Edhy Mirwandhono
Agriculture Faculty, Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kualitas Organoleptik dan Mikrobiologis Daging Domba Menggunakan Ekstrak Pangium Edule Terhadap Masa Simpan Peni Patriani; Harapin Hafid; Tri Hesti Wahyuni; Edhy Mirwandhono
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v9i3.699

Abstract

Pangium edule or keluwak is a local spice that can extend the shelf life of livestock products because it contains antimicrobial compounds. This study aimed to determine the effect of marination using Pangium edule on the microbiological and organoleptic quality of lamb. This study used a factorial completely randomized design to treat Pangium edule concentration and shelf life of 3 replications each. Lamb meat was marinated using Pangium edule extract 0%, 3%, 6%, and 9%, then stored at 12 hours, 24 hours, and 36 hours at room temperature. The results showed that the longer the meat's shelf life, the microbial growth also increased, but marination using Pangium edule resulted in lower microbial growth than without treatment. The treatment of lamb marination with 3% and 6% Pangium edule extract showed the lowest microbes and was very significantly different from lamb without treatment for 36 hours. Its means that the antibacterial compound in Pangium edule can inhibit microbial growth and is still by the standards set by SNI compared to the control. Marination using Pangium edule extract during the shelf life also significantly affected the panelists' acceptance level, namely aroma, taste, tenderness, and color. Organoleptic scores, namely smell, taste, tenderness, and color at 6% to 9% with a shelf life of 36 hours, are still in a fairly good range. Marination using Pangium edule 6% can maintain the microbiological and organoleptic lamb quality for 36 hours.
UJI KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, KADAR NH3 DAN VFA PADA PELEPAH DAUN SAWIT TEROLAH PADA SAPI SECARA IN VITRO Nurainun Harahap; Edhy Mirwandhono; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Peternkan Edisi Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.479 KB) | DOI: 10.31604/jac.v1i1.209

Abstract

Penelitian yang berjudul “Uji Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar NH3 dan VFA Pada Pelepah Sawit Terolah Pada Sapi Secara Invitro” telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan terhadap nilai kecernaan dan fermentabilitas pelepah daun sawit dalam rumen sapi secara In vitro. Hasil penelitian pada pelepah daun sawit menunjukkan bahwa konsentrasi NH3 dan VFA yang tertinggi terdapat pada pakan yang diolah dengan amoniasi yakni sebesar 14,19 mM dan 131,35 mM sedangkan pada penggunaan teknologi pengolahan pakan terhadap nilai KCBK dan KCBO pada pelepah daun sawit yang terbaik adalah dengan teknologi pengolahan secara amoniasi yaitu 25,59% dan 24,06%. Kesimpulan penelitian ini adalah teknologi pengolahan pakan dengan amoniasi menghasilkan koefisien cerna bahan kering, koefisien cerna bahan organik, NH3, VFA paling baik untuk digunakan dibandingkan mekanik dan fermentasi.
Organoleptic Test and Total Acid Level of Buffalo Milk and Goat Milk by Using Bamboo Ampel (Bambusa vulgaris) and Bamboo Gombong (Gigantochloa verticilata). Muhammad Amrin Siregar; Nurzainah Ginting; R. Edhy Mirwandhono; Yunilas; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.301 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v5i2.2111

Abstract

The purpose of this research is getting know the organoleptic test of buffalo milk and goat milk by using bamboo ampel (Bambusa vulgaris) and Bamboo Gombong (Gigantochloa verticilata). This research was done at Food Technology Laboratory of Agricultural Faculty of University of Sumatera Utara in May 2017 - June 2017. The design is used in this research is a complete randomized design of factorial pattern by using two factors, they are milk factor (S): (S1 / buffalo milk and S2 / Goat milk) and the second factor is bacteria (B): (B1 / without using bamboo, B2 / using bamboo Gombong, B3 / using bamboo ampel). Parameters analyzed were Color, Aroma, Flavor, Texture and Total Acid Level. The results showed that the milk curd of buffalo milk and the milk curd of goat milk using bamboo ampel and bamboo gombong gave a not significant different effect (P <0.01) on the organoleptic value of color, smell, taste, texture and total acid level. Can be known milk milk buffalo and goat milk by using bamboo ampe and bamboo gombong more than curried milk milk and goat milk without using bamboo, for the total acid content is the same as the use of bamboo gombong without using bamboo.
The Changes of Nutrient Content of Cassava Peel (Manihot esculenta Crantz) That Fermented by Indigenous Microorganisms (IMO) As Animal Feed Indra Satria Siburian; Edhy Mirwandhono; Yunilas; Tri Hesty Wahyuni; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.326 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v7i2.2170

