cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
ANALISIS PRODUKTIVITAS KINERJA PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PENERAPAN METODE JURING TUNGGAL PADA PENANAMAN TEBU (Saccharum officinarum) VARIETAS PA 13-03 Mukhlis, Mukhlis -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.15358

Abstract

ABSTRAKStudi ini menyelidiki penggunaan metode juring tunggal dalam praktikum tebu (Saccharum officinarum), terutama varietas PA 13-03. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengevaluasi kinerja pertumbuhan dan produktivitas tanaman tebu saat menggunakan metode juring tunggal. Metode eksperimen dilakukan dengan melakukan pengamatan menyeluruh terhadap pertumbuhan tanaman, parameter produktivitas, dan elemen lain yang berhubungan dengan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan metode juring tunggal meningkatkan produksi tebu varietas PA 13-03. Parameter seperti tinggi, jumlah ruas, dan diameter batang termasuk dalam analisis pertumbuhan tanaman. Selain itu, parameter produktivitas seperti hasil gula dan berat tebu per tanaman juga diperiksa dengan cermat. Penanaman tebu varietas PA 13-03, parameter rata-rata tinggi, jumlah daun, dan diameter batang tanaman pada metode penanaman juring ganda lebih baik dibandingkan dengan metode juring tunggal. Sedangkan pada varietas PS 862 rata-rata tinggi tanaman pada ulangan 1 lebih baik, namun pada parameter jumlah daun dan diameter batang ulangan 2 lebih baik daripada ulangan 1.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna Radiate L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAKABA DAN PUPUK BHOKASI KOTORAN AYAM Ritonga, Eka Nurwani; Harahap, Darmadi Erwin
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19881

Abstract

Kacang hijau (Vigna Radiate L) termasuk dalam tanaman polong-polongan (Faaceae) memiliki banyak manfaat seperti protein yang tinggi dan sumber mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Dan kacang hijau pada umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industry pakan. Rendahnya kualitas tanah, alih fungsi, dan faktor lingkungan yang kurang mendukung serta penggunaan pupuk kimia yang berlebih yang mengakibatkan penurunan kualitas lahan dan produksi tanaman kacang hijau. Pupuk organik mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menyuburkan tanah, memacu aktifitas mikroorganisme tanah dan membantu unsur hara ke dalam akar tanaman sehingga ketersediaan unsur hara esensial (makro dan mikro) dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Respon Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiate L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Jakaba Dan Bhokasi Kotoran Ayam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu: a. Faktor pertama adalah dosis POC Jakaba (P) disimbolkan (P) terdiri dari empat taraf yaitu P° tanpa perlakuan, P¹ (200 ml/liter air/plot), P² (400 ml/liter air/plot), P³ (600 ml/liter air/plot). B. Dosis bhokasi kotoran ayam yang disimbolkan dengan (K) dengan 3 taraf : K° (tanpa perlakuan), K¹ (500 g/plot), K² (1000 g/plot ). Dari hasil analisis statistik pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau menunjukkan adanya parameter yang menunjukkan nyata pada parameter tinggi tanaman umur 5 MST dan parameter jumlah polong per tanaman sampel. Pada hasil analisis statistik perlakuan pemberian bhokasi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman sampel di 5 minggu setelah tanam.
PENGARUH JARAK TANAM DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Purwanti, Rose; Sugiono, Darso; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6154

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah salah satu jenis sayuran subtropis yang populer di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan jarak tanam dan bobot umbi yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, faktor pertama adalah jarak tanam dengan 3 taraf J1 = 70 x 25 cm, J2 = 70 x 30 cm, J3 = 70 x 35 cm. Faktor kedua adalah bobot umbi dengan 3 taraf U1 = 30 gram, U2 = 30 – 60 gram, U3 = 60 gram. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas granola. Secara mandiri perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot umbi/tanaman. Secara mandiri perlakuan bobot umbi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst dan jumlah umbi/petak. Perlakuan jarak tanam J3 (70 cm × 35 cm) memberikan hasil tertinggi bobot umbi per tanaman sebesar 1.394,57 g/tanaman. Perlakuan bobot umbi U2 (30 – 60 gram) memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman umur 35 hst dan 49 hst masing-masing yaitu 37,79 cm dan 54,54 cm dan jumlah umbi/tanaman sebesar 27,67 knol.
Kajian Curah Hujan dan Jumlah Hari Hujan Terhadap Produktifitas Kelapa Sawit (Elais guinensis L) di Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan Silitonga, Yusnita Wahyuni
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13377

