cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Evaluation of Nonconformity To Pedestrian Safety Measure in Immediate Area of LRT Cawang-Dukuh Atas Construction Site Rostiyanti, Susy Fatena; Hansen, Seng; Siregar, Pratama H; Jodie, Zevinska
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.154-165.2020

Abstract

The practice of providing safe temporary facilities for pedestrians during the execution of infrastructure projects is still challenging due to project complexity and the management of existing traffic flow. The challenge of ensuring pedestrian safety also becomes a concern in Jakarta, Indonesia, which currently has many ongoing infrastructure projects. The execution of these projects along existing main roads demands contractors to close some road lanes including pedestrian accesses. The circumstance highlights the importance of investigating the current practice in providing safe temporary pedestrian access. This study aims to investigate the safety and comfort measure of pedestrian access adjacent to the construction site. Nonconformities to safety findings from the field later are used as a basis for expert interviews in order to acquire recommendations. This research took a case study of the Light Rail Transit (LRT) project with a section length of 3.6 km. Observations took place every 100 meters and all nonconformities to safety data were recorded. Findings showed that among the potential nonconformities to safety, only six of those factors occurred frequently which later became the basis of questionnaire development for semi-structured expert interviews. Three experts from different backgrounds were chosen. Content analysis was used to analyze the data. Field observation result shows that among the six factors of nonconformity to safety, the unavailability of the separator system between the pedestrian access and road lane becomes the most occurred factor. The research demonstrates that in order to provide safety for pedestrians, access should be prepared with a minimum width of 90-100 cm, durable and stable surface, as well as a barrier that ensures safety against traffic and construction work. This study recommends the practical considerations for pedestrian safety as well as policies in terms of contractor’s organization and government in a broader perspective.
Analisis Tingkat Potensi Likuifaksi Di Kawasan Underpass Yogyakarta International Airport Rahman, Muhamad Agung; Fathani, Teuku Faisal; Rifa'i, Ahmad; Hidayat, Mochammad Syidik
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.2.91-104.2020

Abstract

Fenomena likuifaksi akibat gempa merupakan berkurangnya daya dukung tanah karena hilangnya inter-granular stress antar butir-butir tanah untuk menahan beban getaran gempa akibat naiknya tegangan air pori. Dampak likuifaksi dapat menimbulkan kerugian dan kerusakan yang besar pada infrastruktur. Analisis potensi likuifaksi dilakukan di kawasan Underpass Yogyakarta International Airport (YIA) yang termasuk kedalam  formasi endapan alluvial dengan menggunakan data N-SPT pada lima data bor. Analisis potensi likuifaksi bertujuan untuk mengetahui nilai safety factor (SF) yaitu perbandingan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) yang merupakan tahanan tanah terhadap likuifaksi dan Cyclic Stress Ratio (CSR)  yang merupakan tegangan geser yang timbul akibat gempa di kawasan tersebut. Peristiwa likuifaksi akan terjadi jika nilai SF kurang dari satu. Analisis tingkat potensi likuifaksi menggunakan metode Liquefaction Potential Index (LPI). Hasil analisis potensi likuifaksi di kawasan Underpass YIA menunjukan bahwa lapisan tanah pasir berpotensi mengalami likuifaksi pada kedalaman 1 m hingga 6 m dari permukaan tanah pada sisi timur (titik bor BH01, BH02) dan mulut underpass sisi barat (BH05). Pada sisi barat (titik bor BH03 dan BH04), lapisan tanah pasir di lokasi Underpass YIA tidak berpotensi likuifaksi. Berdasarkan analisis LPI menunjukkan seluruh kawasan Underpass YIA rentan terhadap ancaman likuifaksi (LPI > 5) jika terjadi gempa bumi dengan nilai percepatan muka tanah maksimum (amax) lebih dari 0,44g.
Analisis Faktor Penyebab Cost Overruns Pada Proyek Konstruksi Pembangunan Rumah Dan Ruko Di Kota Bandung Dan Cimahi Soekiman, Alvin Prayogo; Soekiman, Anton
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.13-23.2021

