Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Articles
195 Documents
Wilayatul Faqih: Landasan, Implementasi, dan Kritik
Amrizal Amrizal
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1627
Republik Islam Iran adalah salah satu negara yang sangat berpengaruh dalam percaturan politik Timur-Tengah bahkan dunia saat ini. Minoritas dalam struktur kultural keagamanaan Islam ditambah embargo yang dilancarkan Amerika Serikat ternyata tidak menghentikan laju pengaruh negara ini. Di antara keistimewaan yang dimiliki Republik Islam Iran adalah sistem ketatanegaraannya yang mampu secara apik bersinergi dengan sistem ketatanegaraan yang lahir dari ajaran Filsafat Politik Modern. Bentuk negara Republik meniscayakan penerapan Trias Politica diiringi dengan penerapan nilai dan instrumen demokrasi untuk menyerap partisipasi rakyat dalam menentukan arah politik dan pemerintahan. Semua ini diwadahi dalam sistem Wilāyatul Faqīh yang murni lahir dari rahim pemikiran ajaran Syi`ah. Tulisan ini membahas landasan konseptual dan doktrinal Wilāyatul Faqīh, implementasinya dalam Republik Islam Iran, dan kritik yang dilancarkan padanya. Bahasan pertama akan membahas lompatan pemikiran yang memungkinkan doktrin Imāmah menemukan bentuknya yang baru melalui Wilāyatul Faqīh dalam politik praktis kontemporer. Bahasan kedua membahas imlementasinya sebagai acuan terhadap kritik yang muncul mengenainya. Bahasan ketiga akan menempatkan sejumlah kritik sesuai ranahnya sehingga di akhir bahasan bisa dihadirkan respon secara teoritis dan alternatif secara praktis yang memungkinkan atas kritik tersebut. Terlepas dari kelemahan yang dimilikinya saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Wilāyatul Faqīh mampu menghadirkan suatu sintesis filosofis yang khas—bahkan hingga saat ini satu-satunya—antara Islam dan Barat modern. Sistem ini mampu menunjukan secara konkret bagaimana semestinya Filsafat Politik Islam diterapkan dan mampu berkompetisi dengan berbagai pengejawantahan ajaran Filsafat Politik lainnya.
PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER PERSPEKTIF HASAN LANGGULUNG DAN ZAKIAH DARAJAT
Muhamad Basyrul Muvid;
Miftahuuddin Miftahuuddin;
Moh. Abdullah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1703
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam kontemporer Hasan Langgulung dan Zakiah Darajat yang kemudian dicari titik temu antar keduanya. Pendidikan Islam harus senantiasa update dan berbenah di tengah arus global yang begitu cepat, agar bisa selalu eksis dalam menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan global. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi kepustakaan yang data-datanya diperoleh melalui buku, jurnal, artikel, penelitian dan dokumen-dokumen yang sesuai dengan tema ini. Hasil: Pemikiran Hasan Langgulung tentang pendidikan Islam kontemporer ialah bahwa belajar sebagai proses untuk mengembangkan berbagai kompetensi peserta didik, mensinergikan berbagai ilmu, kesehatan mental juga aspek yang penting untuk dikembangkan dalam pendidikan Islam selain aspek spiritual, pengetahuan dan sosial. Sedangkan Dzakiah Darajat mempunyai pandangan bahwa pendidikan Islam harus mencetak manusia yang sesuai fitrahnya yakni sebagai Abdullah dan Khalifah Allah, mensinergikan aspek intelektual dan spiritual serta moral, psikoogi sufistik sebagai aspek yang perlu dikembangkan didalam pendidikan Islam. Titik temu antar keduanya ialah bahwa psikologi menjadi sebuah ilmu yang turut membantu pendidik dalam menghadapi berbagai ragam kepribadian peserta didik, dengan memahami ilmu psikologi maka pendidik akan lebih mudah dalam memberlakukan peserta didik. Sehingga psikologi tidak bisa dipisahkan dengan dunia pendidikan Islam.
IN SEARCH OF ISLAMIC DEFINITION OF WORLDVIEW: ELEMENTS, AND ITS CHARACTERS
Muhammad Taqiyuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1949
The discourse about worldview rapidly developed in harmony with the philosophy of science itself. The reason is that globalization has 'challenged' various nations and countries to develop science and technology; some even seem to negate others. At this stage, civilization experiences a 'clash'; namely at the level of natural outlook (clash of worldview). That is, differences in culture, nation, race and religion also confirm the definitive difference between the worldview of Islam and non-Islam. Furthermore, the true concept of the Islamic worldview can be defined based on the elements and characteristics that are fundamental to Islam philosophically. This literature research model seeks to offer efforts to define the Islamic worldview historically; that is, from the very beginning of the emergence of this concept until the 'maturity' of the concept of the Islamic worldview in the hands of Muslim scholars; and possible future developments. Data analysis is carried out critically and comparatively. This study concludes that the meaning of worldview can be traced based on its origin, which is used in the secular Western era. Then, Christians also adapted it as part of the explanation of religious philosophy, especially systematic theology. But essentially, some elements and worldview characters can be filled with the nature and values of Islam; so that we can also define the meaning of the Islamic worldview along with its essential aspects.
