cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023" : 9 Documents clear
Analisis Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Ditinjau Dari Status Gizi Di Posyandu Desa Ketimang Wonoayu Kusumawardani, Paramitha Amelia
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.79

Abstract

One of the components that influence gross motor development problems is nutritional status. The research method is quantitative with a cross-sectional research design. The population and sample are all children aged 3-5 years who are present at the posyandu in Ketimang Wonoayu as many as 31 toddlers with a sampling technique using total sampling in November 2022. Process data using univariate and bivariate analysis using the chi-square statistical test. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.006 <α (0.05), showing that there is a significant relationship between gross motor development and nutritional status for toddlers. The development of gross motor skills in toddlers in terms of nutritional status has an influence, so it is important for parents to pay attention to the nutritional status, especially at the age of five.
Status Gizi Remaja Putri Di Puskesmas Klaten Selatan Prihati, Dwi Retna; Nurrasyidah, Rahmi; Kuswati, Kuswati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.81

Abstract

Background: Malnutrition in adolescents can cause effects on stunted physical growth and psychological development. The method used to measure is anthropometric assessment by measuring body mass index (BMI) and upper arm circumference. Objective: To describe the nutritional status of adolescent girls in the South Klaten Health Center. Methods: Research quantitative description with observational method using cross sectional design. The number of samples that became respondents was 119 taken with the technique of concecutive random sampling. Research location in South Klaten Health Center. Results: Respondents BMI was normal nutritional status 73 people (61%), thin 19 people (16%), very thin 15 people (13%), fat 8 people (7%) and obese 4 people (3%). Upper arm circumference Respondents were (Normal 23.5 – 28.5 cm) 72 people (61%), (less< 23.5) 42 people (35%) and (more> 28.5 cm) 5 people (4 %). Conclusion: The majority of adolescent girls have normal nutritional status. Suggestion: Malnourished respondents must consume food as needed.
Hubungan Pengetahuan PUS Tentang IUD Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Pada Akseptor KB Di Desa Pagar Jaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2022 Lubis, Efrilayani; Sugiarti, Wahidiyah; Fauziah, Fauziah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.83

Abstract

IUD merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keikutsertaan wanita PUS dalam penggunaan KB IUD yaitu, faktor umur, pengetahuan, usia anak terkecil, tujuan reproduksi, frekuensi hubungan kelamin, hubungan dengan pasangan. Wilayah Tulang Bawang Barat cakupan KontrasepsiIUD 3,6% dari target 25,9% . Desa Pagar Jaya untuk jumlah peserta KB IUD tahun 2020 mencapai 6,8%, dan tahun 2021 menurun 6,3%. Penyebab dari hal ini adalah ketidaktahuan PUS tentang KB IUD dan masih banyaknya PUS yang nmenganggap dampak dari pemakaian IUD seperti rasa tidak nyaman saat berhubungan,kemungkinan terlepasnya IUD setelah pemasangan atau selama pemakaian sehingga PUS enggan menggunakan KB IUD.Penelitian ini bertujuan diketahui hubungan Pengetahuan PUS tentang IUD dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Intra Uteri Device (IUD) pada Akseptor KB di Desa Pagar Jayatahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik dengan pendekatan Cross Sectional,Variabel independen adalah pengetahuan ibu PUS dan variabel dependen adalah penggunaan alat kontrasepsi IUD. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PUS yang ada di Desa Pagar Jaya yaitu sebanyak 540 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu sistematik random sampling. Pengumpulan data dengan angket menggunakan kuesioner, analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square test. Hasil penelitian Sebagian besar responden tidak menggunakan KB IUD yaitu 66,2%. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik tentang kontrasepsi IUD yaitu 65%.Hasil analisis antara pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi IUD dapat dilihat dari nilai p value 0,000. Dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi IUD. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dengan memberikan penyuluhan tentang kontrasepsi IUD dan konseling kepada PUS tentang KB IUD.
Hubungan Tempat Tinggal Dengan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Kelas XI Di SMAN 1 Punggur Tahun 2022 LUBIS, EFRILAYANI; Sugiarti, Wahidiyah; Rahmawati, Rahmawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.84

