cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
Interaksi Pembumbunan Dan Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Lembu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanman Wortel (Daucus carota L) indah, erti kumala
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.13910

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembumbunan dan pemberian pupuk kandang kotoran lembu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel (Daucus carota L). penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor perlakuan pembumbunan dan faktor pemberian pupuk kandang lembu. Menurut hasil analisis sidik ragam  pada parameter tinggi tanaman dari umur pengamatan 4 mst, 6 mst, dan 8 mst dengan interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata.Menurut hasil analisis sidik ragam pada parameter berat umbi per sampel dengan perlakuan pembumbunan menunjukkan pengaruh tidak nyata, pada parameter umbi per sampel dengan dengan perlakuan pemberian pupuk kandang lembu menunujukkan pengaruh tidak nyata sedangkan pada parameter berat umbi persampel dengan interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata.Menurut hasil analisis sidik ragam pada parameter berat umbi persampel dengan perlakuan pembumbunan pengaruh tidak nyata, pada parameter berat umbi per sampel dengan perlakuan pemberian pupuk kandang lembu menunjukkan pengaruh tidak nyata sedangkan berat umbi per sampel dengan interaksi kedua perlakuan menunujukkan pengaruh tidak nyata. Menurut hasil analisis sidik ragam pada parameter berat umbi per plot. Dengan perlakuan pembumbunan menunjukkan pengaruh tidak nyata, pada parameter berat umbi per plot dengan perlakuan pemberian pupuk kandang lembu menunjukkan pengaruh tidak nyata sedangkan parameter berat umbi per plot dengan interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG LABU KUNING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CHEESECAKE Maksillya, Nadya Metzaluna
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i1.23771

Abstract

Pola konsumsi masyarakat jarang menyukai makanan tradisional, karena cita rasanya yang dirasa kurang, tampilan yang kurang menarik dan lain sebagainya sehingga masyarakat lebih menggemari makanan siap saji, atau makanan inovasi. Inovasi makanan yang tersedia pada saat ini telah tediri dari beraneka ragam, sebagai contoh adalah olahan tepung, diantaranya cheesecake. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung labu kuning terhadap karakteristik fisik, kimia, sifat organoleptik dan perlakuan terbaik cheesecake. Metode penelitian yang diterapkan adalah rangkaian acak kelompok non faktorial (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan dengan analisa sidik ragam ANOVA dilanjutkan dengan duncan. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari F0 (0% tepung labu kuning), F1 (15% tepung labu kuning), F2 (30% tepung labu kuning), F3 (45% tepung labu kuning), F4 (60% tepung labu kuning) dan F5 (75% tepung labu kuning). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada F2 (30% tepung labu kuning) yakin 67,41 % keempukan, 4,46 % tekstur, warna L (Cerah) 62,00, warna a (kemerahan) 11,00 dan warna b (kuning) 52,00%. Sifat kimia yang dihasilkan yakni mengandung kadar serat pangan 1,30% dan mengandung kadar lemak 14,40%. Cheesecake yang dihasilkan pada perlakuan F2 beraroma labu kuning yang lemah, berasa agak khas labu kuning, bertekstur lembut dan halus, serta menghasilkan pori pori agak seragam.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM) UMUR 3 BULAN DAN 10 BULAN DI DESA SAMBIREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR Fachruddin, Erlangga Dwi; Sodiq, Moch; Suryaminarsih, Penta
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perbedaan keanekaragaman jenis serangga pada tanaman tebu umur tanam 3 bulan (vegetatif) dan 10 bulan (generatif). Penelitian dilaksanakan Bulan April - Mei 2021. Tempat penelitian di pertanaman tebu Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, pada lahan pertama  tanaman tebu berumur 3 bulan memiliki luas 700 m2 dan lahan kedua tanaman tebu yang berumur 10 bulan seluas 2100 m2. Penentuan plot pengamatan menggunakan metode purposive sampling dan pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung (visual) pada plot yang ditentukan, dimana pemilihan lahan tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan milik satu orang petani. Jarak tanaman yang digunakan yakni 60 cm dan ukuran bedengan pada lahan 100 cm. panjangnya disesuaikan dengan kondisi tanah, tinggi bedengan 30 cm,dan jarak antara bedengan 100 cm. Lahan tanaman tebu petak sampel secara sistematis pada garis diagonal sehingga didapatkan petak sampel sebanyak 5 plot dengan luasan 700 m2. Pengamatan serangga pada lahan tanaman tebu dilakukan 2 kali setiap  minggu, sehingga ada 12 kali pengamatan dalam kurun waktu 50 hari. Pengumpulan sampel serangga  di lapangan menggunakan alat perangkap seperti yellow trap, light trap,dan pitfall trap. Metode yang digunakan untuk kunjungan serangga menggunakan scan sampling, yaitu dilakukan pengamatan dan pengambilan sampel dalam dua periode waktu. Hasil analisis menggunakan indeks keanekaragaman, indeks dominasi, dan indeks kemerataan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata keanekaragaman pada tanaman tebu umur 3 bulan dan umur 10 bulan
PENGARUH DOSIS KOMPOS YANG DI DEKOMPOSISI DENGAN TRICHODERMA VIRIDE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG Harahap, Darmadi Erwin; Hardiyanti Wahyuni, Siti; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.9328

