cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016" : 10 Documents clear
EVALUASI SISTEM BELT CONVEYOR DAN ANALISIS SISTEM CRUSHING PADA COAL CRUSHING PLANT Romansius Limbong Damanik; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Azwar Azwar
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4208

Abstract

Kecepatan, daya, dan tegangan belt conveyor perlu dilakukan optimasi apabila terjadi masalah pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factornya. Selain pertimbangan pada power factor, optimasi juga dilakukan atas pertimbangan produktivitas. Sistem crushing pada PT Pamapersada Nusantara ditrik KCMB saat ini dapat dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan guna memaksimalkan primary crusher sebagai salah satu kompoen sistem crushing. Optimasi yang dilakukan pada sistem crushing saat ini berdasar pertimbangan aspek teknis seperti power factor dan produktivitas.Penelitian ini dilakukan pendekatan secara teoritis menggunakan referensi tentang belt conveyor. Selain itu juga menggunakan data yang secara langsung diambil dari lapangan yang kemudian guna dilakukan perhitungan dan analisa untuk ditentukan evaluasi terhadap hasil penelitian.Belt conveyor pada sistem crushing PT Pamapersada Nusantara distrik KCMB sebaiknya dilakukan optimasi guna memperbaiki nilai power factor yang kecil. Perbaikan dapat dilakukan dengan menambah daya yang tersedia pada motor penggerak pulley. Sistem crushing juga dapat dilakukan perbaikan dengan menambah komponen-komponen sistem crushing guna mengoptimalkan kinerja tiap-tiap komponen tersebut. Kata-kata kunci: Belt conveyor, power factor, optimasi, sistem crushing
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP TOTAL MOISTURE BATUBARA BASIS AS RECEIVED Haipan Haipan; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4199

Abstract

PT Amanah Anugerah Adi Mulia Site Kintap dihadapkan dengan permasalahan pengiriman batubara dari pelabuhan ke vessel dimana selama proses pengiriman tersebut batubara akan terpapar udara bebas sehingga kualitasnya dapat berubah. Perubahan kualitas yang dimaksud adalah berubahnya nilai dari total moisture (TM) yang berpotensi menyebabkan terjadinya penurunan atau kenaikan nilai kalori batubara.Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan model matematika (analisis regresi linier berganda) untuk mendapatkan konstanta terhadap perhitungan TMlaut yang dipengaruhi curah hujan terhadap TMdarat. Selanjutnya menghitung curah hujan rencana yang diambil dari data 10 tahun yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Regional Banjarbaru untuk diolah menjadi data curah hujan rencana perbulan.Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode regresi linier berganda diketahui hubungan antara pengaruh curah hujan dengan perubahan nilai TMlaut batubara digambarkan dengan persamaan TMlaut = -0.136 + 0.035CH + 1.002TMdarat.  Persamaan yang diperoleh dapat digunakan untuk memprediksi nilai TMlaut sehingga dalam pelaksanaan blending parameter yang mempengaruhi penurunan nilai kalori ini dapat dijadikan pertimbangan dalam memenuhi kriteria kualitas batubara yang diminta pembeli. Kata-kata kunci : Analisis regresi linier berganda, curah hujan rencana, total moisture, transhipment
KARAKTERISTIK α Fe2O3 DALAM LIMBAH BIJIH MANGAN Ridha Agustina; Nurhakim Nurhakim; Adip Mustofa
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4203

