cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR FIQH SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI STABAT Siti Rusmayani
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 1 (2017): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.932 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i1.878

Abstract

Abstrack: The purpose of this study is to (1) to know the difference of learning result of Fiqh studentstaught by using problem based learning and using KTSP. 2) know the difference of learning result Fiqhstudents who have high motivation with low motivated students. (3) to know the interaction betweenproblem based learning model and motivation toward student learning result in Fiqh subject. The locationof this research was conducted at MTsN Negeri Stabat Langkat. This research uses quantitativeapproach in the form of experiment.Result of research based on result of data analysis which have beendone that is Varian Analysis and Tuckey Test hence found significant difference between result of studentlearning taught by Problem Based Learning learning with KTSP learning model that group of studenttaught by using problem based learning model get result of learning Higher than students taught usingKTSP learning on fiqh materials in Madarash Tsnawiyah Negeri Stabat. There is an interaction betweenthe learning model and the students’ learning motivation on the learning outcomes in fiqh material inMadarasah Tsanawiyah Negeri Stabat.
PELAKSANAAN KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI MAS YMPI SEI TUALANG RASO KOTA TANJUNG BALAI Asril Umar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 3 (2017): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.113 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i3.1062

Abstract

Abstract: This study aims to identify and analyze the implementation of communication in improving the performance of teachers and educational personnel in MAS YMPI Sei Tualang Raso Tanjung Balai City, which includes principal communication with foundations, principal communication with staff, headmaster communication with teachers, principal communication with educational personnel, using qualitative methods. There are four findings in this first study, that the principal's communication with the foundation in improving the performance of teachers and educational staff at MAS YMPI Sei Tualang Raso Tanjung Balai City carried out continuously. Second, that the principal's communication with the leadership staff in improving the performance of teachers and educational staff at MAS YMPI Sei Tualang Raso Tanjung Balai City, running well and continuously. Third, that the principal's communication with the teacher in improving the performance of teachers in MAS YMPI Sei Tualang Raso Tanjung Balai City, the principal of the outline of communication is done with guruseperti do enforcement of teacher discipline and motivate teachers to remain eager in improving the quality of education. Communication is very good and effective, good delivery and an emotional approach also kinship implemented by the principal mmencipatakan conducive atmosphere and generate high morale, thus impacting on improving teacher performance. Fourth, that the headmaster communication with the educational staff in improving the performance of educational personnel in MAS YMPI Sei Tualang Raso City Tanjung Balai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pelaksanaan Komunikasi Dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan di MAS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai, yang meliputi komunikasi kepala sekolah dengan yayasan, komunikasi kepala sekolah dengan staf pimpinan, komunikasi kepala sekolah dengan guru, komunikasi kepala sekolah dengan tenaga kependidikan, dengan menggunakan metode kualitatif. Ada empat temuan dalam penelitian ini pertama, bahwa komunikasi kepala sekolah dengan yayasan dalam meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan di MAS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai dilakukan secara berkesinambungan. Kedua, bahwa komunikasi kepala sekolah dengan staf pimpinan dalam meningkatkkan kinerja guru dan tenaga kependidikan di MAS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai, berjalan dengan baik dan berkesinambungan. Ketiga, bahwa komunikasi kepala sekolah dengan guru dalam meningkatkkan kinerja guru di MAS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai, kepala sekolah secara garis besar komunikasi yang dilakukan dengan guruseperti melakukan penegakan disiplin guru dan memotivasi guru agar tetap bersemangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Komunikasi yang terjalin sangat baik dan efektif, penyampaian yang baik dan pendekatan secara emosional juga kekeluargaan yang diterapkan kepala sekolah mmencipatakan suasana yang kondusif dan menimbulkan semangat kerja yang tinggi, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja guru. Keempat, bahwa komunikasi kepala sekolah dengan tenaga kependidikan dalam meningkatkkan kinerja tenaga kependidikan di MAS YMPI Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai.Kata Kunci : Pelaksanaan, komunikasi, Kinerja Guru, Tenaga Kependidikan
NILAI-NILAI INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DALAM KURIKULUM 13 Zamiat Subari, Wahyudin Nur Nasution, Mardianto
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 2 (2018): April- Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.87 KB) | DOI: 10.47006/er.v2i2.1751

Abstract

terbitnya kurikulum 2013.Kedua, mendeskripsikan visi atau nilai-nilai integrasi ilmu pengetahuan yangterkandung dalam kurikulum 2013. Ketiga, mendeskripsikan tujuan visi atau nilai-nilai integrasi ilmupengetahuan yang terkandung dalam kurikulum 2013.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan(library research), dengan pendekataancontent analysis (kajian isi), di mana penelitian ini bersifat pembahasanyang mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam bentuk dokumen kurikulum2013. Berdasarkan temuan penelitian diperoleh informasi bahwa.Pertama, Kurikulum 2013 dikembangkandi atas beberapa latar belakang yang mengandung nilai atau visi yang kuat untuk mewujudkan konseppembelajaran yang bersifat integratif.Kedua, Nilai atau visi integrasi keilmuan dalam kurikulum 2013terdapat pada tiga tempat, yaitu (a) pada rumusan karakteristik kurikulum 2013 tersebut yang menekankanorientasi pengembangan diri siswa secara integratif yaitu integrasi antara aspek spiritual, intelektual, dansosial, (b) pada prinsip-prinsip pembelajaran yang terkandung dalam rumusan kurikulum 2013, sepertiprinsip pembelajaran berbasis integrasi karakter, prinsip pembelajaran integratif-multidisipliner, prinsippembelejaran integratif-berdiferensiasi, dan prinsip pembelajaran terpadu (tematik-integratif), dan (c)pada rumusan penilaian otentik yang diberlakukan dalam kurikulum 2013.Ketiga, Tujuan dari nilai atauvisi integrasi keilmuan dalam kurikulum 2013 berorientasi pada beberapa hal berikut: (a) Terwujudnyapendidikan yang berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini danmasa mendatang, (b) Terwujudnya peserta didik sebagai pewaris budaya bangsa yang kreatif, (c) Terwujudnyapendidikan yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melaluipendidikan disiplin ilmu, dan (d) Terwujudnya pendidikan yang mampu membangun kehidupan masakini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual.Kata Kunci: Nilai, Integrasi dan Kurikulum.
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS X MA NEGERI 1 MEDAN Rahayu Putri Sari
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 1, No 1 (2017): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.735 KB) | DOI: 10.47006/er.v1i1.868

Abstract

Abstract:This study aims to describe in depth the implementation of authentic assessment on thecurriculum 2013 in learning Akidah Akhlak in class X MA Negeri 1 Medan. With details to describehow the implementation of authentic assessment of the competence of knowledge, attitudes, andskills in learning Akidah Akhlak, barriers that occur when implementing it, and what efforts aremade to overcome these obstacles. This research uses qualitative descriptive approach and casestudy, data obtained from two sources, namely primary data source and secondary data source.Using data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation study.Using data analysis techniques in the form of data reduction, categorization, synthetation, and arrangework hypothesis. And use the technique of guaranteeing data validity in the form of threetriangulation, that is triangulation of data, triangulation of theory, and triangulation of method.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi penilaian autentik kompetensi pengetahuanpada Kurikulum 2013 dalam pembelajaran Akidah Akhlak di kelas X MA Negeri 1 Medan dilaksanakandengan dua teknik penilaian, yaitu teknik penilaian tertulis dan non tertulis. Penilaian tertulis yangdigunakan berupa pilihan berganda dan uraian yang diberikan pada waktu ulangan. Sedangkanpenilaian non tertulis yang digunakan berupa tes lisan. 2) Implementasi penilaian autentik kompetensisikap menggunakan teknik penilaian diri yang dibuat dalam bentuk daftar cek dengan skala likertberupa Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. 3) Implementasi penilaianautentik kompetensi keterampilan menggunakan teknik penilaian kinerja berupa drama yang rubriknyadibuat dalam bentuk daftar centang. 4) Hambatan yang terjadi ketika mengimplementasikan penilaianautentik, meliputi: ketidakmampuan guru dalam menguasai teknologi, jumlah siswa yang terlalubanyak di setiap kelas, keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan dan ketersediaan waktu,dan kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik. 5) Upaya yang dilakukan dalam mengatasihambatan tersebut, meliputi: mengikuti sosialisasi mengenai penilaian autentik, memanfaatkan waktuyang tersedia, dan melengkapi sarana dan prasarana sendiri.Kata Kunci: Pembelajaran Akidah Akhlak, Penilaian Autentik, Kurikulum 2013
PENGARUH PENGEMBANGAN APARATUR DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA APARATUR KAMPUNG DI KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Baginda, Baginda
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan karir dari aparatur pemerintahan yang rendah, maka menyebabkan para aparaturtersebut memiliki kinerja yang rendah pula dalam melayani masyarakat di seluruh kampung dan pedesaanpada kecamatan Sultan Daulat. Seperti yang telah disampaikan bahwa selain pengembangan karir aparaturpemerintah, yang menjadi penyebab rendahnya kinerja aparatur pemerintah adalah pemberian insentif.Jika dilihat dari sisi insentif, khusus kepala kampung sangat banyak menerima insentif. Namun yangmenjadi masalah adalah, banyak insentif ini tidak memberikan motivasi bagi kepala kampung untukmeningkatkan kinerja anggota aparaturnya agar memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitianini berkesimpulan Secara parsial pengembangan diperoleh nilai t-ratio sebesar 6,137 lebih besar dari nilait-tabel sebesar 1,664, ini berarti bahwa ada pengaruh nyata pengembangan terhadap kinerja. Sedangkaninsentif diperoleh nilai t-ratio sebesar 4,679 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,664, ini berarti bahwaada pengaruh nyata insentif terhadap kinerja aparatur. Dari hasil uji secara parsial dapat diketahui bahwavariabel pengembangan lebih berpengaruh nyata terhadap kinerja aparatur daripada variabel insentif.Uji secara serempak diperoleh nilai F-ratio sebesar 66,160 lebih besar dari nilai F-tabel sebesar 3,108, halini menunjukkan bahwa secara serempak ada pengaruh nyata pengembangan dan insentif terhadapkinerja aparatur di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. Dari uji determinasi ( R2 ) diperolehnilai R2 sebesar 0,617 atau 61,7%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pengembangan dan insentifdalam penelitian ini mampu menerangkan kinerja aparatur kampung di Kecamatan Sultan Daulat KotaSubulussalam sedangkan sisanya sebesar 38,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkandalam model penelitian ini.Kata Kunci : Pengembangan Pegawai, Pemberian Insentif, Kinerja
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGI GURU FIKIH MAS YMPI SEI TUALANG RASO KOTA TANJUNGBALAI Ali Imran Sinaga, Indra Jaya, Fauzi Ananda,
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

private madrasah aliyah madrasa foundation Islamic education city Tanjung Balai. This research is aqualitative research. The results of this study are 1). Pedagogical competence possessed by fiqh teachers inMadrasah Aliyah Islamic Education Madrasah Foundation Sei Tualang Raso Tanjung Balai City has aneducational basis not fully in line with the insight or foundation of pedagogical competency education thatmust be owned by fiqh teachers. And 2). Implementation of pedagogical competence in curriculum developmentin Madrasah Aliyah Private Foundation of Islamic Education Madrasah Sei Tualang Raso, TanjungBalai City, is carried out based on the development of educational curriculum which starts with the creationof an annual program, semester program, determination of Minimum Completeness Criteria, andpreparation of Learning Implementation Plans.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kompetensi pedagogi guru fikih di MadrasahAliyah Swasta Yayasan Madrasah Pendidikan Islam Kota Tanjung Balai. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif. Hasil penelitian ini adalah 1). Kompetensi pedagogi yang dimiliki guru fikih di Madrasah AliyahSwasta Yayasan Madrasah Pendidikan Islam Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai memiliki dasar pendidikanbelum sepenuhnya sesuai dengan wawasan atau landasan pendidikan kompetensi pedagogi yang harusdimiliki guru fikih. Dan2). Implementasi kompetensi pedagogi dalam pengembangan kurikulum di MadrasahAliyah Swasta Yayasan Madrasah Pendidikan Islam Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai., dilakukanberdasarkan Pengembangan kurikulum pendidikan yang dimulai dengan pembuatan program tahunan,program semester, penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal, dan penyusunan Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran.Kata Kunci: Kompetensi, Pedagogi dan guru.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ALQURAN ( Q.S. An-Nûr ayat 31 dan 59 ) Achyar Zein, Salminawati, Abdullah Jamaluddin,
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

childhood and character education models that are suitable for early childhood. This thesis research usesthe tahlili interpretation method which is the method of interpretation by describing all aspects containedin the verses interpreted through the asbabun nuzul verse. The results of this study discuss the root wordsof “thifl” which are presented in the Encyclopedia of the Quran. Then discuss the roots of the main versethrough theAl-Azhar Tafsir by Buya Hamka, TafsirAl Misbah which begins with an explanation of difficultwords, and the Tafsir ofIbn Katsir which starts from the explanation. The results and discussion of thisthesis are illustrated in QS. An-Nur verse 31. In this verse the children not understand the concept ofsomething that can be seen and which should not be seen. This is where teaching is needed for those whodo not understand to inform the importance of knowledge about genitalia. Character education that isembedded in this verse is to maintain views and genitals from an early age. Then QS. An Nur verse 59 putsforward adab to both parents by asking permission before entering the house, the character educationdescribed in the verse is manners.Tujuan Penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui bagaimana pandangan Alquran terhadap pendidikankarakter anak usia dini dan model pendidikan karakter yang sesuai dengan anak usia dini. Penelitian tesisini menggunakan metode tafsirtahlili yakni metode tafsir dengan memaparkan segala aspek yang terkandungdi dalam ayat-ayat yang ditafsirkan melalui asbabun nuzul ayat tersebut. Hasil penelitian ini membahasmengenai akar kata dari“thifl” yang dipaparkan dalam Ensiklopedia Alquran. Kemudian membahasakar-akar dari ayat utama melalui Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al Misbah yang dimulaidengan penjelasan kata-kata sulit, dan TafsirIbnu Katsir yang dimulai dari penjelasan. Hasil dan pembahasandari tesis ini tergambar dalam QS. An-Nur ayat 31. Pada ayat ini anak-anak belum memahami konseptentang sesuatu yang boleh terlihat dan mana yang tidak boleh terlihat. Disinilah diperlukan pengajarankepada mereka yang belum mengerti untuk memberitahukan pentingnnya pengetahuan tentang aurat.Pendidikan karakter yang tertanam pada ayat ini ialah menjaga pandangan dan aurat sejak usia dini.Kemudian QS. An Nur ayat 59 yang mengedepankan adab terhadap kedua orang tua dengan memintaizin terlebih dahulu sebelum memasuki rumah, pendidikan karakter yang tergambar pada ayat tersebutialah sopan santun.Kata Kunci: Alquran, Anak Usia Dini, Model Pendidikan Karakter
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGAMALAN THARIQAT NAQSABANDIYAH DI PANTAI CERMIN Achyar Zein, Edi Saputra, Mayudin,
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan meneliti tentang: Bagaimana Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Islamdalam Pengamalan Thariqat Naqsabandiyah di Pantai Cermin.? Bagaimana Kontribusi Thariqah Naqsabandiyahterhadap Pendidikan Islam di Pantai Cermin? Bagaimana Korelasi Thariqah Naqsabandiyah dalam PengamalanPendidikan Islam di Pantai Cermin? Metodologi penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berfokuskepada wawancara dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1).Ketika suatu ajaran sudah tertanam di dalam hati seseorang maka mereka tidak akan berani melanggaratau mengingkari apa yang sudah diyakininya yang akan menjadi suatu prinsip yang menjadi suatu jalanagar selalu dekat dengan Allah, apalagi pengikut Tarekat Nagsyabandiyah semuanya melalui proses bai’at.Seperti halnya dzikir wajib ketika mereka tidak bisa mengamalkan seperti biasanya maka harus diganti diwaktu yang lain dan itu merupakan hutang kita kepada Allah, dengan begitu kita akan selalu konsistendalam beribadah karna Allah selalu mengawasi kita dan tidak luput dari pengawasannya. dan dalampengamalan dikehidupan sosial diharapkan manusia selalu berbuat baik kepada sesama, menciptakankerukunan dan keharmonisan di lingkungan masyarakat, sehingga menjadi indufidu yang mempunyaiakhlak yang baik (akhlak kepada Allah Swt, mursyid, sesama teman sejawat, diri sendiri, hewan, tumbuhandan lingkungan sekitar) serta etika yang baik. 2). Nilai-nilai pendidikan Islam terdapat dalam ajaranTarikat Naqsyabandiyah terdapat dalam makna maqamat yaitu tingkatan ruhani untuk mendekatkan dirikepada Allah Swt. Nilai-nilai maqâmat yang terkandung pada pendidikan Islam tersebut adalah, Zuhud,Wara’, Fakir (faqr), Sabar, Tawakkal, Riha. Maqâmat merupakan arah dari tujuan pendidikan Islam. 3).Pelaksanaan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Tarekat Naqsyabandiyah mulia diawali dengan taubatyaitu kesadaran akan semua kesalahan baik kepada Allah Swt. Nilai-nilai dalam ajaran tarikat merupakanproses pengalaman yang terintegrasi dalam pola kehidupan sehingga dapat tumbuh dan berkembangsecara spontan untuk mendorong perilaku yang membawa kebaikan.Kata Kunci: Pendidikan Islam, Sufisme dan Tarekat Naqsabandiyah
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PERSPEKTIF HAMKA (Studi Q.S. Luqman dalam Tafsir Al-Azhar) Achyar Zein, Syamsu Nahar, Abdullah Sani Ritonga,
