cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
ANALISIS POTENSI PENYEBARAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN TOSARI, KABUPATEN PASURUAN, PROVINSI JAWA TIMUR Agung Raynason Yudha; Kemal Wijaya; Siswanto Siswanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.5959

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kawasan rawan longsor dan upaya mitigasi di Kecamatan Tosari. Longsor terjadi disebabkan oleh curamnya kemiringan lereng dan curah hujan yang tinggi. Sumber data peta geologi dan  peta tutupan lahan berupa shapefile lalu dilakukan pemotonga pada daerah penelitian. Untuk mengetahui seberapa rawan suatu kawasan berpotensi longsor di daerah pelaksanaan penelitian berpatokan kepada model pendugaan wilayah berpotensi longsor yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG (2004).Skor = (30 % x faktor curah hujan) + (20% x faktor geologi) + (20 % x faktor erodibiltas tanah ) + (15% x  kelas tutupan lahan) + (15 % x faktor kelas kemiringan). Sesuai dengan beberapa faktor yang dipaparkan diatas, daerah yang dikategorikan sebagai daerah rendah bencana longsor yakni desa Baledono yang luasnya 796 Ha. Di samping itu, kawasan yang dikategorikan sebagai longsor sedang paling tinggi yakni desa Podokoyo yang luasnya sekitar 1203 Ha. Serta, Wilayah tinggi berpotensi longsor yakni desa kandangan dimana luasnya sekitar 538 Ha. Indikator yang memiliki impak paling besar yakni, kemiringan 98 %, parameter ini menunjukan potensi besar terjadinya rawan longsor sehingga perlu upaya mitigasi menurut BNPB, (2017).
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus Costaricencis) Hanifa Hanifa; Hendri Sahputra; Agustinur Agustinur
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6178

Abstract

Permasalahan yang dihadapi  dalam perbanyakan stek naga yang sering dijumpai adalah pada tingkat ketersediaan bibit. Dikarenakan bibit yang dibutuhkan begitu besar dalam waktu yang singkat dan terbatas sedangkan pohon induk yang dipilih jumlahnya sangat terbatas, maka diperlukan penggunaan bahan stek seefisien mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman buah naga yang cocok untuk mendapatkan bibit tanaman buah naga yang berkualitas melalui perbanyakan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penggunaan bahan stek berupa bagian pangkal (X1), bagian tengah (X2) dan bagian ujung (X3) tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan bagian pangkal tanaman memberikan respon terbaik terhadap parameter pengamatan persentase tumbuh dengan capaian 100% dan panjang akar dengan ukuran terpanjang yaitu 23,68 cm.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URINE KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa L.) Adinda Ayu Puspita; Fawzy Muhammad Bayfurqon; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jarak tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) urine kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L). Percobaan ini dilaksanakan di Lahan Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat ±5 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari 3 taraf yaitu, faktor pertama jarak tanam J1 (30 cm x 30 cm), J2 (40 cm x 40 cm), J3 (50 cm x 50 cm). Faktor kedua adalah pupuk organik cair (POC) urine kambing yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (7,5 cc/l), P2 (15,00 cc/l), P3 (22,5 cc/l). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara jarak tanam dan pupuk organik cair (POC) urine kambing terhadap tinggi tanaman 28 hst dan jumlah daun 28 hst pada tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.).Terdapat jarak tanam yang memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) yaitu 30 cm x 30 cm dengan pupuk organik cair (POC) urine kambing 7,5 cc/l.
PENGARUH KONSENTRASI ZPT ALAMI EKTRAK TAUGE TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BUNGA MAWAR ( Rosa Sp) Nurul Nuzul Jariah; Muhammad Afrillah; Hendri Saputra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6119

