cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Analisis Pengaruh Konfigurasi Menara Pada Jembatan Cable Stayed Akibat Beban Gempa Siahaan, Yessi Stani Beata; Andayani, Relly
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.37-51.2021

Abstract

Perkembangan teknologi jembatan cable stayed khususnya untuk jembatan bentang panjang berkembang sangat pesat. Jembatan cable stayed merupakan pilihan yang tepat karena desain geometri struktur yang relatif ringan, ekonomis dan lebih kaku dibandingkan dengan jembatan gantung. Analisis beban gempa yang terjadi dalam perhitungan struktur jembatan cable stayed sangat penting, karena sistem menara jembatan bersentuhan langsung dengan tanah keras sebagai media pelepasan energi sesaat saat terjadi gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis struktur menara jembatan cablye stayed dengan konfigurasi bentuk menara jembatan yang berbeda dalam memikul beban akibat beban gempa sehingga didapatkan bentuk menara yang memiliki gaya dalam minimum. Perencanaan bentuk menara bervariasi antara lain menara tipe A, menara tipe H, menara tipe berlian, menara tipe inverted Y, dan menara tipe X. Penyusunan kabel menggunakan Konfigurasi Semi Fan dan metode analisis dinamis menggunakan Time History Analysis. Bentuk struktur jembatan menara cable stayed sangat mempengaruhi kinerja dari struktur jembatan secara keseluruhan karena menara merupakan komponen utama jembatan yang menenerima gaya tekan dan momen yang besar. Hasil analisis diperoleh menara yang mengalami perpindahan minimum adalah menara tipe Inverted Y. Hasil analisis diperoleh semakin banyak tarikan kabel yang ditopang menara, semakin sedikit tumpuan pada menara dan geometri pada puncak menara yang tidak menyatu maka semakin besar gaya-gaya dalam yang dialami menara. Menara yang mengalami gaya-gaya dalam yang minimum yang dapat direkomendasi untuk digunakan pada jembatan cable stayed adalah menara tipe A, tipe H dan tipe Inverted Y.
Pengaruh Waktu Terhadap Daya Dukung Fondasi Tiang Pada Tanah Lunak Dengan Variasi Kekasaran Satria, Zoni; Fatnanta, Ferry; Nugroho, Soewignjo Agus
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.1.12-24.2020

Abstract

Kapasitas daya dukung tanah lunak sangat kecil, untuk peningkatan daya dukung digunakan fondasi tiang friksi yang menggunakan kekasaran permukaan tiang dengan waktu pemancangan yang telah ditentukan yaitu 0, 4, 8, 16, 32, dan 64 hari. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan seberapa besar peningkatan kapasitas daya dukung fondasi tiang dengan variasi kekasaran permukaan tiang dan waktu pengujian pembebanan. Pengujian pembebanan menggunkan metode CRP (Constant Rate of Penetration Method) sedangkan untuk interpretasi kapasitas aksial tiang pancang menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Semua variasi waktu akan dianalisis dan dibandingkan hasil daya dukung aksial dari fondasi tiang polos, kekasaran spasi dan kekasaran penuh. Hasil penelitian menunjukan peningkatan daya dukung selalu meningakat dari umur 0 sampai 64 hari. Kapasitas daya dukung fondasi tiang terbesar terdapat pada tiang kekasaran spasi yaitu 55,9 N. tiang kekasaran penuh sebesar 54,5 N dan tiang polos sebesar 22,8 N. Faktor peningkatan daya dukung (∆10) tiang polos sebesar 0,04,  tiang spasi 0,07 dan tiang penuh 0,09 dengan waktu referensi (t0) = 1 hari. Faktor peningkatan (∆10 ) menunjukan faktor peningkatan kapasitas daya dukung tiang seiringnya dengan pertambahan waktu. 
Prediksi Laju Sedimentasi Pada Sungai Jatiroto Cahyani, Hajar Crisia; Hidayah, Entin; Wiyono, Retno Utami Agung; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.64-71.2021