Abstract

Curah hujan sangat berpengaruh terhadap produksi hasil pertanian seperti tanaman kelapa sawit. Salah satu daerah di Tapanuli Selatan yang banyak ditemukan kelapa sawit adalah Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak curah hujan terhadap produksi tanaman kelapa sawit. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi dari Bulan Januari tahun 2021 hingga juni 2023 di lahan gambut Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur. Penelitian ini menggunakan kelapa sawit varietas D x P tahun tanam 2007, pada lokasi lahan seluas 5 Ha dengan jumlah 600 pokok kelapa sawit. Data diperoleh dari hasil timbangan bobot TBS pada setiap 14 hari dari tahun Januari 2021 – Juni 2023. Data curah hujan merupakan data sekunder yang diambil dari pencatatan data dari station klimatologi Aek Godang Padang Lawas Utara yang titik lokasi diperoleh dari Kantor BPP Batang Toru. Hasil TBS akan dikorelasikan dengan data curah hujan dan data jumlah hari hujan. Data curah hujan dan data jumlah hari hujan akan diuji korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel curah hujan dan jumlah hari hujan tidak berkorelasi dengan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit di Desa Bukkas Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan.
UJI EFEKTIFITAS DOSIS POC LIMBAH BUAH-BUAHAN DAN PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Harahap, Samsinar; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19072

Abstract

ABSTRAK Mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran yang bergizi tinggi dan memiliki sumber mineral dan vitamin yang baik. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis poc buah-buahan dan pemangkasan yang efektif terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan pada bulan Maret-April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor POC limbah buah-buahan (B) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor pemangkasan (P) yang terdiri dari 4 taraf. Perlakuan pemberian POC limbah buah-buahan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah dan berat buah per sampel dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 50 ml/plot (B1). Pada perlakuan pemangkasan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah, jumlah buah per sampel dan berat buah per sampel. Interaksi perlakuan POC limbah buah-buahan dan pemangkasan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, panjang buah dan berat buah per sampel dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan B1P0. Kata Kunci : POC Limbah Buah-buahan, Pemangkasan, Mentimun
PENGARUH INTERAKSI PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN PUPUK ORGANIK CAIR SUPER A-1 TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae (Bull). Singer) Rizky Hassan, Vivian; Lestari, Ani; Muhammad Bayfurqon, Fawzy
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6068

Abstract

Peningkatan produktivitas dalam budidaya jamur merang memerlukan adanya inovasi berupa variasi penambahan media tumbuh yang memiliki nutrisi tinggi dengan harga yang cukup efisien. Salah satu alternatif solusi penambahan media adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh komposisi media penambahan ampas tahu yang optimal terhadap produksi jamur (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer). Penelitian dilaksanakan di kumbung jamur merang Karang Anyar, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai November 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah penambahan ampas tahu pada media tumbuh yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P1(penambahan 30%), P2 (penambahan 50%), dan P3 (penambahan 70%), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Super A-1 yang terdiri dari 3 taraf yaitu, A1 (10 cc/liter), A2 (15 cc/liter), dan A3 (20 cc/liter). Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi signifikan pada faktor penambahan POC dengan dosis 20 cc terhadap bobot total jamur dengan rerata bobot mencapai 0,85 kg.
PEMAMFAATAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI CAIR DAN KEBUTUHAN BENIH YANG DIPAKAI SATUAN LUAS DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAYAM (AMARANTHUS SP) Harahap, Darmadi Erwin; Mukhlis, Mukhlis; Mahmud, Amir; Suyanti, Suyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.7471

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis yang tepat dari pemakaian pupuk organik kotoran sapi cair dan jumlah benih yang dipakai pada sistem pertanian organik sayur bayam (Amaranthus SP). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan I: Pupuk Organik Kotoran Sapi Cair (A), dimana A1: 800 cc/ liter air/plot pupuk organik kotoran sapi cair; A2: 1.200 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair; A3: 1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dan A4:  15 gr NPK Mutiara 16-16-16/ liter air /plot. Perlakuan II : Kebutuhan benih per satuan luas (B), dimana B1:  0,5 gr/ plot; B2: 1,0 gr/ plot dan B3: 1,5 gr/ plot. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik kotoran sapi cair (A) berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati dan jumlah benih yang dipakai (B) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, tetapi sangat berbeda nyata terhadap parameter bobot tanaman sampel/plot dan bobot tanaman/plot. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan A3B1 (1.600 cc/liter air/ plot pupuk organik kotoran sapi cair dengan kebutuhan benih per satuan luas yang dipakai 1,5 gr/ plot)
PENGARUH JUMLAH TUNAS DAN BOBOT UMBI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) GENERASI DUA (G2) VARIETAS GRANOLA Nata, Hadi; Sugiarto, Sugiarto; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6245

