cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGAMALAN THARIQAT NAQSABANDIYAH DI PANTAI CERMIN Mayudin, Achyar Zein, Edi Saputra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.532 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i4.4070

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meneliti tentang: Bagaimana Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Islamdalam Pengamalan Thariqat Naqsabandiyah di Pantai Cermin.? Bagaimana Kontribusi Thariqah Naqsabandiyahterhadap Pendidikan Islam di Pantai Cermin? Bagaimana Korelasi Thariqah Naqsabandiyah dalam PengamalanPendidikan Islam di Pantai Cermin? Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berfokuskepada wawancara dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1).Ketika suatu ajaran sudah tertanam di dalam hati seseorang maka mereka tidak akan berani melanggaratau mengingkari apa yang sudah diyakininya yang akan menjadi suatu prinsip yang menjadi suatu jalanagar selalu dekat dengan Allah, apalagi pengikut Tarekat Nagsyabandiyah semuanya melalui proses bai’at.Seperti halnya dzikir wajib ketika mereka tidak bisa mengamalkan seperti biasanya maka harus diganti diwaktu yang lain dan itu merupakan hutang kita kepada Allah, dengan begitu kita akan selalu konsistendalam beribadah karna Allah selalu mengawasi kita dan tidak luput dari pengawasannya. dan dalampengamalan dikehidupan sosial diharapkan manusia selalu berbuat baik kepada sesama, menciptakankerukunan dan keharmonisan di lingkungan masyarakat, sehingga menjadi indufidu yang mempunyaiakhlak yang baik (akhlak kepada Allah Swt, mursyid, sesama teman sejawat, diri sendiri, hewan, tumbuhandan lingkungan sekitar) serta etika yang baik. 2). Nilai-nilai pendidikan Islam terdapat dalam ajaranTarikat Naqsyabandiyah terdapat dalam makna maqamat yaitu tingkatan ruhani untuk mendekatkan dirikepada Allah Swt. Nilai-nilai maqâmat yang terkandung pada pendidikan Islam tersebut adalah, Zuhud,Wara’, Fakir (faqr), Sabar, Tawakkal, Riha. Maqâmat merupakan arah dari tujuan pendidikan Islam. 3).Pelaksanaan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Tarekat Naqsyabandiyah mulia diawali dengan taubatyaitu kesadaran akan semua kesalahan baik kepada Allah Swt. Nilai-nilai dalam ajaran tarikat merupakanproses pengalaman yang terintegrasi dalam pola kehidupan sehingga dapat tumbuh dan berkembangsecara spontan untuk mendorong perilaku yang membawa kebaikan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Sufisme dan Tarekat Naqsabandiyah
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 18 MEDAN Abdul Kadir, Syamsu Nahar, Wahyuddin Nur
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.767 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i1.4112

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Nilai-nilai pendidikan multikulturalpada pembelajaran PAI di SMA Negeri 18 Medan, 2) Implementasi penanaman nilai-nilai pendidikanmultikultural pada pembelajaran PAI di SMA Negeri 18 Medan, 3) Implikasi pendidikan multikulturalpada pembelajaran PAI terhadap sikap toleransi siswa siswi di SMA Negeri 18 Medan. Penelitianini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa SMA Negeri 18 Medan.Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1)Nilai-nilai pendidikan multikultural pada pembelajaran PAI diSMA Negeri 18 Medan terciptanya suasana pembelajaran PAI yang kondusif dikarenakan materipembelajarannya mengajarkan saling menghargai, toleransi dan demokrasi terhadap perbedaanyang ada. Muatan kurikulum multikultural terintegrasi dengan pembelajaran PAI dan pelajaranPendidikan Kewarganegaraan (PKn). 2) Implementasi penanaman nilai-nilai pendidikan multikulturalpada pembelajaran PAI di SMA Negeri 18 Medan dengan memberikan contoh teladan dari gurutentang saling menghargai dengan tidak membeda-bedakan siswa yang satu dengan siswa lainnya.Kemudian metode yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepadasiswa adalah dengan cara mengajar dengan bahasa yang santun dan tidak pernah menyinggungisu sensitif yang berkaitan dengan perbedaan agama dan suku. 3) Pendidikan multikultural berdampakpositif bagi sikap toleransi siswa. Setelah menerima pembelajaran PAI para siswa memiliki rasasaling menghargai terhadap perbedaan. Hal ini dapat dilihat dari sikap dan prilaku siswa seharihariyang saling menghargai dan tidak pernah mempermasalahkan perbedaan dikalangan mereka.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan, Multikultural
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MUKHTÂR AL-AHÂDIS AN-NABAWIYAH WA AL-HIKAM AL-MUHAMMADIYAH M. Helmi, Syamsu Nahar, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.418 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i4.4075