Abstract

Berdasarkan data WHO 100 % seluruh remaja yang ada di dunia, 47 % telah terlibat dalam perilaku seks bebas. Pra survey di SMAN 1 Punggur dari 10 siswa didapatkan 6 siswa pernah berperilaku seksual beresiko yaitu berciuman bibir. Dan 5 orang bertempat tinggal tidak bersama orang tua. Perilaku seksual beresiko akan meningkatkan kejadian penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak di inginkan dan tindakan aborsi. Salah satu faktornya yaitu tempat tinggal tidak dengan orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tempat tinggal dengan perilaku seksual beresiko pada remaja kelas XI di SMAN 1 Punggur Lampung Tengah tahun 2022. Penelitian ini bersifat analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa/i kelas XI SMAN 1 Punggur yang berjumlah 240 siswa. Sampelnya ditentukan dengan rumus Slovin, berjumlah 150 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner, cara ukurnya berupa angket. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat yaitu presentase dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisa univariat didapatkan dari 150 siswa, yang bertempat tinggal beresiko (tidak tinggal bersama orangtua) sebanyak 37 siswa (24,67%) dan 71 siswa (47,33%) pernah berperilaku seksual beresiko. Hasil analisa bivariat dengan uji chi square didapatkan tempat tinggal beresiko dengan kejadian perilaku seksual beresiko nilai X2hitung ( 9,18 ) > X2tabel ( 3,841 ). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tempat tinggal dengan perilaku seksual beresiko pada remaja kelas XI di SMAN 1 Punggur tahun 2022. Diharapkan bagi tenaga guru di SMAN 1 Punggur dapat selalu melakukan pemantauan terhadap remaja yang bertempat tinggal beresiko dengan melakukan kerjasama bersama orangtua siswa agar selalu memantau putra/i nya selama di tempat kost agar kejadian perilaku seksual beresiko dapat diminimalisir.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di PMB H Kota Tangerang Tahun 2022 Qomarasari, Desy
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.85

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai berumur 6 bulan merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Namun saai ini persentase pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan masih rendah. Di Kota Tangerang persentase pemberian ASI eksklusif pada tahun 2019 sebesar 71,63% angka ini masih di bawah target nasional 80%. Dari survei pendahuluan di PMB H hanya 50% ibu yang memberikan ASI eksklusif dari 10 ibu yang diwawancarai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di PMB H Kota Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang periksa di PMB H yang mempunyai bayi berusia 6 bulan sampai dengan 12 bulan pada bulan Agustus 2022 yaitu sebanyak 42 orang. Sedangkan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Sehingga didapatkan sampel sebanyak 42 responden. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini responden yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sebanyak 22 orang (52,4%), umur ibu 20-35 tahun sebanyak 34 orang (81,0%), berpendidikan tinggi sebanyak 32 orang (76,2%), responden bekerja di luar rumah yaitu sebanyak 22 orang (52,4%), paritas ≥ 2 sebanyak 23 orang (54,8%), sikap setuju terhadap perilaku menyusui eksklusif sebanyak 39 orang (92,6%) dan responden memiliki pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 33 orang (78,6%). Tidak ada hubungan antara umur ibu (0,349), tingkat pendidikan (0,369), status pekerjaan (0,768), paritas (0,976) dan sikap (0,059) dengan pemberian ASI eksklusif tetapi ada hubungan antara pengetahuan (0,005) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan, paritas dan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif tetapi ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif.
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Postpartum Primigravida Di Klinik NMC Tahun 2023 Pratiwi, Lusy
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.86

