cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
khairul.amri@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25274244     EISSN : 2541206X     DOI : -
Core Subject : Education,
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Arjuna Subject : -
Articles 614 Documents
PENGGUNAAN WARNA DALAM DISAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN TERHADAP PSIKOLOGIS PEMUSTAKA Majidah Majidah; Dian Hasfera; M. Fadli M. Fadli
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.16 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2019.v4i2.95-106

Abstract

Berbagai penelitian teoritis yang bekerja dalam disiplin ilmu yang berbeda telah mengkaji secara mendalam tentang warna, sifat-sifatnya, sistem, dan hubungannya dengan psikologis manusia.Diketahui bahwa arti warna jauh lebih luas dan dalam dari konsep sekadar lapisan cat pada permukaan, atau alat dekorasi.Warna adalah elemen dasar (utama) dari sebuah desain dan yang paling ekspresif, serta arti/makna yang disampaikan oleh setiap warna, dan efek psikologis pada manusia. Fenomena yang terjadi saat ini bahwa banyak perpustakaan dan taman baca masyarakat (TBM) yang mulai menyadari desain interior menjadi daya tarik utama dalam meningkatkan kunjungan pemustaka ke perpustakaan. Tingkat kenyamanan yang diberikan perpustakaan dapat mempengaruhi persepsi pemustaka terhadap perpustakaan, sehingga memotivasi pemustaka memandang perpustakaan tidak hanya sebagai tempat pinjam meminjam buku dan membaca tetapi juga sebagai pusat relaksasi rekreasi.Pemilihan warna yang tepat merupakan salah satu aspek kajian dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan jumlah pemustaka, pihak perpustakaan harus memilih dan menggunakan warna yang mampu memotivasi pemustaka untuk belajar dan menikmati suasana perpustakaan.Warna memiliki peran penting memunculkan citra interior ruang, dimana sarana integrasi warna yang digunakan dalam desain interior umum, furnitur, dan aksesoris, untuk pembuatan karakter perpustakaan secara keseluruhan.Banyaknya minat yang nyata terhadap “identitas sebuah ruang” melalui warna, bagaimana hal tersebut dapat menambah sifat estetika dari sebuah desain interior ruang, dalam hal ini adalah perpustakaan. Merancang desain eksterior dan interior gedung perpustakaan harus mempertimbangkan karakteristik pemustaka dari aspek usia, jenis kelamin, dan budaya sekitar, terutama keputusan bijaksana dalam memilih warna yang sesuai dengan situasi kondisi perpustakaan. Kata kunci:Psikologi warna, Desain Interior Perpustakaan, Pemustaka
GAMBARAN PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK REBT (RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY) DALAM UPAYA MENGATASI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA SMP Rahma Muti’ah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.604 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.v4i1.37-44