Abstract

Abstrak: penelitian ini, penulis menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui analisis teks Hadis, yakni pembahasanterhadap informasi dalam Hadis yang dalam hal ini sumber primernya adalah kitabMukhtâr al-Ahadisan-Nabawiyah wa al-hikam al-Muhammadiya karya Sayyid Ahmad al-Hâsyimî dan sumber sekundernyaadalah kitab-kitab yang berhubungan dengan pendidikan Islam dan syarah-syarah terhadap kitab Hadistersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali dan mengkaji nilai-nilai pendidikanIslam yang terkandung dalam kitabMukhtâr al-Ahadis an-Nabawiyah wa al-hikam al-Muhammadiyadan menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan pendidikan saat ini. Hasil dari pembahasan ini ialah terdapat7 (tujuh) macam nilai-nilai pendidikan Islam, di antaranya tauhid, ikhlas, syukur, ketaqwaan, semangatberamal saleh, ihsan, dan kasih sayang. Semua nilai-nilai ini relevan dengan pendidikan saat ini. Tauhidakan mendidik manusia untuk meng-Esakan Allah dan tidak menyekutukan-Nya serta mengimani nabidan rasul-Nya, ikhlas akan mendidik untuk rela beribadah karena Allah, syukur akan mendidik untukmerasa cukup dengan situasi dan keadaan, ketaqwaan akan mendidik untuk selalu dekat kepada Allah,semangat beramal saleh akan mendidik untuk istiqamah, ihsan akan mendidik untuk senantiasa merasadiperhatikan oleh Allah, dan kasih sayang akan mendidik untuk memiliki sifat lemah lembut dan penyayang.In this study, the author uses the methodology of library research with a qualitative approach. The techniqueof collecting the data is through Hadith text analysis, namely the discussion of information in the Hadithwhich in this case the primary source is the kitab Mukhtâr al-Ahadisan-Nabawiyah wa al-hikam al-Muhammadiya by Sayyid Ahmad al-Hâsyimî and the secondary source are books related to Islamiceducation and sharah-sharah towards the book of the Hadith. The purpose of this study is to explore andexamine the values of Islamic education contained in the kitabMukhtâr al-Ahadisan-Nabawiyah wa alhikamal-Muhammadiyah and adjust these values in the world of education today. The results of thisstudy are 7 (seven) types of Islamic education values, including monotheism, sincerity, gratitude, devotion,virtuous charity, piety, and compassion. All of these values are relevant to current education. Monotheismwill educate of people to expose God and not associate with Him and believe in His prophets and apostles,will sincerely educate to be willing to worship because of Allah, gratitude will educate to feel sufficient withsituations and circumstances, devotion will educate to always be closed to Allah, the spirit of pious charitywill educate for istiqamah, ihsan will educate to always feel cared by God, and compassion will educate tohave a gentle and loving nature.Kata Kunci: Nilai, pendidikan Islam, relevansi
EFEKTIVITAS HALAQAH DALAM MENANAMKAN NILAI DAN SIKAP KEAGAMAAN PADA KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KOTA MEDAN Bukhori, Saiful Akhyar Lubis, Salminawati
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.137 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i4.4066

