cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Penambahan Putih Telur Pada Mineral Blok Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Performans Domba Lokal Jantan Lepas Sapih Aziz Husein Rangkuti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.242 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.207

Abstract

Mineral blok merupakan pakan yang non-konvensional bagi domba yang didalamnya terdapat berbagai macam bahan pakan yang di kemas dalam cetakan.  Domba lokal merupakan salah satu jenis ternak penghasil daging di Indonesia yang memiliki keunggulan, diantaranya adalah mudah pemeliharaannya, cepat berkembangbiak dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam di Indonesia.       Penelitian ini dilaksanakan Kandang Aneka Ternak Mix Farming Experience (MFE) Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan pada Februari-April 2017.  Sampel penelitian ini sebanyak empat ekor dengan kode dan bobot awal sebagai berikut: D1= (26 kg), D2= (26 kg), D3= (25 kg) dan D4 (17 kg).       Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4x4. Rancangan dengan Empat macam perlakuan  mineral blok pada level yang berbeda, tanpa putih telur (P0), pemberian 2% putih telur (P1), pemberian 4% putih telur (P2) dan pemberian putih telur 6 % (P3).Variabel penelitian ini berupa konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan (kg/hari).       Hasil penelitian ini adalah penambahan putih telur pada mineral blok dengan level mulai tanpa perlakuan (P0), 2% (P1), 4% (P2) dan 6%(P3) memberikan dampak yang berpengaruh pada konsumsi rumput domba lokal jantan lepas sapih, akan tetapi pada dalam empat perlakuan yang yang cocok diberikan yaitu perlakuan P2 (4%), di karenakan lebih di sukai ternak domba lokal lepas sapih. Saran pada penelitian ini adalah penambahan putih telur pada mineral blok sebaiknya pada batas 4% saja, karena lebih dominan meningkatkan konsumsi pada pertumbuhan bobot badan domba.
Pemberian Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Performans Ayam Broiler Rizki Agung Saputra Siregar; Aisyah Nurmi; Mukhlis Hasibuan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.796 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i2.242

Abstract

Ayam organik adalah ayam yang pemeliharaan nya tidak menggunakan produk yang memiliki kandungan kimia seperti obat-obatan, antibiotik, untuk vitamin buatan pabrik.  Pemberian Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) adalah suatu upaya pembelajaran guna untuk menghindari penggunaan bahan-bahan kimia pada ayam broiler dan untuk menciptakan hasil peternakan yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia  yaitu ayam organik.Penelitian ini dilaksanakan di kandang MFE (Mix Farming Experience)Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan selama dua bulan  mulai dari bulan Februari sampai bulan Maret Tahun 2017.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performans (konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan konsumsi air minum) ayam broiler yang diberikan ekstrak pegagan (Centella asiatica) dengan volume yang berbeda.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t) = 4 ulangan (n) = 5 dengan kombinasi sebanyak 20 dan volume pemberian ekstrak pegagan (Centella asiatica) yaitu : P0 (Tanpa Pemberian Pegagan), P1 (Pemberian Ekstrak Pegagan 100 gram/liter air), P2 (Pemberian Ekstrak Pegagan 200 gram/liter air), P3 (Pemberian Ekstrak Pegagan 300 gram/liter air).  Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan yang diisi 5 ekor ayam broiler per masing-masing ulangan.Berdasarkan hasil penelitian pemberian ekstrak pegagan (Centella asiatica) dalam air minum terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, konsumsi air minum tidak memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05), namun pada konversi ayam broiler memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05).
Pemberian Tepung Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Dalam Ransum Terhadap Performans Burung Puyuh (Coturnix-coturnix Javonica) Nova Sarah Pardede
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.117 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.203