Abstract

Erosi dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di sungai. Sedimentasi yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan sungai menjadi dangkal dan mengurangi kapasitas sungai. Sedimen akan mengendap pada bagian tertentu di sepanjang aliran sungai yang tidak mampu terangkut bersama dengan aliran sungai. Sungai Jatiroto merupakan sungai yang membatasi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Sungai Jatiroto dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pada kecamatan Jatiroto dan Kecamatan Rowokangkung. Penyebab dari sedimentasi adalah perubahan tata guna lahan ataupun erosi yang dilakukan oleh sungai itu sendiri. Pemodelan transpor sedimen oleh HEC-RAS bertujuan untuk mengetahui laju sedimen yang terbawa oleh sungai. Pada pemodelan ini dilakukan dua analisis, yaitu analisis hidrolika dan analisis transpor sedimen. Tahap pertama, analisis hidrolika menggunakan debit unsteady, parameter Manning (n) dan koefisien ekspansi dan kontraksi. Kalibrasi model dilakukan dengan cara perbandingan tinggi muka air yang menghasilkan nilai determinasi R2 sebesar 0,9586, nilai RMSE sebesar 0,39 dan masuk dalam kategori baik. Tahap kedua, analisis sedimentasi menggunakan debit quasi-unsteady dan diameter butiran. Fungsi pengangukatan sedimen yang cocok pada pemodelan ini adalah Laursen (Field) dengan laju sedimen sebesar 256,341 m³/tahun. Adapun laju sedimentasi di lapangan dilakukan dengan membandingkan cross section lama dengan yang baru yaitu 289,24  m³/tahun. Uji keandalan (validasi) model dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan dengan data observasi yang didapatkan dari hasil perhitungan volume pengendapan pada cross section. Didapatkan hasil uji keandalan sebesar 88%.
Evaluasi Penerapan Sistem Keselamatan Kebakaran Pada Gedung-gedung umum di Kota Payakumbuh Mareta, Yanolla; Hidayat, Benny
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.1.65-76.2020

Abstract

Gedung fasilitas umum seperti rumah sakit dan gedung perkantoran adalah contoh gedung dengan aktifitas yang cukup tinggi dimana memiliki berbagai kegiatan yang dapat memicu terjadinya bahaya kebakaran. Upaya mencegah terjadinya kebakaran pada gedung salah satunya yaitu dengan menyediakan sistem keselamatan kebakaran bangunan gedung yang baik. Untuk itu diperlukan evaluasi penerapan sistem keselamatan kebakaran dengan mengacu kepada pedoman pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung (Pd-T-11-2005-C) yang dikeluarkan oleh Badan Litbang PU Departemen Pekerjaan Umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keandalan sistem keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran di gedung-gedung umum di kota Payakumbuh, dengan mengambil contoh tiga buah gedung fasilitias umum. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi gedung dengan mempergunakan pedoman pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung. Juga dilakukan wawancara dengan pihak pengelola gedung.  Metode pengolahan data menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur nilai keandalan sistem keselamatan bangunan (NKSKB) terhadap bahaya kebakaran berdasarkan buku pedoman (pd-T-11-2005-C). Hasil penelitian menunjukkan NKSKB pada gedung Rumah Sakit (A1) sebesar 81,81% termasuk dalam kategori baik (B), gedung kantor pemerintahan (A2) 68,05% termasuk dalam kategori cukup (C) dan gedung kantor organisasi perangkat daerah (A3) sebesar 59,19% termasuk dalam kategori kurang (K).
Karakteristik Kuat Tekan Bebas Stabilisasi Semen Dan Kapur Tanah Cl-Ml Terhadap Siklus Pembasahan Pengeringan Tornando, Hengki; Fatnanta, Ferry; Wibisono, Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.105-118.2020

Abstract

Menurut grafik Casagrande tanah CL-ML diklasifikasikan tanah yang memiliki nilai indek plastisitas antara 4% - 7%, dan memiliki batas cair berkisar antara 12% - 30%. Beberapa lokasi di Kecamatan Tanayan Raya Kota Pekanbaru terdapat jenis tanah CL-ML, sifat dari tanah CL-ML ini sangat rentan terhadap penambahan kadar air sehingga akan menyebabkan tanah ini menjadi lembek pada musim hujan dan menjadi pecah-pecah pada saat musim kemarau. Dengan adanya sifat ini akan menjadi masalah jika dilakukan suatu konstruksi di atas tanah ini. Salah satu cara untuk memperbaiki  permasalahan ini maka dilakukan stabilisasi tanah. Bahan yang digunakan untuk stabilisasi pada penelitian ini yaitu menggunakan bahan semen dan kapur, siklus pembasahan dilakukan dengan cara merendam sampel pengujian ke dalam air dan siklus pengeringan dilakukan dengan cara sampel pengujian di letakkan (diangin-anginkan) di dalam ruangan terbuka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siklus pembasahan dan pengeringan dapat mempengaruhi nilai kuat tekan bebas dari tanah CL-ML. Penambahan 4% kapur dan 3% semen  pada tanah CL-ML meningkatkan nilai kuat tekan bebas. Pada umur pemeraman 0 (nol) hari nilai kuat tekan bebas tanah asli sebesar 133 kPa meningkat menjadi  673 kPa (5 kali lipat), pemeraman 14 (empat belas) hari   dari  142 kPa menjadi 1014 kPa (7 kali lipat), pemeraman 28 (dua puluh delapan) dari 168 kPa menjadi 1513 kPa ( 9 kali lipat).
Analisis Likuefaksi Berdasarkan Data CPT Untuk Perancangan Pondasi Di Pesisir Pantai Kabupaten Kulon Progo DIY Anggara, Vebrian; Fatnanta, Ferry; Yusa, Muhamad
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.77-90.2020

