cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
APLIKASI KOMPOS KOTORAN KELELAWAR (GUANO) DAN NPK Mg TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY PADA ULTISOL Kasmawati Kasmawati; Zulfadly Syarif; Auzar Syarif
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6503

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian utama dan unggulan di Indonesia. Pertumbuhan kelapa sawit yang lebih baik tergantung pada ketersedian zat hara dan bahan organik yang dapat dipenuhi oleh pemanfaatan kompos kotoran kelelawar (Guano) dan NPK Mg terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap Main nursery. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT. Kencana Sawit Indonesia (KSI) Solok Selatan pada bulan Juli – November 2021 menggunakan rancangan acak lengkap factorial 4x4 dalam 3 ulangan (kompos guano : 0 g, 500 g, 1000 g, 1500 g dan NPK Mg : 30 g, 40 g, 50 g, 60 g). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman (cm), Panjang pelepah (cm), jumlah pelepah (helai), diameter bonggol (mm), panjang akar (cm), bobot segar tajuk (g), bobot segar akar (g), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g), dan Rasio tajuk akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran kelelawar (guano) dan NPK Mg meningkatkan semua parameter. Pemberian Kompos kotoran kelelawar (guano) dan NPK Mg memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas Dumpy di Main nursery. Dosis terbaik terdapat pada pemberian 1500 g guano dan 60 g NPK Mg/polybag.
PENGARUH MACAM PUPUK NPK DAN CARA PEMBERIAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Damayanti Prasetyaningsih; Widi Wurjani; Nova Triani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6329

Abstract

Permasalahan yang muncul akhir-akhir ini yaitu beralihnya minat petani dalam memilih pupuk NPK 15-15-15 biasa  menjadi pupuk NPK (15-15-15) plus dalam meningkatan hasil tanaman tomat. Petani dalam meningkatkan kualitas tanaman tomat sering kali tidak memikirkan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan dan sebarapa besar manfaat produk yang digunakan dalam kegiatan budidaya seperti dalam pemilihan pupuk, cara pemberian pupuk pun berpengaruh dalam penyerapan hara oleh tanaman. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian di laksanakkan di Dusun. Klinter, Desa. Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - April 2020. Penelitian disusun menggunakan (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu Macam pupuk NPK (M) terdiri atas 3 level M1 = Pupuk NPK Phonska, M2 = Pupuk NPK Phonska plus, M3 = Pupuk NPK Mutiara dan Cara pemberian pupuk (P) terdiri 2 level P1 = Cara tugal , P2 = Cara kocor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan kocor berpengaruh nyata pada hasil panen minggu ke 3 dan panen ke 4 tanaman tomat
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM SISTEM TUMPANGSARI KUBIS BUNGA Var. AQUINA F1 (Brassica oleracea L. var. Botrytis) DAN SELADA Var. Great Alisan (Lactuca sativa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Ubaedillah Ubaedillah; Rommy Andhika Laksono; H. Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6160

Abstract

Tumapangsari adalah penanaman dua atau lebih tanaman pada waktu bersamaan atau agak bersamaan selama periode tanam pada tempat yang sama.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu tanam kubis bunga dan selada krop yang tepat sehingga memperoleh pertumbuhan dan hasil terbaik dalam sistem tumpangsari, serta menentukan nilai NKL (Nisbah Keseteraan Lahan). Penelitian dilakukan di Lahan milik UPTD Balai Benih Kentang, di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung elevasi 1.500 mdpl, pada bulan Agustus – Oktober 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal dengan 4 ulangan, P1= Penanaman kubis bunga secara monokultur (kontrol), P2 = Penanaman selada secara monokultur (kontrol), P3 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada, P4 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari sebelum selada, P5 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari sebelum selada P6 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari setelah selada, dan P7 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari setelah selada. Data dianalisis secara statistic dengan uji F tabel 5 % dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Jarak waktu tanam yang terbaik pada perlakuan P3 (Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada), yang menunjukan nilai kesetaraan lahan (NKL) terbesar yaitu 1,63. Pada bobot konsumsi memberikan hasil kubis bunga dan selada krop sebesar 319,98 gram dan 676,63 gram. Hasil per hektar kubis bunga sebesar 11,82 ton/ha dan selada krop 27,57 ton/ha.
RESPON EKSPLAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN DAN NAA (Naphthalene Acetic Acid) SECARA IN VITRO Joseph Safri Samsudin Munthe; Endang Hadipoentyanti; Sri Suhesti; Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru; Adi Setiadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6025

