cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 394 Documents
AKTIVITAS ENZIM FOSFATASE ASAM BASA PADA BEBERAPA POLA PERTANAMAN BAWANG MERAH PADA DUA KELERENGAN ALAHAN PANJANG Sri Dewi Murni; Agustian Agustian; Mimien Harianti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i2.2261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim fosfatase asam dan basa pada beberapa pola pertanaman bawang merah, bawang merah (monokultur), bawang merah + cabai (rotasi) dan bawang merah – bawang daun (tumpangsari). Penelitian ini dilaksanakan didaerah Alahan Panjang Sumatera Barat dari bulan Desember 2019 – Mei 2020. Sampel tanah diambil menggunakan metoda purposive random sampling pada dua kelerengan 0-8% dan 8-15% serta dua kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm. parameter yang dianalisis meliputi aktivitas enzim fosfatase, respirasi dan P-tersedia. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas fosfatase asam lebih tinggi daripada aktivitas fosfatase basa, nilai fosfatase asam 0,059 - 0,065 dan fosfatase basa berkisar 0,059- 0,055. Respirasi tertinggi (62,58) terdapat pada bawang merah – bawang daun dengan kelerengan 0-8% dan terendah (49,13) pada bawang merah + cabai dengan kelerengan 0-15%. P-tersedia terendah (18,35 ppm) didapatkan pada tanaman bawang merah yang di tumpangsarikan dengan bawang daun
PENGARUH BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PADI (Oryza sativa L) METODE SRI (the System of Rice Intensification) Yusnita Wahyuni Silitonga; M Nizar Hanafiah Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v2i2.514

Abstract

Penelitian tentang pengaruh beberapa jenis bahan organik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi (Oryza sativa L) metode SRI (the System of Rice Intensification) telah dilaksanakan di Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bahan organik yang berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi metode SRI. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari : sampah kota, kotoran ayam, thitonia dan jerami padi. Dosis masing-masingnya adalah 5 ton/ha. Data penelitian, dianalisis secara statistik dengan uji F dan F hitung yang lebih besar dari nilai F tabel 5% maka dilanjutkan dengan Duncan`s Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan jenis bahan organik sampah kota, kotoran ayam, thitonia dan jerami padi memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi dengan metode SRI, kecuali jumlah anakan minggu ke 8 setelah tanam. Pengaruh yang paling baik terhadap jumlah anakan pada minggu ke 8 adalah thitonia dibandingkan dengan sampah kota, kotoran ayam dan jerami padi. Kata kunci: Dosis, jerami, thitonia, kotoran ayam
PENINGKATAN KETRAMPILAN DAN PENGETAHUAN KELOMPOK TANI PEMUDA TANI DALAM PEMBUATAN KERANJANG BAMBU DI DESA AORNAKAN 1, KABUPATEN PAKPAK BHARAT, SUMATERA UTARA Idria Adhany; Rara Astili Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i1.1730

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam membuat keranjang bambu sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan kawasan hutan di sekitar desa Aornakan 1. Pelatihan pembuatan keranjang bambu kelompok Pemuda Tani di Desa Aornakan 1, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai Agustus 2019. Metode kegiatan dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan keranjang bambu. Pemahaman kelompok tani diukur dengan melakukan survei sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. Hasil survei diperoleh peningkatan pemahaman sebesar 48,7% dari 10 peserta. Selama 3 bulan pelatihan, kelompok tani telah menghasilkan kerajinan keranjang bambu sebanyak 2 keranjang setiap harinya. Hal ini merupakan peningkatan dari semula yang belum bisa membuat keranjang bambu menjadi bisa menghasilkan keranjang bambu.
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) TERHADAP PEMBERIAN EKSTRAK DAUN LAMTORO DAN PENGATURAN JARAK TANAM Syawaluddin Hasibuan; Rafiqah Amanda Lubis; Gilang Perdana Daulay
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v2i1.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian ekstrak daun Lamtoro dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti yaitu Faktor perlakuan pemberian ekstrak daun lamtoro dan Faktor jarak tanam. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun lamtoro menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah daun umur 3, 5 dan 7 mst, jumlah anakan umur 3, 5 dan 7 mst, berat umbi persampel dan berat umbi perplot. Dari hasil analisa statistik perlakuan jarak tanam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter jumlah daun umur 3 dan 5 mst, jumlah anakan umur 3, 5 dan 7 mst, berat umbi persampel dan berat umbi perplot, tetapi tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 3, 5 dan 7 mst. Dari hasil analisa statistik interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh nyata terhadap arameter tinggi tanaman umur 7 mst, jumlah daun umur 5 mst, jumlah anakan umur 5 mst, berat umbi persampel dan berat umbi perplot, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 7 mst, jumlah daun umur 3 dan 7 mst, jumlah anakan umur 3 dan 7 mst.
PENGARUH DOSIS PUPUK KCL DAN JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Suryanto Anto; Mukhlis Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v4i2.1020

