cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
PERBANDINGAN PERILAKU SEISMIK GEDUNG BAJA DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS, RANGKA BRESING KONSENTRIS, DAN RANGKA BRESING EKSENTRIS MENGGUNAKAN ANALISIS PUSHOVER Arifin, Altie Santika; Rizka, Maulidah Nur; Fani, Ekky Setia
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.1.18-31.2026

Abstract

Perencanaan struktur baja di daerah rawan gempa memerlukan pemilihan sistem rangka yang mampu memberikan keseimbangan antara kekakuan, daktilitas, dan kapasitas disipasi energi. Penelitian ini membahas perbandingan perilaku seismik gedung baja dua lantai dengan tiga sistem struktur: Special Moment Frame (SMF), Concentrically Braced Frame (CBF), dan Eccentrically Braced Frame (EBF). Analisis dilakukan menggunakan metode pushover pada perangkat lunak SAP2000 untuk mengevaluasi kapasitas beban lateral, distribusi sendi plastis, serta kurva kapasitas base shear–displacement. Parameter yang dianalisis meliputi PMM ratio, simpangan antar lantai, gaya geser dasar, berat struktur, dan daktilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CBF memiliki base shear terbesar namun perilaku yang sangat kaku, sedangkan EBF memberikan kombinasi paling seimbang antara kekakuan dan daktilitas. Sistem EBF menunjukkan berat struktur paling ringan, area disipasi energi terbesar pada kurva pushover, serta daktilitas tertinggi, sehingga paling direkomendasikan untuk digunakan pada gedung baja di wilayah gempa tinggi.
ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR ATAP LENGKUNG DENGAN SISTEM PRATT TRUSS DAN BOWSTRING TRUSS Rio Saputra; Relly Andayani
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.1.32-50.2026

Abstract

Struktur atap lengkung banyak digunakan pada bangunan bentang besar karena efisiensi struktural dan nilai arsitekturalnya. Namun, pemilihan konfigurasi rangka batang yang tepat sangat memengaruhi kinerja struktur, khususnya pada kondisi bentang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur atap lengkungdengan dua konfigurasi rangka batang baja, yaitu Pratt Truss dan Bowstring Truss, pada bentang sedang (20 m) dan bentang panjang (40 m). Sebanyak empat model struktur dianalisis menggunakan pemodelan tiga dimensi pada perangkat lunak ETABS, dengan material baja struktural dan pembebanan yang mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Evaluasi kinerja struktur dilakukan berdasarkan empat indikator kuantitatif, yaitu berat struktur, lendutan maksimum (batas layan), rasio kapasitas penampang, dan time period hasil analisis modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang sedang, konfigurasi Pratt Truss menghasilkan kinerja yang lebih optimal dengan rasio kapasitas yang lebih rendah dan time period yang lebih pendek, menandakan kekakuan struktur yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada bentang panjang, Bowstring Truss menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan lendutan maksimum yang lebih kecil dan distribusi gaya yang lebih efisien pada batang bawah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konfigurasi rangka yang optimal sangat bergantung pada panjang bentang, sehingga pemilihan sistem truss harus mempertimbangkan respons struktural yang dominan terhadap beban layan dan beban lateral.
ANALISIS PENGARUH KONDISI PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERILAKU PERJALANAN MASYARAKAT HINTERLAND DI KOTA BATAM Aulia Sari, Yusra; Andri Irfan Rifai; Ade Jaya Saputra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.1.1-17.2026

Abstract

Perubahan iklim semakin meningkatkan risiko gangguan terhadap infrastruktur transportasi dan mobilitas masyarakat pesisir, terutama di wilayah kepulauan yang bergantung pada moda laut. Penelitian ini menganalisis pengaruh kondisi cuaca ekstrem terhadap perilaku perjalanan masyarakat hinterland di Kota Batam, khususnya di Kecamatan Bulang, Galang, dan Belakang Padang. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pola perjalanan, persepsi risiko iklim, serta strategi adaptasi yang diperlukan untuk meningkatkan ketahanan transportasi pesisir. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden, diperkuat dengan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca ekstrem seperti hujan lebat, gelombang tinggi, dan pasang surut secara signifikan memengaruhi keputusan perjalanan masyarakat. Sebagian besar responden tetap melakukan perjalanan karena kebutuhan ekonomi dan pendidikan, sementara lainnya memilih menunda atau membatalkan perjalanan ketika risiko meningkat. Boat pancung dan speedboat menjadi moda dominan, yang menunjukkan ketergantungan tinggi pada transportasi laut, sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap dinamika cuaca. Selain itu, masyarakat memiliki persepsi tinggi terhadap risiko perubahan iklim, khususnya yang terkait keselamatan dan kerusakan infrastruktur pesisir seperti dermaga dan jalan akses. Upaya pemerintah, seperti penambahan ponton dan perbaikan dermaga, dinilai bermanfaat namun belum merata. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptasi yang lebih komprehensif, termasuk peningkatan sistem informasi cuaca, perencanaan tata ruang berbasis risiko, serta penguatan infrastruktur transportasi yang tahan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai perilaku perjalanan di wilayah kepulauan dan memberikan dasar bagi perencanaan transportasi pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.