cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
RESPON PERTUMBUHAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLINBENTH.) TERHADAP DOSIS PEMUPUKAN Rina Anggreani; Lamhot Edy; Idawani Idawani; Nana Ariska
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6839

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan nilam varietas tapaktuan dan sidikalang. Penilitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Juli sampai November 2021 di Screen House di BPTP Aceh. Rancangan percobaan yang digunakan dalan penelitian ini artinya Rancangan acak Lengkap (RAL) Faktorial menggunakan dua factor, factor pertama yaitu Tapaktuan (V1), Sidikalang (V2). Faktor kedua yakni dosis pupuk NPK yang terdiri atas 4 taraf yaitu : D0 = control, D1 = 1 gram, D2 = 2 gram, D3= 3 gram. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Respon pertumbuhan dan hasil tanaman nilam terhadap pemberian pupuk NPK dijumpai pada varietas tapaktuan dan Pada dosis 2 gram berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman.
TOLERANSI GALUR-GALUR ELIT TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) TERHADAP CEKAMAN SALIN PADA FASE PERKECAMBAHAN DAN FASE BIBIT Eva Fadillah Mustika; Nafisah Nafisah; Rommy Andhika Laksono; Mohammad Yamin Samaullah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6828

Abstract

Penanaman varietas unggul padi yang toleran cekaman salinitas merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas di lahan salin. Metode seleksi yang efektif menentukan keberhasilan kegiatan pemuliaan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang lebih efektif dan efisien untuk menguji toleransi genotipe padi terhadap cekaman salinitas pada fase perkecambahan dan fase bibit.Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Rumah Kaca Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi pada Maret 2021 sampai Juli 2021.Pengujian pada fase perkecambahan dilakukan di dua media yaitu media cawan petri dan kertas merang. Pengujian dilakukan dengan memberikan tingkat cekaman salin yang berbeda yaitu 0 mM, 60 mM, dan 120 mM NaCl. Perkecambahan benih yang dilakukan di atas kertas merang dengan metode UKDdp menggunakan 120 mM NaCl adalah metode terbaik untuk membedakan varietas toleran dan peka salinitas pada fase perkecambahan.Metode ini membutuhkan waktu singkat, efisien dan mudah diaplikasikan serta menunjukkan variasi toleransi yang tinggi.Pengujian toleransi pada fase bibit dilakukan dengan memberikan cekaman pada saat stadia 2 daun dan stadia 3-4 daun.Penambahan garam pada stadia 2 daun merupakan metode terbaik dalam membedakan varietas toleran dan peka salinitas pada fase bibit.Setelah 14 hari pertumbuhan, skor terhadap cekaman salinitas menunjukkan terdapat beberapa genotipe padi yang konsisten toleran pada kondisi salin.Pokali adalah genotipe yang toleran terhadap kondisi salin diikuti, oleh IR11TI84, BPI14802-2b-2-5-TRT-36-2-SKI-3, HHZ 14-SAL19-YI, IR86385-3-8-1-1-B, dan Inpari 35.Pengujian antara variabel di laboratorium dan rumah kaca menunjukkan koefisien korelasi yang rendah, mungkin disebabkan fase pertumbuhan yang berbeda.
SUBSTITUSI PROPORSI SEKAM PADI DAN PEMBERIAN NUTRISI AIR LERI TERHADAP PRODUKSI JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE (BULL.) SINGER) Anggi Ayu Anggraeni; Ani Lestari; Rommy Andhika Laksono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6807

