cover
Contact Name
Ali Daud Hasibuan
Contact Email
alidaudhasibuan@uinsu.ac.id
Phone
+6281370870259
Journal Mail Official
al-irsyadjpbk@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kab. Deli Serdang, SUmatera Utara, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
ISSN : 20888341     EISSN : 26862859     DOI : -
Al-Irsyad: The Counseling and Education Journal is scientific journal in education and counseling guidance that managed by The Bimbingan Konseling Islam Majors of Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Faculty of UIN Sumatera Utara Medan. Al-Irsyad presents topics about development of counseling guidance profession as a teacher based on the four competence of a teacher. They are pedagogic, personal, social, and professional. Besides that, Al-Irsyad is also emphasize to the integration of islamic values. Al-Irsyad is published two times in a year. There are January-June edition and July-December edition. The first edition of Al-Irsyad was Vol.1, No.1, January-June Edition on 2012, but was not yet have p-ISSN and e-ISSN. Then, in Vol.5, No. 1, January-June Edition on 2015 was published in print with p-ISSN: 2088-8341. Further, Vol. 10, No.1, January-June 2020 Edition on 2020 edition publish OJS with e-ISSN: 2686-2859.
Articles 229 Documents
Kepercayaan Diri (Self Confidence) Dan Perkembangannya Pada Remaja Muhammad Riswan Rais
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.11935

Abstract

Self Confidence atau kepercayaan diri merupakan sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif, baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungan atau situasi yang sedang dihadapinya. Idealnya kepercayaan diri yang dimiliki individu haruslah berada pada kategori sangat tinggi. Hal ini dimaksudkan agar mampu mengembangkan aspek – aspek yang ada dalam dirinya, dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi pada individu tersebut. Dan masa remaja dibagi menjadi dua, yaitu masa remaja awal dimulai sekitar usia 11 sampai 12 tahun dan berakhir pada sekitar usia 16 sampai 17 tahun dan remaja akhir sekitar 16 hingga 17 tahun dan berakhir pada  sekitar usia 18 tahun. Individu akan mencapai masa transisi pada masa remaja akhir dan lebih mendekati pada masa kedewasaa. Oleh sebab itu masa remaja merupakan masa yang penting dari rentang kehidupan seseorang, suatu periode transisional, masa perubahan, masa usia rentan bermasalah, dan masa dimana individu mencari identitas diri, atau usia yang sangat menentukan, dan masa ambang menuju kedewasaan.
Kecanduan TIKTOK Pada Anak Pesisir Pantai Dan Implikasi Layanan Konseling Kelompok (Studi Kasus) widya syafitri harahap; Sona Satriana
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.12012

Abstract

The Tik Tok application is one of the social media applications that provides unique and interesting special effects to make short videos that are cool and attract the attention of many people who see it. The phenomenon of social media addiction to the Tik Tok application in students who like movement on the Tik Tok application compared to school assignments. . This research was conducted in Bagan Batu Village, Tanjung Beringin District, Serdang Begadai Regency. The research was conducted starting from February 12, 2022. The research subjects were MA students in Class X, totaling 5 students who were determined by purposive sampling technique. The problems experienced by 5 students are different, student I is caused by insecurity to other friends, student II is caused by dependence on others, student III is caused by a broken home (problems that occur from the family) student IV is due to being angry. angry and finally student V has learning difficulties because he is too dependent on the tik-tok application so he forgets the time and stays up all night as a result students have learning difficulties. The solution to this problem is to provide group counseling guidance services to students by providing advice in the form of examples and consequences when using the Tik-Tok application excessively by providing an understanding in order to minimize playing cellphones and then being replaced by being able to play with the closest people such as family, friends, and family. local living environment.
Efektivitas Layanan Bimbingan Konseling Kelompok dengan Teknik Self-Regulation dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hanun Qothrunnada Mudiantoro; Abdul Muhid
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.12195