Abstract

Cassava peel was the waste of processing cassava which is promising enough to be used as alternative animal feed. However, cassava peel has a fairly low nutrient content. Fermentation was one of the way to increase the quality of cassava peel. Fermentation used in this research utilized Indigenous Microorganisms (IMO) with the main substance was the cassava peel itself. This research lasted for 3 months started from December 2018 to February 2019 at the Laboratory of Microbiology and Laboratory of Feed Processing Science and Technology Department of Animal Science Faculty of Agriculture University of Sumatera Utara and Laboratory of Agrichemists and Natural Resources at the Industrial Research and Standardization Office of Medan. This research was designed using Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern of 3 x 3 with 3 replications, as factor I was the dose of Indigenous Microorganisms (IMO) and factor II was the duration of fermentation. The parameters measured were water content/dry matter, crude fat, crude protein, crude fibre, ash, and Non Nitrogen Free Extract (NNFE) using proximate analysis. The results showed that fermentation of cassava peel using Indigenous Microorganisms (IMO) with the variation of Indigenous Microorganisms (IMO) dose and duration of fermentation give effects, that were increased water content, crude protein, and Non Nitrogen Free Extract (NNFE) and decreased dry ingredient, crude fat, crude fibre, and ash content.
ANALISIS MORFOMETRIK KERBAU LUMPUR (Bubalus Bubalis) KABUPATEN KARO SUMATERA UTARA: Morphometric Analysis of Swamp Buffalo (Bubalus bubalis) Karo District North Sumatra Falentino Sembiring; Hamdan; Edhy Mirwandhono
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.976 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2657

Abstract

Melalui identifikasi morfometrik kerbau lumpur di Kabupaten Karo Sumatera Utara, diharapkan akanmemunculkan lokasi yang terbaik untuk pengembangan kerbau lumpur melalui pengamatan tiga kecamatanberdasarkan populasi kerbau lumpur yang terdiri dari daerah seedikit, sedang dan banyak, yaitu KecamatanKabanjahe, Kecamatan Mardingdind dan Kecamatan Munte. Sampel yang diperoleh sebanyak 88 ekor. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan analisis Komponen Utamayang dengan penggunaan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penciri khusus kerbau lumpur di Kabupaten Karo adalah tinggi pinggul, tinggi pundak danlebar dada untuk ukuran serta lebar dada, dalam dada dan tinggi pinggul untuk bentuk. Kerbau lumpur yangmemiliki skor bentuk paling besar terdapat di Kecamatan Kabanjahe dan ukuran kerbau lumpur yang palingbesar terdapat di Kecamatan Mardingding, sehingga lokasi yang baik untuk pengembangan kerbau lumpuradalah di kedua kecamatan tersebut.
PENGARUH PEMBERIAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN (FISIK, KIMIA, BIOLOGI DAN KOMBINASI) TERHADAP PERFORMANS DOMBA LOKAL JANTAN: Effect of Rice Straw with Different Treatment (Physical, Chemical, Biological and Combination) on Performance of Local Rams Henni Sartika Ginting; Zulfikar Siregar; Edhy Mirwandhono
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.902 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2660