Abstract

Vanili ( Vanilla planifolia Andrews.) merupakan salah satu tanaman industri penting sebagai tanaman penghasil vanillin yang dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa, aroma dan selera ( zat penyedap ). Perbanyakan tanaman vanili menggunakan bahan tanam yang sedikit untuk menghasilkan tanaman baru secara massal dan bebas penyakit yang dapat diperoleh melalui kultur jaringan atau secara in vitro . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons eksplan vanili akibat pemberian kinetin dan NAA secara tunggal serta mengetahui interaksi akibat pemberian kinetin dan NAA terhadap respons eksplan vanili secra in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan statistik parametrik menggunakan uji F taraf 5% Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin dan NAA pada beberapa konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap proporsi eksplan hidup, waktu muncul tuna, persentase eksplan menghasilkan tuna. Perlakuan kombinasi kinetin dan NAA A 3 B 1 (kinetin 3mg/l + NAA 0,1 mg/l) memberikan pengaruh pengaruh terhadap rata-rata panjang akar vanili yaitu 5,35 cm. Pemberian NAA secara tunggal pada konsentrasi 0,1 mg/l memberikan rata-rata jumlah akar tertinggi dengan nilai 2,8.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGNIK CAIR URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) Sari Rahmadhini; Indra Dwipa; Aprizal Zainal
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6463

Abstract

Urin kambing merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan serapan hara bagi tanaman yang mengandung mikroorganisme, Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui respon penggunanaan urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman beberapa varietas kentang (Solanum tuberosum L.).Percobaan ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, Sukarami Kab. Solok. Waktu pelaksanaan percobaan mulai Juli- Oktober 2021. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini terdiri atas urin kambing, umbi bibit kentang turunan kedua (G2) varietas Granola, Atlantik dan Intan. Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor.  Perlakuan pertama yang digunakan adalah urin kambing terdiri dari 3 taraf :100 ml/l air, 200 ml/l air, 300 ml/l air  dan 400 ml/l air dan faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari tiga varietas yaitu varietas Granola varietas Atlantik dan varietas Intan. Dengan demikian terdapat 12 interaksi perlakuan dan 3 ulangan maka terdapat 36 unit satuan percobaan. Susunan interaksi data yang diperoleh di analisis secara statitik dengan uji F dan jika di uji F hitung lebih besar dari F tabel 5 % maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT 5 %).%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pada pemberian konsentrasi urin kambing dapat berpengaruh terhadap pertumbuh tanaman, jumlah umbi dan bobot umbi pertanaman.
INDUKSI RADIASI SINAR GAMMA 60CO DOSIS 3 GY TERHADAP KERAGAMAN GENETIK POPULASI MUTAN (M4) TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI Adam Ankeda Asza; Ida Retno Moeljani; Yonny Koentjoro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6108

Abstract

Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) sebagai tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia tergolong rendah dan terus mengalami penurunan jumlah produksi, hal ini disebabkan karena petani yang kurang dapat memilih kultivar lokal dan varietas unggul yang dapat dibudidayakan. Mutasi merupakan teknik yang tepat untuk merakit dan mendapatkan keragaman yang lebih luas pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mutan generasi ke-4 (M4) berpengaruh terhadap tingkat keragaman genetik bawang merah varietas bauji. Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Petani Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu galur mutan M3 bawang merah varietas bauji dosis 3 gray yang terdiri dari 10 galur mutan M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik mutan (M4) tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada mutan BM1 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter berat brangkasan basah dan berat kering udara dan BM3 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter tinggi tanaman.
PENGARUH INTERAKSI PENGGUNAAN BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Cucu Santika; Rommy Andhika Laksono; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6135

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi antara penggunaan bobot umbi bibit dan jenis pupuk kandang pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilaksanakan di Pipe House UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada bulan Juli sampai Oktober 2021. Metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah bobot umbi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : b1 = bobot S = < 5 gram, b2 = bobot M = 5 – 20 gram, b3 = bobot L = > 20 gram. Sedangkan faktor kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf, yaitu :  d0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), d1 = pupuk kandang kotoran ayam dengan 15 ton/ha, d2 = pupuk kandang kotoran sapi dengan 15 ton/ha, d3 = pupuk kandang kambing dengan 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi anatar kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (diameter kanopi) kentang pada umur 63 hst namun tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter kanopi pada umur (21 hst, 35 hst dan 49 hst), persentase tumbuh, bobot umbi per sampel, jumlah umbi per petak dan berat umbi per petak. Pada taraf pemberian pupuk kandang yang memberikan hasil tertinggi adalah perlakuan pupuk kandang ayam (D1) dengan hasil bobot umbi per sampel 2652,93 gram. Sementara pada taraf perlakuan penggunaan bobot umbi yang memberikan hasil tertinggi terhadap bobot umbi per petak adalah perlakuan B3 (Bobot L = > 20 gram) dengan nilai 11,53 kg setara dengan 115,53 ton.
PENGARUH PADA BERBAGAI TINGKAT KEMASAKAN DARI BEBERAPA VARIETAS BENIH PADI (Oryza sativa L.) BERAMILOSA TINGGI DAN SEDANG TERHADAP MUTU BENIH MELALUI ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL Nasabilah Putri Rulvi; Mira Landep Widiastuti; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Muhammad Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.5616

