cover
Contact Name
Elmansyah
Contact Email
ealharamain@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ealharamain@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 19785011     EISSN : 25028375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Al-Hikmah (ISSN: 1978-5011 dan E-ISSN: 2502-8375) merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Usuluddin Adab dan Dakwah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Jurnal ini khusus pada kajian Dakwah dalam studi tertentu dan komunikasi Islam pada umumnya, dan Al-hikmah akan mengkombinasikan antara hasil penelitian dengan artikel pada kajian-kajian terkini dari para kontributor yang ahli dibidangnya. Al-Hikmah, terbit perdana pada volume I edisi 1 pada bulan Juni 2007, Al-Hikmah telah terbit 16 kali (8 volume), dengan memulai mempublikasikan artikel tentang Dakwah dan Komunikasi, diprakarsai oleh Dr. Wajidi Sayadi yang merupakan doktor tafsir hadis. Al-Hikmah hadir karena tuntutan kebutuhan intelektual dalam merespon isu-isu actual terkait berbagai problematika Dakwah dalam konteks kekinian, tidak hanya dibatasi pada hasil karya penulis lokal tetapi juga mengakomodir karya penulis dalam skala nasional dan internasional. dengan kata lain jurnal Al-Hikmah membuka akses seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berkiprah dan memberikan kontribusi ilmiah bagi pengayaan wacana pemahaman Dakwah dalam rangka menjawab tantangan intelektual yang kian hari semakin berkembang. Al-hikmah, menjadi media komunikasi ilmiah antarapeminat ilmu Dakwah yang terdiri dari dosen, pakar dan praktisi dakwah, mahasiswa dan lainya. disamping itu jurnal Al-Hikmah menyediakan tempat khusus berupa review terhadap masalah-masalah terkini yang berkenaan dengan dakwah dan komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2024)" : 9 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN DAKWAH DI SULAWESI SELATAN MELALUI MEDIA SOSIAL UNTUK GENERASI MILENIAL Hidayat, Tatang; Bakri, Mu'adz; Istianah, Istianah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3192

Abstract

This research is motivated by da'wah development strategies that tend to neglect the millennial generation in using social media. The purpose of this research is to find out the strategy of developing da'wah in South Sulawesi through social media. This research uses a qualitative approach and literature study method. Data collection techniques come from the Qur'an, journals, books, and media. Data interpretation and data analysis techniques were combined. The results of this study show that social media is a common way for millennials to communicate with each other and obtain information. As a result, approaches to da'wah dissemination through social media should be modified to take into account the interests and nature of millennial audiences. This study also emphasizes how important interactive, inventive, and relevant information is to capture the attention of millennials.
DIGITAL MARKETING KEWIRAUSAHAAN LEMBAGA DAKWAH DI ERA DISRUPTIF (Studi Pada Lembaga Dewan Masjid Indonesia) Dova, Muhammad Khalil; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3247