Abstract

Yogyakarta Special Region (DIY) is an area that has a high level of seismic activity in Indonesia. This is due to various local faults near the land and its location adjacent to the subduction of the Indo-Australian and Eurasian plates. The proposed new airport is located on the coast in Kulon Progo Regency DIY. The location is dominated by the sands layer and it has high ground water levels which indicate the high potential of liquefaction. The site classes of the coast in Kulon Progo Regency is medium category (SD). Liquefaction analysis using the PGAM value of 0.4 g. Liquefaction has the potential to occur in soil layers 0 - 6 meters. The analysis shows for eartquake of ≥ 6.3 Mw has a very high category of liquefaction. The analysis results has LPI ≥ 29.30 for ground water conditions at the surface, and LPI ≥ 15.32 for ground water conditions in depths of 3 meters. Estimated soil settlements of 19.7 cm for magnitude of 8.1 Mw with ground water conditions at the surface. The use of shallow foundations at soil depths of 0-6 meters is not recommended, unless a soil improvement method is used to eliminate the potential for liquefaction.
Evaluasi dan Perencanaan Lampu Lalu Lintas Pada Simpang Jalan Syekh Umar Khalil-Bypass Kota Padang Kurniati, Titi; Latif, Abdul; Putri, Elsa Eka
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.1.49-64.2020

Abstract

Kemacetan yang sering terjadi pada simpang Jalan Syekh Umar Khalil-Bypass Kota Padang menimbulkan terjadinya antrian dan tundaan pada salah satu simpang yang sangat panjang. Maka dilakukanlah evaluasi dan perencanaan lampu lalu lintas untuk mangatasi permasalahan yang terjadi. Survei dilakukan dengan merekam lalu lintas kendaraan dengan menggunakan kamera yang ditempatkan pada persimpangan. Pengambilan data dilaksanakan selama enam jam setiap hari selama dua hari kerja, yaitu 2 jam pagi hari (pukul 07.00 – 09.00), 2 jam siang hari (pukul 12.00 – 14.00), dan 2 jam sore hari (pukul 16.00 – 18.00) pada hari Senin dan Kamis. Kemudian tiap jalur dibagi menjadi beberapa sektor sesuai dengan arah jalan per 15 menit. Dari data per 15 menit tersebut direkap dalam 1 jam, lalu diambil jam puncaknya untuk dianalisa. Perhitungan parameter perencanaan berdasarkan MKJI 1997. Hasil yang didapat pada kondisi eksisting untuk nilai derajat kejenuhan masing-masing pendekat Utara, Selatan dan Timur telah melewati batas jenuh (DS>0,75), sehingga diusulkan 4 jenis perancangan untuk meningkatkan kinerja simpang. Alternatif 1, pelebaran jalur pendekat, alternatif 2, pengaturan simpang menjadi 2 fase, alternatif 3, pengaturan simpang 2 fase dan pelebaran sedangkan alternatif 4 adalah dengan menutup simpang. Hasil perhitungan menunjukan, perencanaan optimum adalah alternatif 3 dan 4.
Penerapan Standar Bangunan Tahan Gempa Dalam Detailed Engineering Design Di Sumatera Barat Prihantony, Des Indri; Afrizal, Afrizal; Hadiguna, Rika Ampuh; Ophiyandri, Taufika
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.166-177.2020

