cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
KEBERADAAN HAMA Spodoptera litura PADA TANAMAN TEMBAKAU VIRGINIA MUSIM TANAM TAHUN 2009 DAN CARA PENGENDALIANNYA DI PUYUNG LOMBOK TENGAH Nurhafidah dan Meidiwarman; Sudarmadji Rahardjo
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan hama Spodoptera litura pada tanaman tembakau Virginia dan cara pengendaliannya pada musim tanam tahun 2009 di Puyung Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey langsung di lapangan yang terdiri atas populasi dan intensitas serangan hama Spodoptera litura serta cara pengendaliannya pada tanaman tembakau Virginia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). populasi kelompok telur, larva, pupa dan imago tertinggi ditemukan masing-masing pada umur 59 hst untuk populasi telur dan larva, 7,33 butir telur / tanaman, 18,87 ekor larva / tanaman, 0,1 ekor pupa / tanaman pada umur 52 hst dan 0,13 ekor imago/tanaman pada umur 66 hst. Populasi terendah yaitu 0,43 butir telur / tanaman (24 hst), 0,23 ekor larva/tananan (80 hst), 0,03 ekor pupa / tanaman (38, 45, 59, 66 hst), dan 0,03 ekor imago / tanaman (45 hst); 2). Rata-rata persentase intensitas serangan hama S. litura pada tanaman tembakau Virginia dengan intensitas serangan tertingi pada saat tanaman berumur 59 hst sebesar 34,85 %; 3). Pengendalian yang dilakukan oleh petani tembakau Virginia untuk mengendalikan hama S. litura adalah dengan menggunakan insektisida Metindo 25 WP dan insektisida nabati yaitu ekstrak biji Nimba. Abstract The objectives of this study were to determine the existence of Spodoptera litura pest on Virginia tobacco and how to control the growing on 2009 season on Puyung Central Lombok. The method used in this research was descriptive method. Data were collected by direct survey techniques in the field consisting of the population and the intensity of pest Spodoptera litura and how to control the Virginia tobacco plants. The results showed that: 1). population group of egg, larva, pupa and imago highest were found at the age of 59 HST for eggs and larvae population, 7.33 eggs / plant, 18.87 larvae / plant, 0.1 tail pupa / plant at the age of 52 HST and tail imago 0.13 / plant at the age of 66 HST respectively. Lowest population was 0.43 eggs / plant (24 HST), 0.23 larvae / detainees (80 HST), 0.03 tail pupa / plant (38, 45, 59, 66 dap), and 0.03 tail imago / plant (45 HST); 2). The average percentage of the intensity of S. litura pest on Virginia tobacco with the highest intensity of attacks was on old plants 59 days after planting by 34.85%; 3). Control performed by the Virginia tobacco farmers to control S. litura pests is Metindo 25 WP and vegetable insecticide used is neem seed extract.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SiPlus TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGISAP (Helopeltis antonii) DAN PENGGEREK BUAH KAKAO Muhamad Lutfi; Joko Priyono; Irwan Muthahanas
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk SiPlus terhadap intensitas serangan hama pengisap (Helopeltis antonii) dan penggerek buah kakao. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao milik Pemerintah Provinsi NTB di Desa Lingsar, Lombok Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap diulang 5 kali. Perlakuan aplikasi SiPlus terdiri atas kontrol (tanpa SiPlus), diberi SiPlus 1,2,3 kali/bulan masing-masing dengan cara disemprot dan diinfus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk SiPlus menurunkan intensitas serangan hama pengisap dan penggerek buah kakao, makin lama penggunaan SiPlus makin intensif penurunan serangan hama pengisap dan penggerek terutama pada bulan ke-2 sampai dengan ke-4. Pada bulan ke-2, intensitas serangan hama helopeltis pada kontrol 6,9 %, turun menjadi 2,22–5,1 %. Pada bulan ke-4, pada kontrol tetap pada kisaran 5,92%, turun menjadi 0,64 - 1 %. Pemberian SiPlus yang paling efektif adalah diinfus sekali/bulan. Dapat disimpulkan bahwa SiPlus efektif digunakan untuk menurunkan intensitas serangan Helopeltis dan penggerek buah kakao. ABSTRACT This research was aimed to identify the effect of SiPlus fertilizer application on the intensity attach of cocoa bot borer and sucker (Helopeltis antonii). The research was conducted in NTB provincial government cocoa plantations located in Lingsar village, West Lombok. This research applied a completely randomized design with 5 replications. The treatment consisted of control (no SiPlus), applied SiPlus for 1, 2, and 3 times/months each of which was by spraying the leaf, steam and fruit and by inpush methods. Results showed that the application of SiPlus fertilizer significantly reduced the intensity attach of cocoa bot borer and sucker, the effects was more intens for longer period of SiPlus application especialy in the second month until the fourth month. In the second month the disease intensity in the control was 6,9 %, while of that for the treated with SiPlus was 2,22-5,1 %. In the 4th months, that was from 5,92 % decreased to 064 –1 %. The most effective application of SiPlus was by spraying SiPlus once per month, It may be concluded that applying SiPlus was an effective method to avoid cocoa bot borer and Helopeltis.