OUTCOME PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB): KONSELING ORANG TUA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI
Islamiyah Islamiyah;
Faizah Binti Awad;
Laode Anhusadar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1797
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 atas kerjasama dengan BKKBN RI. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah gambaran umum yang menjelaskan tentang fungsi dan tanggung jawab BKKBN wilayah Sulawesi Tenggara terhadap program bina keluarga balita PAUD yang telah di tetapkan. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive sampling (Konawe dan Konawe Selatan). Sumber data yang akan digunakan yakni: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Keterlibatan orang tua dapat dilihat dari aspek outcome pelaksanaan bina keluarga balita telah memenuhi kriteria, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperolah dari penyelengaraan bina keluarga balita yang yang bisa menghasilkan orang tua yang kreatif, untuk evaluasi outcome dari bina keluarga balita menunjukkan adanya kreatifitas orang tua yaitu orang tua membuat sendiri alat permainan edukatif, orang tua menggunakan media di dalam rumah dan orang tua berhasil dan berprestasi.
THE CRITICAL ANALYSIS OF MORAL EDUCATION IN THE PERSPECTIVE OF AL-GHAZALI, KOHLBERG AND THOMAS LICHONA
Benny Prasetiya
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1543
This study aims to describe Moral Education in the Perspective of Al-Ghazali, Kohlberg and Thomas Lichona. The thoughts of these figures have different perspectives on concepts, theories, methodologies and applications that are relevant to character development and character education in accordance with the context of Indonesian education. This type of research is library research. Data collection techniques using the method of analysis along with data analysis of content. Moral Education In the Perspective of Al-Ghazali, Kohlberg and Thomas Lichona have a different approach. Moral education built by al-Ghazali is through the approach of the story method (saga), and exemplary (uswah al hasanah). Kholberg further described the moral stages of children in accordance with the level of cognitive development. Thomas Lickona analyzed three important components in building character education, namely moral knowing, moral feeling and moral action.
KONSEP PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT PANDANGAN IBNU RUSYD DAN STEPHAN HAWKING DAN KAITANNYA TERHADAP KOSMOLOGI
Nanda Pramesti Nariswari;
Andika Khoirul Huda;
Anisa Firdaus;
Eka Nur Fitriyani;
Ahmad Fauzan Hidayatullah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1612
Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui kajian secara filosofis mengenai konsep kosmologi menurut Ibnu Rusyd dan Stephan Hawking. Kosmologi merupakan suatu ilmu yang membahas mengenai penciptaan alam semesta secara luas yang dikaji dalam berbagai sudut pandang para ahli filsafat dan fisikawan. Problematika bagaimana alam semesta ini tercipta masih menjadi perdebatan dan ragam kajian yang tiada ujung, terutama bagi para filsuf hingga saintis yang banyak memberikan ragam pendapatnya. Salah satu diantaranya pemikiran Ibn Rusyd yang berasal dari kalangan filsuf, yang mengungkap tentang kosmologi bahwa penciptaan merupakan proses mengubah satu sama lain atau mengubah potensi menjadi ciptaan yang sesungguhnya, dan proses ini dilakukan terus menerus dalam periode yang tidak terbatas atau tak berhingga. Serta pemikiran para saintis salah satunya pemikiran Stephan Hawking yang termasuk penganut pemikiran naturalisme metafisik, yang berkeyakinan bahwa alam semesta terjadi karena kehendak alam itu sendiri, dan Hawking tidak mempercayai peran Tuhan atas terbentuknya alam semesta. Tidak ada pertentangan mana yang mesti diterima tentang bagaimana alam semesta itu tercipta, keberhasasilan sains tidak terlepas adanya hukum alam ciptaan Allah yang membuat manusia berpikir bagaimana alam semesta ini tercipta dan bermula. Keniscayaan hukum alam yang disebutkan dalam al-Qur’an dapat diketahui dengan sains dengan mengamati dan meneliti secara terus menerus.
STUDI PERBANDINGAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PAI MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH DAN CARD SORT PADA SISWA SD KABUPATEN BOMBANA
Asni Asni;
Suhartini Syukri;
Imelda Wahyuni
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1540
Kurangnya motivasi dan hasil belajar pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada daerah terpencil menjadi masalah yang krusial pada sekolah dasar wilayah terpencil di daerah Bombana, Sulawesi Tenggara. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis motivasi dan hasil belajar PAI siswa di daerah tersebut melalui strategi Index Card Match, Card Sort dan perbedaan keduanya. Kajian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan metode eksperimen yang dilaksanakan di SDN 74 Terapung Kabupaten Bombana. Populasi penelitian adalah kelas V dengan sampel yang ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih 40 siswa yang terdistribusi pada dua kelas masing-masing kelas VA sebagai kelas eksperimen pertama dan kelas VB sebagai kelas eksperimen kedua. Instrumen penelitian ini adalah tes kognitif hasil belajar dan angket, dengan tekhnik analisis data berupa t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar PAI peserta didik menggunakan strategi Index Card Match dan Card Sort masing-masing berada pada kategori tinggi, serta terdapat perbedaan yaitu hasil motivasi dan belajar siswa dengan penggunaan strategi index card match lebih baik dibandingkan strategi Card Sort. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi baru bagi pelaksaan proses belajar mengajar pada tingkat SD khususnya di daerah terpencil serta tidak terlalu membutuhkan teknologi canggih melainkan bahan sederhana berupa kartu belajar yang bersumber pada basis kemauan, variasi serta kreativitas guru.
