cover
Contact Name
Muhammad Anas
Contact Email
magnamedica21@gmail.com
Phone
+62271-716844
Journal Mail Official
magnamedica21@gmail.com
Editorial Address
FK UMS Kampus IV UMS Jl. Ahmad Yani, Gonilan, Kartasura, Gonilan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169. Telepon: (0271) 716844
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGNA MEDICA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24070505     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.26714/magnamed
Core Subject : Health, Science,
Magna Medica is a medical journal of APKKM contains papers and scientific articles created as a form of realization Tridharma college. The journal is published every six months, April and October of three articles in the form of: - Research article - Case report - Literature review The scope of this journal is all the field of medicine such as: -Internal medicine (including Pulmonary medicine and cardiovascular medicine) -Surgery (including urology, orthopaedic and traumatologic, plastic surgery, neurosurgery) -Anesthesia and Emergency Medicine -Neurology -Dermatology -Obstetric and Gynecologic -Forensic and Medicolegal -Clinical Pathology -Anatomical Pathology -Psychiatric -Ophthalmology -Otolaryngology -Pediatric -Radiology -Microbiology and parasitology -Basic Science of Medicine (including biochemistry, physiology, anatomy and Histology) -Public health and Health Management
Articles 217 Documents
PSTRATEGI BISNIS RSU PKU MUHAMMADIYAH BLORA MELALUI PEMETAAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL Lahdji, Aisyah
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan bisnis yang terus berubah menuntut Rumah Sakit (RS) untuk menyesuaikan diri. Penyusunan rencana strategi diperlukan sebagai upaya RS untuk menjawab tantangan perubahan. Oleh sebab itu, kajian yang disoroti dalam penelitian ini berkaitan dengan pengembangan strategi bisnis pada Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Blora. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian operasional riset yang dilakukan dengan pendekatan deskriptif, mengenai Perencanaan Strategis Untuk Pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Blora Tahun 2016 2020. Hasil penelitian ini mengarahkan bahwa RSU PKU Muhammadiyah Blora perlu mengembangkan sebuah Rencana Strategi Pelayanan. Rencana Strategi Pelayanan yang dikembangkan mengacu pada hasil Focus Group Discusion (FGD) yang telah dilakukan dalam penelitian ini yang telah memetakan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh RSU PKU Muhammadiyah Blora serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh RSU PKU Muhammadiyah Blora. Adapun Rencana Strategi Pelayanan yang dirumuskan dengan memperkuat SDM yang ada melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dan non kesehatan, memperluas jejaring kemitraan dengan dokter spesialis untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis, secara berkala menambah kapasitas tempat tidur, meningkatkan kualitas pelayanan pendukung seperti laboratorium, rekam medis, rehabilitasi medis, dan sarana pengelolaan limbah. Rencana Strategi Pelayanan yang telah disusun tersebut memerlukan komitmen yang kuat dari semua lini RSU PKU Muhammadiyah Blora agar tujuan yang telah direncanakan dalam strategi pelayanan dapat tercapai.Kata Kunci : Perencanaan strategis, strategi terpilih, rencana strategi pelayanan
PENGARUH PEMBERIAN ETANOL SECARA AKUT TERHADAP MEMORI KERJA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Basuki, Rochman; Anggraini, Merry Tiyas
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pemberian etanol secara akut dapat menyebabkan gangguan neurologis, diantaranya cortexprefrontalis (CPF) karena etanol bersifat neurotoksik. Salah satu gangguannya berupa penurunan fungsi memori.Tujuan Penelitian : Penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian etanol secara akut terhadap memorikerja spasial pada tikus.Metode Penelitian : Penelitian eksperimen dengan desain posttest-only-randomized control ini melibatkan 20 tikus(Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok (K, P1, P2 dan P3) masing-masing 5 ekor. Kelompok P1, P2 danP3 secara berurutan diberikan etanol 15% intra peritoneal dengan dosis 1, 2 dan 3 g/kgbb/hr selama 20 hari. Kinerjamemori diukur dengan maze radial 8 lengan dengan parameter Number of Error yaitu angka kesalahan tipe A dibagijumlah lengan yang dimasuki.Hasil Penelitian : Setelah pemberian etanol selama 20 hari, memori kerja spasial antar kelompok diuji dengan KruskalWallis. Hasil tidak ada perbedaan yang bermakna, yaitu 0,070 (p>0,05).Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna memori kerja spasial pada tikus setelah pemberian etanol secaraakut.Kata kunci : etanol, cortex prefrontalis, memori kerja spasial.