Abstract

 Perlu adanya media dan nutrisi alternatif yang mudah tersedia dan melimpah keberadaannya dengan lokasi produksi jamur merang guna mendapatkan hasil yang menguntungkan melalui pemanfaatan limbah pertanian. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah substitusi proporsi sekam padi yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : s1 (9,5 kg/petak); s2 (11 kg/petak); dan s3 (12,5 kg/petak). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi nutrisi air leri yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : l1 (354 ml/l); l2 (417 ml/l); dan l3 (482 ml/l). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara substitusi proporsi sekam padi dan pemberian nutrisi air leri terhadap semua parameter pengamatan. Faktor mandiri substitusi proporsi sekam padi taraf s3 (12,5 kg/petak) mampu memberikan hasil terbaik pada panjang badan buah, bobot bersih badan buah, jumlah badan buah, dan  total panen per hari, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sedangkan faktor mandiri pemberian nutrisi air leri taraf l3 (482 ml/l) ) mampu memberikan hasil terbaik pada panjang badan buah, diameter badan buah, jumlah badan buah, dan total panen per hari, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. 
INDUKSI MUTASI ETIL METAN SULFONAT (EMS) TERHADAP KENAMPAKAN FENOTIP ANGGREK KI AKSARA (MACODES PETOLA) SECARA IN VITRO Nurul Kamila; Sulistyo Sidik Purnomo; Nurcahyo Widyodaru; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6835

Abstract

Tanaman hias khususnya anggrek sangat diminati oleh pasar domestik maupun internasional sehingga membuat perkembangan anggrek terus dilakukan. Pengembangan kultivar baru dapat diperoleh melalui pemuliaan tanaman dengan cara persilangan dua tetua namun membutuhkan waktu yang lama. Pengadaan kultivar baru dengan mutasi sudah banyak dilakukan.Etil Metan Sulfonat (EMS) adalah salah satu mutagen yang sering digunakan dan telah dikonfirmasi efektif dalam menginduksi mutasi berbagai organisme.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Etil Metan Sulfonat (EMS) dengan lama perendaman yang tepat terhadap kenampakan fenotip pada Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) secara in vitro. Percobaan dilakukan di laboratorium kultur jaringan Esha Flora, Bogor. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor kombinasi yaitu konsentrasi EMS dan lama perendaman sejumlah 16 kombinasi dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 51 unit percobaan. Data yang diperoleh di uji secara statistik menggunakan uji Anova 5% dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa EMS dengan konsentrasi rendah yakni 0.2% dan 0.4% dapat menstimulasi pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar, sedangkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi yakni 0.6% dan 0.8% dapat menghambat pertumbuhan namun menghasilkan penampilan warna tunas yang berbeda dibandingkan kontrol pada Macodes petola.
UJI KETAHANAN CALON VARIETAS JAGUNG MANIS HIBRIDA (ZEAMAYS SACCHARATA STURT.) UNSIKA TERHADAP SERANGAN HAMA UTAMA JAGUNG DI PURWAKARTA Nabilah Bilqis Fauziah; Muhammad Syafi’i; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6817

Abstract

Jagung manis (Zeamays saccharata Sturt.) merupakan komoditas hortikultura yang disukai berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Penggunaan varietas tahan menjadi salah satu komponen pengelolaan hama terpadu yang dapat menekan kerusakan tanaman serta menghilangkan input pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan calon varietas jagung manis hibrida Unsika yang terhadap serangan hama utama jagung manis. Percobaan ini dilakukan di Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta pada bulan Juli sampai September 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari  33 calon varietas jagung manis hibrida Unsika dan 3 varietas pembanding (Bonanza, Talenta, Eksotik) diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan terdapat 10 calon varietas dengan intensitas serangan ulat grayak (Spodoptera frugiferda) terendah pada Unsika 14, Unsika 1, Unsika 9, Unsika 4, Unsika 11, Unsika 2, Unsika 10, Unsika 5, Unsika 15. Sedangkan 10 calon varietas dengan intensitas serangan ulat penggrek tongkol (Helicoverpa armigera)  terendah terdapat padaUnsika 9, Unsika 23, Unsika 3, Unsika 27, Unsika 1, Unsika 14, Unsika 11, Unsika 35, Unsika 15, dan Unsika 41
PENGARUH JENIS BAHAN DAN WAKTU PEMBERIAN MOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI Aditya Surya Hakim; Sutarno Sutarno; Eny Fuskhah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6803