PERTUMBUHAN BIBIT JARAK PAGAR ASAL BIJI DAN STEK PADA BERBAGAI MACAM MEDIA PEMBIBITAN Bambang B. Santoso1; Hariyadi2 .; Bambang S. Purwoko2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Percobaan pembibitan yang bertujuan mengetahui macam media pembibitan yang baik bagi pertumbuhan bibit tanaman jarak pagar asal biji dan stek batang telah dilakukan pada September 2007-Januari 2008. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap berfaktor tunggal, yaitu kombinasi bahan perbanyakan dan macam media pembibitan sebagai berikut, bahan perbanyakan biji pada media campuran tanah-pupuk kandang (2:1 v/v), biji pada media campuran tanah-pasir-pupuk kandang (1:1:1 v/v), biji pada media campuran tanah-sekam padi segar-pupuk kandang (1:1:1 v/v), biji pada media campuran tanah-serbuk gergaji segar-pupuk kandang (1:1:1 v/v), stek batang pada media campuran tanah-pupuk kandang (2:1 v/v), stek batang pada media campuran tanah-pasir-pupuk kandang (1:1:1 v/v), stek batang pada media campuran tanah-sekam padi segar-pupuk kandang (1:1:1 v/v), stek batang pada media campuran tanah-serbuk gergaji segar-pupuk kandang (1:1:1 v/v). Seluruh perlakuan dibuat dalam tiga ulangan. Masing-masing satuan percobaan terdiri atas 20 bibit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa macam media pembibitan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan daya adaptasi bibit tanaman jarak pagar asal biji maupun asal stek batang. Media campuran tanah-pasir-pupuk kandang merupakan macam media yang terbaik untuk digunakan pada pembibitan tanaman jarak pagar. Media campuran tanah-serbuk gergaji-pupuk kandang menekan pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman jarak pagar dibandingkan media campuran tanah-sekam padi-pupuk kandang, tanah-pasir-pupuk kandang, maupun media tanah-pupuk kandang. ABSTRACT The aim of seedling experiment was to determine the effect of nursery media on growth of seedling from seeds and cuttings. It was conducted from September 2007 until January 2008. The experiment used Completely Randomized Design single factor, combination of planting material and nursery media i.e. seed in soil-manure mix media (2:1 v/v), seed in soil-sand-manure mix media (1:1:1 v/v), seed in soil-fresh rice hull-manure mix media (1:1:1 v/v), seed in soil-fresh wood dust-manure mix media (1:1:1 v/v), stem cutting in soil-manure mix media (2:1 v/v), stem cutting in soil-sand-manure mix media (1:1:1 v/v), stem cutting in soil-fresh rice hull-manure mix media (1:1:1 v/v), and stem cutting in soil-fresh wood dust-manures mix media (1:1:1 v/v). There were three replications. Each experimental unit contained 20 seedlings. Result showed that kind of seedling medium has significant effect on growth, development, and survival rate of physic nut seedling both from seed and stem cutting. Soil-sand-manure mix media was the best media for physic nut seedling development. Soil-fresh wood dust-manure mix media inhibited growth and development of physic nut seedling as compared to soil-fresh rice hull-manure mix media, soil-sand-manure mix media, and soil-manure media.