Abstract

Abstract: The background of this research is the uniqueness found in the Medan City VFD DPD namely inits implementation, it has a Salafiyah Da’wah curriculum, Tariqah sunniyah, Haqiqah suffiyah, Ha’iyahsiyasiyah, Jamaah riyadiyah, Rabithah ilmiyah tsaqafiyah, Shirkah iqtishadiyah, Fikroh ijtiaiyah and hasmaterial namely Taqwa , Nataijul Ibadah, Amanah, Islamic personality, Istiqomah, Al-Wafa, and maintainingthe halal property. the cadres have given birth to the JSIT education concept.The purpose of thisstudy was to analyze and describe the implementation of halaqah and the role of the Medan City PKSDPD and the contribution of halaqah in the world of Islamic Education.This type of research is qualitative.Data sources are primary data from the management of the Medan City PKS DPD. Data collectiontechniques are observation, interviews and documentation. Technical guarantee of data validity is trigulation.Data analysis techniques are data reduction, data presentation and verification of conclusions.The resultsof this study are the implementation of halaqah which is done to shape the pious Muslim personality traitsthat refer to the Qur’an and Sunnah, true worship in accordance with Islamic teachings, solid and independentmorality.The role of Medan City PKS DPD carries out halaqah in instilling religious values andattitudes in each cadre assigning the field of regeneration to implement it, the Medan PKS DPD supervises,and provides assistance for the formation and education of each cadre. the results of the cadre weredonated to the DPD as a newly developed and educated cadre. The real halaqah contribution is that thecadres have created the concept of Integrated Islamic education under the auspices of the IntegratedIslamic School NetworkPenelitian ini dilatarbelakangi keunikan yang terdapat di DPD PKS Kota Medan yaitu dalam pelaksanaanyahalaqah memiliki kurikulumDakwah Salafiyah, Tariqah Sunniyah, Haqiqah Suffiyah, Ha’iyah Siyasiyah,Jama’ah Riyadiyah, Rabithah Ilmiyah Tsaqafiyah, Shirkah Iqtishadiyah, Fikroh Ijtiaiyah dan memilikimateri yakniTaqwa, Nataijul Ibadah, Amanah, Berkepribadian Islami, Istiqomah, Al-Wafa, dan MenjagaKehalalan Harta. para kader telah melahirkan konsep pendidikan JSIT. Tujuan penelitian ini untuk menganalisisdan mendeskripsikan pelaksanan halaqah dan peran DPD PKS Kota Medan dan kontribusi halaqahdalam dunia Pendidikan Islam. Jenis penelitian adalah Kualitatif, sumber data adalah data primer daripengurus DPD PKS Kota Medan. Tehnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknis penjaminan keabsahan data adalah triangulasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajiandata dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan halaqah yang dilakukan untukmembentuk karakter kepribadian muslim yang sholeh yang merujuk kepada Alquran dan Sunnah, ibadah yang benar sesuai dengan ajaran Islam, akhlak yang kokoh dan mandiri. Peran DPD PKS Kota Medanmelaksanakan halaqah dalam menanamkan nilai dan sikap keagamaan pada setiap kadernya menugaskanbidang kaderisasi untuk melaksanakannya, pihak DPD PKS Medan mengawasi, dan memberikan bantuanguna pembinaan dan pendidikan setiap kader. hasil dari pengkaderan di dalam disumbangkan kepadaDPD sebagai kader baru terbina dan terdidik. Kontribusi halaqah nyata yaitu para kader telah melahirkankonsep pendidikan Islam Terpadu yang berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam TerpaduKata Kunci: Efektivitas, Halaqah, Nilai dan Sikap, Kader
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BERSERTIFIKASI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PEMATANG SIANTAR Nurhasanah, Syamsu Nahar, Ali Imran Sinaga
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.062 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i1.4106