Abstract

Penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi faktor penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah rawan gempa seperti Sumatera Barat. Penerapan tersebut tidak hanya pada saat konstruksi saja tapi juga sudah harus dimulai sejak tahap perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perencanaan teknis bangunan di Sumatera Barat mematuhi standar bangunan tahan gempa yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan penghitungan ulang beberapa dokumen perencanaan bangunan publik yang dibuat dalam 10 tahun terakhir dan membandingkannya dengan standar Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat pemenuhan standar perencanaan bangunan tahan gempa di Sumatera Barat hanya berada di kisaran angka 40,54 sampai 62,16 persen saja. Meskipun secara umum perencanaan-perencanaan tersebut telah memenuhi standar jarak dan diameter sengkang, namun panjang tekukan, panjang penyaluran pembesian, luas tulangan tekan minimum dan luas tulangan tarik minimum tidak terpenuhi. Hal ini sekaligus dapat mengindikasikan bahwa pengalaman gempa besar Padang tahun 2009 yang diikuti oleh kampanye pemerintah tentang bangunan ramah gempa tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi penerapan standar bangunan tahan gempa dalam perencanaan teknis bangunan gedung di Sumatera Barat.
Durabilitas Beton menggunakan Remah Karet dan FABA (Fly Ash Bottom Ash) untuk Perkerasan Kaku di Lingkungan Gambut Larici, Ria; Wibisono, Gunawan; Olivia, Monita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.143-153.2020

Abstract

Perkerasan kaku di lingkungan gambut memerlukan durabilitas tinggi agar beton dapat bertahan pada lingkungan sekitar tanpa mengalami kerusakan selama jangka waktu yang ditetapkan. Tujuan penelitian mengkaji durabilitas beton campuran remah karet (crumb rubber) dan fly ash bottom ash  (FABA) dengan mutu beton rencana f’cr 35 MPa direndam dalam air gambut. Pada penelitian ini, beton Portland Composite Cement (PCC) dengan faktor air semen (fas) sebesar 0,3 digunakan sebagai beton kontrol. Sedangkan beton PCC-CR-FA menggunakan beton PCC sebagai perekat utama, remah karet sebesar 5% dari berat agregat halus, dan FABA sebanyak 10% dari berat semen. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, porositas, dan perubahan berat dilakukan dengan perendaman di air gambut selama 120 hari. Benda uji dirawat selama 28 hari di air biasa sebelum dilakukan perendaman dengan air gambut. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton PCC dan PCC-CR-FA meningkat dengan bertambahnya umur beton setelah direndam di air gambut. Peningkatan kuat tekan beton setelah umur 120 hari untuk beton PCC dan PCC-CR-FA sebesar 8,56% dan 13,81% dari umur awal beton di air gambut. Kuat tarik beton PCC dan PCC-CR-FA mengalami penurunan sebesar 12,94% dan 4,41% dari umur awal beton di air gambut. Porositas mengalami penurunan pada umur 120 hari untuk beton PCC dan PCC-CR-FA sebesar 0,24% dan 0,32% dari umur awal beton di air gambut. Berat beton PCC dan PCC-CR-FA mengalami peningkatan sebesar 0,27% dan 0,34% pada umur 120 hari dibandingkan beton umur awal perendaman. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, beton PCC-CR-FA dengan campuran remah karet dan FABA dapat meningkatkan durabilitas beton untuk perkerasan kaku di lingkungan gambut.
Vehicles Speed in Platoon, Case Study Padang - Bukittinggi Road Ramayanti, Sri; Adji, Bayu Martanto; yosritzal, yosritzal; Gunawan, Hendra
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.97-107.2021

Abstract

The increase in vehicle ownership number will affect the increase in traffic flow, which will usually result in congestion on the road network. This phenomenon causes vehicles to tend to travel close to one another (platoon). Characteristics used in describing the platoon phenomenon are the distance between vehicles (headway), average speed, and the number of vehicles in the platoon. This study is to analyzes the effect of variations in the leader and platoon length on vehicle speed. This research was conducted on Padang – Bukittinggi Road. Based on the Decree of the Minister of PUPR No: 248/KPTS/M/2015, Padang - Bukittinggi Road is categorized as a primary arterial road. This research used the primary data, a field survey, by recording vehicle traffic flow (traffic platoon) for two days. A distance of 50 meters is taken to determine the speed, and the time is measured with a stop program. The average headway on weekdays is 1.32 seconds and on holidays is 1.47 seconds. The size of the platoon and the type of platoon leader have a significant effect on the average speed of the vehicle in the platoon if the headway is  ≤ 2 seconds. At the addition of one vehicle in the platoon, which can change the vehicle's average speed, follows the equation y = -4.30x + 67.09.