Abstract

The mosque is not just a place of worship for all Muslims, but the mosque has a function as a centre or centre of community activities. That way all activities that have positive elements can be carried out at the Mosque. One of those positive activities is entrepreneurship. The rapid development of technology and digitalisation in this disruptive era brings major changes to entrepreneurial activities, where with the rapid development of digital buying and selling activities not only occur directly but can be through mobile phones. Dawah organisations must now face new challenges by innovating their dawah approach and developing their entrepreneurial marketing digitally to support their operational sustainability. This article aims to explore how da'wah institutions, here the author takes the Indonesian Council of Mosques (DMI), can utilise digital developments as a means of marketing entrepreneurial activities in this disruptive era. This research uses qualitative methods through literature studies. Researchers used library data sources to collect data and information on the topic of entrepreneurship and Islamic preaching. The data sources collected included books, articles, and various journals related to the topic. The results showed that DMI has used digital marketing in its entrepreneurship in order to continue to exist in this disruptive era.Keywords: Digital, Entrepreneurship, Indonesian Mosque Council, Disruptive EraMasjid bukan hanya sekedar tempat untuk ibadah bagi seluruh umat Muslim, namun Masjid memiliki fungsi sebagai pusat atau sentral kegiatan umat. Dengan begitu semua kegiatan yang memiliki unsur positif dapat dilakukan di Masjid. Salah satu kegiatan positif itu adalah kewirausahaan. Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang pesat di era disruptif ini membawa perubahan besar pada kegiatan kewirausahaan, dimana dengan pesatnya pekembangan digital kegiatan jual beli tidak hanya terjadi secara langsung tetapi bisa melalui mobile phone. Lembaga dakwah kini harus menghadapi tantangan baru dengan berinovasi dalam pendekatan dakwah dan mengembangkan pemasaran kewirausahaannya secara digital untuk mendukung keberlanjutan operasional mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana lembaga dakwah yang disini penulis mengambil Dewan Masjid Indonesia (DMI) dapat memanfaatkan perkembangan digital sebagai sarana untuk melakukan pemasaran atau marketing pada kegiatan kewirausahaan di era disruptif ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data perpustakaan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang topik kewirausahaan dan dakwah Islam. Sumber data yang dikumpulkan termasuk buku, artikel, dan berbagai jurnal yang berkaitan dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DMI sudah menggunakan digital marketing pada kewirausahaannya agar bisa tetap eksis di era disruptif ini. Kata Kunci: Digital, Kewirausahaan, Dewan Masjid Indonesia, Era Disruptif
PERAN MEDIA OLAHRAGA SEBAGAI SARANA DAKWAH DALAM PERKEMBANGAN DAKWAH ISLAM Hidayat, Tatang; Anshorullah, Muh Fadhlan; Istianah, Istianah
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3193

Abstract

The purpose of this research is to analyze the role of sports media as a means of da'wah in the development of Islamic da'wah. This research uses a descriptive qualitative approach in the form of library research. A literature review of literature sources that are sources of information and data is used to collect data. Based on the results of the research, sports media is very important for the growth of Islamic da'wah, especially in modern times when people are increasingly interested in sports such as soccer, badminton, volleyball, table tennis, sepak takraw, basketball, boxing and UFC. Sports are not only for keeping fit, but can also be used as a medium for preaching. Athletes play an important role in spreading the teachings of Islam. The attitudes shown by Muslim athletes such as covering aurat, praying before starting the match, prostrating gratitude when winning, not shaking hands with non-mahrams, drinking while sitting, and preaching Islam at every event when they are invited or on their respective social media accounts can inspire their fans. Not only do athletes inspire through their achievements, they can also inspire and have a positive impact on the people around them through their religion.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MEMBENTUK RELIGIUSITAS JAMA’AH MAJELIS TA’LIM AZZAHIR KOTA PEKALONGAN Agustin, Hasna Amelia; Zulfa, Nadhifatuz; Subhi, Muh Rifa'i
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3031

Abstract

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), peran adalah sejumlah tingkah laku yang dikehendaki dan sebagian orang mempunyai kedudukan dalam masyarakat. Menurut Hurlock, agama terbagi menjadi dua unsur, yaitu keyakinan terhadap agama dan pelaksanaan ajarannya. Tokoh agama adalah orang yang memimpin kegiatan keagamaan masyarakat. Sehingga para tokoh agama tersebut dijadikan teladan dalam setiap perbuatan, tingkah laku, perbuatan dan perkataannya. Religiusitas adalah perilaku keagamaan. Kata religi berasal dari kata religi yang berarti religure yang berarti mengikat. Di sini dapat diartikan bahwa agama (agama) juga mempunyai aturan-aturan yang bersifat mengikat dan wajib ditaati oleh pemeluknya. Majelis ta’lim merupakan lembaga pendidikan agama nonformal dan juga lembaga dakwah yang mempunyai peran dan strategi penting dalam membina kehidupan beragama, khususnya dalam mewujudkan masyarakat pembelajar, yaitu masyarakat yang mempunyai tradisi belajar tanpa dibatasi. berdasarkan usia (pendidikan seumur hidup), jenis kelamin. , tingkat pendidikan, dan status sosial serta dapat menjadi wahana pembelajaran pendidikan agama, persahabatan dan wahana efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan agama. Observasi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui bagaimana Dai memberikan Mauidho Hasanah kepada Mad'u. Setiap tahunnya Majlis Az Zahir juga menyelenggarakan Maulid Akbar dan Haul Al Habib Seggaf bin Abu Bakar Seggaf yang dihadiri oleh para pecinta Nabi besar Muhamaad SAW. Dan sebagai lembaga keagamaan, Majelis Ta’lim merupakan suatu wadah dakwah dan tablig yang dilaksanakan menurut perintah agama secara berkala dan berkala. Berdasarkan observasi dan wawancara pada Kanzus Sholawat, Al Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya dan juga Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf mengacu pada unsur-unsur komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, komunikan, efek, umpan balik dan lingkungan. 
Dakwah Melalui Tradisi Brokohan Masyarakat Jawa di Desa Rasau Jaya ROMADHON, KHOIRUMAN AZKA
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3239