Abstract

Dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi sering terjadi pengeluaran biaya yang melebih anggaran yang telah direncanakan. Kelebihan biaya yang dikenal dengan cost overruns ini akan membebani pihak pelaksana jasa konstruksi terutama untuk kontrak Lumpsum Fixed Price. Penelitian ini difokuskan pada proyek konstruksi rumah tinggal dan rumah toko (ruko) dengan kontrak lumpsum di Indonesia dengan ruang lingkup penelitian di Kota Bandung dan Cimahi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya cost overruns dalam pelaksanaan proyek konstruksi rumah tinggal kecil-menengah dan rumah toko serta memodelkan hubungan sebab akibat dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya cost overruns tersebut dengan metode analisis jalur atau sering dikenal dengan metode Path Analysis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan sasaran utama sebagai respondennya adalah para kontraktor atau minimal berada dijajaran Project Manager dalam sebuah proyek. Hasil penelitian menghasilkan bahwa faktor terkait kelengkapan desain merupakan faktor utama dalam terjadinya cost overruns  sehingga semakin lengkap desain awal perencanaan maka semakin kecil kemungkinan terjadinya cost overruns Sementara jalur yang memiliki pengaruh paling dominan yaitu: cost overruns dipengaruhi oleh faktor terkait kinerja hasil pekerjaan, yang sebelumnya dipengaruhi oleh faktor terkait tenaga kerja, yang sebelumnya oleh faktor terkait kondisi hukum, sosial dan ekonomi, yang sebelumnya oleh faktor terkait kelengkapan desain. Sehingga dapat dilihat bahwa sumber permasalahan utama dari jalur yang paling dominan adalah faktor-faktor terkait kelengkapan desain.
Performa Beton Dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag Terhadap Sulfate Attack Cahyani, Rizki Amalia Tri; Setyono, Ernawan; Rusdianto, Yunan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.185-193.2020

Abstract

Serangan sulfat (sulfate attack) termasuk hal yang umum terjadi pada struktur beton, mengingat ion sulfat banyak dijumpai pada tanah, air tanah dan air laut. Peningkatan ketahanan beton melawan sulfat akan berdampak besar pada durabilitas dan umur layan struktur beton. Penambahan supplementary cementitious materials seperti GGBFS (ground granulated blast furnace slag) ke campuran beton telah terbukti memberikan pengaruh positif terhadap durabilitas dan properti mekanis beton. Namun, GGBFS tergolong material yang baru dikembangkan di Indonesia dan potensinya dalam meningkatkan durabilitas beton belum dimanfaatkan secara luas. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan investigasi terkait aplikasi GGBFS dan pengaruhnya terhadap durabilitas beton, terutama dalam melawan serangan sulfat. Dalam studi ini, durabilitas beton dengan persentase penggantian GGBFS 30%, 50% dan 70% terhadap total volume binder dievaluasi menggunakan perlakuan siklus basah-kering dalam larutan magnesium sulfat. Tingkat degradasi beton diukur dengan melakukan observasi terhadap perubahan kuat tekan dan massa spesimen akibat serangan sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian GGBFS hingga 50% dari total volume binder dapat meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan sulfat, ditunjukkan dengan kehilangan massa dan reduksi kekuatan yang lebih rendah dibandingkan spesimen kontrol dengan 100% semen Portland.
Pengaruh Penerapan SNI 1726:2019 Terhadap Desain Struktur Rangka Momen Beton Bertulang Di Indonesia Nurul Sodik, Ahmad Sobah; Andayani, Relly
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.1-12.2021

