Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
JPP publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication includes the following topics: Early childhood education. Adult education Mathematics and science education. Guidance and counseling education. Educational technology. Character education. Special needs education. Global issues in education Technical and vocational education. Language education. Social science education Educational management Sport science and physical education Other areas in education.
Articles
907 Documents
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SDN 4 KAMPUNG BARU
Putra, I Gede Dharma;
Riastini, Putu Nanci
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 49, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.402 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v49i1.9004
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, mengetahui besarnya kesenjangan proses pembelajaran Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesenjangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh guru kelas di SD Negeri 4 Kampung Baru. Objek penelitian adalah rencana dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 yang disusun dan dilaksanakan oleh guru berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan statistik non parametrik dengan uji jenjang bertanda Wilcoxon untuk data kuantitatif dan teknik Triangulasi data untuk data kualitatif, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 14,3% tergolong kategori sangat kecil (SK), besarnya kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 3,41% tergolong kategori sangat kecil (SK), Faktor penyebab kesenjangan adalah guru melupakan beberapa komponen dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dan masih ada guru kelas yang berpedoman pada permendikbud 81a tahun 2013.
Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Tingkat Motor Educability Terhadap Penguasaan Keterampilan Teknik Dasar Bermain Sepak Takraw
Semarayasa, I Ketut
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (45.865 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i1.1703
Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1) perbedaan pengaruh antara metode praktik keseluruhan dan bagian terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw, 2) per-bedaan penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw antara yang memiliki tingkat motor educability tinggi dan motor educability rendah, 3) pengaruh interaksi antara metode pem-belajaran dan tingkat motor educability terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 X 2. Populasi penelitian adalah mahasiswa putra Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha tahun akademik 2009/2010 berjumlah 196 orang. Sampel penelitian berjumlah 40 diambil dengan teknik proporsional random sampling. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur dengan taraf signifikansi α = 0,05. Penelitian menyimpulkan: 1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara menggunakan metode praktik keseluruhan dan bagian terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw, 3) ada perbedaan penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw yang signifikan antara yang memiliki tingkat motor educability (ME) tinggi dan motor educability (ME) rendah terhadap penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw. Kelompok mahasiswa yang memiliki tingkat ME tinggi, penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik keseluruhan lebih baik dibandingkan kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik bagian. Sedangkan pada ke-lompok mahasiswa yang memiliki tingkat ME rendah, penguasaan keterampilan dasar bermain sepak takraw kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik bagian lebih baik dibandingkan kelompok mahasiswa yang mengikuti metode praktik keseluruhan.Kata kunci: metode pembelajaran, motor educability, teknik dasar, sepak takraw
PENINGKATAN PEMAHAMAN FIGURATIVE LANGUAGE DALAM MATA KULIAH SPEAKING MELALUI TEKNIK DRAMA
Salwa, S.;
Liskinasih, Ayu
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 49, No 3 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.881 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v49i3.9017
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kanjuruhan Malang dimana penelitian awal menunjukkan bahwasanya para mahasiswa mengalami kesulitan dalam menggunakan ragam majas (figurative language yang tepat serta kesulitan dalam memahami makna-makna majas tersebut, hal tersebut dikarenakan terbatasnya pengajaran kosa kata tentang majas serta penagajaran bahasa yang lebih menekankan pada faktor tata bahasa (grammar) saja. tim peneliti tergerak untuk menerapkan drama project pada mata kuliah speaking sebagai suatu metode untuk peningkatan pemahaman mahasiswa akan penggunaan majas (figurative language) yang nantinya akan diterapkan dalam penulisan naskah drama dan akan ditampilkan didalam kelas oleh tiap-tiap group mahasiswa yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan keterampilan berbicara (speaking) dan meningkatkan kepercayaan diri untuk berbicara didepan umum.Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan penjelasan berkelanjutan (sequential explanatory) dengan dua fase. Fase pertama merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi-experimental sedangkan fase kedua merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil dari post-test menunjukkan adanya peningkatan skor kemampuan mahasiswa dari76,5 menjadi 81,36  serta hasil dari Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa para mahasiswa merasa lebih mudah memahami figurative language melalui project drama.