Analisis Faktor Yang Menghambat Penemuan Suspek Penderita Tuberkulosis di Puskesmas X Prihanti, Gita Sekar; Sari, Nindya Puspita; Pratiwi, Devita Ari; Mabruukah, Laily Putri; Sekarwangi, Dwi Hutami; Firmansyah, Wildan; Cynthiana, Mutiara Vallentin; Masyithoh, Rizdianis Devi
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan penyakit menular seperti tuberculosis, Indonesia menggunakan strategi DOTS untuk skiring dan penemuan kasus TB. Pada tahun 2014 jumlah kasus baru BTA (+) sebanyak 176.677 kasus.  Nilai keberhasilan dari kasus TB ditentukan dari nilai penemuan kasus yaitu 70% dari jumlah penduduk. di puskesmas X didapatkanhanya sebesar 43% dari target. Penelitia ini bertujuan menganalisis faktor yang menghambat penemuan suspek penderita tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas X Kota Y.Metode: Desain cross sectional dengan melibatkan 250 orang.Hasil Penelitian: Hasil uji multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat enam variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap penemuan kasus suspek TB, yaitu usia > 35 tahun(p=0.000)dengan nilai OR 8,620, gejala awal batuk (p=0.017)dengan nilai OR 3.119, fasilitas kesehatan yang dituju (p=0.000)dengan nilai OR 0.167, stigma rendah (p=0.001)dengan nilai OR 3.005, pengetahuan kurang (p=0.000)dengan nilai OR 8.763, dan status ekonomi rendah (p=0.042)dengan nilai OR 0.427. Berdasarkan nilai Nagelkerke R square yaitu 0,419 (41,9%), menunjukkan bahwa sebesar 41,9% penghambat penemuan kasus suspek TB dijelaskan oleh enam variabel yang berhubungan tersebut, sedangkan 58,1% merupakan faktor penghambat yang dapat dijelaskan oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini seperti pengaruh kader TB atau pelayanan kesehatan.Simpulan : Faktor yang menghambat penemuan suspek TB yaitu usia > 35 tahun, gejala awal batuk, fasilitas kesehatan yang dituju, stigma rendah, pengetahuan kurang, dan status ekonomi rendah.Kata Kunci : penghambat penemuan kasus suspek TB, TB Paru, Puskesmas X Kota Y.
Hubungan Motivasi dengan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur dalam Melakukan Pap Smear di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang Tahun 2016 Rayhana, Rayhana; Izzati, Hatfina
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker yang saat ini menjadi perhatian dunia dan megakibatkan tingginya angka kematian adalah kanker serviks. Data Globocan pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi tertinggi kankerpada wanita di Indonesia adalah kanker serviks.Penyebabnyakarena kurangnya motivasi wanita untuk melakukan pemeriksaan Pap smear sehingga mengalami keterlambatan diagnosis yang mengakibatkanbanyak wanita yang terdiagnosa kanker serviks dalam stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi untuk melakukan Pap smear pada Wanita UsiaSubur (WUS) di Kecamatan Cipondoh.Metode: Metode pada penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 106 orang, dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober tahun 2016.I nstrumenyang digunakan adalah kuesioner.Hasil: Terdapat hubungan antara motivasi melakukan Pap smear pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan status ekonomi keluarga (p=0,019), jarak dari rumah ke pelayanan kesehatan (p=0,001) dan paparaninformasi (p=0,009); (p value< 0,05; α= 0,05).Motivasi untuk melakukan Pap smearsangat penting khususnya pada Wanita Usia Subur (WUS) untuk mencegah keterlambatan diagnosis sehingga dapat menurunkan angka kematian pada kanker serviks.Simpulan: Diperlukan penyuluhan tentang kanker serviks, pemeriksaan Pap smeargratis secara berkala oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan motivasi wanita melakukan Pap smear.Kata Kunci: Motivasi, wanita usia subur (WUS), kanker seviks, Pap smear
ANALISIS LETAK SUMBER AIR RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MIJEN, SEMARANG TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Ratnaningrum, Kanti; Anggraini, Merry Tiyas; Dahlan, Pujangga P.Y.