Abstract

Masa pandemi Covid-19 seperti PSBB dan PPKM memunculkan banyak perubahan pada sektor pendidikan, seperti kegiatan belajar-mengajar hingga layanan bimbingan sekolah dilaksanakan secara virtual. Kebijakan untuk sekolah dari rumah membuat siswa harus beradaptasi dengan situasi dan suasana baru. Ketidakmampuan siswa dalam beradaptasi menimbulkan problem akademik dan kesehatan mental, seperti stress dan menurunnya motivasi belajar siswa. Banyaknya problematika yang muncul selama pandemi ini menjadi tantangan baru bagi guru-guru layanan bimbingan dan konseling sekolah, salah satunya yakni menggunakan bimbingan konseling kelompok dengan teknik self-regulation demi meningkatkan motivasi belajar siswa. Riset ini memiliki tujuan guna melihat efektivitas layanan bimbingan konseling kelompok dengan teknik self-regulation demi meningkatkan motivasi belajar siswa, melalui metode kualitatif literature review. Hasil literature review menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling kelompok dengan teknik self-regulation  terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Analisis Keefektifan Pemberian Layanan Bimbingan Konseling Secara Online di Masa Pandemi Covid-19 Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu Tumiyem Tumiyem; Abdul Rahman; Muhammad Askuri Hasibuan
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.12193

Abstract

Pemberian Layanan BK pada peserta didik di masa pandemi covid-19 sangat penting, karena besar kaitannya dengan hasil belajar mata pelajaran yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran Layanan BK di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Bintang Bayu. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitan ini yaitu sumber data primer atau data utama. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini diolah melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data dan sumber. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; Penggunaan media digital digunakan agar kegiatan layanan BK tetap dapat terlaksana, yakni menggunakan berbagai media daring untuk memudahkan proses interaksi sekalipun tidak dengan tatap muka kapan dan dimana saja. Konselor dapat memberikan layanan dengan aplikasi wahatsApp, Zoom, Google Classroom, telepon dan live chat zoom. Melalui pengamatan yang dilaksanakan dalam jaringan atau online dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia seperti foto, video dan dokumen. Dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan BK dengan aplikasi wahatsApp, Zoom, Google Classroom, telepon dan live chat zoom kurang efektif karena terdapat beberapa hambatan yaitu, kendala jaringan, biaya pembelian quota, serta tidak secara nyata menampakkan keadaan sebenarnya yang terjadi yang dialami siswa, selain itu sulit mengetahui keseriusan siswa mengikuti layanan, kurangnya antusias siswa dalam mengikuti kegiatan layanan. Dari hasil penelitian ini perlu adanya inovasi dalam pemberian layanan BK jarak jauh sehingga target   penyampaian dari materi layanan  dapat  dicapai.
Factors That Influence of Mental Disorder Among Teenager Raudhatul Mumtahanah; Popon Siti Wulandari; Wahyunengsih Wahyunengsih
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.11883

Abstract

The purpose of this study was to determine what factors trigger mental disorders experienced by adolescents. The object of this study amounted to 186 parents who have children at the junior high school level and senior high school level. Data was taken based on a questionnaire. The results showed that each teen has different causes of mental disorders. The causative factor can be influenced by the home environment and school environment, both from parents and peers.
Penyebab Putus Sekolah Anak Pesisir Pantai Di Desa Bagan Kuala sekar aulia prameswari; Rahmat Khairi Rangkuti; Rahmadiah Fidiya Ansani
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.12010

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab banyaknya anak putus sekolah di desa Bagan Kuala sehingga diharapkan dapat ditemukan beberapa solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada 10 orang anak yang diambil melalui random sampling dan diteliti melalui teknik observasi serta wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa beberapa penyebab anak putus sekolah adalah dikarenakan faktor ekonomi, perhatian orang tua, rendahnya motivasi dan pengaruh lingkungan. Dan dengan adanya layanan konseling kelompok, didapati bahwa adanya perubahan pemikiran sehingga anak-anak merasa bahwa hal yang menjadi penyebab bukanlah masalah serta mereka menjadi berpikir bahwa sekolah itu penting. Sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok memiliki pengaruh dalam perubahan pemikiran anak-anak yang putus sekolah.
Gambaran Kesepian pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring Mutiara Cahya Noviani; Nurus Sa'adah
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i1.11563