Abstract

Telah diterbitkan peraturan gempa yang terbaru, yaitu tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung dan non gedung SNI 1726:2019 menggantikan peraturan gempa sebelumnya, SNI 1726:2012. Dalam penelitian ini spektra desain yang ada dalam SNI 1726:2019 dibandingkan dengan spektra desain dalam SNI 1726:2012 dengan mengambil sampling 21 kota besar yang dianggap mewakili seluruh wilayah Indonesia. Dari hasil perbandingan tampak sebagian besar mengalami kenaikan walaupun tidak sedikit yang mengalami penurunan dan ada pula yang tetap. Penerapan faktor amplifikasi Fa menurut SNI 1726:2019 menyebabkan adanya fenomena anomali di daerah-daerah rawan gempa, dimana nilai spektra desain untuk perioda pendek di situs Tanah Lunak (SE) dapat lebih rendah daripada nilai untuk Tanah Sedang (SD) dan Tanah Keras (SC). Fenomena anomali tersebut terjadi di kota-kota dengan SS di atas 0,75 g. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan studi komparasi dengan membandingkan besaran gaya gempa yang dihitung menggunakan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 terhadap suatu sampel model struktur gedung yang diasumsikan terletak di Jakarta pada kondisi tanah lunak (SE). Terjadi kenaikan base shear desain pada gedung yang dihitung menggunakan SNI 1726:2019 dibandingkan gedung yang dihitung menggunakan SNI 1726:2012 sebesar 128,93% untuk arah x dan 131,23% untuk arah y. Sampel model struktur gedung memiliki level kinerja life safety jika dievaluasi terhadap peraturan gempa SNI 1726:2012 dan mengalami penurunan kinerja dari level life safety ke collapse prevention jika dievaluasi terhadap gempa peraturan baru, SNI 1726:2019.
Perubahan Nilai Kuat Tekan Lempung Lunak Distabilisasi Dengan Kapur dan Limbah Pembakaran Batubara Zulnasari, Azra; Nugroho, Soewignjo Agus; Fatnanta, Ferry
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.24-36.2021

Abstract

Suatu bangunan infrastruktur yang akan dibangun terkait langsung dengan aspek yang paling penting yaitu tanah pendukung, karena berfungsi sebagai menerima dan menahan beban struktural diatasnya. Dalam kenyataannya, tidak semua tanah mempunyai perilaku fisik dan mekanis yang baik, salah satu contohnya ditandai dengan kadar air yang tinggi serta kuat tekan maupun daya dukung tanah yang rendah. Untuk mengevaluasi kemungkinan terjadinya kondisi tersebut maka dilakukan stabilisasi terhadap tanah agar memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan. Stabilisasi tanah yang akan ditelaah yaitu perbaikan tanah lempung dengan dicampur zat aditive yaitu kapur, abu terbang serta abu dasar. Kapur dan geopolimer abu batubara, yaitu abu terbang abu dasar, sudah banyak digunakan untuk meningkatkan kuat geser dan daya dukung tanah. Tujuan penelitian adalah mengamati perilaku tanah lempung dengan kembang susut tinggi yang distabilisasi dengan kapur, abu terbang dan abu dasar. Perilaku yang diamati adalah peningkatan kekuatan tanah dengan pengujian laboratorium, yaitu nilai kuat tekan bebas Tanah. Pada penelitian ini pengujian kuat tekan dilakukan dengan 6 perlakuan yaitu:  tanpa pemeraman dan tanpa perendaman; tanpa pemeraman dengan perendaman; pemeraman 7 hari dengan tanpa perendaman; pemeraman 7 hari dan perendaman; pemeraman 28 hari dan  tanpa perendaman, serta pemeraman 28 hari dan perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tersebut akan semakin meningkat seiring dengan lamanya waktu pemeraman. Begitu juga dengan semakin bertambahnya persentase zat aditif maka nilai kuat tekan juga cenderung semakin meningkat. Sedangkan dengan perlakuan pemeraman terhadap sampel mengakibatkan penurunan nilai kuat tekan. Nilai kuat tekan tertinggi berada pada Variasi VI sebesar 1506,158 kPa pada kondisi pemeraman 28 hari dan tanpa perendaman dimana persentase bahan tambah yang terkandung yaitu 25% abu terbang, 15% abu dasar dan 5% kapur. Sedangkan nilai Kuat Tekan Bebas terendah pada Variasi III sebesar 120,442 kPa pada kondisi tanpa pemeraman dan perendaman dengan persentase bahan tambah yang terkandung yaitu 10% abu terbang, 15% abu dasar dan 5% kapur.
Pemetaan Spectral Accelaration Daerah Yogyakarta Dengan Pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis Nurhidayatullah, Eka Faisal; Kurniati, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.217-229.2020