Abstract

Abstract: Mathematical learning anxiety (anxiety mathematic) has a very important role in mathematics learning activities. This is because the anxiety felt by students influences the students' concentration ability to take part in learning activities. Besides that mathematics anxiety also influences students' ability in understanding concepts and reasoning abilities which both of these aspects greatly influence the results of a student's mathematics learning. Mathematical anxiety can be derived from the irrational belief and emotional belief and students' mastery of the basic concepts of mathematics in calculating students. To overcome the above problems, the most appropriate solution to be used is the implementation of group counseling with the REBT technique, so that expectations with students' mathematical anxiety will be low so that student learning outcomes will increase.The method used in this study is descriptive qualitative. The population in this study were 115 students with high anxiety and low initial numeracy abilities. Consisting of 5 study groups, namely groups A, B, C, D and E, and the sample used was group A based on random results. Data collection tools used are observation and interviews, by testing the validity of the data using triangulation of sources (students, teachers and parents) and place.From the results of the implementation it was concluded that there was a decrease in mathematics anxiety of students after participating in group counseling activities with the REBT technique. The description of the implementation of group counseling with group REBT techniques consists of 5 stages of activity, namely 1) first meeting consisting of 4 steps, namely a) initial disputing, b) identification of self-condition, c) stop irrational belief and emotional belief, d) formulate thoughts and rational feeling about mathematics, 2) second meeting, namely a) persuasive stage, b) relaxation exercise, c) home work, 3) third meeting consists of 2 steps namely a) confrontation stage, and self talk writing, 4) fourth meeting namely a) working on the task and b) facing the real situation, 5) the fifth meeting namely a) homework discussion and b) conducting an evaluation. Keywords: REBT Counseling (Rational Emotive Behavior Theray), group, Mathematical Anxiety Abstrak Kecemasan belajar matematika (anxiety mathematic) memiliki peran yang sangat penting pada kegiatan pembelajaran matematika. Ini karena kecemasan yang dirasakan siswa mempengaruhi kemampuan konsentrasi siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu kecemasan matematika juga mempengaruhi kemampuan siswa dalam pemahaman konsep dan kemampuan penalaran yang mana kedua aspek ini sangat mempengaruhi hasil belajar matematika seorang siswa. Kecemasan matematika bisa berasal dari irational belief dan emotional belief serta penguasaan siswa terhadap konsep-konsep dasar matematika siswa dalam berhitung. Untuk mengatasi permasalahan diatas maka solusi yang paling tepat digunakan adalah pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik REBT, sehingga harapannya dengan kecemasan matematika siswa menjadi rendah maka hasil belajar siswa akan meningkat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 115 siswa dengan kecemasan tinggi dan kemampuan awal berhitung rendah. Terdiri dari 5 kelompok belajar yaitu kelompok A, B, C, D dan E, dan sampel yang digunakan adalah kelompok A berdasarkan hasil random. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, dengan pengujian keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber (siswa, guru dan orangtua) dan tempat.Dari hasil pelaksanaan diperoleh kesimpulan terjadi penurunan kecemasan matematika siswa setelah mengikuti kegiatan konseling kelompok dengan teknik REBT. Adapun gambaran pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik REBT kelompok terdiri dari 5 tahap kegiatan yaitu 1) pertemuan pertama  yang terdiri dari 4 langkah yaitu a) disputing awal, b) identifikasi keadaan diri, c) menghentikan irrational belief dan emotional belief, d) merumuskan pemikiran dan perasaan yang rasional tentang matematika, 2) Pertemuan kedua, yaitu a) tahap persuasif, b) latihan relaksasi, c) home work, 3) pertemuan ketiga terdiri dari 2 langkah yaitu a) tahap konfrontasi, dan menulis self talk, 4) pertemuan keempat yaitu a) mengerjakan tugas dan b) menghadapi situasi nyata, 5) pertemuan kelima yaitu a) pembahasan homework dan b) melakukan evaluasi. Kata kunci: Konseling REBT (Rational Emotive Behaviour Theray),  kelompok, Kecemasan Matematika
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE SISWA KELAS V A SD NEGERI 200402 SABUNGAN PADANGSIDIMPUAN 2017- 2018 NURHALIMAH TANJUNG
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.196 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2018.v3i2.45-48