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Angka temuan kasus diare di wilayah kerja Puskesmas Mijen, Semarang masih relatif tinggi. Salah satupenyebab penyakit diare adalah kondisi air yang tercemar sumber pengotoran seperti dekatnya jarak sumber air denganseptic tank. Escherichia coli merupakan bakteri yang mungkin ditemukan pada air yang tercemar sumber pengotoran.Cakupan bidang kesehatan lingkungan dalam hal pengawasan dan pengendalian kualitas air di wilayah kerja PuskesmasMijen secara kseluruhan masih jauh dari capaian target, berdasarkan data tersebut maka perlu dilakukan penelitianmengenai analisis jarak septic tank dengan sumber air rumah tangga terhadap adanya bakteri Escherichia coli.Metode: Penelitian ini merupakan studi crossectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mijen. Pengambilansampel menggunakan metode systematic random sampling pada 10 kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja denganpenentuan besaran sampel menggunakan rumus estimasi proporsi. Uji laboratorium kadar bakteri Escherichia colidalam air dilakukan di laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Data dianalisismenggunakan uji chi square.Hasil: Dari 36 sampel air di dapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jarak septic tank dengansumber air rumah tangga terhadap adanya bakteri Escherichia coli (P-value = 0,2).Kesimpulan: Jarak septic tank dengan sumber air rumah tangga tidak berhubungan dengan temuan bakteri Escherichiacoli pada air rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Mijen.Kata kunci: air rumah tangga, septic tank, Escherichia coli
Perbandingan Pola Kuman dan Analisis Kualitas Bakteriologis pada Kolam Renang Jenis Learner Pool dan Standard Pool di Purwokerto Kusuma, Raden Maghfira Kurnia; Putri, Prima Maharani; Maulana, Andi Muh.
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh agen infeksius tertentu yang dapat menyerang semua sistem tubuh manusia. Banyaknya kemunculan kembali re-emerging diseases dan new emerging diseases menjadi masalah kesehatan di Indonesia yang menjadikan penyakit menular memiliki kecenderungan mengalami peningkatan. Tempat umum seperti kolam renang dapat menjadi salah satusumber dari transmisi agen infeksius dengan rute kontak langsung. Guideline WHO tahun 2006, telah mengatur indeks kebersihan dengan analisis kualitas bakteriologis dilihat dari pola kuman dan tinjauankebersihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang jenis learner pool dan standard pool di Purwokerto.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 4 sampel dengan total sampling, analisa data menggunakan Uji Fisher.Hasil: Hasil analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di keempat tempat yang diteliti adalah baik dan cukup serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p= 0,757).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pola kuman dan analisis kualitas bakteriologis pada kolam renang learner pool dan standard pool di PurwokertoKata Kunci : Infeksi, pola kuman, analisis kualitas bakteriologis, kolam renang
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Obat Antidiabetes dengan Kesehatan Jaringan Periodontal pada Pasien Prolanis Diabetes Melitus Tipe II: Studi Kasus di Puskesmas Mranggen III Widyawati, Hesti; Sudibyo, Sudibyo; Failasufa, Hayyu