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sudah berulang kali mengalami kejadian bencana gempa yang merugikan. Berbagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana gempa bumi sudah dilakukan sebelumnya. Salah satunya yaitu dengan menerbitkan dan memperbaharui peta gempa secara berkala. Indonesia sedari lama menggunakan gempa sebagai acuan perencanaan infrastruktur, yaitu sejak tahun 1983 hingga yang terbaru yaitu peta gempa tahun 2017. Namun gempa berkekuatan 6,3 SR yang terjadi pada bulan Mei 2006 menunjukkan masih banyak bangunan terutama engineered yang hancur. Melihat begitu dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut maka mitigasi lebih lanjut terkait dengan bencana gempa perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian apabila bencana sejenis kembali terjadi dikemudian hari. Perlu dilakukan pembuatan peta gempa berskala mikro (daerah) guna perencanaan, estimasi kerusakan bangunan, korban jiwa dan kerugian secara ekonomi akibat kejadian gempa dimasa datang mengingat peta gempa yang dirilis pemerintah sampai saat ini masih berskala makro (nasional). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis angka percepatan tanah permukaan dengan luaran berupa peta gempa berskala mikro pada wilayah provinsi Yogyakarta. Data gempa diperoleh dari rekaman gempa dengan maksimum radius 500 km dari pusat kota Yogyakarta yang telah dipublikasi oleh USGS antara tahun 1900 sampai dengan 2020. Declustering dilakukan terhadap data historis dan sebaran peta gempa sehingga hanya digunakan gempa utama dengan magnitude ≥ 5 Mw. Dalam studi ini digunakan fungsi atenuasi Campel-Bozorgonia NGA (2008) untuk gempa Sesar, Atkinson-Boore Worldwide Data NGA (2003) intraslab dan interface untuk gempa subduksi benioff serta megahtrust. Nilai spectral acceleration (Sa) diperoleh dengan  menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Hasil analisis probabilistik percepatan gerakan tanah kemudian dikembangkan menjadi peta pada beberapa periode ulang gempa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peta probabilitas terlampaui 7% dalam 75 tahun didapatkan nilai spectral acceleration percepatan tanah puncak (PGA) berada dikisaran 0,525 – 0,688g, periode pendek 1,055 – 1,7g serta periode 1 detik 0,535 -0,695g. Pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun diperoleh nilai spectral acceleration PGA yaitu 0,6 – 0,79g, periode pendek 1,325 – 2,1 g serta periode panjang 0,65 -0,85 g. Sedangkan pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 100 tahun, nilai spectral acceleration PGA berada diantara 0,66 – 0,86g, periode pendek  1,625 – 2,465g serta periode 1 detik 0,755 -0,995g. Tingkat aktivitas kegempaan pada klaster subduksi megathrust 1 serta sesar opak dilihat dari a-value, b-value  serta Mc ditengarai memicu adanya peningkatan nilai spectral acceleration wilayah Yogyakarta dibanding peta hazard tahun 2017.
Trend Of Water Quality Status In Kelantan River Downstream, Peninsular Malaysia Fitri, Arniza; Abdul Maulud, Khairul Nizam; Pratiwi, Dian; Phelia, Arlina; Rossi, Farli; Zuhairi, Nur Zukrina
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.178-184.2020

Abstract

The issues of freshwater pollutions and the high demand of clean freshwater for daily human activities have forced developing countries such as Malaysia to continuously monitor the quality of the freshwater. The present study objective is to present the trend of water quality status in the Kelantan River downstream, Peninsular Malaysia from 2005 to 2018. Water samples were collected during dry and monsoon seasons from a sampling station located at downstream of the Kelantan River. Water quality parameters such as temperature, pH and dissolved oxygen (DO) were measured in situ while other parameters were analysed in the laboratory based on retrieved water samples. Water quality status was determined based on National Water Quality Standard (NWQS) for River in Malaysia by calculating the water quality index (WQI) according to the concentration of six water quality parameters involving pH, dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), suspended solids (TSS) and Ammonia Nitrogen (AN). The results showed that Kelantan River had good water quality during the dry season classified in Class II at 2005. The water quality was found to be slightly lower during the monsoon season in year 2006. In addition, increasing the number of construction, human activities in the land use areas, land use changes and the sewage water from domestic, industrial, wet market and food outlets in the Kelantan State have declined the water quality in Kelantan River from Class II (in 2005) to Class III (in 2010 and 2011) and to become Class IV in 2017 to 2018. The results of the present study are expected to give valuable information for the water managers in order to deal with better strategies in controlling the quality of freshwater at the Kelantan River and minimize the incidence of pollution-oriented problems, thus the water can be utilized for various water uses with appropriate quality.
Effectiveness of Competency-Based Training for construction Labor in West Sumatra Jumas, Dwifitra Yenti; Ariani, Vivi; Asrini, Asirini
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.1.52-63.2021

