NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Articles
3,927 Documents
MEMPAPUAKAN INDONESIA: MEMBANGUN PAPUA MELALUI PENETRASI SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA DI TINGKAT NASIONAL
Immanuel Franthos Papare;
Sudibyo Sudibyo;
Pujo Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.183-193
This paper discusses the participation of Papuan in developing Indonesia. This is important because it involves the existence of Papuans in Indonesia. Lack of the sense of belonging, low participation in development and perceptions of Papuans as objects of development are some of the factors of the spirit of Papuan disintegration. Therefore, efforts are needed to increase Papuan participation in national development through penetration of Papuan, Public Diplomacy in order to foster a sense of belonging and strengthening the spirit of nationalism. The penetration of Papuan in the structure of the central government, especially in the Ministries and State Institutions, is a more effective approach in shaping the paradigm of Papuans as the owners of the Republic of Indonesia compared to the development of Papuan in the Land of Papua; in addition, psychologically this will encourage recognition the environment will be the existence of Papuans as fellow owners of this country.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA KERJA YANG BERKUALITAS
Bonanza Parulian Sidauruk;
Aldino Ponco Gunawan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.412-420
Kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi untuk menghasilkan budaya kerja yang berkualitas dalam perusahaan. Dengan adanya budaya kerja yang berkualitas, maka akan memaksimalkan produktivitas perusahaan. Ketika perusahaan telah berhasil memaksimalkan produktivitasnya, maka akan perusahaan tersebut akan mendapatkan banyak keuntungan, diantaranya ialah pendapatan perusahaan yang meningkat sehingga dapat mensejahterakan banyak pegawainya dan memberikan kontribusi bagi banyak orang. Untuk menciptakan budaya kerja yang berkualitas maka seorang pemimpin harus tau betul bagaimana budaya itu dapat tercipta. Penelitian ini akan mengungkap apakah gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap budaya kerja yang berkualitas. Penelitian ini mendapatkan hasil setidaknya ada 10 hal yang harus diperhatikan seorang pimpinan dalam perusahaan atau organisasi dan mengawal sepenuhnya mengenai hal tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh dalam menciptakan budaya kerja yang berkualitas karena dengan mempelajari bagaimana menjadi pemimpin yang baik dapat sangat memengaruhi kesuksesan tim agar bisa menghasilkan budaya kerja yang berkualitas dengan memahami motivasi, kekuatan, dan kelemahan pemimpin itu sendiri. Pemimpin yang hebat terhubung dengan tim mereka dengan memfasilitasi komunikasi terbuka, mendorong pertumbuhan dan perkembangan karyawan, serta memberi dan menerima umpan balik.
ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KHUSUS ANAK
Adhi Klistra Indra Setya
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.55-66
Pada dasarnya, undang-undang yang berlaku di Negara Indonesia belum sepenuhnya menampung ide-ide masyarakat secara keseluruhan. Undang-undang yang berlaku menjadi dasar kehidupan bernegara. Sehingga adapun adanya aturan-aturan khusus diluar undang-undang yang berlaku sesuai dengan kondisi yang ada. Seperti dalam peraturan perundang-undangan khususnya dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, ternyata ada perbedaan perlindungan hukum terhadap anak anak yang diatur didalam Undang Undang tentang Sistem Peradilan Pidana Anak No.11 Tahun 2012 dalam pembahasan yang ada di Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak ini membahas dan mengupas lengkap tentang permasalahan yang dihadapi oleh anak yang sangat berbeda dengan pidana umum yang dilakukan oleh dewasa.Artikel ini membahas tentang kehidupan Anak didik pemasyarakatan di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Dari faktor factor yang menyebabkan Anak dapat masuk ke dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Pembinaan pembinaan yang diberikan terhadap anak didik pemasyarakatan tersebut dan perlakuan khusus didalam mendidik anak didik tersebut sangat berbanding terbalik dengan Narapidana dewasa semestinya .Manfaat dari artikel ini untuk mengetahui kehidupan anak didik pemasyarakatan didalam lembaga pemasyarakatan khusus anak, Apa saja tindak kriminal yang anak lakukan, serta bagaimana perlakuan petugas LPKA terhadap Anak didik Pemasyarakatan
STRATEGI PERTAHANAN MARITIM INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA
Artha C. Rosevina Anak Ampun;
Andri Octapianus Purba
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.321-325
Indonesia adalah Negara Kepulauan yang besar dengan jumlah penduduk 267,7 juta. Indonesia belum sepenuhnya mampu memanfaatkan potensi sumber daya laut tersebut. Diperlukan pendekatan strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat dan berdaulat. Keselamatan maritim bagi poros maritim global merupakan salah satu faktor kunci dalam mengamankan pilar kedaulatan dan kemakmuran. Ancaman yang muncul terhadap keselamatan maritim memerlukan pendekatan manajemen yang terkelola dengan kebijakan keselamatan maritim yang kuat dan koordinasi yang baik antara otoritas terkait. Penyusunan strategi tersebut mencakup pertimbangan ruang dan waktu dimana secara geografis Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dengan ribuan pulau, membutuhkan suatu kekuatan yang didedikasikan untuk pertahanan laut. Pertahanan maritim sangat dibutuhkan untuk melindungi wilayah perbatasan dan sumber daya laut. Oleh karena itu, strategi maritim diarahkan untuk mempertahankan wilayah maritim Indonesia.