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah tapanuli selatan, dari bulan Mei sampai pada bulan Agustus tahun 2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh dosis pupuk KCl dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan.Rancangan yang di gunakan adalah Faktorial 4 x 3 dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama dosis pupuk KCl (K) dengan 4 tarap yaitu : dosis 150 kg/ha, dosis 300 kg/ha, dosis 450 kg/ha  dan dosis 600 kg/ha. Faktor kedua jenis mulsa (M) dengan 3 tarap yaitu : tanpa mulsa, mulsa jerami, mulsa plastik hitam perak. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik menurut uji F pada taraf 5%. Jika F hitung lebih besar dari F tabel 5% berarti berpengaruh berbeda nyata maka dilanjutkan dengan  Duncan’s New  Multiple Range Test  (DNMRT). Interaksi antara dosis pupuk dan jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 6 MST, indeks luas daun umur 35 HST dan umur 42 HST, laju asimilasi bersih umur 35 HST. Selanjutnya dosis pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang, jumlah daun umur 4 MST dan umur 6 MST. Jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 7 MST.Kata Kunci : Pupuk KCL, Jenis Mulsa, Ubi Jalar
PENGARUH PEMANGKASAN DAUN DAN PEMBERIAN PUPUK NPK WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa) Qorry Hilmiyah Harahap; Syawaluddin Hasibuan; Afni Sarah
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i2.417

Abstract

Kandungan karbohidrat padi giling sebesar 78,9%, protein 6,8%, lemak 0,7% dan lain-lain 0,6% (Poedjiadi 1994). Tanaman padi memiliki kemampuan untuk dipangkas saat umur 43 HST atau sebelum fase berbunga serta menghasilkan hasil pemangkasan yang dapat di manfaatkan sebagai pakan ternak tanpa mengurangi hasil, namun hal ini ditentukan oleh Varietas. Berdasarkan hasil penelitian Kuspriyanto (2008), jenis dan dosis pupuk yang diberikan petani di Kecamatan Jatisrono, Jawa Tengah tidak berkolerasi nyata dengan produktivitas padi maupun kandungan N, P, dan K dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemangkasan Daun Dan Pemberian Pupuk NPK Walet Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi (Oryza Sativa L.). Desa Mondang, Kec. Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2017 sampai tanggal 17 Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan dua faktor yang akan diteliti yaitu :Faktor I Pemangkasan Daun (P) dengan 3 taraf yaitu : P0= Tanpa Pemangkasan, P1= Pemangkasan 10 Daun, P2= Pemangkasan 15 Daun, P3= Pemangkasan 20 Daun, Faktor II Pupuk NPK walet (W): W0= tanpa pupuk W1= 4 ml/ Liter air, W2= 8 ml/ Liter air , W3= 12 ml/ Liter air. Dari hasil analisis Statistik Perlakuan pemangkasan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 2 mst, 4 mst, 6 mst, 8 mst dan 12 mst, parameter jumlah malai per plot, parameter berat berat bulir per rumpun, dan berat gabah per 1000 butir. Sedangkan tidak nyata dijumpai pada parameter tinggi tanaman umur 2 mst, 4 mst, 8 mst, 12 mst. Hasil analisis secara statistik perlakuan pemberian pupuk NPK walet menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman 4 mst, 6 mst, 8 mst dan 12 mst, parameter jumlah anakan pada umur 2 mst, 4 mst, 6 mst dan 8 mst, parameter jumlah malai per rumpun, parameter berat berat bulir per plot. Sedangkan yang tidak nyata di jumpai pada parameter tinggi tanaman umur 2 mst dan 10 mst.
PERANAN POLA PENGAIRAN DAN METODE PENGENDALIAN HAMA TIKUS (Rattus argentiventer)TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Elda Sari Siregar; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v4i2.1006

Abstract

Tujuan dari panelitian ini adalah untuk mengetahui produksi padi sawah akibat peranan pola pengairan dan metode pengendalian hama tikus. Penelitian ini dilaksanakan di desa Singali, kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan, dengan ketinggian tempat lebih kurang dari 500 m diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot Desain yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan dengan Faktor peranan pola pengairan dan metode pengendalian hama tikus, parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, intensitas serangan tikus, berat gabah per rumpun dan per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengairan menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan intensitas serangan pada umur 9 mst, 10 mst, 11 mst, 12 mst dan 13 mst dan pada pengamatan berat gabah per rumpun dan per plot. Pola pengairan yang menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada setiap umur pengamatan yaitu 3 mst, 5 mst. Pada perlakuan pola pengairan paling tinggi intensitas serangannya adalah P3 (pengairan berselang). Pada perlakuan metode pengendalian hama tikus menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan berat gabah per plot dan intensitas serangan pada semua umur pengamatan mulai dari 9 mst, 10 mst, 11 mst, 12 mst dan 13 mst. Metode pengendalian tikus menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada setiap umur pengamatan berat gabah per rumpun. Perlakuan metode pengendalian hama tikus yang paling tinggi intensitas serangannya adalah M2 (perangkap). Pada interaksi perlakuan pola pengairan dan metode pengendalian menunjukkan pengaruh tidak nyata pada setiap pengamatan.Kata Kunci : Pengairan, Hama Tikus, Padi
ANALISIS TANAH REKOMENDASI PEMUPUKAN BUDIDAYA GANDUM (Triticum aestivum L) di KOTA PADANGSIDIMPUAN SUMATERA UTARA Muhammad Hanafiah Nizar Nasution; Rasmita Adelina Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i2.2078

