cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Dakwah Pemberdayaan Perempuan: Telaah Pemikiran Qasim Amin Tentang Kesetaraan Gender Muhammad Haramain
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1403

Abstract

Artikel ini menguraikan pemikiran Qasim Amin tentang kesetaraan gender dalam perspektif dakwah pemberdayaan perempuan. Wanita dalam Islam sebenarnya mempunyai kedudukan yang tinggi, tetapi adat-istiadat yang berasal dari luar Islam mengubah hal tersebut, sehingga wanita Islam akhirnya cenderung memiliki kelas yang rendah dan terbelakang. Ide Muhammad Abduh inilah yang kemudian dikembangkan oleh Qasim Amin dalam karya-karyanya. Gagasan Qasim Amin banyak membahas reposisi wanita dalam bidang pendidikan, pemakaian hijab, dan kedudukannya dalam lingkungan keluarga. Bagi Qasim Amin, salah satu penyebab kemunduran umat Islam disebabkan oleh ketertinggalan kaum wanitanya. Pendidikan bagi wanita bukan hanya untuk kepentingan mengatur rumah tangga secara baik, tetapi lebih daripada itu untuk dapat memberikan didikan dasar bagi anak-anak mereka. Wanita tidak akan mencapai derajat atau eksistensi yang sempurna, jika selalu berada dalam keterpasungan dan mengikuti tradisi lama. Oleh karena itu, wanita perlu diberi kebebasan berkarya sesuai dengan fitrah dan petunjuk syariat. Pemikiran Qasim Amin menyangkut kedudukan wanita dalam kehidupan keluarga adalah dari segi perkawinan, poligami, dan talak. Selanjutnya, gagasan-gagasan Qasim Amin ini sejalan dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, khususnya UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).
KEHIDUPAN MASYARAKAT BIMA PADA KEPEMIMPINAN SULTAN MUHAMMAD SALAHUDDIN TAHUN 1915-1951 M Al Qautsar Pratama
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1372

Abstract

Perkembangan kehidupan masyarakat Bima tidak terlepas dari berdirinya sistem kesultanan yang banyak mengubah kehidupan masyarakat Bima dari masa ke masa.Sultan-sultan yang memimpin dan memerintah di Kesultanan Bima memberikan corak dan warna yang berbeda terutama pada masa kepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah tahun 1915-1951. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan masyarakat Bima pada kepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah baik dari segi politik, pemerintahan, sosial-buadaya, keagamaan, ekonomi dan pendidikan.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, maka dari itu penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode ini memiliki tahapan-tahapn tertentu diantaranya heuristik, kritik, intrepretasi dan historiografi.Teori yang digunakan diantaranya teori politk, kepemimpinan, dan teori the great man.hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan masyarakat Bima pada masakepemimpinan Sultan Salahuddin memerintah sangat dinamis. Dalam bidang politik rakyat Bima bersama Sultan gencar melakukan perlawanan terhadap Belanda dan Jepang dengan berbagai oragnisasi politik yang dibentuk untuk melawan cengkraman penjajah.Dalam bidang pemerintahan Sultan Salahuddin membentuk lembaga hukum berbasis hukum Islam.Dalam bidang ekonomi rakyar Bima memiliki corak kehidupan agraris dan perdagangan.Dalam bidang sosial keagamaan masyarakat Bima hidup dalam keharmonisan.Dan dalam bidang pendidikan masyarakat Bima tidak hanya mengenal pendidikan formal namun juga pendidikan berbasis agama Islam.
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID Imam Ghozali
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.2062

