: stabilitas, dinding kantilever, dimensi
MENENTUKAN AWAL MUSIM TANAM DAN OPTIMASI PEMAKAIAN AIR DAN LAHAN DAERAH IRIGASI BATANG LAMPASI KABUPATEN LIMAPULUH KOTA DAN KOTA PAYAKUMBUH Mas Mera; Hendra Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.542 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.1.1-10.2016

Abstract

Daerah Irigasi Batang Lampasi berada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, sedangkan weirnya terdapat di Limapuluh Kota. Sebagian areal irigasi Batang Lampasi ini tidak menghasilkan padi maupun palawija, karena pengaturan air untuk musim tanam tidak berpedoman pada volume andalan sungai. Dari hasil pengukuran, efisiensi saluran primer, sekunder dan tersier Daerah Irigasi Batang Lampasi diperkirakan sebesar 64 %. Berdasarkan keadaan eksisting yang telah dilakukan petani, maka perlu dilakukan pengaturan pola tanam dengan menentukan awal musim tanam yang tepat agar penggunaan lahan dapat dioptimalkan. Berdasarkan volume andalan diperoleh volume air terbesar di Januari II dan Januari I, sehingga awal musim tanam dipilih pada Januari I dan Januari II. Dalam studi ini ditetapkan tiga alternatif pola tanam yang dipilih yaitu: padi-padi (kondisi eksisting); padi-padi-padi; dan padi-padi-palawija. Optimasi ketiga pola tanam tadi menggunakan metode goal programming, dengan fungsi sasarannya adalah memaksimalkan luas lahan dan meminimalkan kebutuhan air, dan fungsi kendalanya adalah luas areal irigasi dan volume andalan sungai. Hasil optimasi dengan metode Goal Programming diperoleh pola tanam yang menghasilkan luas lahan optimal yaitu pola tanam padi (1319 ha) – padi (848 ha) – palawija (1500 ha) dari luas areal 1500 Ha.Kata kunci: volume andalan, musim tanam, kebutuhan air, pola tanam, goal programming.
Relevansi Unit Kompetensi Insinyur Sipil Pada Bidang Pekerjaan dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Profesi Indri Miswar; Benny Hidayat; Taufika Ophiyandri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.478 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.2.101-112.2017

Abstract

Memasuki Era Pasar Bebas (MEA) yang telah berlangsung sejak tahun 2015 merupakan tahapan baru bagi perekonomian di wilayah Asia Tenggara terutama Indonesia. Dalam hal ini Insinyur merupakan tenaga ahli yang sangat besar peranannya dalam menyelesaikan suatu pembangunan. Oleh karena itu kualitas seorang Insinyur sebagai lini terdepan yang berhadapan langsung dengan permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan harus memenuhi berbagai kriteria salah satunya yaitu kompetensi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi relevansi unit kompetensi Insinyur Sipil pada bidang pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kinerja profesi pada bidang perencana, pengawas dan pelaksana konstruksi di kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan metode wawancara untuk validasi hasil penelitian. Analisa data mengunakan analisis data non parametrik dan analisis data statistik deskriptif. Dari hasil analisa diperoleh bahwa rata-rata nilai tertinggi relevansi dan pengaruh unit dan elemen kompetensi di atas skala 4 yang artinya sangat relevan terhadap bidang pekerjaan dan sangat berpengaruh terhadap kinerja profesi, aspek unit kompetensi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kinerja profesi Insinyur Sipil (kinerja profesi Insinyur Sipil pada bidang pekerjaannya akan baik apabila memiliki unit kompetensi yang baik).
STUDI ANALISIS PERILAKURAFT-PILED FOUNDATION BERDASARKAN METODA ELEMEN HINGGA 3D NONLINIER Harpito Harpito; Abdul Hakam; Rina Yuliet
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.571 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.1.1-10.2015

Abstract

Simulasi numerik dengan menggunakan metoda elemen hingga 3D non linier SAP2000 pada raft-piled foundation yang dibebani secara vertikal disajikan dalam makalah ini. Untuk studi perbandingan, model numerik raft foundation dan group pile foundation sudah di teliti sebelumnya. Model numerik yang mengadopsi hukum konstitutif elastis non linier untuk bahan. Beban dan perpindahan vertikal dari model yang diamati. Perilaku raft-piled foundation dibandingkan dengan group pile foundation ini kemudian diselidiki. Hasil dengan menggunakan beban eksternal yang sama menunjukkan bahwa raft-piled foundation memiliki penurunan terkecil dibandingkan dengan yang lain. Dalam hal tagangan, raft menunjukkan kontribusi transfer beban ke tanah di bawahnya kemudian juga pile. Dalam satu sistim raft-piled foundation memiliki sinergity impact. Dalam rangka untuk memperkirakan daya dukung sistem raft-piled foundation, disarankan bahwa kontribusi raft harus dimasukkan dalam penambahan pile. Daya dukung total sistim raftpiled foundation merupakan penjumlahan dari kapasitas masing-masing pile ditambah dengan kapasitas dari raft di atas pile.
EVALUASI EXISTING BUILDING DAN PEMBUATAN PETA EVAKUASI VERTIKAL TERHADAP TSUNAMI DI KOTA PADANG Fauzan Fauzan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.126 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.29-39.2011