Tindak Komunikasi Verbal Dan Tindak Komunikasi Nonverbal Dalam Pemakaian Sor Singgih Basa Bali dan Pembelajarannya
Suandi, I Nengah
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43, No 2 (2010): Juli, 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.943 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i2.1719
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sejauh manakah keserasian TKV (Tindak Komunikasi Verbal) dan TKNV (Tindak Komunikasi Nonverbal) yang menyertainya dalam pemakaian tuturan bentuk hormat Bahasa Bali. Keserasian ini ditinjau dari segi fungsi makro dan mikro bahasa. Penelitian dilakukan pada empat desa di Bali, yaitu Desa Aan dan Desa Selat (Kabupaten Klungkung) serta Kelurahan Liligundi dan Desa Sawan (Kabupaten Buleleng). Data yang berupa TKV dan TKNV yang menyertai tuturan dikumpulkan dengan metode wawan-cara. Untuk memperkuat hasil wawancara, data juga diperoleh dengan metode observasi non-partisipasi. Bersamaan dengan pelaksanaan wawancara dan observasi, dilakukan dijangkau oleh alat rekam. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, tidak semua TKV yang tergolong bentuk hormat/halus serasi atau disertai oleh TKNV bentuk hormat. Keserasian terutama tampak pada fungsi makro bahasa yang tergolong ekspresif.Kata kunci: tindak komunikasi verbal dan tindak komunikasi nonverbal
INCREASING THE 4th GRADE STUDENTS SCIENCE COMPETENCY THROUGH PROBLEM BASED LEARNING MODEL
Arnasari, Athalia;
Hardini, Agustina Tyas Asri
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 50, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.939 KB)
|
DOI: 10.23887/jpp.v50i2.11651
This research aims to improve student learning outcomes in natural sciences for grade 4, the second term of the academic year 2016/2017 at SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga through the Problem Based Learning model. This classroom action research was conducted in two cycles. Subjects of this study are the fourth grade students of SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga, consisted of 14 male students and 9 female students. Data collection was using non-test and test techniques. Results show that in pre cycle condition, student who pass are 11 students (47.82%), i.e. 14 students in cycle I (60.86%), and 20 students (86.95%) in cycle II. The average score in pre cycle condition was 59.13, 68.73 in cycle I, and 75.04 cycle II. Therefore, the application of Problem Based Learning model in lecturing science in the fourth grade of Mangunsari 02 Elementery School Salatiga, can improve the student learning activity.
Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kinerja Guru Sekolah Dasar dalam Rangka Menunjang Pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (Studi Kasus pada Area Garapan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng–Bali
Lasmawan, I Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 2 Jul (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (48.841 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1735
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memformulasikan strategi peningkatan mutu pendidikan dan kinerja guru sekolah dasar di kecamatan Tejakula. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Keseluruhan data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif-kualitatif. Temuan penelitian menunjuk-kan, bahwa (1) kepala cabang dinas pendidikan kecamatan Tejakula telah memiliki wawasan dan pengetahuan yang memadai tentang strategi peningkatan mutu pendidikan dan kinerja guru dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi, (2) para kepala sekolah dasar telah melakukan seperangkat upaya untuk meningkatkan kinerja guru di sekolahnya, (3) masalah utama pendidikan di kecamatan Tejakula adalah kurangnya fasilitas pembelajaran di setiap sekolah, dan (4) kinerja guru sekolah dasar di kecamatan Tejakula telah cukup baik dalam menerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kata kunci : strategi, mutu pendidikan, kinerja guru
Pengembangan Rubrik Penilaian Keterampilan Dasar Praktikum Dan Mengajar Kimia Pada Jurusan Pendidikan Kimia
Sudria, Ida Bagus Nyoman;
Siregar, Manimpan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 3 Okt (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.643 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i3 Okt.1761
Studi ini bertujuan untuk mengembangkan rubrik asesmen keterampilan dasar praktikum Kimia yang telah dikembangkan oleh Sudria (2007) dan membuat rubrik baru untuk ketrampilan dasar mengajar mengikuti prosedur penelitian dan pengembangan (R&D). Tahapan penelitian tahun ini hanya melibatkan asesmen kebutuhan, pengembangan produk, dan melalukan uji la-pangan terbatas terhadap penggunaan produk. Masukan dari stakeholders pada tingkat identifikasi kebutuhan yang akan dikembangkan dalam rubrik penilaian dan penilaian produk, serta meminta masukan pakar dan melakukan ujicoba lapangan terbatas dalam validasi telah menghasilkan pro-duk yang diinginkan dengan validitas yang cukup memadai. Produk yang dihasilkan berupa rubrik penilaian keterampilan dasar praktikum Kimia, dan masing-masing sebuah rubrik spesific dan umum untuk penilaian keterampilan dasar mengajar.Kata kunci : keterampilan dasar, praktikum Kimia, keterampilan mengajar
