NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Articles
3,927 Documents
PENERAPAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS TERHADAP ANAK DIDIK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN
Roberto Laia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.42-47
Dampak over kapasitas dalam Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia telah menarik perhatian serius kepada banyak publik. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kesehatan narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan. Adanya permasalahan tersebut menjadi suatu problematika dilingkungan Pemasyarakatan dan pada akhirnya menjadikan suatu tanggung jawab besar yang harus dihadapi oleh petugas Pemasyarakatan. masalah ini, semestinya tidak menjadi suatu topik hangat yang diperbincangkan oleh publik jika Aparatur Sipil Negara memiliki kualitas yang baik dan kreatif. Dalam penelitian ini, sebagai calon Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemasyarakatan saya merancang strategi dan pemahaman yang lebih baik dalam menangani over kapasitas sehingga dapat menjamin kesehatan narapidana di lembaga Pemasyarakatan serta dapat mendukung pemberian/pemenuhan hak-hak narapidana. Hal terbaru dalam strategi dan pemahaman ini menciptakan solusi yang efektif dalam menangani over kapasitas yang dapat membahayakan kesehatan narapidana (Anak didik pemasyaraktan). Selain itu dapat mengatasi terjadinya penyakit tuberkulosis yang proses penularannya sangat cepat. Dengan memberikan suatu pemahaman baru bagi para narapidana (Anak didik pemasyaraktan) tentang pola hidup bersih akan sangat mendukung pemenuhan hak hak yang semestinya mereka dapatkan. Menurut hasil survey dalam penelitian ini, Lembaga Pemasyarakatan kelas 2 yang didalamnya dinyatakan over kapasitas masih ditemukan penyakit menular sekitar 20 % dan Lembaga Pemasyarakatan kelas 1 juga dapat mencapai 2 kali lebih banyak penderita penyakit menular dari pada Lembaga Pemasyarakatan kelas 2. Maka semakin besar tingkat kapasitas hunian pemasyarakatan maka akan semakin tinggi tingkat penularan penyakit Tuberkulosis. Sehingga dengan strategi dan pemahaman baru dalam mengoptimalkan penularan ini dapat menurunkan angka penularan penyakit Tuberkulosis menjadi 0 %.
EVALUASI STRATEGI KELAUTAN REPUBLIK INDONESIA DALAM PENGERAHAN NELAYAN PANTURA DI LAUT NATUNA
Mochammad Mustofa Wijaksono;
Panji Suwarno;
Supryadi Supryadi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.219-226
Kebijakan dibidang kelautan dalam poin pengelolahan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia pada Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2017 merupakan dasar pengembangan strategi pengerahan nelayan-nelayan dari daerah pantai utara Jawa (Pantura). Kurang fahamnya nelayan lokal akan prosedur strategi yang diatur oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkoordinasi dengan kementerian Bidang Politik dan Keamanan, maka sudah pasti nelayan lokal menolak strategi pengerahan nelayan pantura tersebut. Penelitian ini mengevaluasi seberapa jauh strategi kelautan Republik Indonesia dalam menyiapkan operasional nelayan-nelayan Pantura guna membantu sistem keamanan maritim diatas Kawasan teritorial dari nelayan-nelayan asing di laut Natuna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan wawancara dengan menganalisa strategi dalam menyiapkan operasional kapal-kapal nelayan dari daerah pantai utara Jawa (Pantura). Penolakan nelayan-nelayan lokal (Natuna) berdasarkan kemungkinan akan terjadinya gesekan antar nelayan Natuna dengan nelayan Pantura yang dapat menyebabkan konflik internal nelayan Indonesia. Peneliti menyarankan adanya perbaikan aksi Strategi pengerahan yang ada sekarang dengan mengadopsi strategi pemberdayaan nelayan lokal (Natuna), sebagai acuan bagi nelayan lokal (Natuna) untuk ikut membantu kapal Bakamla, kapal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan kapal (KRI) TNI AL serta sebagai alat informasi dan deteksi ancaman kapal asing yang melaksanakan illegal fishing.