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan. Dengan ketinggian +480 m dpl. Pada Bulan Mei sampai Juli 2020. Penelitian ini dingunakan dengan rancangan Acak Kelompok (RAK) Non factorial yaitu Ko= Trichoderma viride, K1= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh T.viride sebanyak 100 gr, K2= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisi oleh Trichoderma Viride sebanyak 200 gr, K3= Kotoran sapi, Ayam dan jerami didekomposisi oleh Trichoderma viride sebanyak 300 gr, K4= Kotoran sapi, Ayam dan jerami di dekomposisikan oleh trichoderma viride sebanyak 400 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Semua perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organic didekomposisi oleh T. viride dapat memperpanjang masa inkubasi Foc. Masa inkubasi Foc yang paling lama yaitu pada bibit pisang yang diberi perlakuan kotoran sapi, ayam, dan jerami di dekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (17, 20 hari). Kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %. Persentase daun terinfeksi Foc terendah pada minggu ke VIII terdapat pada perlakuan kombinasi berbagai jenis pupuk organik yang didekomposisi oleh T. viride sebanyak  400 gr (K4) yaitu 13.634 %. Sedangkan persentase daun terserang tertinggi yaitu pada kontrol 55.130. Kombinasi berbagai jenis pupuk organic yang didekomposisi dengan Trichoderma virideyang terbaik adalah K4 dengan intensitas kerusakan bonggol  sebesar 11,742 %
PENGARUH KINETIN, NAA SERTA KOMBINASI KINETIN DAN NAA TERHADAP PERKEMBANGAN KULTUR MERISTEM APIKAL SAGU DURI IN-VITRO Lianto, Agus; Nurhidayah, Tengku
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6271

Abstract

Tanaman sagu  adalah jenis tanaman palma yang tumbuh pada lahan yang tergenang air di daerah tropis. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahuI pengaruh dan mendapatkan perlakuan paling baik dari Kinetin, NAA serta kombinasi Kinetin dan NAA terhadap morfogenesis tunas eksplan meristem apikal sagu duri in-vitro. PenelItian dilakukan di Laboraturium Biotekno1ogi Tanaaman Jurusan  Agrotekno1ogi Faku1tas PertanIan, UnIversitas RIau, pada bulan Februari sampai Agustus 2020. Pene1itian menggunaakan Lancangan acak 1engkap (RAL yang terd1ri darii 8 perlakuan dan 3 ulangan sehingga didapat 24 unIt percobaaan. Parameeter yang d!amati ada1ah saat muncu1 tunas, jum1ah tunas, t!nggi tunas dan persentasee keberhasilan tumbuh. Analisis data menggunakan analisis varian d!lanjut dengan DNMRT taraf 5%.).  Has!l pene1itian menunjukan per1akuan dengan penambahaan kinetin 1 mg.l-1 1ebih ba!k terrhadap parameter pengamatan awal muncul tunas dengan rata-rata 79,17 HST, jum1ah tunas dengan rata-rata 1,33 tunas, tinggi tanaman dengan rata-rata 12,63 mm. Pemberian NAA 1 mg.l-1  cenderung 1ebih ba!k terhadap persentase keberhasi1an tumbuh tunas eksp1an meristem apika1 sagu Duri secara in-vitro dengan rata-rata 66,67 % .
KAJIAN pH TANAH TERHADAP N, P, K BUAH SALAK PADANGSIDIMPUAN (Salacca Sumatrana Becc.) DI ANGKOLA BARAT Nasution, Yusriani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pH tanah terhadap kandungan N, P, K buah pada tanaman salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana Becc.) di Kecamatan Angkola Barat. Penelitian ini berada di lokasi Kecamatan Angkola Barat. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey di lapangan dan Purposive Sampling. Analisis tanah dan buah salak dianalisi di laboratorium Universitas Andalas Limau Manis dengan menggunakan data regresi linear (SPSS 16). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil regresi linier sederhana dari pH tanah terhadap N buah memiliki hubungan korelasi negatif, dan koefisien korelasinya sebesar 0,619 (kuat), sedangkan hubungan pH tanah terhadap P dan K Buah memiliki hubungan korelasi positif. Koefisien korelasi pH tanah terhadap P buah yaitu 0,421 (sedang) dan hubungan koefisien korelasi pH tanah terhadap K buah yaitu 0,046 (sangat rendah), artinya semakin tinggi keberadaan pH di dalam tanah maka kandungan P dan K dalam buah juga akan semakin meninggkat.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucuimis sativus L.) TERHADAP PEMBERIAN POC LIMBAH UDANG DAN PUPUK TSP Nasution, Fery Endang; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.15359