Abstract

Daun lamtoro mengandung banyak nilai gizi terutama protein yang dapat membantu pertumbuhan ternak, sehingga daun lamtoro dapat dijadikan sebagi tambahan pakan bagi ternak puyuh.  Daun lamtoro mengandung senyawa anti nutrisi yaitu mimosin dan HCN, salah satu cara untuk menghilangkan senyawa tersebut yaitu dengan cara perebusan selama empat menit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun lamtoro pada ransum terhadap performansburung puyuh.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (T)=6 dan ulangan (n)=4, dengan pemberian daun lamtoro sebanyak 5%, 10%, 15%, 20%,25% dalam ransum.  Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pengaruh  penambahan tepung daun lamtoro (leucaena leucocephala) dalam ransum terhadap performans burung puyuh menghasilkan rataan tertinggi pada perlakuan L0 (tanpa penambahan tepung daun lamtoro) sebesar 24.882gr/ekor/minggu pada pertambahan bobot badan, dan pada konsumsi ransum sebesar 97.426 gr/ekor/minggu.  Sedangkan rataan terendah pada pertambahan bobot badan yaitu pada perlakuan L5 yaitu sebesar 19.952 gr/ekor/minggu dan pada konsumsi ransum terdapat pada perlakuan L4 yaitu sebanyak 87.873 gr/ekor/minggu.
UJI KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, KADAR NH3 DAN VFA PADA PELEPAH DAUN SAWIT TEROLAH PADA SAPI SECARA IN VITRO Nurainun Harahap; Edhy Mirwandhono; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.479 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.209

Abstract

Penelitian yang berjudul “Uji Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar NH3 dan VFA Pada Pelepah Sawit Terolah Pada Sapi Secara Invitro” telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan terhadap nilai kecernaan dan fermentabilitas pelepah daun sawit dalam rumen sapi secara In vitro. Hasil penelitian pada pelepah daun sawit menunjukkan bahwa konsentrasi NH3 dan VFA yang tertinggi terdapat pada pakan yang diolah dengan amoniasi yakni sebesar 14,19 mM dan 131,35 mM sedangkan pada penggunaan teknologi pengolahan pakan terhadap nilai KCBK dan KCBO pada pelepah daun sawit yang terbaik adalah dengan teknologi pengolahan secara amoniasi yaitu 25,59% dan 24,06%. Kesimpulan penelitian ini adalah teknologi pengolahan pakan dengan amoniasi menghasilkan koefisien cerna bahan kering, koefisien cerna bahan organik, NH3, VFA paling baik untuk digunakan dibandingkan mekanik dan fermentasi.
Pemberian Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) Terhadap Uji Organoleptik Daging Ayam Broiler Fase Finisher Dinul Huda Sihaloho; Aisyah Nurmi; Muharram Fajrin Harahap
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.291 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i1.584

Abstract

Pegagan (Centellaasiatica) merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, tepi jalan, pematang sawah ataupun adang yang agak basah.Pegagan banyak digunakan sebagai obat alami mengandung berbagai bahan aktif, kandungan bahan aktif itu adalah triterpenoid saponin yang berfungsi untuk meningkatkan aktifitas makrofag yang menyebabkan meningkatnya fagositosis dan sekresi interleukin.Penelitian ini dilaksanakan di kandang Aneka Ternak MFE (Mix FarminExperience) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan (Centellaasiatica)  dalam air minum terhadap organoleptik (daging)  ayam broiler fase finisher.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiridari 4 perlakuandan 5 ulangan.Adapun susunan perlakuan yaitu : P0 (Tanpa Pemberian Ekstrak Pegagan), P1 (Pemberian Ekstrak Pegagan sebanyak 100 gr/ 1 liter air), P2 (Pemberian Ekstrak Pegagan sebanyak 200 gr/ 1liter air), P3 (Pemberian Ekstrak Pegagan sebanyak 300 gr/ 1 liter air).Hasil penelitian pemberian ekstrak pegagan (Centellaasiatica) pada air minum terhadap organ oleptik daging ayam broiler memberikan pengaruh tidak nyata pada mutu hedonik yaitu padadaging 5,360tn  (putih kekuningan, agak kusam), aroma daging ayam broiler 3,960tn(tida kamis), tekstur daging ayam broiler 3,907tn (agaklunak), rasa dagin gayam broiler 4,200tn (gurih), sedangkan pada hedonik memberikan pengaruh tidak nyata yaitu pada warna daging 3,653tn (netral), aroma daging ayam broiler 3,560 (netral, tekstur daging ayam broiler 3,560tnNetral, rasa daging ayam broiler  3,507tn (netral).
Penggunaan Tepung Limbah Kulit Kopi (Coffea arabica L) Dalam Ransum Terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh (Coturnix coturnix Javonica) Chandra Mardinsyah Nasution; Aisyah Nurmi; Muharram Fajrin Harahap
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.611 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i1.585