Abstract

bertakwa guru bersertifikasi di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar.? 2) Bagaimana komptensikepribadian jujur guru bersertifikasi di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar.? 3) Bagaimana kompetensikepribadian menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat guru bersertifikasi terhadap peningkatankompetensi guru dalam mengajar di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar.? Metodologi penelitianini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Kompetensi Kepribadian Berimandan Bertakwa Guru Bersertifikasi di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar. Bahwa bertakwa, ramah,energik, jujur, objektif dan berakhlak mulia, memiliki rasa ikhlas, merasa tanggungjawab dan dalammemberikan ilmu kepada siswa/i, saling bekerja sama dalam kekeluargaan, mantab dan stabil. Gurutepat waktu, harus menjalankan tugas dengan benar dan tanpa pamrih, walaupun harus mengorbankankepentingan pribadi. Disiplin menjalankan tugas sebagai seorang guru, bekerja keras, bersungguh-sungguhdan hidup teratur dalam memanfaatkan waktu, ikhlas dalam arti apa yang dikerjakan kerana Allah.Bekarja sebagai ibadah yang nantinya akan kita pertanggung jawabkan kepada Allah Swt, merupakankompetensi kepribadian beriman dan bertakwa. 2) Komptensi Kepribadian Jujur Guru Bersertifikasi diMadrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar. Bahwa kompetensi kepribadian jujur sangat tertanam padadiri induvidu guru yang bersertifikasi, yakni terlihat pada datang kemadrasah dan pulang dari madrasahsesuai dengan peraturan yang sudah disepakati, serta saat pemberian nilai mata pelajaran sesuai denganhasil evaluas/ujian dari siswa. Guru dilarang mengkatrol nilai yang rendah menjadi tinggi. 3) KompetensiKepribadian Menjadi Teladan Bagi Peserta Didik dan Masyarakat Guru Bersertifikasi Terhadap PeningkatanKompetensi Guru Dalam Mengajar di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar. Kompetensi kepribadianmenjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat guru bersertifikasi terhadap peningkatan kompetensiguru dalam mengajar di Madrasah Aliyah Negeri Pematang Siantar Yang utama yang harus dilakukanpendidik adalah memberikan contoh (tauladan) yang baik. Kepribadian pendidik yang matang akanmampu menjadi model dan tauladan yang baik bagi siapapun khususnya siswa, karena pendidik harusmampu menampilkan kepribadian yang menarik.Memiliki sikap yang terpuji dan berakhlak yang baiksebagai pribadi seperti santun, jujur, amanah, disiplin dan kerjasama.Kata Kunci: Kompetensi Kepribadian, Pelaksanaan dan Sertifikasi
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM ALQURAN SURAH AL-LAHAB (STUDI ANALISIS TAFSIR AL-QURAN) Lukman Hakim Ritonga, Achyar Zein, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i4.4071

Abstract

Abstrak: The purpose of this study is to describe what the values of education in the Koran are for Q.S.al-Lahab and the application of educational values to the surah al-Lahab in the world of education. Theresearch methodology carried out by the author here is by using the library (library research) The results ofthis study indicate some of the educational values contained in the surah al-Lahab globally, namelyaqidah and akhlak education. Among the values of education that are understood, namely the educationalvalue of faith/creed which is the form of disbelief and belie the truth, and reject the religion broughtby the Prophet Muhammad will be able to bring a person into hell, instead someone who obeys andbelieves in the end and day of vengeance will become a group of believers and enter into heaven. The valueof moral education that can be concluded is: the obligation to protect themselves from despicable qualitiesincluding the nature of evil, jealousy, the nature of spreading slander which is not true, and envy of humans.And is obliged to take care of yourself from the fire of hell such as happy to spread bad traits,eventually going back to yourself, then still keeping the family from the characteristics that bring about thewrath of Allah Almighty. Implicitly the surah al-Lahab contained educational values which were concludedamong others; 1) the value of moral and attitude coaching, 2) the concept of achieving wealth andlearning towards the blessing of Allah swt, 3) avoiding the nature of slander.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja nilai-nilai pendidikan dalam Alquranpada Q.S. al-Lahab dan aplikasi nilai-nilai pendidikan pada surah al-Lahab dalam dunia pendidikan.Metodologi penelitian yang dilakukan penulis disini dengan menggunakan kepustakaan (library research).Hasilpenelitian ini menunjukkan beberapa nilai pendidikan yang terdapat dalam surah al-Lahab secara globalyaitu pendidikan akidah dan akhlak. Di antara nilai pendidikan yang dipahami, yaitu nilai pendidikankeimanan/akidah yaitu bentuk kekafiran dan mendustakan kebenaran, dan menolak agama yang dibawaNabi Muhammad saw akan dapat membawa seseorang terseret masuk ke dalam neraka. Nilai pendidikanakhlak yang dapat disimpulkan yaitu: kewajiban untuk menjaga diri dari sifat-sifat tercela di antaranyasifat ba!il, sifat iri dengki, sifat menyebar fitnah yang tidak benar kebenarannya dan iri hati terhadapmanusia. Dan diwajibkan untuk menjaga diri sendiri dari api neraka seperti senang menyebar sifat buruk,pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri, kemudian tetap menjaga keluarga dari sifat-sifat yangmendatangkan kemurkaan Allah swt. Secara implisit surah al-Lahab terdapat nilai-nilai pendidikan yangdisimpulkan antara lain; 1) nilai pembinaan moral dan sikap, 2) konsep meraih harta dan menuntut ilmumenuju ridha allah swt, 3) menjauhi dari sifat fitnah.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, Surah al-Lahab, Alquran
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MULTIKULTURAL DI SMP NEGERI 17 MEDAN Sarfika Saragih, Ali Imran Sinaga, Mardianto
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 1 (2018): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.14 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i1.4161