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit periodontal adalah keadaan patologis yang mengenai jaringan periodontal. Faktor penyebab penyakit periodontal dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor lokal dan faktor sistemik. Diabetes dan periodontitis adalah penyakit yang saling berhubungan dan termasuk dalam penyakit kronis yang kompleks. Bukti bahwa kadar gula dalam darah yang tinggi pada penderita diabetes melitus dikaitkan dengan kesehatan jaringan periodontal yang buruk. Pencegahan komplikasi dengan cara menjaga kestabilan gula darah dengan pengobatan secara rutin seumur hidup. Hal tersebut karena diabetesmelitus merupakan penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak patuh dalam pengobatan. Ketidakpatuhan pasien dalam konsumsi obat antidiabetes meningkatkan resiko komplikasi dan bertambah parahnya penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi obat antidiabetes dengan kesehatanjaringan periodontal pada pasien Prolanis DM tipe II di Puskesmas Mranggen III. Penelitian ini memeriksa kesehatan jaringan periodontal dengan indeks CPITN dan indeks gingiva serta menilai kepatuhan konsumsi obat antidiabetes dengan kuisioner Modified Morisky Scale.Metode:Metode penelitian adalah observasi analytic dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Uji analisis data dengan uji korelasi Spearman Rho (ρ).Hasil : Jumlah sampel yang diperoleh 36 orang, dengan 86,2 % pasien patuh dan 13,8 % pasien tidak patuh dalam konsumsi obat antidiabetes. Pasien  yang memiliki kesehatan periodontal yang sehat 33,3 %,sedang 52,8%, dan buruk 13,9 %. Terdapat korelasi antara kepatuhan konsumsi obat antidiabetes dengan kesehatan jaringan periodontal (nilai p=0,000; p<0,050).Simpulan : Terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi obat antidiabetes dengan kesehatan jaringan periodontal.Kata Kunci : Kepatuhan konsumsi obat antidiabetes, kesehatan jaringan periodontal, pasien PROLANIS DM
KEHAMILAN HETEROTROPIC DENGAN DISERTAI SYOK HIPOVOLUMIK
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan heterotopic mengacu pada kehamilan yang terjadi bersamaan di dua lokasi implantasi yangberbeda, mayoritas terjadi di tuba falopii. Penyebab pasti tidak jelas, tetapi kehamilan ganda dengan kombinasi darikehamilan intrauterin dan ekstrauterin adalah faktor risiko untuk setiap kesatuan harus ditangani.Presentasi kasus: Pasien usia 34 tahun hamil 17 minggu, keluhan penurunan kesadaran, dan sebelumnya pasienmengeluh nyeri perut setelah BAK. Mengalami perdarahan dari jalan lahir 1 minggu yang lalu berlangsung selama 4hari. Tensi 76/43 mmHg, Nadi 97 x/m, Suhu 36.6 C, RR 24 x/m, SaO2 96 % tanpa O2. Pasien mengalami penurunankesadaran (delirium),anemis, abdomen distended, defans muscular +, nyeri tekan +, akral dingin kering pucat. Terababenjolan di labia mayor dekstra. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7, Hct 37, Lekosit: 10.400, Trombosit 283.000,HbsAg negatif, Clorida serum 105, Kalium Serum 3,7, Natrium Serum 138, GDA 119, Diffcount 4/1/80/11/4, LED 64/86.Pembahasan: Diagnosis pasti adalah kehamilan heterotropik. Tatalaksana pasien adalah laparotomi, dengan kondisiadanya perdarahan intraabdominal yang cukup masif. Laporan operasi menyebutkan adanya kehamilan ekstrauterinedan intrauterine dengan usia kehamilan yang berbeda.Masih menjadi tanda tanya besar adalah bagaimana terjadinyakehamilan intra dan ekstra uterine dalam usia kehamilan yang berbeda.Kesimpulan: Diagnosis KET + G1 P0000 A000 UK 19 minggu + IUFD + Syok hypovolemik. Ditemukan kejadianrupturnya kehamilan ektopik yang terjadi saat usia kehamilan 17 minggu, dengan kemungkinan bahwa usia kehamilanantara kehamilan intra dan ekstra uterine ini berbeda.Kata kunci: kehamilan heterotropik, KET, IUFD, syok hipovolemik, kehamilan ekstrauterine, kehamilan intrauterine