Abstract

ABSTRAKMentimun merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar bagi masyarakat. Kebutuhan buah mentimun cenderung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai gizi. Saat ini banyak petani mentimun mengalami penurunan hasil yang disebabkan oleh kurang maksimalnya dalam proses budidaya, mulai dari proses olah tanah, pemupukan dan perawatan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucuimis sativus L.) terhadap pemberian POC limbah udang dan pupuk TSP. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dari bulan September-Nopember 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yang diteliti yaitu faktor pemberian POC limbah udang (L) terdiri dari 4 taraf dan faktor pemberian pupuk TSP (T) yang terdiri dari 3 taraf. Berdasarkan hasil analisis secara statistik perlakuan pemberian POC limbah udang menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4 dan 5 mst, jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot dan berat buah per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 250 ml/plot (L3). Sedangkan jumlah daun umur 2, 3, 4 dan 5 mst serta panjang buah menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Untuk perlakuan pemberian pupuk TSP menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Begitu juga dengan interaksi perlakuan pemberian POC limbah udang dan pupuk TSP juga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. 
Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi Dan Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah ( Capcisum Annum L.) Erti Kumala Indah, Erty indah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19164

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi Dan Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah ( Capcisum Annum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) faktorial dengan dua faktor dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pemberian kotoran sapi (K) terdiri dari 3 taraf, yaitu:  K0 = Tanpa pemberian pupuk kotoran sapi, K1 = 250 g/plot, dan K2 = 350 g/plot. Faktor Pemberian pupuko rganik cair (C) terdiri dari 3 level yaitu : C0 = Tanpa Perlakuan (kontrol), C1  = 250 ml/ plot, dan C2     = 350 ml/ tanaman. adapun parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun, dan Hasil Keseluruhan. Menurut hasil analisis sidik ragam pada paramater berat keseluruhan  dengan perlakuan kotoran sapi menunjukkan pengaruh tidak nyata, pada  paramater berat keseluruhan dengan perlakuan pemberian pupuk organik cair menunjukkan pengaruh tidak nyata sedangkan pada paramater berat keseluruhan dengan interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata.  
KERAGAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonikum L.) VARIETAS BAUJI GENERASI KEDUA (M2) UNTUK MENDAPATKAN GENOTIPE BARU HASIL IRADIASI SINAR 60CO Tania, Velda; Santoso, Juli; Retno Moeljani, Ida
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6161

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonikum L.) ialah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang besar di Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir menunjukan kenaikan. Produksiibawang merah hadapi kenaikan 4,43% di tahun 2017, kenaikan produksi bawang merah diperkirakan meningkat sampai tahun 2020. Hasil yang dicoba tahun 2016-2020, produksii bawang merah hendak dihadapi kenaikan sampai menggapai 1, 35 juta ton pada tahun 2020 dengan rata- rata perkembangan 1, 89% per tahun( BPS, 2019). Bawang merah varietas bauji ialah varietas bawang yang dilepas oleh BBTP dengan nomer SK: Nomor 65/ Ktps/ TP. 240/ 2/ 2000, pada 25 februari 2000. Bauji ialah varietas bawang merah yang banyak dibudidayakan umbinya, perbanyakan vegetatif pada tumbuhan mewariskan sifat yang kurang baik serta baik induknya, biaya pembibitan lumayan mahal, serta usia berbunga bawang merah varietas bauji ialah 45 hst. Tujuan dari riset,mengenali pengaruh iradiasi cahaya gamma generasi M2 terhadap sebagian kepribadian agronomi bawang merah (Allium ascalonikum L.) varietas bauji. Riset dilaksanakan bulan Maret 2020 hingga Mei 2020. Penyinaran sinar gamma dilangsungkan di Laboratorium PAIR BATAN, Pasar Jumat, Jakarta. Percobaan di Kebun Petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan metode single plant. Metode pemuliaan mutasi yang dicoba memakai cahaya gamma 60CO dicoba dengan memastikan dosis radiasi yang cocok dengan tumbuhan, sebab tiap tumbuhan mempunyai reaksi terhadap paparan radiasi yang berbeda- beda.   
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG KEPOK Citra Putri, Amida; Warnita, Warnita; Herawati, Netti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14240

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi Peningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang dapat dilakukankan dengan pemberian  pupuk, diantaranya pupuk organik cair limbah kulit pisang kapok.  Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Januari 2022 di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang,Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menentukan konsentrasi pupuk organik cair kulit pisang kepok yang dapat memberikan hasil optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf konsentrasi pupuk organik cair kulit pisang kepok yaitu: 0 ml/l air, 150 mL/L air, 200 ml/l air,dan 250 mL/L air. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, apabila F hitung lebih besar dari F tabel maka dilanjutkan dengan Uji Duncan’s New Multiple Range Tes (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair kulit pisang dengan konsentrasi 150 ml/l memberikan pengaruh terhadap hasil tanaman bawang merah varietas SS Sakato.