Abstract

Abstract: This study attempts to (1) make and depelove of multicultural based teaching materials PAI aboutmatter tolerance and appreciate differences, (2) described a study results and response of students about that,(3) to know a results effective for that. Using method research and development (R & D), refers to Borg andGall models. Subject trial consisted of material experts, design experts, PAI teachers, students of class IX-3 atSchool, individual trials (3 students), small group trials (9 students), limited field trials (30 students). Dataabout a quality of development this collected by questionnaire. The results of the study indicates: (1) materialexpert validation includes aspects of eligibility content with an average of 87.5% with the criteria of “verygood” the feasibility aspect of presentation with an average of 80.35% with the criteria “good”, languageaspects 80.35% with the criteria “good”. (2) validation of design experts with an average of 83.62% with thecriteria of “good”. (3) the responses data PAI teacher with an average of 82.35% with the criteria of “good”,(4) individual trials with an average of 84.72% with “very good criteria, small group trials with an average of84.25 with the criteria of” very good “, limited field trials with an average of 95.83% with criteria for “verygood”. this proves that multicultural based PAI teaching materials development is appropriate for use inlearning matter Q.S. Al-Hujurat/49: 13 about tolerance and appreciate differences and hadiths related for thestudents of class IX-3 at Public Junior High School 17 Medan.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan menghasilkan Bahan Ajar PAI berbasis multikultural,(2) mendeskripsikan hasil belajar dan respon siswa terkait dengan Pengembangan Bahan Ajar PAI BerbasisMultikultural, (3) mengetahui hasil efektivitas Bahan Ajar PAI Berbasis Multikultural yang dikembangkan padamateri Toleransi dan Menghargai Perbedaan pada siswa kelas IX-3 SMP Negeri 17 Medan. Metode penelitianyang digunakan Research and Development (R&D) model Borg dan Gall. Subjek uji coba terdiri dari ahlimateri, ahli desain, guru PAI, dan siswa kelas IX-3, perlakuan uji coba yaitu uji coba perorangan (3 siswa), ujicoba kelompok kecil (9 siswa), uji coba lapangan terbatas (30 siswa). Data tentang kualitas produk pengembangandikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi ahli materi meliputi aspekkelayakan isi dengan rata-rata 87,5% dengan kriteria “Sangat Baik”, aspek kelayakan penyajian dengan ratarata80,35% dengan kriteria “Baik”, aspek bahasa 80,35% dengan kriteria “Baik”, (2) validasi ahli desaindengan rata-rata 83,62% dengan kriteria “Baik” (3) data tanggapan guru PAI dengan rata-rata 82,35% dengankriteria “Baik” (4) uji coba perorangan dengan rata-rata 84,72% dengan kriteria “Sangat Baik, uji cobakelompok kecil dengan rata-rata 84,25 dengan kriteria “Sangat Baik”, uji coba lapangan terbatas dengan ratarata95,83% dengan kriteria “Sangat Baik”. Hal ini membutikan bahwa pengembangan bahan ajar PAIberbasis multikultural layak digunakan pada pembelajaran materi Q.S. Al-Hujurat/49: 13 tentang Toleransidan Menghargai Perbedaan dan hadits terkait di kelas IX SMP Negeri 17 Medan.Kata kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Pendidikan Agama Islam, Berbasis Multikultural
POLA PENDIDIKAN AGAMA DAN KARAKTER BAGI ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB NEGERI 0577704 KWALA BINGAI KEC. STABAT, KAB. LANGKAT Handriyatul Akhbar, Mardianto, Rusydi Ananda
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.36 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i1.4163