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh kemasakan benih menjadi tolok ukur baru yang dapat mencerminkan viabilitas dan vigor. Hubungan klorofil dengan viabilitas dan vigor benih sangat berkaitan karena secara alamiah proses pemasakan atau penuaan benih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BBPadi. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemasakan benih padi melalui analisis kandungan klorofil dalam benih yang nantinya dapat berpengaruh terhadap viabilitas dan vigor benih padi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu fase masak benih yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1=Fase Masak Muda, M2=Fase Masak Sedang, M3=Fase Masak Tua. Faktor kedua adalah varietas benih terdiri dari delapan taraf yang digunakan yaitu, V1=Situ Bagendit, V2=Inpari Gemah, V3=Inpari 48 Blas, V4=Inpari 16 Pasundan, V5=Inpari 30 Ciherang Sub1, V6=Inpari 32 HDB, V7=Inpari 47 WBC, V8=PB 42. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 96 satuan percobaan. Pengaruh perlakuan diuji dengan analisis sidik ragam dan apabila uji F pada taraf 5% hasilnya menunjukkan signifikan maka untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilanjukan dengan uji DMRT taraf 5%. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan pada penelitian ini dilakukan uji korelasi dan regresi sederhana dengan dimana (y) pada viabilitas dan vigor benih sebagai peubah tetap sedangkan (x) pada kandungan klorofil sebagai peubah bebas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi fase masak dan varietas terhadap kandungan klorofil, viabilitas, vigor dan kadar air benih. Terdapat perlakuan terbaik viabilitas dan vigor benih yaitu pada fase masak tua (M3) varietas inpari 48 Blas (V3) dan Inpari 16 Pasundan (V4) dan terdapat hubungan antara kandungan klorofil dengan viabilitas dan vigor benih hal ini karena tingkat kemasakan benih sangat berpengaruh terhadap mutu benih tersebut.
PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS BAKTERI BACILLUS AMYLOLIQUEFACIENS UNTUK EFISIENSI PEMUPUKAN FOSFAT TANAMAN PADI METODE SRI Muhammad Fadholi Yulhendrik; Musliar Kasim; Auzar Syarif
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6344

Abstract

Tanaman padi memerlukan unsur fosfor (P) dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pentingnya peran fosfor dalam mendukung peningkatan produksi pada tanaman padi menyebabkan unsur ini harus selalu tersedia pada saat penanaman padi, sehingga pemupukan di lahan sawah seringkali dilakukan secara intensif. Namun demikian kebanyakan lahan Indonesia telah jenuh fosfat, tetapi P tersebut tidak dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh tanaman karena P dalam bentuk terikat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi pemupukan fosfat dalam mengatasi rendahnya fosfat tersedia dalam tanah adalah dengan memanfaatkan mikroorganisme pelarut fosfat yaitu dengan penggunaan bakteri Bacillus amyloliquefaciens yang dapat melarutkan fosfat tidak tersedia menjadi tersedia sehingga dapat diserap tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis bakteri B. amyloliquefaciens terbaik untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi metode SRI. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk fosfor terdiri atas 4 (empat) taraf perlakuan yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Faktor kedua adalah dosis bakteri B. amyloliquefaciens terdiri atas 3 (tiga) taraf perlakuan yaitu 0, 200, dan 400 g/ha. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pemberian bakteri B. amyloliquefaciens 200 g/ha mampu meningkatkan hasil padi metode SRI sebesar 14.9 % menjadi 6.64 ton/ha. Serta Pemberian pupuk fosfor 50% rekomendasi sudah cukup untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi metode SRI yang terbaik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KANDANG AYAM DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI 1 (G1) VARIETAS GRANOLA Nadia Rahma Devi; Fawzy Muhammad B; M. Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6176

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu sayuran yang terdapat di Indonesia yang dapat dijadikan alternatif bahan pangan. Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemarkan lingkungan maka digunakan pupuk organik yakni dengan pemberian pupuk organik kandang ayam Pupuk organik kandang ayam memiliki unsur N tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu: m0 (kontrol), m1 (pukan 10 ton/ha), m2 (pukan 15 ton/ha), m3 (pukan 20 ton/ha). Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 (15cm x 15cm), n2 (20cm x 20cm), n3 (25cm x 25 cm). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik kandang ayam dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Tetapi terdapat pengaruh mandiri pada pemberian pupuk organik kandang ayam. Perlakuan pukan m3 (20 ton/ha) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 63 hst yakni sebesar 22,13 cm. Secara mandiri diameter umbi tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis pupuk organik kandang ayam m3 (20 ton/ha) yaitu sebesar 1,80 cm2.