PERAN UNICEF DALAM MENANGANI CHILD MARRIAGE DI INDIA TAHUN 2014-2016
Mutiara Oktaviani;
Maria Indira Aryani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i2.2021.387-401
Penelitian ini membahas mengenai peran UNICEF dalam menangani child marriage di India pada tahun 2014-2016. Dampak yang diberikan memengaruhi psikis anak perempuan di India dan juga kematian. Banyaknya korban child marriage menjadikan UNICEF terjun langsung untuk menegakkan kembali hak-hak anak perempuan di India. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder yang berasal dari website resmi Organisasi Internasional, jurnal-jurnal terkait, artikel ilmiah, penelitian terdahulu, hingga laporan-laporan terpercaya. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa UNICEF menggunakan Teori Peran Organisasi Internasional yang diterapkan dalam perannya sebagai problem solving, collective art mechanism, capacity building, serta aid provider. Selain itu, penelitian ini menggunakan Konsep Human Security khususnya personal security yang telah diterapkan pada program Mahila Samakhya.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING MEDIA SOSIAL PADA REMAJA
Indah Asmara Putri;
Mario Pratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.125-`133
Cyberbullying merupakan suatu tindakan agresif yang dilakukan secara terus menurus melalui media social, seperti menghina, berkata-kata kasar, memposting foto dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri terhadap perilaku cyberbullying remaja di media social. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode Survey Kuesioner. Sampel dalam penelitian 100 orang remaja yang dilakukan secara random. Peneliti menggunakan skala kepercayaan diri yang dibuat oleh Ardari (2016) berdasarkan aspe-aaspek yang dikemukakan oleh Lauster (1990) dan Skala cyberbullying yang diadaptasi dari Buelga, Postigo, Martínez-Ferrer, Cava, & Ortega-Barón, (2020). metode analisis data menggunakan teknik uji korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan bantuan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan kepercayaan diri terhadap perilaku cyberbullying media social pada remaja dengan diperoleh nilai sig 0.832 ( p < 0,05).
GAMBARAN RESILIENSI PADA BISEXUAL YANG PERNAH MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL
Hidayatul Maevani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.347-359
Pelecehan seksual merupakan suatu fakta sosial yang begitu pesat terjadi dikalangan masyarakat, namun masih jarang masyarakat yang melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Pelecehan ini dapat membawa dampak buruk bagi korban, oleh karena itu Resiliensi dibutuhkan untuk membuat korban bangkit kearah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada biseksual yang pernah mengalami pelecehan seksual. Partisipan dalam penelitian ini adalah 5 orang biseksual yang mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini adalah IPA (Interpretative Phenomenological Analisis. Kelima subjek menunjukkan gambaran karakteristik resiliensi yang hampir mirip, dimana kelima subjek mengungkapkan bahwa telah dapat menerima masa lalu terhadap pelecehan seksual, namun masih mengingat trauma tersebut ketika ada pemicunya. Kondisi pelecehan yang memberikan dampak psikis yang cukup signifikan pada kelima subjek, memberikan pengaruh yang besar bagi subjek untuk mengembangkan karakteristik individu yang resilien.
PROBLEMATIKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN EKSPLOITASI SEKSUAL)
Rega Revo Siregar;
Slamet Tri Wahyudi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.77-88
Penelitian ini bertujuan meneliti tentang problematika perlindungan hukum yang terjadi pada anak korban eksploitasi seksual dan bentuk ideal perlindungan hukum bagi anak korban eksploitasi seksual, penelitian ini mengunakan pendekatan koneptual (conseptual approach), hasil penelitian ini ditemukan bahwa korban eksploitasi seksual di indonesia setiap tahun selalu mengalami kenaikan disisi lain ditemukan kurang optimalnya perlindungan hukum yang dimana didalam pasal 20 Undang-Undang no 35 tahun 2014 mendeskripsikan bahwa perlindungan hukum merupakan kewajiban dan tanggung jawab seluruh kalangan baik pemerintah, masyarakat dan orang tua. Dan hasil analisis problematika tersebut penulis jadikan bahan untuk membuat konsep ideal perlindungan hukum bagi anak korban eksploitasi seksual, dan kesimpulan yang di dapatkan dalam kaitannya terhadap konsep perlindungan hukum yang ideal penulis berpandangan perihal beberapa konsep model perlindungan antara lain: Model yang berdasarkan hak-hak prosedural atau model partisipasi secara langsung atau aktif (the procedural right model), Model pelayanan partisipasi secara tidak langsung atau model pasif (the services model), Model Persuasif atau Partisipatif, Model perlindungan komprehensif, Model penjatuhan pidana bersyarat, Model perlindungan preventif. Karna pada dasanya perlindungan hukum di katakan baik apabila undang-undang tersebut tidak lagi bekerja mengurusi korban melainkan bekerja menghentikan korban.