PEMENUHAN HAK NARAPIDANA KELOMPOK RENTAN KHUSUS DISABILITAS DI LAPAS KELAS I MADIUN
Hendra Fikry Cindhy Wirawan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.238-244
Kelompok rentan adalah kelompok masyarakat yang beresiko tinggi,karena berada dalam situasi dan kondisi yang kurang memiliki kemampuan dalam mempersiapkan ancaman resiko tinggi. Dalam Lembaga Pemasyarakatan yang tergolong dalam kelompok rentan antara lain : Perempuan, anak anak, lansia, penyandang disabilitas, narapidana dengan putusan seumur hidup, narapidana dengan putusan hukuman mati. Mengapa disebut kelompok rentan dalam lembaga pemasyarakatan? Karena kelompok tersebut atau orang orang tersebutlah yang rawan dalam menerima resiko dan ancaman yang cukup tinggi. Disini saya akan berfokus pada narapidana berkebutuhan khusus. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi (text reading). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak lapas hanya memberikan fasilitas seadanya sebagai bentuk perhatian yang diperoleh narapidana kebutuhan khusus tersebut, terkadang petugas juga kebingungan menghadapi sebagian dari narapidana berkebutuhan khusus tersebut yang hanya bisa terbaring di dalam sel ataupun duduk dan tidak melakukan kegiatan pada umumnya dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan dalam beraktivitas seperti narapidana pada umumnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu disarankan kepada semua pihak yang bersangkutan agar lebih serius dan membantu kelancaran pemberian layanan maupun hak narapidana penyandang disabilitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun.
PENAFSIRAN ANGGOTA KELOMPOK KEAGAMAAN TERHADAP PRAKTIK TRADISI KEAGAMAAN MASYARAKAT DI WATAMPONE
Mujahid Mujahid;
Kurniati Abidin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.436-448
Umat Islam tidak bisa melepaskan diri dari budaya dan tradisi keagamaan yang ada di masyarakatnya. Tradisi keagamaan yang dipraktikkan oleh masyarakat pada umumnya mempunyai perbedaan penafsiran oleh kelompok keagamaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan anggota kelompok keagamaan terhadap praktik tradisi keagamaan yang muncul di dalam masyarakat Watampone. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 3 orang dari masing-masing kelompok keagamaan (Wahdah Islamiyah, LDII dan Jamaah Tabliq). Teknik penarikan informan yang digunakan adalah purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penafsiran yang berbeda dari masing-masing kelompok keagamaan terhadap praktik tradisi keagamaan yang muncul di dalam masyarakat Watampone. Perbedaan tersebut tentunya berhubungan dengan pembelajaran yang selama ini mereka ikuti dalam kelompoknya karena ketiga kelompok keagamaan ini memiliki kekhasan tersendiri dalam mendakwahkan Islam
PENGARUH CAPACITY BUILDING TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMPETENSI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus Pegadaian Syariah Wilayah Yogyakarta dan Sekitarnya)
Dyah Pikanthi Diwanti;
Sarifudin Sarifudin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.144-157
Capacity building merupakan strategi untuk meningkatkan efektivitas, responsivitas dan efisiensi kinerja organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh capacity building terhadap kinerja karyawan Pegadaian Syariah Yogyakarta dengan dimoderasi oleh kompetensi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang menggunakan metode sampling jenuh dan diperoleh sampel penelitian 36 responden. Data dianalisis menggunakan program SPSS 22. Analisis data yang digunakan regresi linier berganda dengan uji hipotesis simultan dan parsial, dan Moderate Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan reformasi kelembagaan terhadap kinerja karyawan perbankan syariah. Secara simultan variabel pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan reformasi kelembagaan bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja dan secara parsial pengembangan refofmasi kelembagaan memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan perbankan syariah. Moderasi kompentensi memperkuat pengaruh positif dan signifikan pada variabel pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan reformasi kelembagaan terhadap kinerja karyawan perbankan syariah.