Abstract

Mawar adalah salah satu tanaman hias yang biasa di juluki tanaman ratu segala bunga karena bunga mawar memiliki keindahan, keharuman dan keanggunanan. Tanaman hias ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dimimati konsumen. Perbanyakan tanaman bunga mawar biasanya digunakan perbanyakan stek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek bunga mawar dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik. Untuk merangsang pertumbuhan akar maka perlu menggunkan ZPT salah satunya yaitu ekstrak tauge. Tauge Mengandung konsentrasi senyawa zat pengatur  tumbuh auksin 1,68 ppm, giberelin 39,94 ppm, dan sitokinin 96,26 ppm. Penelitian di laksanakan dibalai benih hortikultura tanaman pangan dan perkebunan (BBHTPP) Lembah seulawah, aceh besar pada bulan september sampai november 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL)  non faktorial. Ada 5 taraf perlakuan, masing- masing perlakuan di ulang 4 kali. Perlakuan tanpa ektrak tauge (Z0) : 0%, (Z1) : 20%, (Z2) : 40%, (Z3): 60% dan (Z4)80%. Parameter yang diamati  1). Panjang tunas, 2). Jumlah daun, 3). Jumlah akar, dan  4). Panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ZPT alami ekstrak tauge berpengaruh nyata pada parameter tinggi tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Konsentrasi terbaik terdapat pada perlakuan Z3 (60%).
MODIFIKASI MEDIA TANAM DAN JUMLAH BUKU STEK MINI UNTUK PERBAIKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI KENTANG G0 Hadi Rafindo; Indra Dwipa; Warnita Warnita
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6323

Abstract

Kentang merupakan komoditas yang memegang peranan penting dalam mencukupi kebutuhan masyarakat terutama dalam ketersediaan bahan pangan. Peningkatan produksi kentang juga dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas benih. Beberapa faktor dalam upaya peningkatan kualitas benih dan produktifitas kentang adalah pemilihan media tanam dan bahan tanam. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh komposisi media dan jumlah buku stek mini yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil umbi G0 kentang. Penelitian ini dimulai dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2021 yang dilaksanakan di Pusat Alih Teknologi dan Pengembangan Kawasan Pertanian Universitas Andalas di Alahan Panjang (PATPKP)  Kabupaten Solok. Bahan yang digunakan adalah media tanam (tanah, pasir, arang sekam, pukan ayam, cocopeat dan kompos) serta stek mini kentang. Alat yang digunakan adalah meteran, timbangan digital dan alat tulis.  Percobaan merupakan percobaan faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan  dalam  Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah komposisi media tanam yaitu: tanah, tanah:pasir:arang sekam 1:1:1, tanah:pasir:pukan ayam 1:1:1, tanah:pasir:cocopeat 1:1:1 dan tanah:pasir:kompos 1:1:1. Faktor kedua adalah jumlah buku stek mini kentang yaitu : satu buku, dua buku dan tiga buku. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kentang yaitu pada komposisi media tanam tanah:pasir:kompos (1:1:1).
PENGARUH JARAK TANAM DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Rose Purwanti; Darso Sugiono; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6154

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu jenis sayuran subtropis yang populer di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan jarak tanam dan bobot umbi yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf J1 = 70 x 25 cm, J2 = 70 x 30 cm, J3 = 70 x 35 cm. Faktor kedua adalah bobot umbi dengan 3 taraf U1 = < 30 gram, U2 = 30 – 60 gram, U3 = > 60 gram. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas granola. Secara mandiri perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/tanaman. Secara mandiri perlakuan bobot umbi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst dan jumlah umbi/petak. Perlakuan jarak tanam J3 (70 cm × 35 cm) memberikan hasil tertinggi bobot umbi per tanaman sebesar 1.394,57 g/tanaman. Perlakuan bobot umbi U2 (30 – 60 gram) memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst masing-masing yaitu 37,79 cm dan 54,54 cm dan jumlah umbi/tanaman sebesar 27,67 knol.
PENGARUH INTERAKSI PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN PUPUK ORGANIK CAIR SUPER A-1 TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae (Bull). Singer) Vivian Rizky Hassan; Ani Lestari; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6068

Abstract

Peningkatan produktivitas dalam budidaya jamur merang memerlukan adanya inovasi berupa variasi penambahan media tumbuh yang memiliki nutrisi tinggi dengan harga yang cukup efisien. Salah satu alternatif solusi penambahan media adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh komposisi media penambahan ampas tahu yang optimal terhadap produksi jamur (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer). Penelitian dilaksanakan di kumbung jamur merang Karang Anyar, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai November 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah penambahan ampas tahu pada media tumbuh yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P1(penambahan 30%), P2 (penambahan 50%), dan P3 (penambahan 70%), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Super A-1 yang terdiri dari 3 taraf yaitu, A1 (10 cc/liter), A2 (15 cc/liter), dan A3 (20 cc/liter). Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi signifikan pada faktor penambahan POC dengan dosis 20 cc terhadap bobot total jamur dengan rerata bobot mencapai 0,85 kg.
PEMAMFAATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI CAIR DAN KEBUTUHAN BENIH YANG DIPAKAI SATUAN LUAS DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAYAM (AMARANTHUS SP) Darmadi Erwin Harahap; Mukhlis Mukhlis; Amir Mahmud; Suyanti Suyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.7471