DRISTRIBUTION OF VIRUS CAUSING THEYELLOW LEAF CURL DISEASES ON CHILI PEPPER IN NORTH LOMBOK REGION Mery Windarningsih
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.71 KB)

Abstract

Pepper yellow leaf curl virus (PYLCV) merupakan salah satu virus dalam genus Begomovirus famili Geminiviridae penyebab penyakit daun keriting kuning pada tanaman cabai. Penelitian penyakit virus daun menguning dan keriting pada tanaman cabai telah dilaksanakan di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penyakit ini menjadi epidemi di Indonesia sejak tahun 2000 dan sudah tersebar luas di beberapa sentra produksi cabai di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Sejak tahun 2006 gejala penyakit ini ditemukan di area tanaman cabai rawit di Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran penyakit virus daun menguning dan keriting pada cabai rawit dan mengetahui jenis virus penyebab penyakit daun menguning dan keriting di desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sakit memperlihatkan gejala daun menguning (klorosis), menggulung, tebal, keriting, dan pertumbuhan terhambat. Rerata intensitas penyakit mencapai 80-100 % pada akhir pengamatan. Hasil identifikasi secara molekuler dengan PCR berhasil mengidentifikasi isolat Begomovirus dari cabai rawit yang berasal dari Kecamatan Kayangan Lombok Utara dengan produk amplifikasi berukuran 580bp.
EFFECTIVENESS OF CHICKEN MANURE AND ARTHROBOTRYS DACTYLOIDES ON THE SUPPRESSION OF MELOYDOGYNE JAVANICA Sudirman .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The suppression of Meloidogyne javanica with the application of kaolin alginate formulated Arthrobotrys dactyloides and chicken manure was investigated. The aims of the study were to know the effects of chicken manure on the growth, ring production, trapping activity of A. dactyloides, and suppression of M. javanica, as well as plant growth. A series of experiments consisted of slide test, soil microcosms, and pot tests were conducted with six dosages of chicken manure; 0.25%, 0.50%, 0.75%, 1.00%, 1,25%, and 1,50% (w/w) with five replicates. Treatment without chicken manure was provided as a control. All experiments were conducted with completely randomized design. The data were analyzed with analysis of variance, and means of each treatment were separated using a honestly significant difference test at 5% level. Results of the study showed that chicken manure did not have significant effect on the growth, ring production, and trapping activity of A. dactyloides, a fungus that effectively reduced number of nematodes entering roots of tomato seedlings. However, chicken manure significantly reduced number of M. javanica penetrating roots, hampered M. javanica development, and improved plant growth. ABSTRAK Penekanan M. javanica dengan aplikasi A. dactyloides dalam formulasi kaolin alginate dan pupuk kotoran ayam telah diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan, pembentukan cincin perangkap, aktifitas penjeratan A. dactyloides, dan penekanan M. javanica, serta pertumbuhan tanaman tomat. Serangkaian percobaan yang terdiri dari “slide test”, “soil microcosms”, dan percobaan pot telah dilakukan dengan enam dosis pupuk kotoran ayam; 0.25%, 0.50%, 0.75%, 1.00%, 1,25%, dan 1,50% (b/b) dengan lima ulangan. Perlakuan tanpa pupuk disiapkan sebagai control. Semua percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap. Data dianalisa dengan analisis keragaman dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, pembentukan perangkap, dan penjeratan M. javanica oleh A. dactyloides, jamur yang secara efektif menekan jumlah M. javanica yang penetrasi ke dalam akar tanaman tomat.Tetapi, pupuk kotoran ayam secara nyata mengurangi jumlah M. javanica yang penetrasi akar, menekan perkembangan nematoda, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