OPTIMALISASI PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT MELALUI CRASH PROGRAM NARAPIDANA PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun)
Adrista Reyhan Ananta
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.1-13
Penelitian ini berfokus pada optimalisasi pemberian Pembebasan Bersyarat melalui Crash Program Narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan proses/peristiwa yang sedang berlangsung kemudian dianalisa dan disimpulkan dengan melakukan pendekatan kualitatif.Berdasarkan penelitian metode kualitatif, maka penulis melakukan pengambilan data primer untuk mendukung data sekunder melalui teknik observasi dan wawancara yang merupakan elemen sangat penting untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pemberian Pembebasan Bersyarat melalui crash program Narapidana dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Suatu proses yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, namun masih terdapat hal-hal yang menghambat pelaksanaan dalam program pembinaan yang berwujud pembebasan bersyarat melalui Crash Program.Upaya dilakukan guna mengatasi hambatan yang dihadapi dalam pembinaan narapidana melalui pelaksanaan pembebasan bersyarat. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi tentang program pembinaan narapidana, dan peningkatan pemahaman terhadap narapidana tentang perlunya kelengkapan syarat-syarat yang dibutuhkan. Karena hal tersebut dibutuhkan sebagai syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan hak pembebasan bersyarat sebagai salah satu proses reintegrasi bagi narapidana.
ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PUNGUTAN LIAR OLEH JURU PARKIR DI KOTA BATAM, INDONESIA
Abdurrakhman Alhakim;
Oryza Sativa MY
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.267-276
Pemungutan liar atau biasa disebut oleh masyarakat dengan kata pungli dapat diartikan sebagai pemungutan yang dilakukan oleh dan untuk kepentingan pribadi oknum petugas secara tidak sah atau melanggar aturan. Pemugutan liar merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan wewenang yang memiliki tujuan untuk memudahkan urusan atau memenuhi kepentingan dari pihak pembayar pungutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normative. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemungutan liar menjadi salah satu bentuk tindak pidana yang sudah sangat sering terdengar di telinga masyarakat. Walaupun sebenarnya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak satupun ditemukan pasal mengenai tindak pidana pemungutan liar atau delik pungli. Sehingga secara tersirat dapat kita temukan di dalam rumusan korupsi pada Pasal 12 huruf e UndangUndang Nomor 20 Tahun 2001 berasal dari Pasal 423 KUHP yang dirujuk dalam Pasal 1 Ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971, dan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagai tindak pidana korupsi, yang kemudian dirumuskan ulang pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
STRATEGI PENGEMBANGAN BI’AH LUGHAWIYYAH DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI INDONESIA
Meliza Budiarti;
Rahmat Wahyudi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.449-460
Tujuan mempelajari bahasa Arab di Indonesia memiliki perbedaan yang signifikan dengan pembelajaran bahasa Arab di Negara lain. Oleh karenanya tawaran teori behaviorisme dan cognitivisme untuk pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dipandang belum tepat untuk dijadikan rujukan. Artikel ini bertujuan untuk menemukan strategi yang tepat untuk pengembangan lingkungan bahasa Arab. Pendekatan penelitian ini ialah merupakan kritik analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, teori behaviorisme dan kognitivisme menyebabkan ketimpangan dalam pencapaian keterampilan berbahasa. Behaviorisme cenderung mengabaikan keterampilan di luar keterampilan berbicara, sementara teori kognitivisme mengandalkan arah pencapaian keterampilan berbahasa yang focus pada pengetahuan bahasa secara structural. Kedua, dalam konteks tujuan pembelajaran bahasa Arab sebagai alat komunikasi dan dasar memahami sumber ajaran Islam maka kedua teori ini semestinya dipadukan dalam menetapkan tujuan pembelajaran bahasa Arab. Ketiga, strategi yang dapat dilakukan untuk membangun lingkungan bahasa Arab yang dapat membantu pencapaian empat keterampilan berbahasa ialah menghidupkan lingkungan berbahasa dalam kegiatan sehari-hari dan mengajarkan bahasa dalam aspek struktur pada lembaga formal.
INDONESIA DAN RIVALITAS AMERIKA SERIKAT DENGAN CHINA DI KAWASAN ASIA PASIFIK
Andri Octapianus Purba;
Artha C.Rosevina Anak Ampun
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.177-182
Indonesia merupakan negara kepulauan yang digunakan sebagai jalur perdagangan global serta penggerak roda ekonomi dunia. Kawasan Asia Pasifik adalah pusat keamanan global paling strategis. Posisi ini mengakibatkan konstelasi konflik serta kerja sama antara negara di kawasan dan negara super power di luar kawasan. Peran aktif Amerika Serikat di kawasan ini memunculkan spekulasi akan stabilitas keamanan kawasan. Munculnya China dengan kekuatan ekonomi dan militernya membuat AS sadar akan arti geopolitik dan geostrategi di kawasan Asia Pasifik. Persaingan keamanan antara AS dan China akan menjadi masalah regional paling penting dalam beberapa tahun mendatang. Dinamika politik ini menimbulkan pola interaksi konfliktual dari segi interaksi claimant states beserta kehadiran super power AS dalam sengketa di kawasan Laut China Selatan (LCS). Pengelolaan harus dilakukan untuk mengantisipasi konflik terbuka di kawasan yang rentan terhadap negara-negara sekitar kawasan yang tergabung dalam ASEAN.