Abstract

Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyedap rasa dalam masakan. Permintaan cabai di pasar cukup tinggi, namun jumlah produksi cabai tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan penggunaan larutan mikroorganisme lokal. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi cabai varietas Gada F1 akibat jenis bahan dan waktu pemberian larutan mikroorganisme lokal (MOL). Penelitian dilaksanakan di Screen house Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang pada tanggal 6 Juni – 17 November 2020. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3dengan 5 ulangan.Faktor pertama berupa perlakuan jenis bahan MOL meliputi M1 = MOL nasi basi,M2 = MOL limbah pepaya, dan M3 = MOL limbah tomat, kemudian waktu pemberian meliputi T1 = pemberian MOL saat tanam,T2 = pemberian MOL 7 hst, danT3 = pemberian MOL 14 hst.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan dan waktu pemberian MOL berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai. Perlakuan jenis bahan MOL darilimbah nasi basi (M1) memberikan hasil nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, waktu panen, dan jumlah buah,sedangkan waktu pemberian MOL saat tanam (T1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah.
KARAKTER AGRONOMI BEBERAPA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) DENGAN SISTEM TANAMJAJAR LEGOWO 2:1 PADA LAHAN TADAH HUJAN Sri Rahma Maulizal; Sumeinika Fitri Lismah; Muhammad Ismail
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6072

Abstract

Lahan sawah tadah hujan merupakan lahan penanaman padi selain lahan sawah irigas lahan tadah hujan merupakan usaha petani yang menfaatkan hujan sepenuhnya sebagai sumber air.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakter agronomi beberapa varietas padi varietas dengan sistem tanam jejar legowo 2.1 pada lahan tadah hujan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah milik petani di desa Luthu Lamweu, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar yang dilaksanakan dari bulan Juli sampai bulan Desember 2021. Budidaya padi dilakukan dengan sistem tanam Jajar legowo 2:1 varietas yang digunakan adalah Inpari 47,Inpari 48, dan Padjajaran parameter yang diamati adalah tinggi tanamanumur 56 HST, jumlah anakanumur 56 HST, jumlah malai umur 56 HST, jumlah gabah isiumur 56 HST, Berat gabah isi, dan berat 1000 bijiumur 56 HST. Data penelitian di analisis tingkat koefesien kerangaman (KK), Standart Devisiasi (SD) dan Analisis Korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas Inpari 47 berhubungan positif antara jumlah anakan dengan jumlah malai, jumlah gabah isi berhubungan postif dengan berat gabah isi dan berat 1000 biji, berat gabah isi berhubungan positif terhadap 1000 biji. Pada varietas Inpari 48 jumlah anakan berhubungan positif antara jumlah anakan dengan jumlah malai, jumlah gabah isi berhubungan positif antara berat gabah isi dan berat 1000 biji, berat gabah isi memiliki hubungan positif antara berat 1000 biji. kemudian varietas padjajaran memiliki hubungan positif antara jumlah anakan dengan jumlah malai, jumlah gabah isi berhubungan positif antara berat gabah isi dan berat 1000 biji, dan berat gabah isi berhubungan positif antara berat 1000 biji.
PENGARUH DOSIS GLIOCOMPOST DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM (FUSARIUM OXYSPORUMF.SP. GLADIOLI) PADA TANAMAN GLADIOL (GLADIOLUS HYBRIDUS L) Syafina Chairunisa; Lutfi Afifah; Nurcahyo Widyodaru; Wakiah Nuryani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6829

Abstract

Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan prospek untuk dikembangkan baik di dalam negeri maupun ekspor. Salah satu penyakit utama pada tanaman gladiol adalah layu fusarium yang disebabkan oleh Cendawan F. oxysporum f.sp. gladioli. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis gliocompost  yang tepat dalam mengendalikan penyakit layu fusarium (F. oxysporum) pada tanaman Gladiol (Gladiolus hybridus L). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 kali ulangan: P0 (Tanah + F. oxysporum f.sp. gladioli);P1 (Tanah + F. oxysporum f.sp. gladioli + fungisida);P2 (Gliocompost 5 gram/kg tanah);P3 (Gliocompost 10 gram/kg tanah);P4 (Gliocompost 15 gram/kg tanah);P5 (Gliocompost 20 gram/kg tanah). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian gliocompost mampu mengendalikan penyakit layu fusarium. Perlakuan P4 memperoleh jumlah tunas terbanyak dan kualitas bunga tertinggi. Keparahan penyakit pada perlakuan P5 memperoleh hasil terendah yaitu sebesar 9,80 %, dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya. Sehingga dapat disarankan untuk digunakan sebagai pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman gladiol.
PENGARUH SUBTITUSI SEKAM PADI DAN KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE. BULL) Novia Hermawati; Ani Lestari; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6808