UJI JUMLAH INVESTASI ULAT GRAYAK (Spodoptera sp.) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN DAN HASIL PRODUKSI TEMBAKAU VIRGINIA Mardi Johanh; Meidiwarman Murdan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tembakau Virginia (Nicotiana tabacum L.) adalah tanaman industri dengan nilai perekonomian yang cukup tinggi di Indonesia. Secara langsung tembakau merupakan sumber pendapatan petaninya cukup besar dan secara tidak langsung dapat menunjang penyerapan tenaga kerja dan sumber pemasukan negara melalui cukaiprodukrokok. Namun dalam budidaya tembakau sangat banyak gangguan dari hama, salah satunya adalah gangguan hama Spodoptera sp. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah investasi ulat grayak (Spodoptera sp.) terhadap intensitas serangan dan hasil tembakau Virginia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan investasi ulat grayak termasuk kontrol, yaitu: H0 (tanpa investasi ulat grayak), H1 (investasi satu ekor ulat grayak), H2 (investasi dua ekor ulat grayak), H3 (investasi tiga ekor ulat grayak) dan H4 (investasi empat ekor ulat grayak). Berdasarkan hasil anlisis regresi sederhana, maka dapat diketahui: (1) Semakin tinggi jumlah investasi ulat grayak pada tanaman tembakau, maka intensitas serangan juga semakin tinggi. (2) Semakin tinggi jumlah investasi ulat grayak pada tanaman tembakau, maka berat brangkasan basah dan kering tanaman tembakau semakin rendah. (3) Semakin tinggi intensitas serangan ulat grayak pada tanaman tembakau, maka berat brangkasan basah dan kering tanaman tembakau semakin rendah. ABSTRACT Virginia tobacco (Nicotiana tabacum L.) is one of industrial plant. This plant has high economic value in Indonesia. Tobacco take a role a source of marmers income in Indonesia. In fact, productionof tobacco is depend on many factors such as pest. The most pest attack tobacco is Spdoptera sp. To undestandthe effect of pest attack mainly Spodoptera sp., it was conducted a research in which to determine the effect of the amount of investment armyworm (Spodoptera sp.) to the intensity of the attack and the result of Virginia tobacco. This research used experimental method with a rendomized block design with five treatments investment armyworms including controls, namely: H0 (without investment armyworm), H1 (investment of the tail armyworm), H2 (investment two male armyworm), H3 (investment three tail armyworm), and H4 (investment four head armyworm). Based on the results of the simple regression analysis, it can be seen: (1) the higher the amount of investment armyworm in tobacco plants, the intensity of the attacks is also higher. (2) the higher the amount of investment in tobacco plants armyworm, then the higher of the wet and dry stover lower tobacco plants. (3) the higher the intensity of armyworm in tobacco plants, then the weight of the wet and dry stover lower tobacco plants.
KORELASI FENOTIPIK, GENOTIPIK DAN SIDIK LINTAS SERTA IMPLIKASINYA PADA SELEKSI PADI BERAS MERAH IGP Muliarta Aryana
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui korelasi fenotipik dan genotipik serta pengaruh langsung dan tidak langsung dari komponen hasil ke hasil tanaman padi beras merah. Percobaan dilakukan pada MH Desember 2006- Maret 2007 di lahan tegalan Desa Prian Kecamatan Montong Betok Kabupaten Lombok Timur, dengan jenis tanah inseptisol.. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 23 perlakuan (20 genotipe padi beras merah hasil seleksi silang balik dan 3 tetua yaitu Piong, Angka dan Kenya) yang diulang 3 kali. Penanaman setiap genotipe pada luasan 5,5 m x 1,25 dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Penanaman dilakukan dengan cara tugal, tiap lubang tugal ditanam 2 benih dan ditinggalkan 1 tanaman per rumpun. Pengairan berdasarkan air hujan. Pemupukan dilakukan dengan Urea 300 kg/ha; SP36 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. Analisis korelasi genotipik, penotifik dan sidik lintas berdasarkan Singh dan Chaudhary (1979). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter total jumlah anakkan per rumpun, jumlah gabah berisi per malai, total jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah dan kandungan antosianin beras dapat dipergunakan sebagai kriteria seleksi hasil gabah padi beras merah secara tidak langsung, karakter tersebut memiliki pengaruh langsung lebih tinggi dibandingkan dengan koefisien korelasinya. ABSTRACT The aim of this research was to know phenotypic, genotypic correlations with indirect and direct effect on yield and yield components of red rice . Experiment was conducted on a dryland area at Prian village of Montong Betok distric, East Lombok, on an Inseptisol soil, during the rainy season from December 2006 to March 2007. The 23 treatments (20 genotypes obtained from back cross selection) and 3 parents (Piong, Angka and Kenya) ware designed with Randomized Complete Block and replicated three times. Each genotype was grown on 5,5 m x 1,25 m plot with plant spacing of 25 cm x 25 cm and only 1 plant per clump. Irrigation in upland was based on availability of rain water. The fertilization applied were Urea 300 kg/ha, SP36 150 kg/ha and KCl 150 kg/ha. Genotypic, phenotypic correlation analysis and path analysis were based on Singh and Chaudhary (1979). Results indicated that the character of tiller numbers per clump, filled grain numbers per panicle, total grain number per panicle, weight of 100 grain and anthocyanin content be used as an indirect selection criteria for grain yield of red rice.Those characters had a higher direct effect compared to their correlation coefficient
PEMBENTUKAN VARIETAS UNGGUL JAGUNG TAHAN KERING DENGAN HASIL, BERANGKASAN SEGAR TINGGI, UMUR GENJAH (TAHUN I: HIBRIDISASI DAN SELEKSI MASSA SECARA INDEPENDENT CULLING LEVEL) ., Sudika; ,, Idris; Listiana, Erna
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan populasi dasar dari hasil persilangan tiga varietas unggul jagung komposit dengan populasi C2.1 dan mendapatkan populasi hasil seleksi siklus pertama, yaitu P1.1 dan P1.2. Pembentukan populasi dasar dengan persilangan antara varietas unggul bersari bebas (Gumarang, Lamuru, dan Sukmaraga) dengan populasi C2.1 secara resiprok. Perbaikan daya hasil, berangkasan segar dan umur panen menggunakan metode seleksi massa secara independent culling level selama satu siklus. Pengurangan efek lingkungan menggunakan metode grid system. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa keberhasilan persilangan sebesar 95,43 % dan diperoleh benih hasil persilangan GMC2 sebanyak 6,7 kg; LMC2, 7,1 kg dan SRC2 sebanyak 7,6 kg dan ketiganya dibulk sebagai populasi dasar. Seleksi massa siklus pertama secara independent culling level telah dilakukan dan diperoleh benih P1.1 sebanyak 5,178 kg dan P1.2 sebanyak 4,964 kg. Seleksi massa siklus berikutnya perlu dilanjutkan guna meningkatkan rerata ketiga sifat tersebut. ABSTRACT This research aimed to obtain basic population from hybridization of three high yielding varieties of composite maize variety on C2.1 population; to obtain population of the first cycle selection, P1.1 and P1.2. Formation of basic population was done by reciprocal cross between open pollinated varieties (Gumarang, Lamuru and Sukmaraga) and C2.1 population. Improvement of yields, fresh biomass and harvest age used mass selection method by Independent culling level for one cycle. Decreased influence of environmental used grid system method. The result of this research, that successful of hybridization was 95.43 % and produced 6.7 kg of GMC2 hybrid seeds, 7.1 kg of LMC2 and 7.6 kg of SRC2 and all of them were bulked as a based population. First cycle of mass selection by independent culling level has been done and produced 5.178 kg P1.1 seeds and 4.964 kg of P1.2 seeds. Mass selection for second and thirth cycles were done to increase of population means of that traits.
AKSI GEN DAN HERITABILITAS KANDUNGAN ANTOSIANIN BERAS MERAH PADA HASIL PERSILANGAN GALUR HARAPAN PADI BERAS MERAH TOLERAN KEKERINGAN X KALA ISI TOLO IGP Muliarta Aryana
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Percobaan lapangan dilaksanakan di Karang Bayan Lingsar Lombok Barat. Analisis kandungan antosianin beras dilakukan di laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam 25 x 25 cm tanpa rancangan. Populasi P1, P2 ditanam sebanyak 50 tanaman, F1, F1BC.1.1, F1BC.1.2 sebanyak 25 tanaman dan F2 sebanyak 250 tanaman. Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengetahui bagaimana aksi gen dan heritabilitas dari kandungan antosianin beras merah yang digunakan sebagai dasar penentuan metode seleks dalam upaya peningkatan kandungan antosianin beras pada padi beras merah toleran kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Pada populasi F1 hasil persilangan galur harapan padi beras merah P3-S11-8 x Kala Isi Tolo dan hasil persilangan galur harapan padi beras merah P19-S28-14 x Kala Isi Tolo aksi gen kandungan antosianin beras bersifat dominan tidak sempurna. 2). Kandungan antosiann beras merah di kendalikan oleh gen tunggal (simpelgenik) dengan tindak gen dominan lengkap pada kandungan antosianin tinggi. 