Abstract

Limbah kulit kopi belum dimanfaatkan petani secara optimal, kulit kopi bisa digunakan sebagai pakan karena kulit kopi mempunyai kecernaan protein sebesar 65 % dan 51,4 %.Penelitian ini telah dilaksanakan di kandang aneka ternak Mix Farming Experience (MFE) Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan selama 7 minggu, mulai  januari 2017 sampai maret 2017.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan (t) = 4, ulangan (n) = 6. Adapun susunan perlakuan ransum adalah sebagai berikut: penambahan tepung limbah kulit kopi sebesar 5%,10%,15%. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pengaruh penggunaan tepung limbah kulit kopi (Coffea arabica L) dalam ransum terhadap (indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit dan warna kuning telur) burung puyuh (Coturnix coturnix javonica) menghasilkan rataan tertinggi  pada setiap parameter kualitas telur terdapat pada perlakuan A0 (penambahan tepung limbah kulit kopi 0%), pada indeks putih telur memiliki rataan tertinggi sebesar 0,15, pada indeks kuning telur rataan tertinggi sebesar 0,52, pada haugh unit rataan tertinggi sebesar 61,70 dan rataan tertinggi pada warna kuning telur dengan nilai 4,83 dinyatakan sebagai warna kuning agak pucat dan rataan terendah dalam setiap parameter terdapat pada perlakuan R3 (penambahan tepung limbah kulit kopi 15%) pada indeks putih telur memiliki rataan terendah sebesar 0,12, pada indeks kuning telur memiliki nilai terendah sebesar 0,37 pada haugh unit memiliki nilai terendah sebesar 59,79 dan pada warna kuning telur memiliki rataan terendah dengan nilai 3,00 yang dinyatakan sebagai warna kuning pucat.
Respons Fisiologis Domba Lokal Dengan Pemberian Biskuit Limbah Sayuran Pasar Sofyan Hamdani; Aisyah Nurmi; Muharram Fajrin Harahap
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.459 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i1.586

Abstract

Domba merupakan ternak ruminansia kecil penghasil daging yang memiliki karakteristik berbulu kasar atau wool, bukan rambut (hair) seperti pada kambing atau sapi. Produksi panas yang tinggi akan menghambat pertambahan bobot badan ternak, maka untuk membantu meningkatkan produktivitas ternak perlu dipertimbangkan manajemen pemberian pakan pada ternak tersebut untuk menghindari beban panas berlebih pada tubuh ternak. Kurangnya lahan budidaya rumput merupakan salah satu faktor penyebab ketersediaan pakan ternak ruminansia, untuk itu di lakukan pemamfaatan limbah sayuran pasar menjadi Biskuit Limbah Sayuran Pasar(BLSP)sehingga mencukupi keperluan pakan ternak.Penelitian telah dilaksanakan di kampus  Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Kota Padangsidimpuan pada bulan Maret hingga April 2018 dengan tujuan untuk mengetahui respons fisiologis domba lokal dengan pemberian biskuit limbah sayuran pasar menggunakan empat domba lokal dengan perlakuan A0 (BLSP 0%),A1 ( BLSP 10%),A3 ( BLSP 30%),A2 (BLSP 20%).Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan bujur sangkar latin. Parameter yang di amati adalah renpons fisiologis domba (suhu tubuh, denyut jantung, laju respirasi). Dari hasil penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap suhu tubuh, denyut jantung, dan laju respirassi domba.Pemberian BLSP memberikan manfaat bagi domba yang dipelihara di daerah tropis.Suplementasi Biskuit Limbah Sayuran Pasar cukup efektif dalam menurunkan tingkat cekaman panas pada domba.Kandang penelitian diusahakan jauh dari kandang pemeliharaan dan tidak saling berhempitan.Pada masa istirahat penelitian tetap diberikan pakan dengan menggunakan BLSP juga.
Potensi Suplementasi Nira Aren (Arenga pinnata Merr.)Terhadap Performa Ayam Broiler Luky Wahyu Sipahutar; Khairani Khairani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.336 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i1.583