Abstract

Indonesia memiliki potensi sumberdaya mineral mangan dalam jumlah cukup besar namun tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam bentuk cadangan yang kecil dan beragam kualitas. Pemanfaatan bijih mangan lebih banyak diolah menjadi mangan sulfat maupun electrolyte mangan dioxide (EMD). Pengolahan bijih mangan ini menghasilkan produk samping atau limbah yang di dalamnya yang masih terdapat kandungan Fe, Fe ini dijadikan α Fe2O3 yang mana merupakan salah satu bahan baku campuran untuk baterai lithium.Pada penelitian ini akan dilakukan kegiatan penelitian karakteristik α Fe2O3 dalam limbah bijih mangan. Metode yang digunakan untuk menghasilkan serbuk α Fe2O3 adalah metode presipitasi dengan berbagai variasi perlakuan pengujian. Pada proses pelarutan dengan HCl sehingga terbentuk larutan FeCl3. Kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis yaitu pencampuran larutan FeCl3 dengan larutan ammonium hydroksida (Nh4OH) yang menghasilkan endapan Fe(OH)3. endapan Fe(OH)3 ini akan dipanaskan yang   nantinya  akan menghasilkan serbuk α Fe2O3.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk variasi konsentrasi HCl hasil massa optimum yaitu 4,81 gram (H-250) dengan konsentrasi HCl sebesar 6,06 N. Untuk variasi kedua yaitu variasi massa bahan baku, didapatkan hasil massa optimum yaitu 5,01% (M-3) dengan massa bahan baku sebanyak 200 gram. Sedangkan pada variasi temperatur pemanasan, didapatkan hasil massa optimum adalah pada 92,21% (M-100) dengan temperature pemanasan yaitu 100°C. Dari hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Fluorescense besar kandungan Fe2O3 pada limbah bijih mangan sebesar 5,35%. Hasil karakteristik dengan Analisa X-Ray Diffraction tidak ditemukan peak α Fe2O3. Dari hasil karakteristik dengan Analisa Ultraviolet-Visible untuk perlakuan variasi temperatur pemanasan, intensitas yang dihasilkan paling besar adalah 30.000%. Kata-kata kunci: α Fe2O3, Mangan, Baterai Lithium, X-Ray Fluorescense, Analisa Bahan Galian
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENIRISAN TAMBANG TERBUKA BATUBARA Karina Shella Putri; Uyu Saismana; Agus Triantoro
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4204

Abstract

Pit penambangan PT Darma Henwa, Tbk memiliki tiga daerah tangkapan hujan yang masing-masing memiliki satu sump yaitu Sump I, Sump II, dan Sump III. Sejalan dengan kemajuan tambang, pada lokasi Sump III dilakukan kegiatan penggalian batubara sehingga air yang seharusnya masuk ke Sump III dialirkan menuju Sump I. Hal ini menyebabkan air yang masuk melebihi daya tampung Sump I. Penelitian ini juga mengevaluasi Sump II,  untuk mencegah meluapnya air dari Sump II menuju Sump I.Metode yang digunakan untuk pengolahan data curah hujan rencana dan intensitas curah hujan adalah Log Person tipe III dan Mononobe. Sedangkan perhitungan debit limpasan permukaan, debit saluran, daya tampung sump menggunakan Persamaan Rasional, Manning, dan Water Balance. Luas daerah tangkapan hujan dan volume aktual sump didapatkan dengan bantuan software Autodesk LDD 2004.Curah hujan harian rencana maksimum daerah Asam Asam sebesar 110,52 mm dengan intensitas curah hujan sebesar 268,07 mm/jam. Debit total yang masuk yaitu 15,28212 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan I dan 4,16392 m3/detik untuk Daerah Tangkapan Hujan II. Volume maksimal Sump I (504,85 m3) memiliki ketahanan selama 0,55 menit dan volume maksimal Sump II (538,31 m3) memiliki ketahanan selama 2,17 menit. Penambahan volume untuk Sump I menjadi 5.915,5 m3 dan Sump II menjadi 1.610,5 m3. Pompa Volvo Penta SE-405 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0778 m3/detik pada total head 52,214 m dengan efisiensi 76% dan daya poros sebesar 54 kW. Pompa Multiflo MF 160 pada 1700 rpm memiliki kapasitas 0,0254 m3/detik pada total head 24,107 m dengan efisiensi 25% dan daya poros sebesar 46 kW. Terdapat 1 parit yang perlu perbaikan dimensi. Kata-kata kunci: Sump, Log Person, Mononobe, water balance, head
EVALUASI RAMP PADA PIT TUTUPAN UNTUK DUMP TRUCK KOMATSU HD 1500-7 DI PT PAMAPERSADA NUSANTARA Faradilla Witha Fernanda; Uyu Saismana; Annisa Annisa; Abdul Rachmansyah
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4205