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jumlah tunas dan bobot umbi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.) generasi dua (G2) Varietas Granola. Percobaan dilakukan di lahan  Balai Pengembangan Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan diantaranya: A (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 g), B (tunas 1-2 dan bobot umbi 30 - 60 g), C (tunas 1-2 dan bobot umbi 60 g), D (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 g), E (tunas 3-4 dan bobot umbi 30 - 60 g), F (tunas 3-4 dan bobot umbi 60 g). Data analisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil Penelitian mensunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jumlah tunas dan bobot umbi terhadap jumlah umbi per tanaman, bobot umbi per tanaman, dan bobot umbi per petak, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, dan diameter kanopi. Jumlah umbi per tanaman tertinggi 11,63 pada perlakuan F. Bobot umbi per tanaman tertinggi 800,87 g pada perlakuan. Bobot umbi per petak tertinggi 7,62 kg (25,92 t/ha) pada perlakuan F.
UJI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN DAN PUPUK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIBITAN BAMBU TALI (Gigantochloa apus) Suryanto, Suryanto -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15786

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di di desa Bange, Kec. Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Uji Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Auksin dan Pupuk Sintetik Terhadap Pertumbuhan Pembibitan Bambu Tali. Rancangan yang di gunakan adalah faktorial 4 x 4 dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Taraf 1 (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 400 ppm) dan pupuk sintetik dengan   taraf 2 ( 0 kontrol, NPK Mutiara, NPK Cantik, NPK Phonska). Hasil yang didapatkan dari kombinasi pemberian zpt Auksin dan pupuk sintetik bervariasi. perendaman auksin berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun umur 5,6,7 dan 11 MST,dan jumlah akar, Sedangkan Perlakuan pupuk sintetik berpengaruh nyata pada parameter jumlah tunas, diameter tunas umur 8 dan 11 MST, dan parameter jumlah akar umur 11 MST, Perlakuan Auksin dan pupuk sintetik berpengaruh nyata pada parameter jumlah tunas umur 10 dan 11 MST, dan perlakuan jumlah akar hasil terbaik tali menggunakan auksin dengan dosis 400 ppm dan menggunakan pupuk sintetik NPK Phonska 
RESPON VEGETATIF TANAMAN TEMBAKAU VARIETAS LOKAL PAYAKUMBUH DENGAN PEMBERIAN KONSENTRASI NAA (Naphthalene acetic acid) Fefriyanti DS, Fefriyanti DS
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19894

Abstract

Produksi tembakau nasional berasal dari perkebunan rakyat, tahun 2022 berkisar 99,6%. Produksi tembakau rakyat digunakan untuk pabrik rokok keretek, selebihnya untuk rokok lintingan dan diekspor. Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil tembakau terbesar keenam setelah Cina, Brazil, India, USA dan Malawi. Permasalahan dalam mengembangkan agribisnis tanaman tembakau  masih banyak mengalami masalah. Hambatan-hambatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu teknis dan nonteknis. Salah satu pada non teknis yaitu Proses budidaya yang terutama aspek teknologi dalam produksi tanaman tembakau diperlukan sedikit inovasi yang dapat membantu perkembangan tanaman tembakau salah satu yang dapat di gunakan adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian ini adalah melihat pertumbuhan vegetatif tanaman tembakau dengan pemberian NAA. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan kampus politeknik pertanian negeri payakumbuh bulan Mei sampai dengan Agustus 2024. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap adalah Konsentrasi NAA (NA) yang terdiri dari 4 taraf yaitu NA0 = 0 mg/l Kontrol, NA1 = 10 mg/l air, NA2 = 20 mg/l air dan NA3 = 30 mg/l air. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji Tukey.  Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang dan jumlah daun tanaman tembakau. Pemberiaan NAA secara garis besar terhadap pada tanaman tembakau hanya berdampak pada panjang dan lebar daun tanaman tembakau. pemberiaan NAA untuk pertambahan panjang daun dan lebar daun adalah 30 mg/l dibandingkan dengan panjang dan lebar daun tanpa pemberian NAA. Parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter barang tidak menunjukkan perbedaan dengan pemberian NAA pada berbagai konsentrasi