Abstract

Jamur merang merupakan jamur yang membutuhkan media tumbuh yang mengandung selulosa. Jerami padi yang digunakan sebagai media tumbuh jamur merang keberadaannya terbatas sehingga dibutuhkan media alternatif yang memiliki kualitas yang sama dengan jerami. Sekam padi merupakan salah satu dari pengolahan padi yang memiliki kandungan berupa selulosa, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang.Dalam penelitian ini digunakan media tambahan berupa sekam padi dan pemberian konsentrasi air kelapa.Percobaan ini dilaksanakan di kumbung jamur merang, Desa Pacing Kecamatan Jatisari, pada bulan Juni hingga Juli 2021.Metode percobaan yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (tanpa perlakuan sekam padi dan air kelapa), B (sekam padi 75% + jerami 25%+ air kelapa 125 ml), C (sekam padi 75% + jerami 25% + 250 ml), D (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 125 ml), E (sekam padi 50% + jerami 50%+ air kelapa 250 ml), F (sekam padi 25% + jerami 75%+ air kelapa 125 ml), G (sekam padi 25%+ jerami 75%+ air kelapa 250ml). apabila data dianalisis dengan sidik ragam dan uji taraf 5% menunjukkan hasil yang signifikan, maka dilakukan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sekam padi dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang (Volvariella volvaceae Bull) memberikan pengaruh yang tidak nyata pada setiap parameter.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA TANAM SISTEM MULSA DAN TANPA MULSA DI PARE, KEDIRI Yusuf Yordania; Moch Sodiq; Wiludjeng Widayati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6836

Abstract

 Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu sayuran penting terutama di daerah tropis dan subtropis yang dibutuhkan sebagai bumbu dapur dan penghasil rasa pedas.Namun cabai rawit termasuk produk yang mudah rusak karena adanya interaksi berbagai organisme di lingkungannya termasuk serangga.Keanekaragaman serangga tersebut berpengaruh terhadap kualitas hasil tanaman cabai rawit.Penelitian dilakukan di lahan milik petani cabai rawt di Desa Sambirejo Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan yakni menggunakan pengambilan sampel secara purposive sampling serta pengamatan scan sampling. Metode pengamatan serangga pengunjung menggunakan 1) Pengamatan Langsung menggunakan kamera, 2) Yellow trap, 3) Pitfall Trap, 4) Jaring serangga (Sweep net), 5) Perangkap antraktan (Metil eugenol).Identifikasi menggunakan buku identifikasi kunci determinasi serangga dan iNaturalist.Data hasil penelitian dianalisis dengan indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks dominansi (C). Populasi serangga hama yang diperoleh pada lahan cabai rawit dengan sistem tanam mulsa sebanyak 1405 individu dengan 5 ordo, 13 Famili, dan 16 spesies. Sedangkan serangga hama yang diperoleh pada lahan tanpa mulsa sebanyak 1405 individu dengan 4 ordo, 13 Famili, dan 13 Spesies. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) pada lahan cabai rawit yang diperoleh pada tanam sistem mulsa sebesar 1,8560 dan tanpa mulsa sebesar 1,9954. Nilai tersebut termasuk kedalam kriteria indeks keanekaragaman jenis rendah. Nilai indeks dominansi (C) lahan cabai rawit pada tanam sistem mulsa sebesar 0,28922 dan tanam sistem tanpa mulsa sebesar 0,20082. Hal ini menunjukkan bahwa dominansi pada tanam sistem mulsa dan tanpa mulsa termasuk dalam kategori dominansi rendah, artinya tidak ada dominasi satu spesies di kedua lahan.