cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
PENGARUH INTERAKSI PENGGUNAAN BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Santika, Cucu; Andhika Laksono, Rommy; Pirngadi, Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6135

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi antara penggunaan bobot umbi bibit dan jenis pupuk kandang pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilaksanakan di Pipe House UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada bulan Juli sampai Oktober 2021. Metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah bobot umbi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : b1 = bobot S = 5 gram, b2 = bobot M = 5 – 20 gram, b3 = bobot L = 20 gram. Sedangkan faktor kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf, yaitu :  d0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), d1 = pupuk kandang kotoran ayam dengan 15 ton/ha, d2 = pupuk kandang kotoran sapi dengan 15 ton/ha, d3 = pupuk kandang kambing dengan 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi anatar kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (diameter kanopi) kentang pada umur 63 hst namun tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter kanopi pada umur (21 hst, 35 hst dan 49 hst), persentase tumbuh, bobot umbi per sampel, jumlah umbi per petak dan berat umbi per petak. Pada taraf pemberian pupuk kandang yang memberikan hasil tertinggi adalah perlakuan pupuk kandang ayam (D1) dengan hasil bobot umbi per sampel 2652,93 gram. Sementara pada taraf perlakuan penggunaan bobot umbi yang memberikan hasil tertinggi terhadap bobot umbi per petak adalah perlakuan B3 (Bobot L = 20 gram) dengan nilai 11,53 kg setara dengan 115,53 ton.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BULBIL PORANG (Amorphophallus oncophyllus PRAIN.) PADA TANAH INCEPTISOL BEKAS LAHAN BUDIDAYA GAMBIR KABUPATEN 50 KOTA Marta, Andrik Marta; Afner, Shintya Ona Guserike; Zudri, Fatardho Zudri; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.8039

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus PRAIN.) salah satu tanaman penghasil karbohidat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan, selain itu porang juga merupakan salah satu tanaman dengan nilai ekonomis tinggi.  Manfaat porang yang begitu besar mengakibatkan permintaan porang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Untuk melaksanakan budidaya porang dibutuhkan lahan yang mencukupi dan mendukung pertumbuhan tanaman, lahan dengan tipe tanah inceotisol merupakan lahan yang tersebarluas di Kabupaten Lima Puluh Kota, lahan dengan tipe tanah inceptisol biasa digunakan oleh petani sebagi area budidaya tanaman gambir sampai gambir tersebut berumur 30 tahun. Perbanyakan porang secara vegetatif menggunakan umbi bulbil ataupun umbi akar, penggunaan umbi bulbil dianggap efektif karena membutuhkan waktu yang tidak lama dalam proses produksinya. Penanaman bulbil porang pada tanah inceptisol lahan gambir memberikan informasi bahwa tanaman porang mampu tumbuh dengan baik pada lahan bukaan baru, lahan umur gambir 15 dan lahan dengan umur gambit 30 tahun, hal ini juga menggambarkan bahwa porang mempunyai potensi sebagai tanaman tumpangsari bagi tanaman gambir
PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS BAKTERI BACILLUS AMYLOLIQUEFACIENS UNTUK EFISIENSI PEMUPUKAN FOSFAT TANAMAN PADI METODE SRI Fadholi Yulhendrik, Muhammad; Kasim, Musliar; Syarif, Auzar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6344

Abstract

Tanaman padi memerlukan unsur fosfor (P) dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pentingnya peran fosfor dalam mendukung peningkatan produksi pada tanaman padi menyebabkan unsur ini harus selalu tersedia pada saat penanaman padi, sehingga pemupukan di lahan sawah seringkali dilakukan secara intensif. Namun demikian kebanyakan lahan Indonesia telah jenuh fosfat, tetapi P tersebut tidak dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh tanaman karena P dalam bentuk terikat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi pemupukan fosfat dalam mengatasi rendahnya fosfat tersedia dalam tanah adalah dengan memanfaatkan mikroorganisme pelarut fosfat yaitu dengan penggunaan bakteri Bacillus amyloliquefaciens yang dapat melarutkan fosfat tidak tersedia menjadi tersedia sehingga dapat diserap tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis bakteri B. amyloliquefaciens terbaik untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi metode SRI. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk fosfor terdiri atas 4 (empat) taraf perlakuan yaitu 25, 50, 75, dan 100%. Faktor kedua adalah dosis bakteri B. amyloliquefaciens terdiri atas 3 (tiga) taraf perlakuan yaitu 0, 200, dan 400 g/ha. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Pemberian bakteri B. amyloliquefaciens 200 g/ha mampu meningkatkan hasil padi metode SRI sebesar 14.9 % menjadi 6.64 ton/ha. Serta Pemberian pupuk fosfor 50% rekomendasi sudah cukup untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi metode SRI yang terbaik.
LAMA PENYIMPANAN JANGKA PANJANG TERHADAP KETAHANAN DAN PERTUMBUHAN BIJI DURIAN Nasution, Jumaria
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17110