Pengembangan Problem Based Learning dengan MYOB Accounting Pada Mata Kuliah Komputer Akuntansi
Yuniarta, Gede Adi
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 41, No 1 (2008): April 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (81.009 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v41i1.1969
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berpendekatan Problem Based Learning dengan MYOB Accounting dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata kuliah Komputer Akuntansi. Rancangan pengembangan yang diterapkan adalah model pengembangan perangkat pembelajaran Instructional Development Model yang dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu determinasi masalah (problem determination), desain (design) dan pengembangan (development). Hasil kegiatan pengembangan ini adalah terwujudnya suatu perangkat pembelajaran berupa media pembelajaran kasus akuntansi berpendekatan Problem Based Learning dengan MYOB Accounting dan Modul Ajar yang terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, meningkatkan hasil belajar, dan meningkatkan profesionalisme dosen dalam mengajar.Kata kunci : problem based learning, myob accounting dan komputer akuntansi
THE EFFECTIVENESS OF TRAINING ON USING SOCIAL NETWORKING SITES IN ONLINE COLLABORATIVE PROJECTS
Diane Hamilton-Hancock, Luh Putu Putrini Mahadewi,
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 44, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.646 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v44i1.136
Studi ini mengkaji sikap mahasiswa dan tingkat kemampuan mereka terhadap penggunaan situs jejaring sosial untuk promosi informasi di bidang kesehatan secara online. Data dikumpulkan dari mahasiswa yang menjadi partisipan dalam studi ini. Partisipan adalah para profesional di bidang kesehatan dari enam negara. Survey yang dilakukan bertujuan untuk menilai: (1) tingkat kenyamanan partisipan dalam menggunakan situs jejaring sosial, (2) sikap mereka terhadap penyebaran informasi kesehatan secara online, dan (3) kemampuan partisipan dalam menciptakan situs informasi kesehatan secara online yang efektif. Dosen Jurusan Ilmu Kesehatan bekerjasama dengan desainer dan teknolog pembelajaran menciptakan video dan panduan untuk pelatihan bagi para partisipan dalam mendesain websites yang efektif. Materi pelatihan diposting secara online pada area mata kuliah yang digunakan. Para partisipan bekerja dalam tim secara kolaboratif untuk mengembangkan situs jejaring sosial online tentang isu-isu global di bidang pendidikan kesehatan. Tingkat kemampuan dan keterampilan partisipan dinilai dengan menggunakan kriteria pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan: (1) partisipan memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dalam menggunakan situs jejaring sosial, (2) partisipan secara umum memiliki sikap yang positif terhadap informasi kesehatan yang disajikan secara online, (3) partisipan memiliki kompetensi yang tinggi dalam menciptakan situs informasi kesehatan online.Key words: social networking sites, online collaborative, project-based learning, health education
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw terhadap Penguasaan Konsep Kimia dan Sikap Ilmiah Siswa
Antara, I Pande Putu Alit Antara
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 47, No 1 (2014): April, 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.066 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v47i1.4629
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan penguasaan konsep ki-mia dan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan pembela-jaran konvensional, baik secara bersama-sama maupun secara terpisah. Jenis penelitian yang dilaku-kan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan posttest only control group. Populasi penelitian adalah siswa di tiga kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banjarangkan yang berjumlah 96 orang. Sampel penelitian diambil dari 2 kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah secara bersama-sama antara siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif jigsaw dan konvensional, (2) secara terpisah, ada perbedaan pemahaman konsep kimia ataupun sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan konvensional. Siswa yang mengikuti pem-belajaran kooperatif jigsaw memiliki pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah yang lebih tinggi daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata-kata Kunci: kooperatif tipe jigsaw, penguasaan konsep kimia, sikap ilmiah.