Abstract

Jalan Sumatra yang terletak di Pit Tutupan dibentuk dari material lempung yang sifatnya relatif stabil pada kondisi kering, namun pada kondisi hujan dan basah maka jalan akan semakin menurun daya dukungnya terhadap tekanan karena tanah akan meresapkan air yang ada sehingga kondisinya jenuh dan akan bersifat lembek. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya slippery pada alat angkut yaitu dump truck Komatsu HD 1500-7 dan kerusakan-kerusakan pada sebagian ruas jalan.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menganalisa geometri jalan, daya dukung jalan, dan faktor-faktor keselamatan kerja. Setelah dilakukan analisa, diambil kesimpulan bahwa perlu dilakukan penambahan lapisan perkerasan jalan yang bertujuan untuk memperbaiki ramp tersebut.Penelitian dimulai dengan menguji nilai CBR subgrade yaitu sebesar 49% Keterdapatan material di lapangan yaitu batulempung (claystone) dan batu split, maka dilakukanlah pengujian CBR Laboratorium untuk mengetahui nilai CBR-nya. Didapatkan hasil pengujian nilai CBR batulempung (claystone) sebesar 10 % dan batu split sebesar 91 %. Nilai-nilai tersebut digunakan untuk perencanaan perbaikan lapisan perkerasan ramp. Desain yang direkomendasikan untuk perbaikan jalan Sumatra adalah desain yang terdiri dari base yang terbuat dari claystone setebal 21 inci dan surface yang terbuat dari batu split sebesar 6 inci. Kata-kata kunci: Ramp, CBR, claystone, batu split
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT Said Adi Firdaus; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana; Tacjudin Nor
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4200

Abstract

Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek yang memuat detil teknis setiap tahapan penambangan (mine sequences). Perencanaan tambang jangka panjang bertujuan menentukan batas penambangan, merancang open pit, menghitung volume overburden dan sumberdaya batubara yang akan ditambang, merancang disposal, dan merancang jalan tambang. Perencanaan tahapan penambangan bulanan yang diuraikan dalam tulisan ini bertujuan menentukan batas-batas penambangan agar perbandingan antara overburden dengan batubara (stripping ratio) setimbang pada angka ±8 dalam rangka menjaga kesetimbangan aliran dana. Rancangan akses jalan tambang ke setiap sequence harus dirancang untuk memastikan penambangan dapat dilakukan sesuai tahapan yang telah direncanakan.Model batubara yang diolah dari data log bor dikombinasikan dengan model topografi permukaan untuk menghitung sumberdaya batubara yang bisa ditambang sampai SR 8 sekaligus menentukan batas-batas penambangan dengan mempertimbangkan kriteria desain lereng pit yang aman secara geoteknik. Disposal dirancang berdasarkan kapasitas yang diperoleh dari hasil perhitungan volume overburden dan desain lereng disposal yang aman secara geoteknik. Tahapan penambangan bulanan disusun berdasarkan target penambangan 50,000 ton/bulan. Akses jalan tambang ke setiap sequence dirancang menurut batas-batas tahapan penambangan bulanan dan alat angkut yang akan melewatinya.Batas penambangan direncanakan sampai elevasi 22.15 mdpl, dengan panjang dan lebar 710 m x 253 m serta luas 15.11 Ha. Sumberdaya batubara yang bisa ditambang sebanyak 411,223.79 Metrik Ton (MT) dengan overburden 3,370,518.33 BCM. Umur tambang direncanakan 8 bulan dengan tahapan penambangan dimulai pada awal tahun 2016 dari sisi barat daya ke timur laut. Stripping ratio bulanan bervariasi antara 7.31 – 8.7.  Setiap sequence penambangan terdiri beberapa blok kerja (jenjang kerja) dengan ukuran panjang 100 m, lebar 50, dan tinggi 10 m. Lebar minimal pada jalan lurus adalah 8.92 m dan lebar jalan pada tikungan adalah 19.9 m. Rencana, rancangan, dan tahapan penambangan hasil penelitian ini dapat diterapkan pada tahun 2016 untuk memenuhi target penambangan 50,000 MT/bulan. Kata-kata kunci : Perencanaan tambang, perancangan tambang, tahapan penambangan
OPTIMASI PENGELOLAAN STOCKROM-STOCKPILE SERTA SIMULASI PENANGANAN TUMPUKAN BATUBARA DI STOCKROM Rakhman Silvika Maksum; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4206