3). Persilangan galur harapan padi beras merah P3-S11-8 x Kala Isi Tolo dan persilangan galur harapan padi beras merah P19-S28-14 x Kala Isi Tolo memiliki heritabilitas tinggi terhadap kandungan antosianin beras. Abstract A field experiment was conducted in Karang Bayan Lingsar, West Lombok from July until October 2009. Plants were grown with spacing of 25 x 25 cm. Analysis of antocianin content conducted in testing laboratory of food quality and food safety Agriculture Technology Faculty Brawijaya University. P1 and P2 were planted in 50 plants each; F1, F1BC1.1.; F1BC1.2 were planted in 25 plants each, and F2 were planted in 250 plants. The objectives of the study were to estimate number, gene mode action and heritability of antocyanin content to be used for selection method determination. Resulted indicated that: 1. Gene action of F1 population resulted from crossing between expected line of red rice P3-S11-8 x Kala Isi Tolo and P19-S28-14 X Kala Isi Tolo were incomplete dominance. 2. Antocianin content of red rice was controlled by singlet gene and gene action of complete dominance on high antocianin content. 3. Antioxidant content of F1 population resulted from crossing between expected line of red rice P3-S11-8 x Kala Isi Tolo was high heritable.
PENGARUH BOKASHI PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP HASIL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) DENGAN TEKNIK BUDIDAYA KONVENSIONAL DAN S R I YANG DITANAM PADA LAHAN VERTISOL 1Supendi, 2Astam W, dan 2Hanafi AR
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya meningkatkan kesuburan media tumbuh tanaman padi adalah melalui penggunaan pupuk organik antara lain bokashi pupuk kandang sapi. Kelebihan bokashi pupuk kandang sapi adalah dapat memperbaiki srtuktur tanah serta menyediakan hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian yang tujuan utamanya untuk mengetahui pengaruh bokashi pupuk kandang sapi terhadap hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) dengan teknik budidaya konvensional dan S R I yang ditanam pada lahan vertisol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan percobaan di Lapangan, yang dirancang menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang ditata secara faktorial, dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu teknik budidaya (T) dan faktor kedua pemberian bokashi pupuk kandang sapi (B). Hasil penelitian menunjukkan: bahwa perlakuan teknik budidaya berpengaruh terhadap panjang malai, berat kering jerami, bobot 100 butir gabah, dan indeks panen. Teknik budidaya konvensional (T1) memberikan hasil tertinggi pada bobot 100 butir gabah (2,88 g), dan indeks panen (38,75 %). Teknik budidaya SRI (T2) memberikan hasil tertinggi pada panjang malai (22,58 cm) dan berat kering jerami (55,23 g/rumpun); Perlakuan bokashi pupuk kandang sapi hanya berpengaruh terhadap jumlah gabah hampa. Jumlah gabah hampa terendah ditunjukkan oleh perlakuan pemberian pupuk bokashi sebanyak 10 ton/ha (300,66 butir); (3) Tidak ada interaksi nyata antara faktor teknik budidaya dan pemberian bokashi pupuk kandang sapi. ABSTRACT One of the efforts to improve Vertisol fertility for rice was through organic fertilizer applications. The organic fertilizer was able to improve the soil and provide nutrients for growth and production of rice plants. Therefore, a study was conducted to determine the effect of Bokashi-cow manure on yields of rice (Oryza sativa L. ) grown with conventional cultivation and SRI growing technique on Vertisol. A Randomized Block Design (RBD) with two factors was used to arrange all of the treatments. The first factor was growing techniques (T) and the second factor was Bokashi-cow manure (B). The results show that the cultivation technique affected panicle length, straw dry weight, weight of 100 grains, and harvest index. Conventional cultivation techniques gave the highest yield in the weight of 100 grains (2.88 g), and harvest index (38.75 %). SRI cultivation technique gave the highest yield on panicle length (22.58 cm) and straw dry weight (55.23 g/clump). In addition, Bokashi-cow manure affected only the empty grains number. The lowest number of empty grains indicated by treatment with an application of 10 ton/ha of cow manure Bokashi (300.66 grains). There is no real interaction between cultivation techniques and Bokashi cow manure.

Page 7 of 21 | Total Record : 209