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis yang tepat dari pemakaian pupuk organik kotoran sapi cair dan jumlah benih yang dipakai pada sistem pertanian organik sayur bayam (Amaranthus SP). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan I: Pupuk Organik Kotoran Sapi Cair (A), dimana A1: 800 cc/ liter air/plot pupuk organik kotoran sapi cair; A2: 1.200 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair; A3: 1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dan A4:  15 gr NPK Mutiara 16-16-16/ liter air /plot. Perlakuan II : Kebutuhan benih per satuan luas (B), dimana B1:  0,5 gr/ plot; B2: 1,0 gr/ plot dan B3: 1,5 gr/ plot. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik kotoran sapi cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati dan jumlah benih yang dipakai (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi sangat berbeda nyata terhadap parameter bobot tanaman sampel/plot dan bobot tanaman/plot. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan A3B1 (1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dengan kebutuhan benih per satuan luas yang dipakai 1,5 gr/ plot)
PENGARUH JUMLAH TUNAS DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) GENERASI DUA (G2) VARIETAS GRANOLA Hadi Nata; Sugiarto Sugiarto; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6245

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jumlah tunas dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.) generasi dua (G2) Varietas Granola. Percobaan dilakukan di lahan  Balai Pengembangan Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diantaranya: A (tunas 1-2 dan bobot umbi <30 g), B (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 - 60 g), C (tunas 1-2 dan bobot umbi >60 g), D (tunas 3-4 dan bobot umbi <30 g), E (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 - 60 g), F (tunas 3-4 dan bobot umbi >60 g). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian mensunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jumlah tunas dan bobot umbi terhadap jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, dan diameter kanopi. Jumlah umbi per tanaman tertinggi 11,63 pada perlakuan F. Bobot umbi per tanaman tertinggi 800,87 g pada perlakuan. Bobot umbi per petak tertinggi 7,62 kg (25,92 t/ha) pada perlakuan F.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) UMUR 3 BULAN DAN 10 BULAN DI DESA SAMBIREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR Erlangga Dwi Fachruddin; Moch Sodiq; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perbedaan keanekaragaman jenis serangga pada tanaman tebu umur tanam 3 bulan (vegetatif) dan 10 bulan (generatif). Penelitian dilaksanakan Bulan April - Mei 2021. Tempat penelitian di pertanaman tebu Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada lahan pertama  tanaman tebu berumur 3 bulan memiliki luas 700 m2 dan lahan kedua tanaman tebu yang berumur 10 bulan seluas 2100 m2. Penentuan plot pengamatan menggunakan metode purposive sampling dan pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung (visual) pada plot yang ditentukan, dimana pemilihan lahan tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan milik satu orang petani. Jarak tanaman yang digunakan yakni 60 cm dan ukuran bedengan pada lahan 100 cm. panjangnya disesuaikan dengan kondisi tanah, tinggi bedengan 30 cm,dan jarak antara bedengan 100 cm. Lahan tanaman tebu petak sampel secara sistematis pada garis diagonal sehingga didapatkan petak sampel sebanyak 5 plot dengan luasan 700 m2. Pengamatan serangga pada lahan tanaman tebu dilakukan 2 kali setiap  minggu, sehingga ada 12 kali pengamatan dalam kurun waktu 50 hari. Pengumpulan sampel serangga  di lapangan menggunakan alat perangkap seperti yellow trap, light trap,dan pitfall trap. Metode yang digunakan untuk kunjungan serangga menggunakan scan sampling, yaitu dilakukan pengamatan dan pengambilan sampel dalam dua periode waktu. Hasil analisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks dominasi, dan indeks kemerataan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata keanekaragaman pada tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan