cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DI UIN SUMATERA UTARA Dalmaisyah Gea, Amiur Nuruddin, Saparuddin Siregar.
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.654 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.4410

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara kecerdasanemosi, kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) serta dampaknyapada Kinerja Pegawai UIN SU Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan merumuskanhipotesis, mencari korelasi antar variabel dengan menggunakan analisis Path(Path Analisis)Teknikanalisis jalur ini akan digunakan dalam menguji besarnya sumbangan (kontribusi) yang ditunjukkanoleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel X1, X2 dan X3tehadap Y serta dampaknya kepada Z dan dilakukan pengujian statistik untuk menerima ataumenolak hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecerdasan emosional dan kepuasankerja berpengaruh langsung terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pegawai UINSU.Kecerdasan emosional, kepuasan kerja, danOrganizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruhlangsung terhadap kinerja Pegawai UIN-SU.Kata Kunci: kecerdasan emosi, kepuasan kerja, Organizational Citizenship Behavior (OCB)
MODEL PEMBELAJARAN ALQURAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 MODEL MEDAN Romat Efendi Sipahutar, Mardianto, Wahyudin Nur Nasution
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 1 (2019): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.152 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i1.4373

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pelaksanaan model pembelajaran Alquran 2)kelebihan dan kelemahan macam model pembelajaran alquran 3) kendala dan upaya penangulanganmodel pembelajaran alquran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan. Secara metodologi, penelitianini merupakan penelitian kualitatif. Setelah data dianalisa, maka ditemukan bahwa:1) Pelaksanaan Modelpempelajaran Alquran di Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan mencakup model dan metode yangbermacam- macam bertujuan supaya siswa tidak bosan, sehingga menarik dan menyenangkan dalampembelajaran Alquran berlangsung.2) Model pembelajaran yang di gunakan dalam pembelajaran Alqurandi Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Medan sangat bervariasi, tidak hanya focus pada satu macam modelsaja, antara lain model klasikal, model tajwid, makea match dan model guru asuh dengan macam modelmempunyai kelebihan agar siswa tidak bosan dan pembelajaran menyenangkan 3) Kendala yang dihadapidalam pelaksanaan Model pembelajaran Alquran di Madrasah ini adalah terbatasnya pengetahuan gurutentang Model Pembelajaran Alquran, keterbatasan koleksi buku di Perpustakaan dan Upaya penanggulanganantara lain musyawarah guru mata pelajara dan program Full day tahfizh Alquran dilakukan musyawarahguru tahfizh dengan WKM( Wakil kepala Madrasah) kurikulum serta dengan kordinator tahfizh, selanjutnyamemperdaya perpustakaan.This study aims to find out: 1) Implementation of the Koran learning model 2) the strengths and weaknessesof the type of Koran learning model 3) constraints and efforts to overcome the Koran learning modelin the Medan 2 Model Madrasah Aliyah Negeri 2. Methodologically, this research is qualitative research.Data was collected using in-depth interviews, observations and document studies. After the data wasanalyzed, it was found that: 1) Implementation of the Koran learning model in Medan 2 State MadrasahAliyah 2 includes various models and methods aimed at so that students are not bored, so that interestingand enjoyable learning in the Koran takes place.2) Learning models in the use in learning the Koran inMedan 2 Model Madrasah Aliyah 2 is very varied, not only focusing on one type of model, includingclassical models, tajwid models, makea match and foster teacher models with different types of models sostudents do not get bored and have fun learning 3 ) The constraints faced in implementing the Koran inMadrasah learning model are the limited knowledge of the teacher about the Koran Learning Model, thelimited collection of books in the Library and prevention efforts including the discussion of the subjectteacher and the full day tahfizh Alquran program by tahfizh teacher meetings with WKM (Deputy headMadrasa) cur the ikulum and with the tahfizh coordinator, then deceived the library.Kata Kunci: Model, Pembelajaran dan Alqur’an
BAYT AL-HIKMAH: SEJARAH TRANSMISI ILMU PENGETAHUAN ANTAR PERADABAN Husni Laili, Hasan Asari, Siti Zubaidah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.005 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.4451

Abstract

Abstract: This research aims to analyze: 1) to know the history of socio-intellectual establishment of Bayt al-Hikmah 2) to determine the collection of books Greece in Bayt al-Hikmah 3) to determine the translation inBayt al-Hikmah and 4) to determine the theme -theme works translated in Bayt al-Hikmah. This researchuses qualitative research data collection is done through library research (library research) using historicaland sociological approach. The results of this study show that: 1) social and intellectual history of the establishmentof Bayt al-Hikmah, politically supported their stand family of Barmak-Persians, religiously at thistime the strong flow of Mu’tazila then to the development of government science and society have the samevision 2) the collection of books Greece in Bayt al-Hikmah can be done in various ways, among others, sentenvoys Islam to a foreign country and buy it as Constantinople, the result of the conquest of a country such asByzantium and Persia, also taking jizya (tax payments) were sometimes must be paid to book 3) Translatingin Bayt al-Hikmah done in two steps. The first foreign-language manuscripts translated into the language ofancient Syria and then in the second stage was translated into Arabic. Additionally translators provide Ta’liq(comment) on these books and writing such as context-adjust, enhance and correct any errors shortage. 4)The themes of the works translated in Bayt al-Hikmah are generally preferred in practical science such asmedicine, mathematics, astrology, astronomy and philosophy derived from Plato as Thatetus, Aristotle asCategoriae, Hellenism Roman as Poimandres and Neo-Platonism like Enneads and many more.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) untuk mengetahui sejarah sosial-intelektual pendirianBayt al-Hikmah 2) untuk mengetahui pengumpulan buku-buku Yunani di Bayt al-Hikmah dan 3)untuk mengetahui penerjemahan di Bayt al-Hikmah dan 4) untuk mengetahui tema-tema karyayang diterjemahkan di Bayt al-Hikmah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulandata dilakukan melalui riset kepustakaan (libarary research) dengan menggunakan metode sejarahdan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sejarah sosial-intelektualpendirian Bayt al-Hikmah, secara politis berdiri didukung adanya keluarga Barmak-orang-orangPersia, secara agama pada masa ini kentalnya aliran Mu’tazilah kemudian untuk pengembanganilmu pengetahuan pemerintah dan masyarakat memiliki visi yang sama 2) Pengumpulan bukubukuYunani di Bayt al-Hikmah dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain mengirim utusanIslam ke negeri asing dan membelinya seperti Konstatinopel, hasil penaklukan sebuah negara sepertiByzantium dan Persia, juga pengambilan jizyah (pembayaran pajak) yang terkadang wajib dibayardengan buku 3) Penerjemahan di Bayt al-Hikmah dilakukan dengan dua langkah. Pertama manuskrip-manuskrip berbahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Syiria kuno kemudian pada tahapkedua diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Selain itu penerjemah memberikan ta’liq (komentar)terhadap kitab-kitab tersebut serta menukilnya seperti menyesuaikan konteks, menyempurnakankekurangan dan mengoreksi setiap kesalahan. 4) Tema-tema karya yang diterjemahkan di Baytal-Hikmah secara umum lebih diutamakan pada ilmu praktis seperti kedokteran, matematika,astrologi, astronomi dan filsafat yang berasal dari karya Plato seperti Thatetus, Aristoteles sepertiCategoriae, Hellenisme Romawi seperti Poimandres dan Neo-Platonisme seperti Enneads.
SISTEM PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH MEDAN Hazlina Agustina, Hasan Asari, Zulheddi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.341 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.4803

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan: 1) model pembelajarankitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan, 2) faktor yang mendukung sistem pembelajarankitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan, 3) faktor yang menghambat sistem pembelajarankitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan, serta 4) solusi yang dapat ditempuh untukmengatasi faktor penghambat sistem pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul HikmahMedan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan dengan menggunakan motodeanalisis-deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara(interview), serta studi dokumentasi. Setelah dilakukan penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa,1) model pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan meliputi: hafalan ataumenghafal,weton ataubandongan,sorogan, serta modelmuzakarah atau musyawarah, 2) faktor yangmendukung sistem pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan, meliputikeinginan untuk mengetahui dan mendalami kitab kuning dari santri atau santriwati ketika pelaksanaanpembelajaran kitab kuning diterapkan, persiapan santri atau santriwati sebelum pembelajaran dimulai,penyediaan media pembelajaran yang cukup memadai, meskipun tidak begitu lengkap tetapi bisadigunakan untuk menunjang proses pembelajaran, 3) faktor yang menghambat sistem pembelajarankitab kuning di Pondok Pesantren Darul Hikmah Medan, meliputi latar belakang pendidikan santriyang berbeda, metode dan model pengajaran yang terkesan membosankan, banyaknya orang tualebih melirik janji sekolah apabila santri atau santriwati itu tamat kemudian orang tua sekarang lebihmelihat Alquran sehingga menyekolahkan anaknya di pondok pesantren tahfizh, pola pikir santri yangsudah terbentuk bahwa belajar kitab kuning sulit sekali, kitab-kitab terjemahan yang mulai hadir sehinggamemanjakan pembacanya, masuknya program pendidikan umum ke dalam kurikulum lembaga pendidikanpondok pesantren, 4) solusi dalam mengatasi faktor penghambat tersebut, meliputi menjalankan aturanaturanatau undang-undang yang telah ditetapkan oleh pesantren, menjalankan kurikulum sesuai denganyang semestinya, lebih menekankan kepada model praktek dan bimbingan pembelajaran kitab kuningdi luar dari pelajaran formal, mengutus santri atau santriwati yang berbakat dalam pembelajaran kitabkuning untuk mengikuti perlombaan kitab kuning (MQK) agar memotivasi dan menarik minat santriyang lainnya, ustaz atau ustazah memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada santri seputarnahwusaraf ketika pembelajaran berlangsung, dan selalu melakukan model sorogan atau setoran kepadaustaz atau ustazah, murid membacakan kitab kuning dihadapan ustaz atau ustazah.Kata Kunci: problematik, Pendidikan Tinggi Kader Ulama, Majelis Ulama Indonesia
IMPLEMENTASI KONSELING ISLAMI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 ACEH TENGGARA Alamsyah Putra, Saiful Akhyar Lubis, Lahmuddin Lubis
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.032 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.5504

Abstract

Abstrak: Bimbingan dan konseling Islami di madrasah merupakan suatu yang tidak dapat diabaikandalam proses pendidikan bahkan perlu mutlak adanya, terutama bila dilihat keadaan madrasahyang menunjukan betapa pentingnya bimbingan dan konseling madrasah untuk memberikanbantuan layanan belajar kepada siswa yang sering mengalami kesulitan terhadap pembelajarandi madrasah. Dalam keadaan seperti ini, maka agamalah yang berperan sangat penting dalamkehidupan remaja (siswa). Perilaku menyimpang dalam bentuk pelanggaran tata tertib di Madarsahmerupakan permasalahan yang dapat mengganggu prose belajar mengajar dan menghambatperkembangan kepribadian siswa, oleh karena itu perlu mendapat perhatian secepat mungkindari majelis bimbingan konseling madarsah yaitu dengan mencari faktor-faktor yang menyebabkantimbulnya tindakan-tindakan pelanggaran setelah jelas barulah diambil langkah-langkahpenanggulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi konseling Islamidi Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Tenggara, menganalisa impelementasi konseling Islami kelompok,konseling Islami individu dan konseling Islami belajar di Madrasah Aliyah Negeri 1 Aceh Tenggara.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datapenelitian yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datamenggunakan model Miles dan Huberman.Kata Kunci: Konseling Islami, Layanan Belajar, Layanan Individu, Layanan Kelompok.
ISLAMIC COUNSELING SERVICES IN THE FORMATION OF MENTAL HEALTH ACCORDING TO ZAKIAH DARADJAT Dede Irma, Saiful Akhyar Lubis, Syamsu Nahar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.083 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.5578

Abstract

Abstract: This study uses a qualitative approach to literature of the object. The purpose of thisstudy was to determine the concept, implementation and relevance of services for Islamic counselingin the formation of mental health according to Zakiah Daradjat. The results showed that:1) The concept of Islamic counseling services in the formation of mental health according toZakiah Daradjat basically needed help to overcome the difficulties it faced and various psychologicalservices emerged; and religion was the most important element in mental development. 2)Implementation of Islamic counseling services in the formation of mental health according toZakiah Daradjat is based on the principles of happiness of the world and the hereafter, principlesof communication and deliberation, principles of benefit, principles of compassion, principles ofhonor and respect, principles of security, principles of ta’awun or constructive cooperation, theprinciple of tolerance, the principle of justice. 3) The relevance of Islamic counseling services inthe formation of mental health departs from Islamic psychotherapy which has three regions, theyare: households (counselors in this area are parents and the value invested in mental establishmentis taqwa), school (the counselor is all agents schools with education in accordance with theteachings of religion), and the community (counselors in this area are individuals, especiallyleaders and rulers who provide counseling through policies made).Key Word: Islamic Counseling and Mental Health
INTERPERSONAL COMMUNICATION IN LEARNING PERSPECTIVE OF KORAN (The Study of Interpretation In QS: As Saffat 102-111) Iis Sholihat Damanik, Achyar Zein, Ardiansyah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 3 (2019): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.781 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i3.5620

Abstract

Abstract: This research aimed to describe about interpersonal communication in learning perspective of Koran (the study of interpretation in Q.S.: As saffat (102-111). The type of this research is library research with a qualitative approach. The research method used is the method of interpretation that is tahlily method. More over, the source of this research is Koran, Tafsir, and literature relating to the interpersonal communication in learning, while the technique of collecting the data was by collecting Mu’jam al-Mufahras lil Alfazil Alquran Karim, which was composed by Muhammad Fuad. Technique of analyzing the data was performed by using content analysis. The results of this research were interpersonal communication used by Prophet Ibrahim and Prophet Ismail to be dialogical, open, and empathy. Prophet Ibrahim as an educator, provides the best education for his children or learners with full loyalty. Thus, producing obedient children, obedient and patient when facing problems as well as words that are well organized and polite. Besides, the interpersonal methods of learning in Q.S. As-Shaffat 102-111 which is dialogue method, discussion, informative telecommunication, persuasive, and instructional method, used to dear call method, reward method, and exemplary method. Keywords: Interpersonal communication, Learning, Koran.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS WAKAF DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AS-SUNNAH DELI SERDANG Nursyahrul Ritonga, Achyar Zein, Mesiono
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.901 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.5542

Abstract

Abstrak: kemajuan pendidikan erat kaitannya dengan manajemen pendidikan di mana ketika prosesperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan dengan baik akan menghasilkanpendidikan yang berkualitas. Sebaliknya jika salah satu maupun keseluruhan dari aspek manajemenpendidikan tidak dirancang dengan baik maka akan menghasilkan kualitas pendidikan yang kurangbaik pula. Salah satu aspek manajemen pendidikan itu adalah pembiayaan. Pembiayaan pendidikanmemiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Proses belajar mengajar akan berjalansecara maksimal apabila tujuan yang akan dicapai memenuhi persyaratan yang telah ditentukansesuai dengan perencanaan. Dalam segala upaya pencapaian tujuan pendidikan, biaya dan pembiayaanpendidikan memiliki peranan yang sangat menentukan. Hampir tidak ada upaya pendidikan yangdapat mengabaikan peranan biaya, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya, proses pendidikanbelum bisa berjalan secara maksimal. Dalam studi pendahuluan penulis ke Sekolah Tinggi AgamaIslam As-Sunnah Deli Serdang ditemukan manajemen pembiayaan pendidikan yang berbeda denganlembaga pendidikan pada umumnya yakni sumber pembiayaannya. STAIS As-Sunnah Deli Serdangmelaksanakan seluruh proses pendidikan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari wakaf. Fasilitasdan sarana pendidikan mulai dari tanah, gedung belajar, kantor administrasi, asrama, perpustakaan,laboratorium, mesjid, dan fasilitas olahraga semuanya bersumber dari dana wakaf. Biaya operasionalseperti gaji pendidik, gaji pegawai, uang makan peserta didik, dan biaya-biaya lainnya juga berasaldari wakaf. Sedangkan lembaga-lembaga pendidikan Islam lainya, hanya sebagian yang memanfaatkanwakaf seperti tanah dan bangunan sementara biaya operasionalnya masih mengandalkan dari pesertadidik dan bantuan baik dari pemerintah maupun swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanperencanaan anggaran pendapatan dan belanja dana wakaf, implementasi dana wakaf, dan pembiayaanpendidikan dana wakaf di Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah Deli Serdang. Penilitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data penelitian yang dilakukanadalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukandengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teknik penjaminkeabsahan data dengan cara triangulasi data, transferabilitas dan konfirmabilitas.Kata Kunci: Manajemen, Pembiayaan, Wakaf.
THE PROBLEM LEARNING OF HOSTORY OF ISLAM CULTURE (SKI) IN MADRASAH ALIYAH IN BINJAI Siti Nasuha, Hasan Asari, Syaukani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 2 (2019): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.781 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i2.5579