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar IPS dapat diupayakanmelaui penerapan model Pembelajaran koperatif picture and picture Siswa kelas V A SD Negeri 200402 Sabungan  Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2017/2018.      Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), model PTK yang digunakan spiral dari Kurt Levin yang dilaksanakan 2 siklus terdiri dari perencanaan tindakan, implementasi tindakan dan observasi serta refleksi. Variable penelitian menggunakan 2 variabel, yaitu model Picture and Picture dan Hasil belajar IPS. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik non tes (skala sikap). Adapun tehnik analisi yang digunakan adalah statistk deskriptip komparatif melalui table, grafik, diagram lingkaran dan skor maksimal, skor minimal, perhitungan persentase.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan melaui model pembelajaran kooperatif picture and picture meningkatkan hasil belajar siswa kelas V A SD Negeri 200402 Sabungan  Padangsidimpuan Semester I Tahun Ajaran 2017/2018. Hal ini Nampak pada hasil perbandingan skor hasil belajar IPS antar siklus yakni skor rata-rata hasil belajar IPS pada siklus I sebesar 85,27, pada siklus II meningkat menjadi 90,10. Skor maksimal pada siklus I sebesar 94 pada siklus II meningkat menjadi 97 sedangkan skor minimal pada siklus I sebesar 64 dan pada siklus II menjadi 81. Adapun pada siklus I yang siswa yang menduduki hasil belajar tinggi yaitu 18 siswa (75%) pada siklus II meningkat menjadi 24 siswa (100%). Kenaikan skor hasil belajar IPS siswa yang menduduki hasil belajar tinggi dari siklus I ke Siklus II sebesar 25%.      Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS SD untuk KD 1.3. siswa dapat menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia guru mendesain pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and picture untuk memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci: hasil belajar, kooperatif picture and picture
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS V B SD NEGERI 200118 SADABUAN PADANGSIDIMPUAN T.A 2014/2015 YUSNIAR YUSNIAR
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.767 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2018.v3i1.75-81

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Selama pembelajaran siswa kurang diberikan kesempatan bertanya setelah guru selesai menjelaskan materi pelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan pengurangan pecahaan berpenyebut tidak sama dan untuk mengetahui penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan SD Negeri 200118 Sadabuan Padangsidimpuan. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas V B SD Negeri 200118 Sadabuan Padangsidimpuan T.A. 2014/2015 berjumlah 36 orang dengan rincian 14 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan lembar format observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatakan hasil belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai maupun persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal. Sebelum diberikan tindakan dari hasil pretes diperoleh rata-rata nilai pretes siswa sebesar 39,6 setelah dilakukan tindakan siklus I dari hasil postes diperoleh rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi sebesar 5997. Kemudian setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, dari hasil postes siklus II, rata-rata hasil belajar siswa kembali meningkat menjadi sebesar 74,2. Peningkatan hasil belajar siswa juga tampak dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal, peningkatan dari pretes sebesar 38,89% menjadi 69,4% pada siklus I dan meningkat menjadi 88,89% pada siklus II. Pada pertemuan pertama siklus I persentase aktivitas guru sebesar 60,42% (cukup) dan pada pertemuan kedua siklus I persentase aktivitas guru sebesar 65% (cukup). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, kegiatan guru mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama siklus II diperoleh persentase sebesar 83,3% (baik sekali) dan para pertemuan kedua siklus II diperoleh persentase sebesar 91,67% (baik sekali). Sementara persentase aktivitas siswa selama pertemuan pertama siklus I sebesar 42% (kurang) dan pada pertemuan kedua siklus I sebesar 45,83% (kurang). Pada pertemuan pertama siklus II diperoleh persentase sebesar 79,17% (baik) dan pada pertemuan kedua siklus II diperoleh persentase 87,5% (baik).Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan selama 2 siklus dan masing-masing siklus sebanyak 2 kali pertemuan dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V B SD Negeri 200118 Sadabuan Padangsidimpuan T.A. 2014/2015.  Kata Kunci: hasil belajar, strategi pembelajaran berbasis masalah.
KONSELING ANTAR BUDAYA TERHADAP PERKAWINAN BATAK TOBA DAN NIAS DI KECAMATAN SIBABANGUN Sukatno Sukatno; Rizky Fardhani Lubis
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.262 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2019.v4i2.127-133

Abstract

Judul penelitian ini menekankan pada permasalahan yang terjadi pada saat menuju perkawinan pada suku budaya Batak dan Nias. Tujuan yang ingin di capai adalah untuk mengetahui perbedaan perkawinan suku batak dan Nias. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, responden yang menjadi obyek penelitian, Mendukung penelitian kualitatitf digunakan tradesi fenomenologi yang fokus pada pengalaman seseorang. Adapun teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu (orang yang betul dipilih memiliki kriteria sebagai sampel). Jenis sumber  data yang akan dimanfaatkan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Obyek penelitiannya adalah keluarga kawin beda suku dengan beragam variasi sebanyak 3 Pasang Responden dan 4 masyarakat. Wawancara dilakukan selama dua minggu. Temuan yang dapat menjadi sumbangan dalam konseling antar budaya perkawinan beda budaya. Menghadapi persoalan konseling antar budaya, dalam perkawinan beda budaya. Begitu kuatnya hubungan kekeluargaan dalam etnis Nias,  sehingga pendapat keluarga selalu dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Kata kunci :Konseling, Perkawinan, SukuBatak ,Nias
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Layanan Klasikal Bimbingan Klasikal Geandra Ferdiansa; Yeni Karneli; Mudjiran Mudjiran
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.998 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.20-23

Abstract

Students' perceptions of the implementation of classical services in the classroom can be positive or negative, depending on how BK teacher techniques in providing BK services in class. The purpose of this study was to determine how students' perceptions of the implementation of classical guidance services in class and the scope of this study was in SMP 25 Kota Padang in class IX. The method used in this research is descriptive qualitative. Summary of the results of this study are that BK teachers do not need Needs Assessment, material does not meet the needs and the method used by BK teachers is not good. The conclusion of this study is that BK teachers do not carry out Need Assessment to determine material that is in line with the needs of the students and the methods of giving that are not appropriate.
REGULASI EMOSI UNTUK PENINGKATAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA DI WAHANA VISI INDONESIA KOTA SURABAYA Monica Elisabeth; Stephanie Tarradea; Hartanti Hartanti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.57 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.76-85

Abstract

Transitioning into adolescence, teenagers have the tendancy to be in “Storm and Stress” condition, where they will start to grow emotional turmoil and not be able to control their emotion. This condition might be one of the conflict triggers in Forum Anak Wahana Visi Indonesia club committee in Surabaya. The forum members became more sensitive of any dissents and it created some conflicts in the social environment, not only in the organization, but also in family and school. Thus, it is difficult for teenagers to be prosocial with others. This research used the qualitative and quantitative methods to identify the problem and for measuring the success of the training. The plan of the training was arranged based on the result of a survey that was given to 20 teenagers with 13-18 year old age range. The training was performed 2 days with 10 participants who managed to do all the training activities. According to the statistical analysis, the result showed that p > 0,05. It means that the questionnaire data collection showed no significant change related to the participants' ability in showing the prosocial behavior in daily life. This result was caused by the time range of the data collection, where the conflicts had not happened and there was no supportive situation that might trigger the prosocial behavior.
ANALISIS SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA PAI IAIN BATUSANGKAR (STUDI MAHASISWA PAI SEMESTER III ANGKATAN 2017) Pebrina, Rizki; Putri, Ica Yuliana
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.47-56

Abstract

The main problem in this study is related to student learning styles that are still not optimal, and tend to be teacher centered, and lack of preparation in learning. The purpose of this study is to describe the Self Regulated Learning of PAI IAIN Batusangkar Students in metacognitive aspects, motivation and active behavior. The type of research used is the type of field research (Field Research) with quantitative descriptive methods. Data collection techniques using a questionnaire. The data analysis technique that the author uses in this study is quantitative analysis that is descriptive statistics used to analyze data by describing or describing the data collected. Then present it in the form of a diagram. From the research that has been done, it is obtained that the overall picture of Self Regulated Learning of PAI 2017 Batusangkar IAI Class is classified as high with a percentage of 71.77%. The picture of Self Regulated Learning based on metacognitive aspects obtained a percentage of 67.65% with the category "high", while for the motivation aspect obtained a percentage of 77.03% with the category of "high" and for the description of active behavior obtained a percentage of 70.47% with the category "High" Based on the data obtained it was concluded that Self Regulated Learning of PAI students in semester 3 of 2017 was in the high category.
PERSEPSI DAN REVIKTIMISASI PADA PEREMPUAN PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL Benedicta Herlina Widiastuti
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.452 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2020.v5i1.110-121