Dari Etika Qur’an Ke Etika Publik; Rekontruksi Pendidikan Islam Fazlur Rahman
Imam Hanafi;
Alimuddin Hasan;
Moh. Said HM
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1371
Pemikiran Fazlur Rahman tentang etika al-Qur’an merupakan esensi ajaran kitab suci, adalah mata rantai penghubung antara teologi dan hukum, sekaligus sebagai dalih bagi pentingnya etika al-Qur’an. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagaimana memformulasikan pendidikan Islam dalam konteks pengembangan etika al-Qur’an tersebut, menjadi sebuah etika publik. Yaitu penghayatan akan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di ranah publik. Sehingga, apa pun perilaku seseorang, seharusnya mempertimbangkan kepentingan publik (sesama manusia), dari pada kepentingan sendiri.
KREATIVITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
Ahmad Ghifari Tetambe;
Dirman Dirman
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v7i1.2920
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis 1) Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT dalam pembelajaran PAI di MTs Negeri 1 Konawe, 2) Kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT dalam proses pembelajaran PAI di MTs Negeri 1 Konawe. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang menjelaskan, mendeskripsikan, menyelidiki dan memahami secara menyeluruh terhadap peristiwa dan gejala-gejala yang diteliti dengan situasi yang dialami. Pendekatan kualitatif ini menurut peneliti sangat relevan dalam penelitian ini karena bertujuan untuk mendeskripsikan Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT dalam pembelajaran PAI di MTs Negeri 1 Konawe dan Kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangan media pembelajaran berbasis ICT di MTsN 1 Konawe. Berdasarkan wawancara terhadap 15 orang informan yang terdiri atas Kepala Madrasah, Guru PAI dan siswa maka peneliti mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa 1) Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT meliputi penggunaan what’s app, blog, dan e-mail. Dalam proses penggunaanya ke tiga media tersebut dikolaborasikan dalam proses pembelajaran, 2) kreativitas guru Pendidikan Agama Islam di MTsN 1 Konawe dapat dilihat dari hasrat untuk mengubah hal-hal disekelilingnya menjadi lebih baik, memiliki kepekaan untuk bersikap terbuka serta tanggap terhadap segala sesuatu, siap mencoba dan melaksanakan, bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari serta mengembangkan, dan memiliki optimisme.
PROBLEM OTENTITAS HADITS (Kritik Musthafa Azami terhadap Pemikiran Ignaz Goldziher)
Abdul Rohman;
Amir Sahidin;
Yusuf Al Manaanu;
Muhammad Nasiruddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 7, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v7i1.3008
Makalah ini akan membahas mengenai keraguan Ignaz Goldziher atas keotentikan hadits Nabi. Dengan metodologi kritik historis dia meragukan keotentikan hadits. Pandangan ini tentunya membuat kegelisahan bagi sarjana Muslim, karena sudah menjadi kesepakatan bahwa hadits adalah sumber hukum Islam kedua. Untuk menjawab keraguan tersebut Musthafa Azami melakukan kritik terhadap pemikirannya. Oleh karenanya penulis akan membahas tentang kritik Musthafa Azami terhadap pemikiran Ignaz Goldziher terkait keotentikan hadits. Artikel ini berjenis studi pustaka (library research). Dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif-analisis kritis dapat disimpulkan beberapa hal penting: Pertama, pernyataan Goldziher bahwa kodifikasi hadits baru dilakukan setelah beberapa abad wafatnya Nabi itu tidak benar, karena sudah ada beberapa sahabat yang mencatat hadits Nabi meskipun sedikit; Kedua, hadits hanyalah refleksi doktrinal dari perkembangan politik itu tidak tepat, karena tidak ditemukannya data yang otentik dari apa yang dipaparkan Goldziher; Ketiga, tuduhan pelarangan penulisan hadits itu keliru, karena faktanya Nabi hanya melarang jika hadits ditulis dalam satu tempat bersama ayat al-Qur’an untuk menghindari tumpang-tindihnya hadits dengan ayat al-Qur’an; Keempat, tudingan bahwa ahli hadits hanya berfokus pada kritik sanad itu salah, karena sejak dahulu terdapat dua tradisi kritik hadis yakni kritik sanad dan kritik matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan dalam menentukan keshahihan hadis.