Abstract

Abdurrahman Wahid menilai bahwa diskriminasi hak-hak politik kelompok minoritas berlangsung secara sistematis sejak berdiri Negara Republik Indonesia sampai memasuki era Reformasi. Pada zaman orde baru, kelompok minoritas terpinggirkan dalam percaturan politik. Memasuki zaman Reformasi sebagai wujud kebebasan hak-hak politik justru semakin mempersempit kelompok minoritas. Kebangkitan kelompok Islam garis kanan dengan semangat menegakan syariat Islam dengan cita-cita mendirikan Negara Islam telah menghidupkan sentiment  SARA. Mereka  mengharamkan umat Islam memilih calon pemimpin baik pemilihan Presiden, Legislatif atau pemilihan Kepala Daerah. Abdurrahman Wahid melakukan perjuangan membela mereka untuk mendapat hak-hak politiknya. Ada dua persoalan berkaitan dengan diskriminasi politik minoritas, yaitu implementasi hak-hak politik minoritas dan kedudukan politik politik minoritas di Indonesia. Penelitian ini berbentuk Penelitian Kualitatif, dengan menggunakan pendekatan Library Riset. Hasil Penelitian, Abdurrahman Wahid menilai hak-hak politik minoritas di Indonesia dalam sistem demokrasi benar secara hukum Islam dan Konstitusi Negara. Mereka mempunyai hak-hak politik yang sama dengan muslim dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi sebagai wujud operasional Negara. Pemerintah harus menegakan kedaulatan hukum secara tegas dan konsisten agar tercipta keadilan hak-hak politik kelompok minoritas sebagai wujud demokratisasi politik telah berjalan dengan baik
KAJIAN FILOSOFIS REVEALED KNOWLEDGE DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Dewi Nur Syahidah; Nurul Embun Isnawati; Ahmad Fery Nafiul Umam; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1642

Abstract

Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk mengetahui kajian secara filosofis mengenai revealed knowledge yang diterapkan di UIN Syarif Hidayatullah. Revealed knowledge merupakan penempatan wahyu sebagai sumber dari ilmu pengetahuan. Wahyu diberikan kepada manusia melalui perantara Nabi sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia. Manusia memperoleh kebenaran dan pengetahuan atas dasar wahyu. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah merupakan satu dari sekian banyak universitas Islam yang ikut serta dalam menerapkan revealed knowledge.  Kajian filsafat ilmu menyatakan bahwa, secara umum metode mencari pengetahuan adalah dengan melalui pendekatan rasionalisme, empirisme, dan metode keilmuan. Metode-metode yang digunakan dalam mencari pengetahuan, pada dasarnya semuanya bertujuan untuk memperoleh kepastian, Tetapi perlu disadari bahwa kebenaran yang dicapai manusia hanyalah kebenaran berdasarkan sudut pandang pendekatan yang digunakan. Ditinjau dari filosofisnya pada dasarnya universitas islam di seluruh indonesia mempunyai landasan atau misi yang sangat mulia, akan tetapi tidak semuanya berjalan dengan baik, setidaknya misi yang mulia itu akan berdampak positif pada sebagian besar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penyusunan jurnal ini adalah dengan deskriptif kualitatif, yaitu menelusuri jurnal-jurnal yang relevan sebagai sumber literatur kemudian digeneralisasi melalui pemikiran penulis. 
Pemikiran filsafat menurut Thales (Analisis Kritis Dalam Perspektif Filsafat dan Agama) Ahmad Noviansah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1972

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana pandagangan Thales tentang hakikat alam semesta, hingga sampai kepada sebuah kesimpulan bahan dasar dari segala sesuatu yaitu air. Apabila dikaji lebih dekat lagi pendapat Thales ini tentu tidak keluar dari ruang yang hampa, tanpa ada alasan ilmiah. Keberhasilan Thales  menyimpulkan apa yang menjadi objek kajiannya tentu tentu dipengaruhi oleh sifat-sifat dasar  manusia yaitu sifat yang suda tertanam dalam diri manusia. Dalam penelitian ini penelitian ini di relevansikan melalu Agama. diakarnakan manusia butuh sekali namanya pengetahuan untuk kelangsungan kehidupannya, manusia juga telah disematkan sebagi mahluk ciptaan Tuhan sebagai mahluk yang paling sampurna dimuka bumi ini, karna dilengkapi dengan seperangkat akal dan dan fikiran yang tidak dimiliki oleh mahluk lain, rasa ingin tahu manusia lah yang menjadi dasar melakukan pnegetahuan filosofis. Adapun pemikiran Thales yang menjadi pembahasan didalam artikel ini dan menjadi tema menarik dikalangan akademis yaitu: Air sebagai prinsip dasar segala sesuatu, Pandangan Thales tentag jiwa, Theorama Thales, dan Pandangan poitik persepsi Thales, dikarnakan semua pemikiran tersebut sangat urgen untuk dibahas.
KONSEP PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL FARUQI (Dari Tauhid Menuju Integrasi Ilmu Pengetahuan di Lembaga Pendidikan) Aris Try Andreas Putra
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1827