Abstract

Survivors’ prevalence for revictictimization is at stake. Survivors’ perceptions are very important in it. This study aimed to describe and explain those perspectives. Case study is the way taken to capture the particularity of the survivor’s perception. The interview was analyzed by using narrative analysis. The four survivors in this study experienced revictimization by the previous and new perpetrators. The findings showed that the perception of women’s worthiness is bound in men is the key to revictimization. Inability to see that violence is abnormal and inability to put blame on the right person is also crucial. Recommendation for counselors and survivors are discussed
PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM MENINGKATKAN BIMBINGAN KEMANDIRIAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS I JAKARTA SELATAN Ludwig Muhammad
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.23 KB) | DOI: 10.31604/ristekdik.2019.v4i2.178-189

Abstract

Pembimbingan di dalam Balai Pemasyarakatan masih mengalami hambatan dari berbagai persoalan yang muncul pada akhir-akhir ini. Dalam hal ini peran dari Pembimbing Kemasyarakatan seharusnya menjadi salah satu solusi dari penyelesaian permasalahan yang ada. Untuk melaksanakan pembimbingan didalam Balai Pemasyarakatan tersebut diperlukan adanya suatu program agar proses pembimbingan dapat tercapai. Sedangkan pembimbingan dilakukan di Balai Pemasyarakatan masih adanya kurang dari sarana dan prasarana yang ada di Balai Pemasyarakatan, dalam hal ini menyatakan bahwa BAPAS adalah suatu pranata untuk melaksanakan bimbingan klien Pemasyarakatan.  Reintegrasi sosial merupakan faktor penting dalam mengukur sukses atau tidak tujuan pemasyarakatan dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan untuk membangun kembali kepercayaan, modal sosial, dan kohesi sosial. Dalam proses RE-INTEGRASI SOSIAL peran Pembimbing Kemasyarakatan sangat penting dalam terwujudnya proses tersebut. Karena tujuan pemasyarakatan salah satunya adalah memastikan bahwa klien Balai Pemasyarakatan dapat diterima kembali di tengah-tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan Metode kualitatif yaitu dilakukan dengan menggambarkan dan menjelaskan data yang didapat dari hasil penelitian. Berhubungan langsung dengan sasaran hingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. metode kualitatif lebih peka, sensitif atau lebih dapat menyesuiakan diri dengan penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola yang dihadapi.. Ada hal permasalahan pokok yang diangkat adalah: Bagaimana peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam bimbingan klien agar dapat berintegrasi kedalam masyarakat? Untuk meningkatkan kinerja Bapas membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan petugas yang professional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Jadi kesimpulannya adalah perlu dilakukan suatu pola bimbingan yang membutuhkan keterlibatan dari berbagai elemen termasuk sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang memadai.

Page 10 of 62 | Total Record : 614


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026 Vol 10, No 12 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - DESEMBER 2025 Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025 Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025 Vol 10, No 9 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - SEPTEMBER 2025 Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025 Vol 10, No 7 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI 2025 Vol 10, No 6 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JUNI 2025 Vol 10, No 5 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MEI 2025 Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025 Vol 10, No 3 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 2 (2025): RISTEDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2025 Vol 10, No 1 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING-JANUARI 2025 Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024 Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 2 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL-JUNI 2024 Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024 Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023 Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023 Vol 8, No 1 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2023 Vol 7, No 2 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Juli-Desember 2022 Vol 7, No 1 (2022): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2022 Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021 Vol 6, No 1 (2021): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - Januari-Juni 2021 Vol 5, No 2 (2020): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling - JULI-DESEMBER 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2020 Vol 5, No 1 (2020): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Vol 4, No 2 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2019 Vol 4, No 1 (2019): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2019 Vol 3, No 2 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2018 Vol 3, No 1 (2018): JURNAL RISTEKDIK BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-JUNI 2018 Vol 2, No 2 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2017 Vol 2, No 1 (2017): Ristekdik : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, Januari - Juni 2017 Vol 1, No 2 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Juli-Desember 2016 Vol 1, No 1 (2016): Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Januari-Juni 2016 More Issue