Abstract

Kota Padang adalah daerah yang rawan gempa dan tsunami.Selain daerah rawan bencana, distribusi kepadatan populasi Padang sangat memprihatinkan.Lebih dari setengah populasi penduduk bermukim di daerah pantai.Berdasarkan catatan gempa, Padang memiliki masalah dalam evakuasi horizontal karena terjadi kemacetan pada ruas-ruas jalan. Pemerintah kota Padang belum memiliki kepastian dalam menentukan gedung yang memadaiuntuk tempat dan jalur evakuasi vertikal. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk memeriksa kelayakan existing building yang ada di kota Padang terhadap pengaruh beban gempa dan tsunami serta membuat Peta evakuasi vertikal terhadap tsunami. Penelitian ini dilakukan dalam duakategori yaitu penyelidikan bangunansecara visual dan penyelidikan melalui analisa struktur (ETABS dan SAP 2000 berlisensi).Penyelidikan bangunan secara visual meliputi fungsi bangunan, jumlah lantai, dimensi balok dan kolom, umur bangunan, jenis pondasi, persentase bukaan lantai dasar, ketinggian lantai satu, jumlah pintu masuk, dan potensial pounding. Kemudian dilakukans coring data sesuaidengan kondisi bangunan.Analisa struktur dilakukan pada gedung Hotel Mercure, gedung Dinas Pekerjaan Umum Prasjal dan Tarkim Sumatera Barat, dan Escape Building Kantor Gubernur Sumatera Barat. Dari hasil analisa struktur terhadap gedung-gedung tersebut dapat disimpulkan bahwa gedung layak untuk dijadikan sebagai sarana evakuasi vertikal terhadap bencana Tsunami. Peta evakuasi vertikal terhadap tsunami Kota Padang juga dihasilkan dari penelitian ini. Keywords:gempa, tsunami, evakuasi,gedung
STUDI PENGARUH GEMPA TERHADAP VARIASI PANJANG TULANGAN PENYALURAN PADA SAMBUNGAN BALOK DAN KOLOM TEPI Febrin Anas Ismail
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.884 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.1.45-56.2009

Abstract

Pada struktur bangunan yang dimiliki masyarakat kita, sering dijumpai struktur tersebut kurang memenuhi persyaratan dalam hal teknis. Sehingga saat terjadi Gempa pada tanggal 6 Maret 2007 menimbulkan kerusakan pada konstruksi bangunan baik perumahan rakyat, fasilitas umum maupun bangunan pemerintah. Kerusakan yang terbanyak didominasi oleh perumahan rakyat yang tergolong non-engineered building, dimana perencanaannya dilakukan berdasarkan pengalaman turun temurun. Salah satu bentuk kerusakan pada komponen struktural bangunan yang terjadi akibat gempa terjadi pada bagian sambungan antara balok dan kolom. Hal ini diakibatkan karena tidak memadainya panjang tulangan penyaluran Oleh karena itu perlu dikaji seberapa besar pengaruh panjang penyaluran tulangan terhadap beban gempa pada bangunan rumah sederhana. Penelitian ini menggunakan portal berbentuk ″L″ dengan variasi panjang penyaluran tulangan pada sambungan balok dan kolom tepi sebesar 40 cm dan 20 cm. Untuk mengetahui mutu bahan yang digunakan, terlebih dahulu dilakukan tes material untuk agregat halus dan kasar.Pengujian sampel dilakukan dengan memberi beban horizontal dengan metode static pushover sebagai bentuk dari beban gempa. Dari hasil pengujian portal didapatkan besarnya pengaruh variasi penyaluran tulangan pada sambungan balok dan kolom tepi, sehingga didapatkan panjang penyaluran tulangan yang baik untuk digunakan.Kata Kunci : gempa, panjang penyaluran.
Cover for Vol.12(2) part.2 JRS-Unand Editors
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.032 KB)

Abstract

Halaman muka (cover) dan halaman dalam untuk Jurnal JRS Unand edisi volume 12(2) Oktober 2016
IDENTIFIKASI KERUSAKAN AKIBAT BANJIR BANDANG DI BAGIAN HULU SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) LIMAU MANIS Farah Sahara; Bambang Istijono; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.659 KB) | DOI: 10.25077/jrs.9.2.72-81.2013

Abstract

Banjir bandang yang telah melanda kota Padang pada hari Selasa tanggal 24 Juli 2012 dan hari Rabu tanggal 12 September 2012 telah menimbulkan kerusakan di sekitar aliran sungai, seperti: rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Salah satu sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang tersebut adalah Sub DAS Limau Manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan alur dan dasar Sub Das Limau Manis akibat terjadinya banjir bandang pada hari Selasa Tanggal 24 Juli 2012. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Limau Manis. Pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan pengambilan dokumentasi foto kerusakan akibat banjir bandang 24 Juli 2012, peta hasil survey hulu Sub DAS Limau Manis. Survei dilakukan saat banjir bandang telah terjadi. Pengukuran Identifikasi kerusakan alur dan dasar Sub DAS Limau Manis dilakukan dengan cara mengidentifikasi apa-apa saja kerusakan yang terjadi akibat banjir badang. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 3 koordinat titik longsoran di Sub DAS Limau Manis yaitu pada koordinat S 00052’44,4’’ E 100028’58,2’’; koordinat S 00051’ 47,9’’ E 100030’13,9’’ dan koordinat S 00051’32,2’’ E 100029’27,7’’. Salah satu Solusi untuk pengendalian/ penanganan banjir bandang diusulkan menggunakan bangunan pengendali sedimen. Keywords: Banjir Bandang, Identifikasi Kerusakan, Koordinat Longsoran.

Page 10 of 35 | Total Record : 342