cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
KAJIAN HERITABILITAS PADA HASIL PERSILANGAN ANTARA KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata (L.) Walp.) VARIETAS LOKAL NTB DENGAN KACANG PANJANG (Vigna sesquipedalis (L.) Fruwirth) Ninik Sulastri; Idris Idris; Muhammad Dahlan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya nilai heritabilitas beberapa sifat tanaman hasil persilangan antara tanaman kacang panjang dengan kacang tunggak. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diulang 10 kali. Perlakuan terdiri atas kacang tunggak berbiji cokelat (KTc), kacang tunggak berbiji ungu (KTu), kacang panjang berbiji hitam putih (KP), keturunan pertama hasil persilangan antara kacang tunggak berbiji cokelat dengan kacang panjang berbiji hitam putih (KTc.KP) dan keturunan pertama hasil persilangan antara kacang tunggak berbiji ungu dengan kacang panjang berbiji hitam putih (KTu.KP). Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam untuk menduga nilai heritabilitas arti luas dan metode struktur kekerabatan untuk menduga nilai heritabilitas arti sempit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) Nilai heritabilitas arti luas tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat tinggi tanaman, jumlah cabang produktif per tanaman, panjang polong, dan berat biji kering per tanaman. (ii) Nilai heritabilitas arti sempit berdasarkan rata-rata tetua kacang tunggak ungu (KTu) dan kacang panjang hitam putih (KP) terhadap keturunannya (KTu.KP) tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat jumlah polong per tanaman. (iii) Berdasarkan rata-rata tetua kacang tunggak cokelat (KTc) dan kacang panjang hitam putih (KP) terhadap keturunannya (KTc.KP), nilai heritabilitas arti sempit tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat diameter polong. (iv) Berdasarkan tetua kacang panjang hitam putih (KP) terhadap KTu.KP, nilai heritabilitas arti sempit tergolong tinggi ditunjukkan oleh sifat diameter batang. (v) Berdasarkan tetua kacang panjang hitam putih (KP) terhadap KTc.KP, nilai heritabilitas tergolong tinggi ditunjukkan oleh umur berbunga, diameter polong dan berat 25 butir biji. ABSTRACT The aim of this research was to know heritability level in characteristics of plant of hybrids between cowpea and long beans. The research was conducted using randomized complete blocks design (RCBD) with 5 treatment and 10 replications. The treatments consisted of purple seed cowpea (KTu), brown seed cowpea (KTc), black-white seed long beans (KP), hybrids between purple seed cowpea and black-white seed long beans (KTu.KP) and hybrids between brown seed cowpea and black-white seed long beans (KTc.KP). Data were analyzed using analysis of variance to estimate broad sense heritability and parent-offspring regression to estimate narrow sense heritability. The result of this research showed that: (i) broad sense heritability was high showed by plant height, number of branches of productive cropping, long pod and dry weight of seeds per plant. (ii) narrow sense heritability from midparent-offspring of purple seed cowpea (KTu) and black- white long beans (KP) to their offspring (KTu.KP) was high showed by number of pods per plant. (iii) Based on midparent-offspring of brown seed cowpea (KTc) and black-white long beans (KP) to their offspring (KTc.KP), the narrow sense heritability was high showed by the pod diameter. (iv) based on father-parent black-white long beans (KP) to KTu.KP, narrow sense heritability was high showed by the stem diamater. (v) Based on father-parent black-white long bean (KP) to KTc.KP, relatively high heritability showed by days to flowering, pod diameter and weighs 25 grains of seed.
UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS KACANG TANAH LOKAL BIMA TERHADAP PENYAKIT Sclerotium rolfsii Sacc. Wahyu Astiko1; Irwan Muthahanas 1; Yuni Fitrianti2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan beberapa varietas kacang tanah lokal Bima terhadap penyakit Sclerotium rolfsii. Percobaan dirancang menurut Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari lima perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Perlakuan tersebut adalah Varietas Rasanae, Varietas Belo, Varietas Sape, Varietas Wawo, dan Varietas Wera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima varietas kacang tanah lokal Bima tersebut semuanya memiliki tingkat ketahanan yang rendah. Masa inkubasi varietas Wera paling cepat (7,66 h) dengan intensitas paling tinggi (96 %) dan varietas Sape paling lama (8,60 h) dengan intensitas penyakit terendah (74 %). Laju infeksi tertinggi diperoleh dari varietas Sape (1,589 unit/hari) dan terendah varietas Wera (0,165 unit/hari). ABSTRACT The aim of the research was to determine the resistance of some Bima’s local varieties of peanut against Sclerotium rolfsii disease. Experiment was designed according to Completely Block Design consisted of five treatments and each treatment was replicated four times. The treatments were Rasanae varieties, Belo varieties, Sape varieties, Wawo varieties, and Wera varieties. Result of the experiment indicated that five peanut Bima local varieties mentioned all have of resistance level which low. Incubation period of Wera varieties is the fastest (7,66 d) with the highest intensity (96 %) and Sape varieties are the slowest (8,60 d) with the lowest intensity (74 %). The highest rate intensity was found on Sape varieties (1,589 unit/day) and the lowest one is Wera varieties (0,165 unit/day)
PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ABUSKULAR DAN BIOKTIVATOR (MENGANDUNG JAMUR Trichoderma spp. DAN EKSTRAK DAUN LEGUNDI) TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN HASIL BAWANG MERAH I Made sudantha
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.614 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan bioaktivator yang mengandung jamur T. harzianum isolat Sapro-07 dan T. koningii isolat Endo-02 terhadap kejadian penyakit layu Fusarium dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April 2017 sampai dengan bulan November 2017.Penelitian dilakukan di lahan sawah milik petani yang merupakan daerah endemi penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah di Desa Senteluk Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor. Petak utama adalah inokulasi FMA yang terdiri atas 2 aras, yaitu: tanpa FMA dan dengan FMA. Anak petak adalah aplikasi bioaktivator terdiri atas 5 aras, yaitu: tanpa bioaktivator, bioaktivator cairan mengandung jamur Trichoderma spp., bioaktivator tablet mengandung jamur Trichoderma spp., bioaktivator cairan ekstrak daun legundi mengandung jamur Trichoderma spp., bioaktivator tablet ekstrak daun legundi mengandung mengandung jamur Trichoderma spp.. Variabel yang diamati adalah kejadian penyakit layu Fusarium dan hasil, Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Keragaman dengan taraf nyata 5% dan diuji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inokulasi FMA dapat menekan terjadinya penyakit layu Fusarium dan meningkatkan hasil bawang merah. Demikian pula aplikasi bioaktivator ekstrak daun legundi cairan dan tablet yang mengandung jamur Trichoderma spp. dapat menekan terjadinya penyakit layu Fusarium dan meningkatkan bawang merah.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA BIBIT TANAMAN Acacia crassicarpa Ni Made Laksmi Ernawati
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap munculnya gejala awal, kejadian dan keparahan penyakit hawar daun bakteri pada bibit tanaman A. crassicarpa. Penelitian telah dilaksanakan di tempat pembibitan Pelalawan Riau pada musim kemarau (bulan April-Juni 2006) dan musim hujan (bulan Oktober-Desember 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan munculnya gejala awal penyakit hawar daun bakteri baik pada bibit yang ditanam pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Perkembangan penyakit hawar daun bakteri lebih cepat pada bibit yang ditanam pada musim kemarau dibandingkan dengan musim hujan. Persentase kejadian penyakit pada bibit yang ditanam pada musim kemarau 2 minggu lebih cepat mencapai 100% dibandingkan bibit yang ditanam pada musim hujan. Jumlah curah hujan mempengaruhi tingkat persentase kejadian dan keparahan penyakit hawar daun. ABSTRACT The research aimed was to know effect of rainfall on appearance of initial symptom, disease incidence and disease severity of bacterial leaf blight in A. crassicarpa seedlings. The research has been done in Pelalawan Riau nursery on dry season (from April till June 2006) and on rainy season (from October till December 2006). The result showed that there was no difference in appearance of initial symptom either seedling planted on dry season or rainy season. Development of bacterial leaf blight disease was faster on seedling planted on dry season than on rainy season. Percentage of 100% disease incidence on seedling planted on dry season two weeks faster than on rainy season. The amount of rainfall affected level of percentage of leaf blight disease incidence and disease severity.
PENGARUH JENIS CABANG TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DEWASA Sumadi, Rukmini Kusmarwiyah, Bambang Budi Santoso
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cabang terhadap keberhasilan penyambungan pada tanaman jarak pagar dewasa. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2013 di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, kabupaten Lombok Utara. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, yaitu cabang primer, sekunder, tersier, dengan 4 ulangan dan masing-masing terdiri atas 2 tanaman, dengan masing-masing 2 bidang sambung. Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis cabang tidak berpengaruh terhadap persentase hidup, panjang cabang sambungan, luas daun, namun berpengaruh terhadap jumlah daun. Cabang tersier memberikan jumlah daun paling banyak (4,75), diikuti oleh cabang sekunder (2,60) dan cabang primer (2,38). Tingkat keberhasilan pada cabang sekunder dan tersier cenderung lebih tinggi dibandingkan cabang primer. ABSTRACT Research aims to study the effect of branch type on the success of grafting of mature jatropha. This study was conducted on August to October 2013 in Gumantar village, Amor-Amor, North Lombok regency. The experimental this using Randomized Block Design ( RBD) with 3 treatments, namely primary, secondary, and tertiary branches. Each treatment was made in 4 replicates, and each replicate consistsed of two plants. Each plant has been made two graftings . The result showed that the type of branch had no effect on the percentage of life , length of entries, leaf area. It only affected on the number of leaves.Tertiary branch gave the highest number of leave (4.75), followed by secondary (2.60) and primary branches (2.38). The success leval at the secondary and tertiary branches tend to be higher than that of primary branches.
SKRINING Streptomyces sp. ISOLAT LOMBOK SEBAGAI PENGENDALI HAYATI BEBERAPA JAMUR PATOGEN TANAMAN Irwan Muthahanas; Erna Listiana
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan Streptomyces sp. isolat Lombok yang memiliki kemampauan antagonis yang dapat digunakan sebagai pengendali hayati beberapa jamur patogen tanaman di pulau Lombok. Penelitian dilaksanakan di lapang dan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram mulai dari bulan April sampai dengan bulan Nopember 2007. Dari hasil penelitian diperoleh 45 isolat Streptomyces sp. Isolat tersebut 9 terdiri dari isolat dari rizosfer cabe Steling, 10 dari rizosfer tomat Bayan, 13 dari rizosfer bawang Sembalun, dan 13 dari rizosfer cabe Aikmal. Data dianalisis dengan analisis varian, dan uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur pada taraf 5%. Warna koloni isolat yang berhasil di isolasi dikelompokan dalam warna putih, coklat, abu-abu, kuning, hijau, hitam dan ungu. Semua isolat bereaksi gram positif pada pengecatan gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 isolat (44,4%) dari isolat Streptomyces sp. yang berhasil diisolasi mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen tanaman pada uji antagonis secara berpasangan. Satu isolat (BSi) mampu menghambat tiga jamur patogen tanaman (Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii). Dua isolat (CSb dan CSk) menghambat pertumbuhan dua jamur patogen tanaman (F. oxysporum, R. solani). Tiga isolat (CSa, CSe, CSg) hanya mampu menghambat F. oxysporum, satu isolat (CAl) hanya mampu menghambat S. rolfsii, dan 13 isolat lainnya hanya menghambat R. solani. Persentase hambatan oleh Streptomyces sp. terhadap jamur patogen tanaman bervariasi dari yang paling kecil 20% (Streptomyces sp. isolat CAj terhadap R. solani), sampai yang paling besar 70% (Streptomyces sp. isolat BSi terhadap S. rolfsii). ABSTRACT The objective of the research was to obtain Lombok isolate of Streptomyces sp. those has the antagonist ability can be used as biological control agent of several fungal plan pathogens in Lombok Island. The experiments were undertaken in the field and Laboratorium of Microbiology the Faculty of Agriculture Mataram University started from April up to November 2007.The result of the research showed that 45 isolates of Streptomyces sp. have been obtained. Those isolates includes 9 isolates obtained from the rhizosphere of chili in Steling, 10 from the rhizosphere of tomato in Bayan, 13 from the rhizosphere of chili in Aikmal. The colour of the colony of the isolate that has been successfully isolated were grouped in the colour of white, brown, grey, yellow, green, black, and purple. All isolates are gram-positive bacteria according to gram staining test. As much as 20 isolates (44,4%) of isolates of Streptomyces sp. being isolated were capable of inhibiting the growth of fungal plant pathogens according to antagonism test. One isolate (BSi) was capable of inhibiting three fungal plant pathogens (Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, and Sclerotium rolfsii). Two islates (CSb and CSk) were capable in inhibiting two fungal plant pathogens (F. oxysporum and R. solani). Three isolates (CSa, CSe, CSg) were only able to inhibit F. oxysporum, one isolate (CAl) was only capable in inhibiting S. rolfsii, and the other 13 isolates were only able to inhibit R. solani. The percentage of inhibition of the fungal plan pathogens by Streptomyces sp. is varied from the smallest inhibition of 20% (Sterptomyces sp. isolate of CAj against R. solani) to the biggest inhibition of 70% (Streptomyces sp. isolate of BSi against S. rolfsii).