Abstract

Jerami padi yang diolah dengan berbagai perlakuan (fisik, kimia, biologi dan kombinasi) dapatmeningkatkan pertumbuhan bobot badan harian domba. Namun membutuhkan pengolahan baik secara fisik,kimia, dan biologis menjadi pakan yang lebih bermutu sehingga dapat bermanfaat untuk meningkatkankecernaan dan memenuhi kebutuhan gizi ternak ruminansia. Penelitian dilaksanakan di Fakultas PertanianUniversitas Sumatera Utara pada bulan Juli sampai Oktober 2012. Objek yang digunakan berupa 20 ekor dombajantan dengan berat berkisar 11,16 ± 0,98 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan ini terdiri atas P1 (jerami padi yang diolah secara fisik +konsentrat); P2 (jerami yang diolah secara kimia (NaOH) + konsentrat); P3 (jerami yang diolah dengan biologis(Aspergilus niger) + konsentrat); P4 (jerami yang diolah secara kombinasi + konsentrat). Hasil penelitianmenunjukkan rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) 274,40; 275,41; 292,21; dan 274,09. Rataan pertambahanbobot badan (g/ekor/hari) 21,62; 20,55; 21,83; dan 21,48. Rataan konversi pakan 23,30; 24,39; 24,14; dan23,13. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian jerami padi dengan berbagai perlakuan (fisik kimia, biologidan kombinasi) tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversiransum domba lokal jantan. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan jerami padi dengan pengolahan teknologipakan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dankonversi.
PENGARUH PEMBERIAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN (FISIK, KIMIA, BIOLOGI DAN KOMBINASI) TERHADAP KARKAS DOMBA (Ovis aries) JANTAN LOKAL: Effect of Treatment with Rice Straw (Physical, Chemical, Biological and Combined) to Carcass Local Rams (Ovis aries) Junaedi Gultom; Edhy Mirwandhono; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.812 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2662

Abstract

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkansebagai pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jerami padi denganberbagai perlakuan (fisik, kimia, biologi dan kombinasi) terhadap persentase karkas, bobot potong danpersentase lemak terhadap domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi TernakProgram Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara selama 4 (empat) bulan dimulaibulan Maret sampai Juni 2012. Metode penelitian ini menggunakan 20 ekor domba jantan dengan rataanbobot badan awal berkisar 11.16 ± 0.98 kg dan umur berkisar 3 bulanan. Metode penelitian yangdigunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuanyang digunakan adalah P1 (Jerami padi yang diolah secara fisik (chopper) + konsentrat), P2 (Jerami padiyang diolah dengan kimia (NaOH) + konsentrat), P3 (Jerami yang diolah dengan biologis (Aspergillusniger) + konsentrat) dan P4 (Jerami padi yang diolah secara kombinasi + konsentrat). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian jerami padi pada parameter bobot karkas diperoleh hasil yang berbedanyata P < 0.05 . Persentase karkas, lemak jantung, lemak ginjal dan lemak pelvis tidak berbedanyata P > 0.05. Bobot karkas, persentase karkas, persentase lemak jantung dan lemak ginjal tertinggiterdapat pada perlakuan P3, sedangkan bobot karkas dan persentase karkas yang terendah terdapat padaperlakuan P2. Kesimpulan penelitian ini adalah keberadaan jerami padi dengan berbagai perlakuan (fisik,kimia, biologi dan kombinasi) pada pakan domba masih memberikan pengaruh positif dimana denganpemberian jerami padi dengan berbagai perlakuan tidak menurunkan bobot dari karkas domba tersebut.
KECERNAAN JERAMI PADI YANG DIOLAH SECARA MEKANIK, KIMIAWI DAN BIOLOGI PADA PAKAN DOMBA JANTAN LOKAL: Digestibility of Rice Straw with Feed Processing Technology on Local Ram Prischa Silitonga; R. Edhy Mirwandhono; Tri Hesti Wahyuni
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.091 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2664