Abstract

Abstract:The Brokohan tradition is one of the traditions of Indonesian society, especially from the Javanese tribe which aims to expect barokahan from Allah SWT, for the blessings that have been given, namely in the form of offspring. The Brokohan tradition has been proven to be able to preserve the culture of gratitude, harmony and friendship of the Javanese people. This success is inseparable from the meanings and ways of the Javanese people in carrying out the brokohan tradition. This article tries to explain the meaning contained in barokohan as an effort to preserve the positive traditions of the Javanese people. The purpose of this study is for the general public to know about the meaning of the Brokohan tradition. The data collection process is carried out by qualitative methods, while the analysis uses descriptive analysis.  The results of the analysis gave rise to 3 major themes regarding the meaning of the Brokohan tradition, namely: the meaning of gratitude to the creator, the meaning of friendship, and the meaning of harmony. The study of these three meanings is very useful for the general public, especially those who are in the Javanese tribal environment. The need for positive traditional data in the current era is important to be fulfilled immediately, in the midst of a pluralistic society and tribal conflicts caused by differences in traditions. The central theme in this article is the importance of preserving positive traditions in the midst of the onslaught of globalization.Keywords: Tradition, Brokohan, Javanese, Gratitude, Gathering, Harmony. Globalization.Abstrak :Tradisi Brokohan adalah salah satu tradisi masyarakat Indonesia, khusunya dari suku Jawa yang bertujuan untuk mengharapkan kebarokahan dari Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan yakni berupa keturunan. Tradisi Brokohan terbukti dapat melestarikan budaya syukur, kerukunan dan sillaturahim Masyarakat Jawa,. Keberhasilan itu tidak terlepas dari makna-makna dan cara masyarakat jawa dalam melaksanakan tradisi brokohan. Artikel ini mencoba memaparkan tentang makna yang terkandung dalam barokohan sebagai upaya pelestarian tradisi positif masyarakat Jawa. Tujuan Studi ini adalah supaya masyarakat umum mengenal tentang sebuah makna dari tradisi Brokohan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif, sedangkan untuk analisisnya menggunakan analisis deksriptif.  Hasil analisis memunculkan 3 tema besar mengenai makna tradisi Brokohan yakni: makna syukur kepada sang pecipta, makna silaturahmi, dan makna kerukunan. Kajian tentang ketiga makna itu sangat berguna bagi khususnya masyarakat umum yang berada dalam lingkungan suku Jawa. Kebutuhan akan data tradisi yang positif di era saat ini, menjadi penting untuk segera dipenuhi, ditengah tengah masyarakat yang majemuk dan konflik-konflik kesukuan yang diakibatkan oleh perbedaan tradisi. Tema sentral dalam artikel ini adalah pentingnya melestarikan tradisi positif di tengah gempuran globalisasi.Kata-kata Kunci: Tradisi, Brokohan, Suku Jawa, Syukur, Silaturahmi, Kerukunan. Globalisasi.
PENDEKATAN KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN LEMBAGA DAKWAH: GAYA MANAJEMEN KONFLIK (INTEGRATING, OBLIGING, DOMINATING, AVOIDING, COMPROMISING) Fadilah, Nurul; Castrawijaya, Cecep
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3537