Abstract

The research aims to find out the learning problems of history of Indoesian Culture inthe Islamic School in Binjai City. The problem includes: (1) curriculum (2) teaching staff (3)learning strategies and (4) aspects of learning resources. This study uses a qualitative approach.The study was conducted on four Islamic schools in Binjai consisting of one (1) state highschool and three (3) private high of Islamic schools. The data sources of this study are data,and documents. The research data was collected through observation, interviews, and documentanalysis and using data reduction techniques, data presentation and conclusion drawing inthe school environment and in the classroom. The research subjects consisted of students andteachers. The object of research is the learning problems of the SKI. The research instrumentsare interview guides, observation sheets, and field notes. The data is analyzed by qualitativedescriptive method. Based on this qualitative descriptive analysis, some conclusions can befound are:First, SKI learning problems of the curriculum aspects, are: (1) planning and implementationof learning has not been fully implemented properly, (2) curriculum; the subject matter is stilltoo much (extensive discussion), (3) time allocation of learning is too short, (4) administrationduties of teacher are too much. Second; SKI learning problems from the aspect of teachingstaff include: (1) Qualifications, competencies, and SKI teacher certification are inadequate,(2) Teachers teach more than one lesson and some of them teach non-cognate subject areas(3) Teacher’s experience teaching is not professional, (4) MGMP; The Subject Teacher Conferencewhich was formed in November 2018 ago, has not yet proceeded in accordance with thefunctions and objectives of the MGMP in Madrasah Aliyah Binjai. Third; SKI learning problemsfrom aspects of learning strategies include: (1) The learning methods are still conventional, (2)Less creative learning, (3) SKI lessons are considered less important, (4) Learning at the end ofthe lesson time table, (5) Differences in student education background. Fourth; SKI learningproblems from aspects of learning resources include (1) The use of audio-visual media as SKIconcrete learning and (2) Limitations of textbooks, learning support books and other teachingaids, especially in Private Madrasah Aliyah.Keywords: Learning Problems, Islamic Culture History, Islamic Senior High School
THE VALUES OF ISLAMIC EDUCATION IN THE STORY OF IBRAHIM P.B.U.H (Analysis Of Chapter Al-An'am Verses 74-81 And Chapter Al-Anbiyâ 51-70). Rahman Sutomo, Syamsu Nahar , Abdullah AS
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 3, No 3 (2019): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.413 KB) | DOI: 10.47006/er.v3i3.5621

Abstract

Abstrak: The purpose of this study is to examine the content of Islamic education values in the story of Prophet Ibrahim As in chapter Al-an'am verses 74 to 81 and chapter Al-Anbiyâ verses 51 to 70. Both stories have a thematic relationship from the message they carry. If at chapter Al-an'am verses 74-81, Prophet Ibrahim p.b.u.h found the presence of God by observing the signs in nature then in chapter Al-Anbiyâ verse 51-70, the prophet Ibrahim p.b.u.h conveyed instructions about the presence of God to his people by means of discussion to his people. The methodology used in the study is the Library Study Method. This research belongs to the literature study using the method of content analysis with the Tahlili Method. There is also the research method used is the method of interpretation of the maudhu'i, namely the method of interpreting the Qur'an thematically by summarizing the verses of the Koran that are relevant to the values of education to be studied. The data sources used in this study are the Qur'anic translation of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, the exegesis of Ibn Kathir, the exegesis of Muhammad Quraiys Shihab al-Misbah, the exegesis of Muhammad Mutawalli Sya'rawi and the exegesis of Fi Zilal Quran sayyid qhutub. The results of this study show the values of Islamic education in the aspects of Aqidah, the story of Prophet Ibrahim p.b.u.h in the chapter Al-an'am verses 74-81 teaches the values of true Aqeedah as follows: 1. The value of Aqeedah. Almighty Allah will not have the "drowning" nature which means that he will not leave his creatures and supervising will always be there for his creatures, Allah will give guidance to His creatures, Allah is the Almighty so that Allah is not equal. 2. Moral values. Morals to Allah (habluminallah): if Allah gives instructions to his servant and answers prayers, then it is an obligation for His servants to accept His instructions and guidance and not obey them. While the values of Islamic education in the story of the prophet Ibrahim p.b.u.h in Al-Anbiyâ chapter verses 51-70, are as follows: 1. The value of Aqeedah, Idols are not worthy of being considered gods because they cannot protect themselves from being destroyed so how can idols protect the devotee. Idols cannot even tell who has destroyed him so that the idol itself cannot also guide his devotee, 2. The Value of Ukhuwah, Morals displayed in the story of Prophet Ibrahim p.b.u.h are noble morals both in the face of his infidel father and facing his people infidel He was not hostile to his father and even prayed for his father. He invited his people to dialogue in conveying the truth. The value of ukhuwah here is ukhuwah insaniyah, 3. The educational value of discussion, Prophet Ibrahim p.b.u.h in conveying the truth and rectifying the mistakes of his people in worship by means of dialogue using logic and persuasive style.Keywords: Chapter Al-An'am, Chapter Al-Anbiyâ, Prophet Ibrahim P.B.U.H, Values, Education, Aqidah, Akhlak, Ukhuwah