Abstract

Wilayah normativitas agama dan ilmu pengetahuan menjadi studi selalu menarik untuk dikaji. Pandangan para pemikir ketika memandang posisi agama dan ilmu pengetahuan sangat bervariasi. Sebagian mereka meyakini bahwa wilayah agama terpisah dari ilmu pengetahuan, sebagian yang lain meyakini agama dan ilmu pengetahuan menjadi satu dan tidak dapat terpisahkan. Artikel ini mencoba menjelaskan posisi agama dan ilmu pengetahuan dalam pandangan Ismail Raji Al Faruqi. Al Faruqi berasumsi bahwa ilmu pengetahuan modern memicu adanya perdebatan wahyu dan akal di kalangan umat muslim. Oleh karena itu, Al Faruqi berpendapat diperlukan sebuah konsep Islamisasi Ilmu pengetahuan yang bertumpu pada kekuatan tauhid. Pengetahuan Islami selalu menitik beratkan keterpaduan kosmos, keterpaduan kebenaran dan ilmu pengetahuan serta kesatuan kehidupan. Dalam hal islamisasi ilmu pengetahuan Al Faruqi menawarkan landasan objek rencana kerja islamisasi ilmu pengetahuan sebagai berikut: 1) Menguasai disiplin-disiplin modern, 2) Menguasai khazanah Islam, 3) Menentukan relevansi Islam dan hubungannya pada tiap bidang ilmu pengetahuan modern, 4) Mencari metode untuk melakukan sintesis antara spesifikasi keislaman dengan ilmu pengetahuan modern, dan 5) membawa pemikiran Islam pada arah pemenuhan pola sunatullah/ketentuan Allah.
IMPLEMENTASI MANHAJ SISTEMATIKA WAHYU DALAM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH KOTA KENDARI Lutifuddin Lutfiuddin; Moh. Yahya Obaid; Supriyanto Supriyanto
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1601

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis data dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan dara terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi dan selanjutnya dianalisis dengan cara analisis domein, analisis, analisis taksonomi, analisis komponen dan analisis tema. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, keikutsertaan dan trianggulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Kendari dalam persiapan implementasi Manhaj sistematika Wahyu dalam pendidikan Pondok Pesantren melalui dua tahap. Tahap (1) mengintegrasikan kurikulum diknas yang di pakai pada pendidikan formal dengan Manhaj Sistematika Wahyu yang di beri istilah Pendidikan Integral. Tahap (2)  sistem keasramaan (Boarding/ Mondok) yang diharapkan dalam sistem ini adalah optimalisasi iptek yang seimbang dengan pembentukan kesadaran ruhiyah sangat ditunjang oleh keterpaduan ungsur yang ada, yaitu sekolah, masjid dan asrama. Manhaj Sistematika Wahyu dalam pelaksanaan pada sistem pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari dengan memberikan muatan Sistematika Wahyu pada setiap pembahasan dalam mata pelajaran baik pelajaran formal maupun ekstrakurikuler. Hal ini dapat tercermin pada pramuka yang di berikan muatan Kepanduan Hidayatullah yang berisikan Manhaj Sistematika Wahyu.Pelaksanaan evaluasi Manhaj Sistematika Wahyu pada sistem pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari menggunakan empat model evaluasi yaitu : (a) Evaluasi goald oriented, (b) Evaluasi Formatif, (c) Evaluasi Normatif dan (d) Evaluasi Sumatif.
EKSPLOITASI ANAK DI KOTA LAYAK ANAK (Studi di Kota Kendari) Hadi Machmud; Nur Alim; Rasmi Rasmi
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1856