Abstract

The purpose of this study is to contribute ideas and introduce a communication approach to the leadership of da'wah institutions. This study departs from the root of the problem or individual conflicts that often occur in a group, especially groups of da'wah institutions, and basically every group needs a figure who can lead massively so that cooperation between groups can run according to goals. Through the identification of phenomena and literature studies that might be considered as a way to solve or manage conflicts in organizational groups using the concept of conflict management styles according to Rahim (2001) integrating, obliging, dominating, avoiding, and compromising. The results of his research show that conflict management in the leadership of da'wah institutions involves choosing the right style, such as collaborative, yielding, dominating, avoiding, and compromising, according to the situation at hand. An effective leader must be able to choose the appropriate style to maintain harmony and achieve organizational goals, taking into account the advantages and disadvantages of each style. Wise selection of styles will help resolve conflicts efficiently and ensure smooth communication within the da'wah institution.[Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan sumbangsih ide dan memperkenalkannya sebuah pendekatan komunikasi kepemimpinan lembaga dakwah. Kajian ini berangkat dari akar problem atau konflik individu yang sering terjadi dalam suatu kelompok, khususnya kelompok lembaga dakwah, dan pada dasarnya setiap kelompok membutuhkan sosok yang dapat memimpin secara massive agar kerjasama antar kelompoknya dapat berjalan sesusai dengan tujuan. Melalui identifikasi fenomena dan studi literatur yang mungkin dapat dipertimbangkan sebagai suatu cara untuk memecahkan atau memanajemen konflik di dalam kelompok organisasi dengan menggunakan konsep gaya manajemen konflik menurut Rahim (2001) integrating, obliging, dominating, avoiding, and compromising. Hasil penelitiannya menunjukkan manajemen konflik dalam kepemimpinan lembaga dakwah melibatkan pemilihan gaya yang tepat, seperti kolaboratif, mengalah, mendominasi, menghindar, dan kompromi, sesuai dengan situasi yang dihadapi. Pemimpin yang efektif harus mampu memilih gaya yang sesuai untuk menjaga keharmonisan dan mencapai tujuan organisasi, dengan mempertimbangkan kelebihan dan kelemahan setiap gaya. Pemilihan gaya yang bijaksana akan membantu menyelesaikan konflik secara efisien dan memastikan kelancaran komunikasi dalam lembaga dakwah.]
Komunikasi Dakwah (Studi atas Stereotip dan Prasangka dalam Konflik Komunikasi Etnis Lembak dan Jawa di Desa Durian Mas Rejang Lebong) Adde, Exsan; Solihin, Muhammad
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3378

Abstract

This study investigates stereotypes and prejudices that exist among the Lembak and Javanese communities in Durian Mas Village, Rejang Lebong, using a qualitative approach. This research focuses on a deep understanding of how the peoples of these two tribes describe and perceive each other. This research method involves in-depth interviews with members of the Lembak and Javanese communities, as well as participatory observations to understand the social and cultural context in Durian Mas Village. The results of the study revealed various stereotypes spread in society. Stereotypes held by the Lembak people towards the Javanese include their image as quiet, gullible, firm, not straightforward, gentle, cunning, calm, possessing tribalism, forgiving, harboring feelings, being laundering, and hesitant. Conversely, stereotypes shared by Javanese people towards the Lembak Tribe include their views as responsible, lazy, strong religious, unwilling to take risks, polite, sarcastic, friendly, talkative, confident, unwilling to compete, highly motivated, unwilling to do much, and often envious of successful people. [Penelitian ini menginvestigasi stereotip dan prasangka yang ada di antara masyarakat Suku Lembak dan Suku Jawa di Desa Durian Mas, Rejang Lebong, menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam tentang bagaimana masyarakat kedua suku ini saling menggambarkan dan mempersepsikan satu sama lain. Metode penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan anggota masyarakat Suku Lembak dan Suku Jawa, serta observasi partisipatif untuk memahami konteks sosial dan budaya di Desa Durian Mas. Hasil penelitian mengungkap berbagai stereotip yang tersebar di masyarakat. Stereotip yang dimiliki oleh masyarakat Suku Lembak terhadap Suku Jawa mencakup gambaran mereka sebagai pendiam, gampang ditipu, tegas, tidak terus terang, lembut, licik, tenang, memiliki sikap sukuisme, pemaaf, menyimpan perasaan, pengalah, dan sungkan. Sebaliknya, stereotip yang dimiliki oleh masyarakat Suku Jawa terhadap Suku Lembak mencakup pandangan mereka sebagai bertanggung jawab, pemalas, kuat beragama, tidak mau ambil risiko, santun, suka menyindir, ramah, banyak bicara, percaya diri, tidak mau bersaing, memiliki motivasi tinggi, tidak mau berbuat banyak, dan seringkali iri kepada orang yang sukses].
DAKWAH TIKTOK: EKSPLORASI PERUBAHAN SIKAP RELIGIUSITAS GEN Z MELALUI KONTEN HUSAIN BASYAIBAN Mildah, Mildah; Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3417