Abstract

Abstrak: Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak atau orang yangmemiliki kemampuan intelektual di bawah ratarata atau bisa juga disebut dengan retardasi mental.Anak tunagrahita ini fungsi intelektualnya yang lamban, yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tesintelegensi baku. Pola Pendidikan Agama Islam adalah Model yang digunakan untuk proses memasukkannilai-nilai Agama Islam pada diri peserta didik untuk mencapai tujuan yang mengarah kepada ketaqwaandan akhlakul karimah sehingga membentuk pribadi yang sempurna, bertanggung jawab, dan baikdalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Sedangkan Pendidikan Karakter dimaknai sebagaicara berpikir dan berprilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama baik dalamlingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanapola pendidikan agama dan karakter bagi anak tunagrahita di SDLB Negeri Kwala Bingai. Penelitianini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupaobservasi,wawancara, dan studi dokumentasi dengan menitik beratkan sumberdata informasi yaitu:kepala sekolah dan guru Agama Islam, untuk mengokohkan keabsahan data yang di peroleh. Darihasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi diperoleh hasil bahwa Pola pendidikan agamabagi siswa tunagrahita berjalan dengan baik disana guru menggunakan pola pembiasaan dan polaintruksi satu arah. Guru sangat memperhatikan dan melakukan pendekatan perindividu ada beberapahal yang harus diperhatiakan untuk merangsang perhatian mereka yaitu menenamkan kepatuhan,melakukan kontak mata langsung perindividu, Selain itu ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikanbagi guru dalam proses pembelajaran, yaitu menggunakan suara jelas dan keras, pemberian instruksijelas, singkat dan menggunakan bahasa yang sederhana. yang paling berperan menanamkan pendidikankarakter adalah guru agama adapun nilai yang ditanamkan seperti nilai religi, nilai kejujuran, social,tanggung jawab dan tolong menolong.Kata Kunci : Pola Pendidikan, Tunagrahita Dan Karakter
LAYANAN KONSELING INDIVIDU DI MTsS YMPI (YAYASAN MADRASAH PENDIDIKAN ISLAM) SEI TUALANG RASO KOTA TANJUNGBALAI Deni Putra Ardiyana, Lahmuddin Lubis, Edi Saputra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.806 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i1.4374