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada perusahaan pertambangan ketika produksi batubara mengalami hambatan salah satunya adalah dampaknya tumpukan batubara di stockROM terlalu lama tertimbun dan meninggi. Salah satu opsi penanganan adalah segera mengolah batubara lama yang masih ekonomis dan mencampurnya dengan batubara baru (homogenisasi). Selain itu manajemen terhadap proses produksi dan kontrol kualitas seperti tata ruang, pengelolaan air penjadwalan dan penempatan unit penunjang serta skema penumpukan juga masih belum optimal.Penelitian dilakukan berdasarkan data aktual produksi pada bulan Januari 2014. Data kemudian diolah dan disimulasikan untuk memberikan opsi manajemen stockpile yang lebih baik. Berdasarkan perbaikan tata ruang dan penumpukan, kapasitas stockROM 841.791,68 m3 dan kapasitas stockpile 261.772,94 m3. Bentuk tumpukan limas terpancung dengan sudut kemiringan tumpukan 30o dan ketinggian 16 m. Drainase berbentuk trapesium dengan dimensi aplikatif: lebar dasar saluran (b) 1 m, lebar permukaan saluran (B) 2 m, Kedalaman saluran (d) 1 m, Kemiringan dinding saluran (α) ±63o. Dimensi sediment pond di stockROM: panjang 30 m, lebar 12,5 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2). Sediment pond stockpile: panjang 10 m, lebar 8 m, jumlah kolam 3, kedalaman 3 m (kolam 1 dan 3), 4 m (kolam 2).Berdasarkan perbaikan penggunaan unit penunjang di area stockROM-stockpile, maka unit yang direkomendasikan untuk produksi lancar dengan target 458.333,33 Ton/bulan: 1 unit dozer Caterpillar D8R di StockROM, 2 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 di stockpile dan 2 unit wheel loader Caterpillar 966H di stockroom, 3 unit excavator Komatsu PC 200-8 untuk memuat batubara ke hopper dan 1 unit excavator Komatsu PC 300-8 untuk mengelola drainase dan kolam pengendap serta mengantisipasi genangan dan swabakar. Unit stand by: 2 unit dozer Caterpillar D8R, 3 unit wheel loader Komatsu WA 500-3 dan 1 unit wheel loader Caterpillar 966H. Dengan manajemen penumpukan menggunakan konsep FIFO. Waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi realistis adalah 41 hari dan waktu penyelesaian tumpukan batubara warute di stockROM dengan menggunakan opsi terbaik adalah 24 hari Kata-kata kunci: StockROM, Stockpile, Timbunan, Produktivitas, Drainase, Settling Pond
PENGARUH BENTUK DAN UKURAN TERHADAP KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATUAN UTUH Romla Noor Hakim; Tommy Trides; Eko Santoso; Hajar Bintara; Sari Melati
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4201

Abstract

Penambangan batubara di Kalimantan akan menggunakan sistem tambang bawah tanah setelah sistem tambang terbuka tidak memungkinkan lagi diterapkan untuk mengeksploitasi batubara cadangan batubara yang lebih dalam. Salah satu metode tambang bawah tanah untuk batubara adalah metode room and pillar. Rancangan pilar sangat dipengaruhi oleh beban batuan penutup dan kekuatan batubara itu sendiri. Pengukuran kekuatan contoh berukuran kecil di laboratorium kerap dilakukan untuk memprediksi kekuatan batuan skala lapangan dengan beberapa penyesuaian. Penelitian ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan sampel uji yang terdiri dari overburden (batulanau dan batupasir), batubara, serta material homogen sebagai pembanding berupa beton. Penelitian tahap pertama bertujuan untuk melakukan uji kuat tekan uniaksial menggunakan tiga rasio tinggi (H) dan lebar (W) contoh batulempung yaitu , , 1 dengan beberapa variasi luas permukaan sampel; menemukan persamaan yang menunjukkan hubungan antara rasio tinggi dan lebar serta luas permukaan sampel yang ditekan terhadap kuat tekan uniaksialnya.Pada penelitian tahap awal ini dilaksanakan uji sifat fisik dan uji kuat tekan uniaksial di laboratorium pada contoh batulempung yang dipotong dari spesimen lapangan berukuran bongkah. Pemotongan contoh dilakukan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan variasi bentuk dan ukuran yang direncanakan dalam rancangan pengujian. Data hasil uji kuat tekan uniaksial pada berbagai rasio tinggi dan lebar contoh (H/W) serta variasi luas permukaan diolah hingga diperoleh persamaan yang menjelaskan bagaimana pengaruh kedua parameter tersebut.Hasil penelitian sampai saat ini menunjukkan bahwa pada rentang nilai 1/3 -  1,  kuat tekan uniaksial batulempung (dalam satuan MPa) berbanding lurus dengan rasio H/W dan berbanding terbalik dengan luas permukaan contoh (dalam satuan cm2) yang ditekan. Persamaan yang diperoleh :Kuat tekan uniaksial = 9.55(Rasio H/W) + 3.55                                     ³ H/W £1Kuat tekan uniaksial = -2.91 ln (luas permukaan) + 20.52                     H/W =Kuat tekan uniaksial = -4.41 ln (luas permukaan) + 25.72                     H/W = 1Selanjutnya perlu dilakukan penelitian pada sampel batulanau, batupasir dan batubara dengan rasio H/W>1. Kata-kata kunci: Batuan utuh, kuat tekan uniaksial, pengaruh bentuk
PERENCANAAN DISPOSAL PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA Christian Londong; Nurhakim Nurhakim; Marselinus Untung Dwiatmoko; Sari Melati
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4207