Abstract

Tiktok termasuk salah satu media yang digunakan untuk melakukan perubahan sikap spritualitas Gen Z yang saat ini banyak dimanfaatkan oleh para da’i dan kreator-kreator lainnya untuk menyanpaikan     pesan-pesan dakwah. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan melalui pendekatan tahap wawancara, penyaluran kuisioner, serta pendalaman dengan berbagai literatur penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perubahan sikap regiliusitas Gen Z terkait konten dakwah Husain Bsayaiban di TikTok. Peneitian ini melibatkan 42 responden dari empat Universitas yang berbeda. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pesan dakwah yang disampaikan oleh Husain Basyaiban di TikTok memberikan dampak perubahan positif terhadap sikap spiritual Gen Z. Salah satu alas an mendasari adalah bahwa konten-konten dakwah yang diunggah ke TikTok muda untuk dipahami. Sehingga mereka semakin semangat untuk lebih lanjut memperdalam pemahaman mereka hingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah dan adanya perubahan moral dalam diri pribadi. Menindak lanjuti temuan pada penelitian ini, maka pemanfaaan media sosial terutam TikTok sebagai media dakwah harus dioptimalkan secara maksimal terutama bagi Gen yang juga harus ikut berperan memanfaatkan platform TikTok sebagai media dakwah yang mampu menjangkau khalyak diberbagai penjuru, sehingga mereka tidak hanya sekedar belajar dan memahami konten-konten dakwah tapi mereka juga mampu menjadi pendistribusi ajaran-ajaran islam.
Penguatan Dakwah Badan Wakaf Indonesia Melalui Pembinaan Nazhir Sabirin, Yoga Basyiril; Zen, Muhammad; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3549

Abstract

Waqf plays an important role in empowering the ummah, whether economically, socially, or educationally. Effective waqf management depends on the quality of the nazir, who is responsible for waqf assets. The Indonesian Waqf Board (BWI) plays an important role in nazir coaching to ensure productive waqf management. This study aims to examine BWI's nazir coaching strategy and its impact on community empowerment. With a literature study-based qualitative approach, this research analyzes coaching programs such as administrative, managerial, and spiritual training. The results show that BWI's coaching has succeeded in improving the capacity of nazir in waqf management, especially in terms of managerial and leadership. However, challenges related to the diversity of nazir backgrounds and limited resources still exist. Although technical coaching is sufficient, social and spiritual aspects need to be improved. This study concludes that a more holistic and adaptive coaching strategy is needed to support sustainable waqf-based philanthropy.[Wakaf memiliki peran penting dalam pemberdayaan umat, baik secara ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Pengelolaan wakaf yang efektif bergantung pada kualitas nazhir, yang bertanggung jawab atas aset wakaf. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memainkan peran penting dalam pembinaan nazhir untuk memastikan pengelolaan wakaf yang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembinaan nazhir oleh BWI dan dampaknya terhadap pemberdayaan umat. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis program pembinaan seperti pelatihan administratif, manajerial, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan BWI berhasil meningkatkan kapasitas nazhir dalam pengelolaan wakaf, terutama dalam hal manajerial dan kepemimpinan. Namun, tantangan terkait keberagaman latar belakang nazhir dan keterbatasan sumber daya masih ada. Meskipun pembinaan teknis sudah cukup, aspek sosial dan spiritual perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembinaan yang lebih holistik dan adaptif diperlukan untuk mendukung filantropi berbasis wakaf yang berkelanjutan].

Page 1 of 1 | Total Record : 9