PENINGKATAN KETRAMPILAN KADER POSYANDU DALAM KONSELING LAKTASI SEBAGAI UPAYA MENGGALAKKAN ASI EKSKLUSIF Prihanti, Gita Sekar; Fujaya, Muhammad Yasirto; Djauhari, Thontowi; Hermayanti, Diah
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Selama 3 tahun pencapaian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malangmengalami fluktuasi, dan hanya 1 dari 17 orang yang berkaitan dengan pelayanan terhadap ASI saja yang telah dilatihkonseling menyusui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan konseling menyusui terhadap dukungan petugas kesehatan dalampemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi experiment (eksperimensemu) dengan rancangan NonEquivalent Control Group.Hasil penelitian: Ada perbedaan dukungan petugas kesehatan (pre-test dan post-test) pada kelompok kontrol danperlakuan (uji Wilcoxon= 0,000< 0,05); Terdapat perbedaan dukungan petugas kesehatan dalam pemberian ASI (pretest/post-test)pada kelompok kontrol dan perlakuan (uji Mann-Whitney=0,000 < 0,05); rata-rata (means)penilaianpre-testdan post-test baik pada kelompok kontrol dan perlakuan terhadap dukungan petugas kesehatan mengalamipeningkatancukup drastis (9,167).Kesimpulan: Ada perbedaan positif dukungan petugas kesehatan kepada ibu dalam memberikan ASI sebelum dansesudah mendapat pelatihan konseling menyusui. Pelatihan konseling menyusui sangat efektif merubah perlakuanpetugas kesehatan dalam mendukung upaya pemberian ASI.Kata kunci: Pemberian ASI, dukungan petugas kesehatan dan pelatihan konseling menyusui.
Efek Ekstrak Buah Kersen (Muntingia Calabura) terhadap Jumlah Sel Epitel Bersilia Bronkus pada Tikus Wistar yang Dipapar Asap Rokok. Rohmani, Afiana; Kurniati, Ika Dyah
Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2018): MAGNA MEDICA
Publisher : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Asap rokok menyebabkan stress oksidatif dan memicu  aktifitas Epidermal Growth Factor Receptor (EFGR)pada sel epitel bronkial, sehingga menyebabkan hiperplasia dan peningkatan jumlah sel epitel tersebut.  Buah kersen (Muntingia Calabura) mempunyai aktifitas antioksidan yang kuat dan diharapkan dapat menurunkan jumlah oksidan yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak buah kersen terhadap jumlah sel epitel bersilia pada saluran nafas pada tikus wistar yang dipapar asap rokok.Metode : Tikus wistar berjumlah 24 ekor dibagi menjadi 4 kelompok : kelompok kontrol negatif (K-)diberikan  plasebo saja, kelompok kontrol positif (K+) diberikan plasebo dan dipaparkan asap rokok, kelompok perlakuan 1 (P1) dan kelompok perlakuan 2 (P2) yang dipapar asap rokok dan diberi ekstrak buah kersen per oral  dengan dosis 100 mg/kg BB /hari dan 200 mg/kgBB/hari. Pemaparan asap rokok dilakukan selama 30 menit setiap hari. Perlakuan ini dilakukan selama 20 hari  , kemudian semua binatang coba diterminasi. Kemudian dilakukan analilsis sel epitel bronkial.Hasil : Melalui analisis Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000) antara  jumlah sel sepitel bersilia pada kelompok kontrol negatif (K-)   dengan kelompok kontrol positif (K+). Terdapatperbedaan yang signifikan (p=0,001) jumlah epitel bersilia antara kelompok kontrol positif (K+) dengan kelompok perlakuan 1 (P1).Simpulan : Pemberian ekstrak buah kersen dengan dosis 100mg/kgBB/hari memberikan efek signifikan dalam hal menurunkan jumlah sel epitel bersilia bronkial pada tikus yang dipapar asap rokok.Kata kunci : asap rokok, buah kersen, sel epitel bersilia.

Page 2 of 22 | Total Record : 217