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengurai ketimpangan sosial dan tuntutan kebutuhan ekonomi yang  terjadi di kota Kendari sehingga memicu munculnya eksploitasi pada anak. Permasalahan penelitian adalah; (1) Bagaimanakah bentuk eksploitasi dan dampak sosial, ekonomi, kesehatan, psikologi dan pendidikan, pada anak di Kota Kendari, (2) Bagaimana upaya pemerintah mencegah eksploitasi anak di kota Kendari. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus, mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian; (a) Terjadinya eksploitasi anak dipengaruhi oleh ekonomi keluarga, kemiskinan, komunitas, pengaruh lingkungan, keretakan, kekerasan kehidupan rumah tangga, perceraian orang tua, (b) Bentuk eksploitasi anak dilakukan oleh orang tua dan preman berupa pekerja anak; menjadi pemulung, tukang pikul, penjual tisu, peminta/pengemis di lampu merah, penjajah makan ringan, menjadi buruh, (c) Dampak terjadinya eksploitasi anak meliputi; ekonomi, sosial, kesehatan, psikologis,  pendidikan, kehidupan bermasyarakat, anak putus sekolah, kenakalan, berkelahi, perilaku menyimpang secara social, merokok, miras, menjudi, hidup bersama beberapa orang dengan laki-laki dan perempuan dalam satu kamar kosan, hidup tidak terawat. (d) Program pemerintah Kota Kendari mencegah, mengeliminir eksploitasi anak; mengoptimalkan implementasi program pemerintah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, Nota Kesepahaman Bersama (MOU) antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kota Kendari, mengukuhkan Asosiasi Pengusaha  Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kendari, pelibatan OPD, Psikolog, BUMN, LSM dan masyarakat.
Lukisan Analitik tentang Etos Filantropi Muhammadiyah Sulawesi-Tenggara Pada Era Akhir Orde Baru dalam Perspektif Gerakan Sosial Muhammad Alifuddin; Nurjannah Nurjannah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1964

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan secara Analitik tentang Etos Filantropi Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara pada Akhir Era Orde Baru. Data-data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.  Seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan paradigma Miles dan Huberman. Merujuk pada data serta analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan (1). Realitas infrastruktur gedung Muhammadiyah (GDM) adalah fakta tentang karakter kerja keras, persatuan dan kekuatan berderma elemen Muhammadiyah. Etos berderma elemen organ ini terus bergerak, kendati mereka berada dalam ruang struktur sosial politik tertutup. (2) Daya filantropi elemen Muhammadiyah didorong oleh semangat berfastabiqulkhairat  yang dinarasikan oleh aktor melalui framing yang elegan sehingga memicu semangat berkompetisi anggota Muhammadiyah dalam membangun monumen  kebaikan untuk semua. (3). Ruang struktur politik tertutup serta minimnya sumber pendanaan, bukan hambatan bagi Muhammadiyah merealisasikan infrastruktur sebagai pusat menkordinasikan kegiatan organisasi. Realitas ini menyajikan fakta tentang kuatnya etos filantropi warga Muhammadiyah. Implikasi umum dari penelitian ini adalah bahwa semangat berfastabiqul khairat terbukti dapat memicu etos filantropi elemen sosial.  
TASAWUF FALSAFI DAN LOGIKA ARISTOTELIAN: TELAAH PEMIKIRAN IBN TAYMIYYAH Muh Ilham Usman
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1894

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil pemikiran Ibn Taymiyyah yang melakukan kritik terhadap tasawuf dan filsafat. Penelitian ini menggunakan pemikiran kajian tokoh yakni mengungkap gagasan dan ide yang pernah dilahirkan oleh seorang tokoh. Dengan menggunakan pendekatan historis yakni melihat sang tokoh sebagai manusia sejarah yang berkiprah dalam realitas sosial. Hasil kajian menemukan bahwa Ibn Taymiyah tidak sepenuhnya anti-tasawuf. Ia sangat mengapresiasi beberapa sufi awal, hanya saja ia melancarkan kritiknya terhadap para tokoh tasawuf falsafi dan para pengamal tarekat yang berkembang pada zamannya yang hanya sibuk memikirkan akhiratnya. Sedangkan dalam dunia filsafat, ia mengeritik keras penggunaan logika aristotelian yang banyak menjadi fondasi dalam pemahaman masyarakat Islam.

Page 9 of 21 | Total Record : 208