Abstract

Tujuan Pada penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan terhadap perkecambahan dan ketahanan benih durian (Durio zibethinus). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) Non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut P0 (kontrol), P1 (4 hari), P2 (6 hari), P3 (8 hari), dan P4 (10 hari). Parameter pengamatan yang diamati yaitu susut bobot (%), persentase daya kecambah (%), jumlah berkecambah (hari).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan (hari) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan benih durian, yaitu pada parameter pengamatan persentase susut bobot benih P2 (6 hari) yaitu 3,2%, persentase daya kecambah P2 (6 hari) yaitu 100,0 %, Jumlah berkecambah perhari P2 (6 hari) yaitu 6 hari simpan,g. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan benih durian yaitu pada P2 (6 hari) yaitu 3,1 cm. sehingga waktu penyimpanan yang bagus dengan viabilitas terbaik yaitu di penyimpanan 6 hari
PENGARUH TINGGI BEDENGAN DAN JENIS PUPUK KALIUM TERHADAP PRODUKSI UBI JALAR (Ipomea batatas) Suryanto, Suryanto -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14556

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobahan universitas muhammadiyah Tapanuli Selatan, , tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi bedengan  dan jenis pupuk kalium terhadap produksi ubi jalar,.rancangan yang di gunakan adalah faktorial 4 x 3 dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama tinggi bedengan dengan 3 tarap yaitu : T1 tinggi bedengan 20 cm, T2 tinggi bedengan 30 cm, T3 tinggi bedengan 40 cm Faktor kedua dosisi pupuk jenis pupuk kalium dengan 4 tarap yaitu : K0 tanpa pemberian pupuk, K1= NPK Mutiara, K2 = Kcl, K3 = Kaliphos. Dari hasil penelitian berdasarkan analisis secara statistik parameter jumlah umbi per sampel, berat umbi per sampel, berat umbi per plot menunjukkan adanya perbedaan yang nyata, interaksi tertinggi terdapat pada perlakuan tinggi bedengan 30 cm dan penggunaan pupuk kaliphos yaitu 5157 gr
EFEKTIVITAS MEDIA HIDROPONIK DAN PEMOTONGAN BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG DAUN (Allium fistulosum L) Suryanto, Suryanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i1.23774

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dilahan rumah kasa fakultas sains dan teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dengan letak geografis 325 mdpl. Metode Penelitian digunakan adalah metode rancangan acak kelompok factorial,ada dua faktor yaitu pemotongan bibit ( P) yaitu  P1=3 cm dari akar, P2= 6 cm dari akar, P3= 9 cm dari akar dan faktor 2 media hidroponik ( M) yaitu M1= Arang sekam,M2= Cocopeat, M3= Rock wool, M4= Gabus. Maka didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 12 kombinasi perlakuan, di ulang seanyak 3 ulangan dan 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan bibit dan media tanam menunjukkan bahwa pemotongan bibit 2,4, mst menunjukkan berpengaruh nyata, 5,6 mst menunjukkan sangat berpengaruh nyata sedangkan 3,mst tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman.Perlakuan media tanam pada pada para meter tinggi tanaman bahwa 2 mst menunjukkan sangat berpengaruh nyata, 3,4 mst menunjukkan tidak berpengaruh nyata, sedangkan 5,6 mst menunjukkan berpengaruh nyata. Perlakuan pemotongan bibit pada parameter jumlah daun menunjukkan 2,3,4,5,dan 6 mst menunjukkan tidak berpengah nyata.Perlakuan media tanam bahwa 2,3,4,5 mst menunjukkan berpengaruh nyata, sedangkan 6 mst menunjukkan tidak berpengaruh nyata. Perlakuan pemotongan bibit pada jumlah anakan bahwa 2,3,4,5,dan 6 mst menunjukkan tidak adanya berpengaruh nyata,sedangkan perlakuan media tanam menunjukkan 2,3,4,5 dan 6 menunjukkan tidak adanya berpengaruh nyata. Dan hasil interaksi kedua perlakuan memperlihatkan tidak  adanya berpengaruh nyata pada para parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan ,berat bersampel menunjukkan tidak adanya berpengaruh nyata
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KANDANG AYAM DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI 1 (G1) VARIETAS GRANOLA Devi, Nadia Rahma; Muhammad B, Fawzy; Yamin Samaullah, M.
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6176