IMPLEMENTASI PELAYANAN KESEHATAN BAGI TAHANAN DAN NARAPIDANA LANJUT USIA ( STUDY DI LAPAS KELAS II A BANCEUY BANDUNG )
Rafik Taufik Ahmad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.372-386
Dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi pelayanan kesehatan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia dan mencari tahu kendala apa saja yang menjadi faktor penghambat pelayanan kesehatan di Lapas Kelas II A Banceuy Bandung . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan di analisis secara deskriptif dengan menggunakan teori Grindel dengan bantuan tehnik triangulasi sumber sebagai cara mengecek keabsahan data dari penelitian tersebut. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dengan melihat dari segi Undang-Undang yang berkaitan dengan masalah yang diteliti maupun buku-buku literatur, dan juga studi lapangan. Adapun yang di teliti ialah Kepala Lapas, Perawat/Petugas Poliklinik dan Narapidana/Tahanan selaku informan yang memahami sekaligus terlibat di dalam penelitian dengan maksud agar mereka menjelaskan bagaimana kondisi yang ada di Lapas Kelas II A Banceuy Bandung. Hasil temuan yang dilakukan oleh peneliti yang telah terjun langsung ke lapangan menunjukan bahwa penerapan yang dilakukan pihak Lapas Kelas II A Banceuy Bandung dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia belumlah maksimal akan tetapi cukup di hargai upaya yang dilakukan oleh perawat/petugas maupun semua yang bertanggung jawab di bidang pelayanan kesehatan yang pelaksanaannya di Poliklinik Lapas Kelas II A Banceuy Bandung
STRATEGI KONTRA-TERORISME MODEL ANTAR LEMBAGA (STUDI PERBANDINGAN INDONESIA-AUSTRALIA)
Angga Putera Pratama;
Ilham Putra Dewanta
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.95-108
Isu Terorisme bersifat multidimensional sehingga strategi kontra-terorisme memerlukan pendekatan interagensi. Karena sifatnya yang multidimensional, kontra terorisme dilakukan oleh berbagai lembaga negara dalam kewenangannya masing-masing. Pendekatan interagensi diperlukan sebagai forum koordinasi berbagai lembaga untuk menyamakan perspektif dan merumuskan kebijakan strategis bersama dalam hal kontra-terorisme. Naskah ini bertujuan untuk mendeskribsikan dan melakukan perbandingan kerjasama interagensi dalam hal kontra-terorisme di Indonesia-Australia menggunakan metode penelitian kualitatif.
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN
Hibatul Azizi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v8i3.2021.23-33
Penilitian ini dilakukan untuk menggambarkan tentang pelaksanaan program pembinaan narapidana yang ada di lembaga pemasyarakatan kelas IIB Bireuen. Metode yang dilakukan dalam penilitian ini menggunakan metode teknik pengumpulan data dan observasi. Dalam pengumpulan data terlihat bahwa program pembinaan terhadap narapidana di lapas kelas IIB Bireuen berjalan cukup baik karena terdapat perubahan dari cabang rutan menjadi lapas kelas IIB, namun setelah dilakukan observasi masih banyak program pembinaan yang tidak dapat diaplikasikan menyeluruh dengan maksimal karena banyaknya penghuni lapas yang melebihi kapasitas atau biasa disebut over crowded, sarana prasarana yang tidak mendukung dalam program pembinaan, serta alokasi dana yang diberikan terhadap lapas kelas IIB masih dengan dana cabang rutan sehingga masih kurang maksimal dalam pelaksanaan program pembinaan. Penelitian ini dilakukan agar program pembinaan bagi narapidana di lapas kelas IIB dapat diaplikasikan secara menyeluruh sehingga narapidana di lapas kelas IIB Bireuen dapat melaksanakan program pembinaan