Abstract

The research aims was to know the effect supplementation of nira aren in driking water on performance broiler. A total of 100 DOC of CP strain were used, the observation was conducted for 32 day. Designs were a completely randomized design with five observation and four replications (5 birds each). The treatments consisted of P1(control diet), P2 (control diet + 5% supplementation of nira aren on driking water), P3 (control diet + 10% supplementation of nira aren on driking water), P4 (control diet + 15% supplementation of nira aren on driking water), P5 (control diet + 20% supplementation of nira aren on driking water). The variabel observation was performance (feed consumption, body weight, feed conversion ratio). The result showed that supplementation of nira aren on driking water produced significantly (P<0,05) increased body weight and decreased feed conversion ratio compared to those without nira aren supplementation. The concluded that supplementation of nira aren on drinking water increases performance of broiler.Keyword: Broiler, Nira aren, Performance
Pengaruh Pemberian Air Nira Aren (Arengga Pinnata Merr) Secara Oral Terhadap Konsumsi Hijauan dan Pertambahan Bobot Badan Kambing Peranakan Etawa (PE) Adi Hardiyansyah; Aisyah Nurmi; Luky Wahyu Sipahutar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.074 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i2.1031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air nira aren (Arengga Pinnata Merr) secara oral terhadap konsumsi hijauan serta pertambahan bobot badan kambing Peranakan Etawa (PE). Penelitian dilaksanakan dikandang “Helo Farming Group (HFG)” Desa Siapporik Lombang Kabupaten Tapanuli Selatan selama dua bulan. Kambing PE yang digunakan adalam kambing betina berumur 1,5-2 tahun dangan bobot yang seragam. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan bujur sangkar latin (RBSL) 5 x 5: yaitu 5 perlakuan serta 5 pengulangan terhadap sampel. Subjek penelitian yaitu lima ekor kambing PE. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya pengaruh pemberian air nira aren secara oral terhadap tingkat konsumsi pakan hijauan. Sedangkan untuk pertambahan bobot badan hasil analisis menunjukkan tidak adanya pengaruh yang nyata pemberian air nira aren secara oral pada kambing PE.Kata Kunci : Kambing PE, air nira aren, oral
Pengaruh Pemberian Daun Talas Dan Daun Pakis Dalam Ransum Terhadap Kualitas Fisik Telur Itik Serati Sumantri Sumantri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.496 KB) | DOI: 10.31604/jac.v2i1.1086

Abstract

Usaha untuk meningkatkan produktivitas itik serati dapat dilakukan melalui pemilihan bibit ternak yang baik, penyediaan pakan yang cukup dalam kuantitas dan kualitas serta pemberian pakan tambahan (feed additive).Untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup dan produksi telur diperlukan bahan pakan yang mengandung protein tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian daun talas dan daun pakis dalam ransum terhadap kualitas fisik telur itik serati.Penelitian ini menggunakan 18 ekor itik serati betina yang siap bertelur dengan tiga macam perlakuan.Perlakuan yang diberikan yaitu R1 (pemberian daun talas sebanyak 30%).R2 (Pemberian daun pakis 30%) dan R3 (pemberian daun talas 15% ditambah daun pakis 15%).Penelitian dilakukan selama 6 minggu (42 hari).Uji kualitas telur dilakukan di Laboratorium Proximat Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dengan Rancangan Acak Lengkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daun talas dan daun pakis dalam ransum terhadap Berat telur dengan rataan R1=66,84; R2=65,31 dan R3=65,24, Tebal kerabang telur dengan rataan R1=0,02; R2=0,02 dan R3= 0,03, Warna kuning telur dengan rataan R1=8,83; R2=9,17 dan R3=8,00, nilai Haugh Unit dengan rataan R1=47,28; R2=48,85 dan R3=50,70, Indeks Yolk dengan rataan R1=0,28; R2=0,35 dan R3=0,34. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa pemberian daun talas, daun pakis dan kombinasi talas da pakis dalam ransum tidak berbeda nyata terhadap kualitas fisik telur itik serati. Kata Kunci : Pakis, Talas, Telur Itik

Page 2 of 31 | Total Record : 306