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu sayuran yang terdapat di Indonesia yang dapat dijadikan alternatif bahan pangan. Untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemarkan lingkungan maka digunakan pupuk organik yakni dengan pemberian pupuk organik kandang ayam Pupuk organik kandang ayam memiliki unsur N tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf yaitu: m0 (kontrol), m1 (pukan 10 ton/ha), m2 (pukan 15 ton/ha), m3 (pukan 20 ton/ha). Sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 (15cm x 15cm), n2 (20cm x 20cm), n3 (25cm x 25 cm). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji F taraf 5% dan diuji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh interaksi antara pemberian pupuk organik kandang ayam dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Tetapi terdapat pengaruh mandiri pada pemberian pupuk organik kandang ayam. Perlakuan pukan m3 (20 ton/ha) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 63 hst yakni sebesar 22,13 cm. Secara mandiri diameter umbi tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis pupuk organik kandang ayam m3 (20 ton/ha) yaitu sebesar 1,80 cm2. 
Upaya Peningkatan Produksi Jagung Putih (Zea mays L) dengan Pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Kulit Pisang Silitonga, Yusnita Wahyuni
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.10502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Cendawan Micoriza Arbuscula (CMA) dan pemberian POC kulit pisang serta interaksi antara keduanya terhadap produksi jagung putih. Penelitian ini menggunakan rancangan acak Kelompok Faktorial (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor satu adalah perlakuan pemberian Cendawan Micoriza Arbuskula (C) yang terdiri dari C1 (40 gr/ploT) dan C2 (80 gr/plot), sedangkan faktor dua yaitu pemberian POC kulit pisang (P) yang terdiri dari perlakuan tanpa POC (P0), P1 (40 ml g/plot), P2 (80 ml g/plot), P3 (120 ml g/plot) dan P4 (160 ml g/plot). Analisis data dilakukan melalui analisis ragam dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi jagung putih. Pemberian POC kulit pisang hanya terlihat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada pengamatan 2 mst dan jumlah biji per tongkol. Interaksi perlakuan cendawan dan perlakuan POC kulit pisang hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah biji per tongkol dan jumlah bobot seratus biji pertongkol.
DAYA TERIMA MINUMAN FUNGSIONAL INSTAN DARI DAUN BIDARA (Zizhipus mauritiana, Lam) DAN KAYU MANIS Novita Sari, Dini; Sari Sembiring, Riani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya terima minuman fungsional instan dari daun bidara (Zizhipus mauritiana, Lam) dan kayu manis. Penelitian ini terdiri dari perlakuan pencampuran bubuk ekstrak daun bidara, bubuk ekstrak kayu manis dan Stevia masing-masing: A = (0,2 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), B = (0,4 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), C = (0,6 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), D = (0,8 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia), E = (1,0 g bubuk ekstrak daun bidara + 0,2 g bubuk ekstrak kayu manis + 0,5 g Stevia).  Pengujian daya terima dinilai oleh 25 orang panelis semiterlatih terhadap warna, rasa dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan untuk penilaian rata rata untuk warna perlakuan A, penilaian rata rata untuk rasa pada perlakuan perlakuan D, dan penilaian rata rata untuk aroma kesukaan panelis untuk produk terbaik pada perlakuan A dengan tingkat daya terima terhadap warna (3,89), rasa (3,81), dan aroma (4,19).
ANALISIS POTENSI PENYEBARAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN TOSARI, KABUPATEN PASURUAN, PROVINSI JAWA TIMUR Yudha, Agung Raynason; Wijaya, Kemal; Siswanto, Siswanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.5959

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kawasan rawan longsor dan upaya mitigasi di Kecamatan Tosari. Longsor terjadi disebabkan oleh curamnya kemiringan lereng dan curah hujan yang tinggi. Sumber data peta geologi dan  peta tutupan lahan berupa shapefile lalu dilakukan pemotonga pada daerah penelitian. Untuk mengetahui seberapa rawan suatu kawasan berpotensi longsor di daerah pelaksanaan penelitian berpatokan kepada model pendugaan wilayah berpotensi longsor yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG (2004).Skor = (30 % x faktor curah hujan) + (20% x faktor geologi) + (20 % x faktor erodibiltas tanah ) + (15% x  kelas tutupan lahan) + (15 % x faktor kelas kemiringan). Sesuai dengan beberapa faktor yang dipaparkan diatas, daerah yang dikategorikan sebagai daerah rendah bencana longsor yakni desa Baledono yang luasnya 796 Ha. Di samping itu, kawasan yang dikategorikan sebagai longsor sedang paling tinggi yakni desa Podokoyo yang luasnya sekitar 1203 Ha. Serta, Wilayah tinggi berpotensi longsor yakni desa kandangan dimana luasnya sekitar 538 Ha. Indikator yang memiliki impak paling besar yakni, kemiringan 98 %, parameter ini menunjukan potensi besar terjadinya rawan longsor sehingga perlu upaya mitigasi menurut BNPB, (2017).