Abstract

The issuance of Minister Regulation of Public Works and Public Housing (PUPR) No. 24/ PRT/ M/ 2014 concerning Competency-Based Training Guidelines in the Construction Services Sector is a strong effort by the government to increase the capacity of sustainable construction human resources in order to produce productive and competent human resources. Therefore, the workforce must-have requirements and a series of specific competencies to carry it out effectively and efficiently. Moreover, these competencies must be under the work they will do. The Kirkpatrick Model is used to evaluate the results of training and learning programs and rates against four levels of criteria: reaction, learning, behavior, and results. This research aims to find out what variables affect the effectiveness of competency-based training based on Kirkpatrick's four levels and see whether the competency training activities effectively increase human resources in construction services. A total of 64 questionnaires were then distributed to relevant respondents who attended the competency-based training held in West Sumatera during the 2017-2018 periods. From the results, there are 4 Kirkpatrick level variables that affect the effectiveness of training, namely the level of reaction (21 indicators), learning (6 indicators), behavior (7 indicators), and results (11 indicators). The variable that shows the most effective results is the variable level of learning as much as 47.51%, followed by results (44.56%), learning (47.51%), and behavior (29.27). It can be concluded that  the workforce competency training conducted in West Sumatera from 2017 to 2018 was still less effective.
Perilaku Mekanik Bata Ringan Dengan Penambahan Silica Fume Subagiono, Yon; Maizir, Harnedi; Suryanita, Reni
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.194-204.2020

Abstract

Bata beton ringan memiliki keuntungan praktis dan ekonomis dalam pelaksanaan kontruksi sehingga permintaan pasar untuk bata ringan semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir. Selain itu pemakaian bata beton konvensional sebagai bahan bagunan non-struktural dinilai masih cukup besar massa jenisnya sehingga memberikan beban lebih ke struktur bangunan. Untuk itu diperlukan bata beton yang memiliki bobot yang lebih ringan sehingga dapat meningkatkan efisiensi baik bahan dan beban yang ditahan struktur maupun pondasi dari bangunan. Penggunaan bata ringan pada umumnya sebagai non struktur berupa dinding panel dan pelat atap. Salah satu cara untuk mengurangi kepadatan bata beton ringan adalah dengan menambahkan pori-pori udara dalam campuran pasta semen atau mortar. Penambahan pori-pori udara dilakukan dengan penambahan foaming agent. Dalam perkembangan teknologi bahan bata ringan perlu ditingkatkan lagi efisiensi dari segi penggunaan bahan dan kualitas bata ringan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi campuran yang optimal pada bata ringan tipe Cellular Lightweight Concrete dengan penambahan silica fume. Benda uji dibuat dalam ukuran 10 cm x 20 cm x 60 cm dengan memvariasikan komposisi silica fume dalam 5 komposisi yaitu 0%, 5%, 10% 15% dan 20% dari berat semen yang digunakan dalam campuran bahan. Selanjutnya dilakukan perawatan bata ringan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Pengujian mekanik yang dilakukan  adalah pengujian kuat tekan secara merata pada bagian atas bata ringan. Instrumen pengukuran yang digunakan pada penelitian adalah load cell sebagai pengukur beban dan Linear Variable Differential Transformer (LVDT) untuk mengukur penurunan (displacement) yang terjadi pada permukaan yang dibebani. Data keluaran yang dapat diperoleh dari pengujian ini adalah kuat tekan, modulus elastisitas dan displacement. Nilai kuat tekan bata ringan pada umur 28 hari untuk komposisi 1 sebesar 0,47 MPa, komposisi 2 sebesar 0,82 MPa, komposisi 3 sebesar 0,87 MPa, komposisi 4 sebesar 0,70 MPa, dan komposisi 5 sebesar 0,61 MPa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposisi bahan campuran yang menggunakan bahan tambah  silica fume dengan persentase  10% dari berat semen menghasilkan kuat tekan yang paling tinggi dengan penurunan permukaan sebesar 3.5 mm saat dibebani dan modulus elastisitas 527.62 kg/m3. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dalam industri dan penelitian bata ringan dengan bahan tambah silica fume untuk mendapatkan sifat mekanik yang optimal pada bata ringan.