Abstract

Pada tahun 2012 PT Servo Mining Contractor berencana akan membuka pit baru di wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) Koperasi Unit Desa (KUD) Penerus Baru 1, yaitu Pit D.  Oleh sebab itu, perlu direncanakan pembuatan disposal untuk overburden (OB) dari pit tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konstruksi disposal, menentukan pengendali erosi di sekitar lereng disposal, membuat rancangan ramp pada disposal, menentukan kapasitas dan menentukan kebutuhan alat gusur bulldozer, sehingga dapat diketahui umur disposal yang direncanakan.Perancangan disposal menggunakan perangkat lunak Minescape 4.118 dengan target pemindahan overburden direncanakan sebesar 60,000 BCM/bulan.  Kontruksi disposal menggunakan overall slope 28o dengan tinggi jenjang  8 m dan lebar jenjang 5 m dengan sistem pot akan diterapkan untuk kegiatan reklamasi untuk mencegah kekurangan tanah pucuk (top soil). Pengendalian erosi yang direncanakan backslope sebesar 2% dan dan pembuatan saluran sepanjang  270 m dengan dimensi lebar permukaan 2 m, kedalaman saluran 0.9 m, lebar dasar permukaan 1 m dengan sudut 61o. Ramp disposal dirancang dengan panjang 266.15 m dengan beda tinggi 23.02 m. Ramp berada di sisi utara lereng disposal. Kebutuhan alat bulldozer adalah 1 unit dengan lama pengerjaan selama 5 bulan. Kapasitas overburden yang mampu ditampung di disposal ini sebanyak 260,990 CCM sehingga masih terdapat sisa overburden Pit D sebesar 25,752.57 CCM yang akan ditimbun ke dalam Pit D dengan metode backfilling. Kata-kata kunci : Perencanaan Tambang, Disposal, Overburden
SIMULASI COAL BLENDING DENGAN BEBERAPA PENDEKATAN PERHITUNGAN PADA ROM PIT JELIWAN BARAT Nona Herlina Hendita Tasya; Nurhakim Nurhakim; Uyu Saismana
Geosapta Vol 2, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i1.4202

Abstract

Jeliwan Barat merupakan pit yang dimiliki oleh PT Kapuas Tunggal Persada, perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Di lokasi ini, PT KTP memproduksi batubara dari tiga lapisan yang berbeda, yaitu Eupper, E1, dan E2. Batubara dari lapisan-lapisan tersebut kemudian ditempatkan menjadi satu produk di Stock ROM. Prosedur ini menyulitkan pengontrolan kualitas serta kualitas batubara yang diinginkan pembeli.Langkah pertama dalam penelitian ini adalah membagi batubara mentah dari pit menjadi tiga produk, sesuai pada seam batubaranya. Langkah selanjutnya adalah mencoba beberapa metode untuk mensimulasikan komposisi pencampuran batubara untuk memenuhi permintaan pembeli. Pada bulan Desember 2014 dan Januari 2015, permintaan pembeli batubara adalah CV ≥ 6,500 Kkal/Kg, TM ≤ 10%, TS ≤ 1%, dan Ash ≤ 14%, serta dengan kuantitas sebanyak 20.000 ton.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah batubara membagi berdasarkan seam nya, simulasi komposisi pencampuran batubara menjadi lebih mudah. Dalam studi ini, ada beberapa metode yang diterapkan untuk mensimulasikan parameter batubara sesuai permintaan pembeli, yaitu Coal Blending Simulation (CBS), Seabase Blending Calculator, Solver (add-in dari Microsoft Excel), Matriks, dan pemodelan Matematika (Metode Eliminasi - Substitusi). Dari simulasi ini pencampuran, didapatkan bahwa Solver dan Seabase pendekatan memberikan hasil yang terbaik Kata-kata kunci: Kualitas Batubara, Blending, Ash, Blending Calculator Seabase, Metode Simpleks (Solver).

Page 1 of 1 | Total Record : 10