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Islamic education is education that originates from the Koran. Interpretation is a description of scholars regarding the content and value of the Quran. Based on these two things, this study aims to issue elements regarding moral education based on Hamkas description in the book entitled Tafsir Al-Azhar. The elements in question are understanding of moral education, its purpose, method of implementation, moral resources, moral education material, and moral education components. Through library research and the maudhūi method initiated by Shaykh Mahmud Syaltut, it was found that the definition of moral education according to Hamka is education that directs human morals to the true aqeedah, the right attitude, the right way of caring, always doing the right thing, and being civilized and correct manners. The purpose of moral education is to direct the behavior of students to those in understanding. The method of implementation is lectures, demonstrations, and examples. Moral sources are from Allah, the guide of the Messenger of Allah, and the attitude of the community around the students. Moral education material is not shirk, prayer, patience, follow the procedure, respect for parents if parents call on the truth, associate parents properly if people call on polytheism, amar maruf nahi mungkar, do not look away when talking, do not be arrogant in behave, dont be proud of yourself in life, simple in walking and soft in speaking according to the context. The moral education component consists of educators, students and education evaluation. In this study also described the relevance of moral education in Hamkas perspective on education today, especially character education. It was found that there was a real relevance between moral education and character education. The relevance is in the sense and purpose of producing good learners, with good definitions that differ between the two: good according to moral education is good in religious review, while good according to character education is good in the review of Pancasila as the principle of the state. Likewise in other elements. With this relevance, it was concluded that there was actually no conflict between the two but rather moral education complemented things that had not been formulated by character education. Keywords: Tafsir Al-Azhar, Hamka, Moral Education, Character Building Education
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM ALQURAN SURAH AL-LAHAB (STUDI ANALISIS TAFSIR AL-QURAN) Achyar Zein, Zulheddi, Lukman Hakim Ritonga,
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: The purpose of this study is to describe what the values of education in the Koran are for Q.S.al-Lahab and the application of educational values to the surah al-Lahab in the world of education. Theresearch methodology carried out by the author here is by using the library (library research) The results ofthis study indicate some of the educational values contained in the surah al-Lahab globally, namelyaqidah and akhlak education. Among the values of education that are understood, namely the educationalvalue of faith/creed which is the form of disbelief and belie the truth, and reject the religion broughtby the Prophet Muhammad will be able to bring a person into hell, instead someone who obeys andbelieves in the end and day of vengeance will become a group of believers and enter into heaven. The valueof moral education that can be concluded is: the obligation to protect themselves from despicable qualitiesincluding the nature of evil, jealousy, the nature of spreading slander which is not true, and envy of humans.And is obliged to take care of yourself from the fire of hell such as happy to spread bad traits,eventually going back to yourself, then still keeping the family from the characteristics that bring about thewrath of Allah Almighty. Implicitly the surah al-Lahab contained educational values which were concludedamong others; 1) the value of moral and attitude coaching, 2) the concept of achieving wealth andlearning towards the blessing of Allah swt, 3) avoiding the nature of slander.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja nilai-nilai pendidikan dalam Alquranpada Q.S. al-Lahab dan aplikasi nilai-nilai pendidikan pada surah al-Lahab dalam dunia pendidikan.Metodologi penelitian yang dilakukan penulis disini dengan menggunakan kepustakaan (library research).Hasilpenelitian ini menunjukkan beberapa nilai pendidikan yang terdapat dalam surah al-Lahab secara globalyaitu pendidikan akidah dan akhlak. Di antara nilai pendidikan yang dipahami, yaitu nilai pendidikankeimanan/akidah yaitu bentuk kekafiran dan mendustakan kebenaran, dan menolak agama yang dibawaNabi Muhammad saw akan dapat membawa seseorang terseret masuk ke dalam neraka. Nilai pendidikanakhlak yang dapat disimpulkan yaitu: kewajiban untuk menjaga diri dari sifat-sifat tercela di antaranyasifat ba!il, sifat iri dengki, sifat menyebar fitnah yang tidak benar kebenarannya dan iri hati terhadapmanusia. Dan diwajibkan untuk menjaga diri sendiri dari api neraka seperti senang menyebar sifat buruk,pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri, kemudian tetap menjaga keluarga dari sifat-sifat yangmendatangkan kemurkaan Allah swt. Secara implisit surah al-Lahab terdapat nilai-nilai pendidikan yangdisimpulkan antara lain; 1) nilai pembinaan moral dan sikap, 2) konsep meraih harta dan menuntut ilmumenuju ridha allah swt, 3) menjauhi dari sifat fitnah.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, Surah al-Lahab, Alquran

Page 9 of 34 | Total Record : 334