Abstract

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagaipakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknologi pengolahan pakan pada jerami paditerhadap nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik pada domba jantan lokal. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 20 ekordomba jantan lokal dengan bobot badan awal 11,16 ± 0,98 kg dan rancangan yang digunakan adalah rancanganacak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P1 (jerami padi diolah secara mekanikdengan chopper), P2 (jerami padi diolah secara kimiawi dengan NaOH), P3 (jerami padi diolah secara biologidengan Aspergillus niger) dan P4 (jerami padi diolah secara mekanik, kimiawi dan biologi). Hasil penelitianmenunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05), dimana rataan konsumsi bahan kering (g/ekor/hari) 529,50; 522,02;530,82 dan 496,16. Rataan konsumsi bahan organik (g/ekor/hari) 498,71; 473,27; 505,80 dan 461,79. Rataankecernaan bahan kering 46,73; 45,11; 47,05 dan 45,00. Rataan kecernaan bahan organik 57,12; 55,93; 58,91dan 54,42. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan teknologi pakan pada jerami padi menunjukkan pengaruhyang tidak berbeda nyata terhadap kecernaan bahan kering dan organik domba jantan lokal.
PEMANFAATAN JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERHADAP PERSENTASE NON KARKAS DAN PERSENTASE DAGING TANPA TULANG PADA DOMBA JANTAN LOKAL: Utililization of The Rice Straw with Feed Processing Technology For Non Carcass and Boneless Percentage on Local Rams Deniel Turnip; R. Edhy Mirwandhono; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v2i1.2706

Abstract

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang terbesar di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagaipakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengolahan pakan pada jerami paditerhadap persentase non karkas dan persentase daging tanpa tulang pada domba jantan lokal umur ± 6 – 8 bulan.Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.Perlakuan terdiri atas P1 (jerami padi diolah secara mekanik dengan chopper), P2 (jerami padi diolah secara kimiawidengan NaOH konsentrasi 2-3%), P3 (jerami padi diolah secara biologi dengan Aspergillus niger) dan P4 (jeramipadi diolah secara mekanik, kimiawi dan biologi). Hasil penelitian menunjukkan persentase bobot kepala (%) padaperlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 9,06; 9,81; 9,36; dan 9,65, persentase bobot kaki (%) 4,41; 4,84; 4,21; dan 4,64,persentase bobot kulit (%) 7,07; 8,65; 8,88 dan 8,79, persentase bobot organ dalam (%) 12,77; 11,66; 12,56 dan11,20 dan persentase boneless (%) 64,47ab; 63,43a; 69,21b; dan 65,04ab. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwapemberian jerami padi dengan pengolahan teknologi pakan secara signifikan menurunkan persentase bobot kepala,kaki, kulit dan organ dalam (P>0,05), tetapi secara signifikan menaikkan persentase daging tanpa tulang (P>0,05).Kesimpulan hasil penelitian penggunaan teknologi pakan pada jerami padi memberikan pengaruh tidak berbedanyata terhadap persentase bobot kepala, kaki, kulit dan organ dalam dan memberikan perbedaan yang nyata terhadappersentase daging tanpa tulang.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KOMPLIT BERBASIS HASIL SAMPING UBI KAYU KLON TERHADAP PERTUMBUHAN DOMBA JANTAN LOKAL: Effect of Complete Feed Base on Cassava by Product on Performance of Local Sheep Janwar Hamonangan Tampubolon; R.Edhy Mirwandhono; Ma’ruf Tafsin
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.244 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v2i3.2725

Abstract

bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbasis hasil samping ubi kayu terhadap konsumsi,pertambahan bobot badan, dan konversi pakan domba jantan lokal dengan rataan bobot badan awal 7.75±1.75.Penelitian dilaksanakan di Fakultas pertanian Univesitas Sumatera Utara pada bulan September sampai Desember2013. Rancangan yang digunakan dalam penelitaian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuandan 4 ulangan. Perlakuan ini terdiri atas P1: (100% rumput); P2( 50% rumput dan 50% pellet hasil samping ubikayu); (P3 100% pakan hasil samping ubi kayu). Hasil penelitian menunjukan rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari)518.27, 316.20 dan 255.13. rataan pertumbuhan bobot badan (g/ekor/hari) 33,73; 39,3 dan 55.50. Konversi pakan15,44; 8,04; 4,70. Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan berbasis hasil samping ubi kayu berpengaruhsangat nyata menurunkan konsumsi pakan, meningkatkan pertambahan bobot badan, dan menurunkan konversipakan. Kesimpulan dari hasil penelitian pemberian pakan berbasis hasil samping ubi kayu memberikan pengaruhsangat nyata menurunkan konsumsi, meningkatkan pertambahan bobot badan, dan menurunkan konversi. Pakanpellet berbasis hasil samping ubi kayu dapat diberikan 100% terhadap domba.