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses layanan konseling individu diMTsS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, 2) Mengetahui pelaksanaan layanan konselingindividu di MTsS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, 3) Mengetahui masalah-masalahapasajayang dihadapi guru bimbingankonselingdalampelaksanan layanan konseling individu di MTsSYMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai, 4) Mengetahui kesulitan-kesulitanapasaja yang dihadapiguru bimbingankonselingdalampelaksanan layanan konseling individu di MTsS YMPI Sei TualangRaso Kota Tanjungbalai, 5) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam layanan konselingindividu di MTsS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai. Penelitian ini menggunakan pendeketanpenelitian kualitatif dan dengan menggunakan motode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengancara observasi, wawancara, studi dokumen dan teknik keabsahan data mengacu pada penelitiankualitatif tersebut. Setelah dilakukan penelitian, maka temuan penelitian menunjukkan bahwa,1) tahap proses layanan konseling individu diantaranya adalah, tahap awal konseling, tahappertengahan, dan tahap akhir konseling. 2) pelaksanaan layanan konseling individu di antaranyaadalah perencanaan pelaksanaan, pelaksanaan layanan konseling, melakukan evaluasi jangkapendek, menganalisis hasil evaluasi, tindak lanjut dan terakhir adalah menyusun laporan. 3)Adapun masalah-masalah yang ditangani guru bimbingan konseling dalam pelaksanaan layanankonseling individu di MTsS YMPI Sei Tualang Raso adalah masalah dengan kategori ringan,masalah dengan kategori sedang, dan terakhir adalah masalah dengan kategori berat. 4) Adapunkesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru bimbingan konseling dalam pelaksanaan layanankonseling individu adalah sarana prasarana belum memadai, banyaknya siswa yeng belum memahamipentingnya layanan konseling individu, rasa takut siswa yang besar terhadap guru bimbingankonseling, dukungan orang tua yang masih kurang, dan terakhir adalah belum berjalannya kerjasamaantara guru bimbingan konseling, kepada madrasah dan guru dalam pelaksanaan layanan konslingindividu di MTsS YMPI Sei Tualang Raso kota Tanjungbalai. 5) Faktor pendukung dan penghambatdalam pelaksanaan layanan konseling individu adalah datang dari siswa, guru bimbingan konseling,orang tua, guru dan Kepala Madrasah dan semua yang berhubungan dengan pelaksanaan layanankonseling individu di MTsS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai.Kata Kunci: Konseling dan Layanan Konseling
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MENURUT IBNU SAHNUN (Studi Analisis Kitab Adâb al-Mu’allimîn ) Karlina, Achyar Zein, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.38 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.4404

Abstract

relevansi pemikirannya terhadap pendidikan masa kini. Kompetensi kepribadian guru merupakan bekalutama dalam menjalankan tugas secara profesional. Beberapa aspek kompetensi kepribadian yang dimilikioleh guru bertujuan agar dapat memperbaiki moral dan etika dalam dunia pendidikan. Maka dari itu,penelitian ini akan menelaah kitabAdâb al-Mu’allimin yang akan mendeskripsikan kompetensi kepribadianguru menurut Ibnu Sahnun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitianpustaka (library Research). Hasil dari penelitian ini bahwa kompetensi kepribadian guru menurut IbnuSahnun yaitu: menghindari diskriminasi terhadap anak didik karena perbedaan status sosial, berlakuadil, kasih sayang dan lemah lembut, tidak bertindak ketika saat marah/emosi, tidak memberikan hukumanberlebihan, ikhlas karena Allah swt, tidak membebani anak didik dengan suatu hadiah selain gaji yangditerimanya, tanggungjawab, memperhatikan keadaan anak didik, pembinaan akhlak, bertaqwa kepadaAllah swt. Di samping itu, relevansi pemikiran Ibnu Sahnun dengan pendidikan masa kini, bahwa adanyakesesuaian antara kompetensi kepribadian guru menurut Ibnu Sahnun dengan Standar Nasional Pendidikanyang telah ditetapkan yaitu memiliki kepribadian mantab, stabil, dewasa, arif, bijaksana, menjadi teladandan berakhlak mulia.This thesis aims to know the personality of teacher competence according to Ibn Sahnun and hisrelevance to education. The personality of teachers competence is a major provision in the runningtasks in a professional manner. Some aspects of the competencies possessed by the personality of theteacher aims in order to improve the moral and ethical in the world of education. Thus, this research willexamine theAdâb al-Mu’allimîn book that would describe the personality of teacher competence accordingto Ibn Sahnun.This study used a qualitative approach to the type of library research. The datasource used is the source of primary data and secondary data sources. The results from this researchthat the personality of teacher competence according to Ibn Sahnun, namely: avoid discriminationagainst students because of the difference in social status, justice, compassion and gentle, not actingwhen angry/emotional, not giving excessive punishment, sincere because Allah Swt. do not overloadthe students with a gift in addition to the salary received, responsibility, pay attention to the circumstancesof the students, the construction of the morals, piety to Allah swt. In addition, the relevance ofthe thought to Ibn Sahnun with education today, that the existence of the suitability between the personalityof teacher competence according to Ibn Sahnun with education standards set namely has greatpersonality, stable, adult, wise, be an example and have a noble character.Keywords: The personality of teacher competence, Ibn Sahnun, Adâb al-Mu’allimîn book.