Abstract

Kota Padangsidimpuan memiliki potensi untuk pengembangan pertanian hampir semua komoditi, tetapi belum ada pangan alternatif untuk dikembangkan masih tergantung terhadap beras dan belum ada status hara tanah yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat status hara tanah di lahan pertanaman gandum. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada Bulan Juni 2019 di Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tanah diambil secara komposit pada areal pertanaman gandum. Analisis kandungan hara dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Analisis karakter kandungan hara antara lain: pH ,Bahan Organik, N-Total, P-Total, K-total, Kdd, C-Organik, KA, KKA. Status hara tanah pada lokasi Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu adalah kategori rendah (miskin hara). Untuk memperbaiki kesuburan tanah diperlukan bahan organik 5-20 ton/ha, modifikasi pupuk organik lainnya seperti pemberian pupuk organik cair, pupuk hayati dan bahan organik lainnya.
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN LARUTAN AB MIX DENGAN KONSENTRASI BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DENGAN HIDROPONIK SISTEM SUMBU Mai Saroh; Syawaluddin Syawaluddin; Imelada Sari Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.191

Abstract

Selada (lactuca sativa L) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup tinggi. Lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang maka dari itu dilakukan budidaya tanaman dengan tekhnik hidroponik. Sistem hidroponik yang digunakan selama penelitian adalah hidroponik sistem sumbu (Wick System). Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi selada, (2) Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi pada tanaman selada dengan hidroponik sistem sumbu, dan (3) Untuk mengetahui hasil produksi tanaman selada dengan permberian nutrisi pada konsentrasi berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu control, Rockwool, Serbuk gergaji Kayu dan Busa, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi Larutan AB Mix yang terdiri dari 4 taraf, yaitu kontrol, 5, 10, dan 15 ml/L air. Data parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan hasil produksi dianalisis menggunakan sidik ragam taraf 5% dan dilanjut dengan Uji DMRT taraf 5%, sedangkan warna daun dianalisis secara fisual dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian media tanam rockwool merupakan media yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi selada, sedangkan media tanam yang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi selada adalah media tanam serbuk gergaji kayu. Dari ketiga jenis konsentrasi larutan dengan hidroponik sistem sumbu (wick system), masing- masing mempunyai sasaran perbedaan pertumbuhan pada selada, yaitu: Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman adalah konsentrasi 10 ml/ liter air, Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap jumlah daun adalah konsentrasi 5 ml/ liter air, dan Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap lebar daun adalah konsentrasi 15 ml/liter air. Hasil produksi selada yang paling tinggi terdapat pada kombinasi perlakuan media tanam rockwool dan larutan nutrisi dengan konsentrasi 5 ml/ liter air, sedangkan hasil produksi paling rendah terdapat pada kombinasi perlakuan media tanam serbuk gergaji kayu tanpa larutan nutrisi. Kata kunci: Selada, Larutan AB Mix, Hidroponik, Sistem Sumbu
INTERAKSI SISTEM PERTANAMAN HIDROPONIK DENGAN PEMBERIAN NUTRISI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI (Brassica juncea L) Qorry Hilmiyah Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v2i2.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan system pertanaman dan mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica Juncea L) dengan sistem Hidroponik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan menggunakan 2 faktor, yaitu perlakuan nutrisi (P) terdiri dari 3 taraf yang diteliti yaitu : P0 = Kontrol, P1 = Nutrisi AB Mix, P2 = Urea. Perlakuan media tanam (M) dengan 3 taraf yang diteliti yaitu : M1 = Rockwool, M2 = Serbuk Kayu, M3 = Sekam Padi. Hasil analisis secara statistik menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi AB Mix memberikan pengaruh yang nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, luas daun, warna daun, jumlah daun, berat per sampel dan berat per plot pada umur 1 minggu setelah tanam sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Hasil tertinggi berat sawi per plot dijumpai pada perlakuan P1 yaitu Nutrisi AB Mix sebanyak 185,56 gram. Hasil analisis secara statistik menunjukkan bahwa perlakuan media tanam rockwool memberikan pengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, luas daun, warna daun, jumlah daun, berat per sampel dan berat per plot pada umur 2 minggu setelah tanam sampai 4 minggu setelah tanam. Hasil tertinggi jumlah daun pada perlakuan M1 yaitu media tanam rockwool sebanyak 11.70 helai daun. Berdasarkan hasil analisis statistik interaksi dari kedua perlakuan jenis nutrisi P1 (Nutrisi AB Mix) dan media tanam M1 (Rockwool) menunjukkan pengaruh nyata pada semua pengamatan yaitu tinggi tanaman, luas daun, warna daun, jumlah daun, berat per sampel dan berat per plot. Kata kunci: Rockwool, serbuk kayu, sekam padi, media tanam, daun

Page 5 of 40 | Total Record : 394