Abstract

Involusi uteri merupakan pengecilan normal suatu organ setelah organ tersebut menjalankan fungsinya, salah satu contohnya adalah pengecilan uterus setelah proses melahirkan. Involusi uteri merupakan suatu proses mengecilnya kembali rahim setelah terjadinya proses persalinan dan kembali kebentuk asal. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian Ibu pada Masa Nifas, dimana 50%-60% terjadi karena kegagalan miometrium berkontraksi secara sempurna. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas adalah dengan melaksanakan senam nifas, guna mempercepat proses Involusi Uteri. Tujuan Penelitian untuk mengetahui mengetahui hubungan Senam Nifas dengan involusi uteri pada ibu post partum primigravida. Metodologi penelitian ini menggunakan True Ekperimental dengan desain “Pretest-Postest, Control Group Design”. Hasil Penelitian ada pengaruh senam nifas terhadap Involusi Uteri pada Ibu Postpartum primigravida di klinik Nadya Medical Center dengan nilai P<0,05 dan Ibu postpartum yang melakukan senam nifas mengalami involusi uteri lebih cepat dibandingkan ibu postpartum yang tidak melakukan senam nifas. Kesimpulan senam Nifas untuk ibu postpartum dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan involusi uteri. Pengadaan kelas Senam nifas bagi Ibu postpartum sangat bermanfaat terutama untuk mempercepat proses Involusi Uteri.
Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan di Unit PLTGU Tanjung Batu, Kutai Kartanegara Suhartina; Herni Johan; Rr. Nindya Mayangsari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko keselamatan kerja di Unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Batu, Kutai Kartanegara, dengan fokus utama pada aspek ketenagakerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi dengan sejumlah pekerja dan manajemen di lokasi pembangkit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko keselamatan kerja di PLTGU Tanjung Batu memiliki kompleksitas tersendiri. Identifikasi risiko meliputi potensi bahaya kecelakaan kerja, paparan bahan kimia berbahaya, risiko listrik, dan potensi gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan kerja yang ekstrem. Analisis mendalam mengungkapkan beberapa faktor kritis yang memengaruhi keselamatan tenaga kerja, antara lain: kualitas pelatihan keselamatan, kepatuhan terhadap prosedur standar operasional, kondisi peralatan pelindung diri, dan sistem manajemen keselamatan yang berlaku. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan manajemen risiko keselamatan kerja, di antaranya: peningkatan berkelanjutan program pelatihan keselamatan, pengkinian prosedur keselamatan, investasi dalam peralatan pelindung diri berkualitas, dan penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerja. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa upaya sistematis dan komprehensif dalam manajemen risiko keselamatan kerja sangat krusial untuk melindungi tenaga kerja dan menjamin keberlangsungan operasional pembangkit listrik.
Implementasi Kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Di Perusahaan Tambang X Kutai Timur Tri Murti; Herni Johan; Ahmad Fachruddin
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.146

Abstract

Evaluasi implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Perusahaan Tambang X, Kutai Timur, dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Analisis mencakup kepatuhan terhadap elemen-elemen SMK3, seperti pembangunan komitmen, pendokumentasian rencana, dan pengelolaan risiko kerja. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif melalui observasi dan kajian dokumen terkait pelaksanaan SMK3. Hasil menunjukkan bahwa dari 64 kriteria yang dievaluasi, 70% telah memenuhi standar, sedangkan 30% belum terpenuhi. Pendokumentasian rencana K3 mencapai tingkat pemenuhan 100%, sementara pengelolaan keamanan kerja (76%) dan standar pemantauan (63%) memerlukan perbaikan. Kendala utama adalah keterbatasan tenaga ahli K3 yang berdampak pada identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang belum optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan kerja akibat potensi bahaya fisik, kimia, biologis, dan psikososial yang tidak teridentifikasi secara menyeluruh. Rekomendasi meliputi peningkatan kapasitas tenaga ahli K3 melalui pelatihan, penyediaan sarana yang memadai, serta pengawasan lebih efektif di area kerja yang luas. Penerapan SMK3 yang konsisten diharapkan mampu mengurangi angka kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan tenaga kerja secara signifikan.
Analisis Manajemen Resiko Paparan Panas Pada Pekerja Outdoor dengan APD Studi Kasus Perusahaan X di Kabupaten Kutai Kartanegara Dewi Yuniar; Herni Johan; Dwi Riyan Ariestantia
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v6i1.214

Abstract

Paparan panas merupakan salah satu risiko kesehatan yang sering dihadapi oleh pekerja outdoor, terutama dalam lingkungan yang terpapar sinar matahari langsung. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari paparan panas tersebut. Namun, belum ada kajian yang mendalam mengenai efektivitas penggunaan APD terhadap paparan panas di Perusahaan X di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko paparan panas pada pekerja outdoor di Perusahaan X dengan fokus pada penggunaan APD serta dampaknya terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pekerja yang terpapar langsung pada kondisi panas. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja outdoor di Perusahaan X yang terpapar panas, dengan sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% pekerja selalu menggunakan APD yang disediakan, namun 40% responden mengalami dehidrasi ringan, 20% mengalami heat stress, dan 10% mengalami heat stroke. Penggunaan APD terutama berupa topi pelindung (80%) dan pakaian berbahan khusus (60%) cukup tinggi, namun masih ada 20% pekerja yang tidak menggunakan APD dengan benar. Suhu lingkungan kerja di sebagian besar area kerja mencapai 30–35°C, yang berkontribusi pada keluhan kesehatan terkait panas.

Page 1 of 1 | Total Record : 9