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan adanya pembelajaran jarak jauh (daring) di masa pandemi Covid-19. Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi yang menggunakan daring dalam kurun waktu hampir tiga tahun ini menimbulkan rasa kesepian pada mahasiswa karena tidak dapat berinteraksi secara langsung baik dengan dosen ataupun teman-temannya. Oleh sebab itu, tujuan utama penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap gambaran kesepian selama pembelajaran daring pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, dan kemudian teknik menganalisa data menggunakan mereduksi data dan disajikan, kemudian menarik kesimpulan dari data yang sudah diverifikasi. Hasil analisis dari penelitian ini adalah: Kesepian yang dialami oleh mahasiswa memiliki beberapa karakteristik perilaku dan berfikir yang ditandai dengan perasaan sedih, murung, tidak bersemangat, merasa tidak berharga, yang berpusat pada kegagalan, tentunya hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti mahasiswa mengalami kesulitan untuk melakukan interaksi sesama individu lainnya dalam proses pembelajaran secara daring.
Pola Asuh Co-Parenting Pada Anak Korban Perceraian diah ayu cahyani
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i2.12790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskrispsikan pengasuhan co-parenting pada anak korban perceraian, mendeskripsikan interaksi dalam pengasuhan  co-parenting antara ayah, ibu dan anak korban perceraian dan mendeskripsikan perhatian dalam pengasuhan co-parenting pada anak korban perceraian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitin studi kasus. Selanjutnya, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Subjek utama penelitian ini terdiri dari tiga anak korban perceraian sedangkan subjek pendukung penelitian ini adalah kedua orang tua atau kedua orang tua asuh dari subjek utama. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan tringulasi sumber data dengan mengecek data dari berbagai sumber. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pengasuhan co-parenting pada anak korban perceraian menghadirkan dampak yang positif. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa semakin baik pola asuh co-parenting bagi anak korban perceraian maka semakin baik pula perkembangan dan sikap anak.
PERAN RESILIENSI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MTsN 2 MEDAN DI MASA PANDEMI SERTA IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING yenni riski anjelia
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i2.12663

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi terhadap hasil belajar siswa MTsN 2 Medan dimasa pandemi serta implikasinya dalam bimbingan dan konseling. Sebanyak 113 siswa kelas VIII MTsN 2 Medan terlibat dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah skala resiliensi dan hasil belajar siswa kelas VIII MTsN 2 Medan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasilnya menunjukkan : 1) berdasarkan uji deskripsi frekuensi dan presentase resiliensi 60% (68 siswa) dan hasil belajar 65% (74 siswa) berada pada kategori sedang.; 2) berdasarkan uji prasyarat bahwa data penelitian berdistribusi normal dan linear; 3) berdasarkan uji hipotesis bahwa nilai t : diketahui nilai thitung sebesar -1,707 < ttabel 1,98157 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (resiliensi) tidak berpengaruh terhadap variabel Y (Hasil Belajar). Hal ini mengacu pada dasar pengambilan keputusan uji regresi linear sederhana dimana nilai thitung < ttabel, artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y.Kata Kunci : Resiliensi, Hasil Belajar, Masa Pandemi
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DITINJAU DARI KEBERFUNGSIAN KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISTIC SPECTRUM DISORDER Joint Situmorang; Ratu Safira; Renita Simamora; Evander Ginting; Acon Sitorus; Winida Marpaung
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 12, No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v12i2.13526

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari Psychological well-being dengan keberfungsian keluarga dan kualitas hidup pada orang tua yang memiliki anak Autistic spectrum disorder (ASD). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang  berbasis data statistik. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi berganda. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang. Adapun hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga dan kualitas hidup memberikan sumbangan efektif sebesar 49 persen kepada psychological well-being. Dapat disimpulkan bahwa keberfungsian keluarga dan kualitas hidup secara bersama-sama berpengaruh terhadap psychological well-being.