KAJIAN SIFAT KUANTITATIF BEBERAPA GENOTIPE MELON (Cucumis melo L.) DAN BLEWAH (Cucumis melo varcantalupensis) Nishfil Laily1; Lestari Ujianto2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.028 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kuantitatif dan keunggulan-keunggulan karakteristik genotipe-genotipe tanaman melon dan blewah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental dengan percobaan di lapangan dengan media tanah dalam pot. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu dua genotip melon, dua genotipe blewah dan empat keturunan hasil persilangan. Masing-masing perlakuan diulang lima kali. Sifat kuantitatif yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, umur berbunga jantan dan betina, jumlah bunga jantan dan betina, jumlah cabang produktif, jumlah buah panen, umur panen, diameter buah, bobot buah segar, ketebalan daging buah, lingkar buah dan kadar gula. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analisis Keragaman pada taraf 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut dengan menggunakan Uji Duncan Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5% dan analisis korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Sifat kuantitatif yang beragam pada sifat yang diamati adalah bobot buah, diameter buah, ketebalan daging buah, dan umur panen; 2). Genotipe G8 memiliki karakteristik yang unggul dibandingkan dengan tetua betina (G1) dan tetua jantan (G4); 3). Sifat kuantitatif yang berkorelasi positif nyata dengan bobot buah adalah diameter buah, ketebalan buah dan lingkar buah. ABSTRACT The objectives of this research were to determine the quantitative characters study of some genotypes of melon and cantaloupe. The method used in this research is experimental method with field trials with the soil medium in the pot. The experimental design used was completely randomized design (CRD). The treatments were: two genotypes of melon, two genotypes of cantaloupes and four progenies from crosses. Each treatment was repeated five times. The observed quantitative characters consisted of length of the plant, number of leaves, flowering dates of males and females, the number of male and female flowers, the number of productive branches, the number of harvested fruits, harvesting dates, fruit diameter, the weight of fresh fruit, thickness of the flesh of the fruit, the circumference of fruit and sugar content, Data were analyzed using Analysis of variance at the level of 5%, followed by a further test using Duncan Multiple Test Range Test (DMRT) at the same level and a simple correlation analysis. The results showed that: 1). The variant quantitative characters were fruit weight, fruit diameter, thickness of the flesh of the fruit, and harvesting dates; 2). Genotype G8 have the superior characteristics compared to the female parent (G1) and the male parent (G4); 3). Quantitative characters positively correlated with fruit weight is fruit diameter, thickness of fruit and fruit circumference.
ANALISIS RERATA GENERASI HASIL PERSILANGAN DUA VARIETAS PADI TAHAN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN Sudharmawan AAK
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tindak gen ketahanan terhadap cekaman kekeringan dalam kaitan dengan sifat akar dengan analisis rerata generasi. Padi varietas Selat dan Soba adalah dua varietas tahan terhadap cekaman kekeringan, dan dari persilangannya dihasilkan generasi F1, F2, BC1 dan BC2. Sifat panjang akar dipengaruhi tindak gen aditif yang dibawa oleh Soba. Pada sifat diameter akar menunjukkan interaksi gen duplikat. Sifat jumlah akar dikendalikan oleh lebih dari dua gen, dan sifat berat akar kering terjadi tindak gen resesif epistasis. Ini mengimplikasikan bahwa ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan dikendalikan oleh banyak gen yang berlainan, yang sebagian bertanggung jawab untuk sifat yang berbeda, yang bersama-sama mendorong ke arah ketahanan. ABSTRACT This research aimed to study gene action of drought stress resistance in terms of root characters by generation mean analysis.Two varieties which are drought stress resistant, were crossed to produc F1, F2, BC1 dan BC2 generations. Root length was affected by additive gene acting toward short root brought by Soba. Root diameter showed duplicate gene interaction. Number root characters were controlled by more than two genes. Root dry weight character was controlled by recessive epistatic genes. This implied that drought stress resistance was controlled by many different genes, with part of it responsible for different characters but together leading to drought stress resistance.
UJI MULTILOKASI BEBERAPA POPULASI JAGUNG KETAN KULTIVAR LOKAL BIMA HASIL SELEKSI MASSA DENGAN PENGENDALIAN PENYERBUKAN UNTUK KETAHANAN TERHADAP KEKERINGAN Uyek Malik Yakop; Idris, dan Lestari Ujianto
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 1 (2012): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan varietas jagung ketan yang tahan pada cekaman kekeringan dan memiliki daya hasil tinggi, umur genjah dan adaptasinya luas. Penelitian ini telah dilakukan dari bulan Mei 2011 sampai Desember 2011 di tiga lokasi yaitu Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. dan Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian terdiri dari 5 populasi hasil seleksi dan varietas jagung Lemuru sebagai pembanding. Perlakuan pada masing-masing lokasi diulang sebanyak empat kali. Data yang diamati meliputi umur keluarnya bunga jantan, umur keluarnya bunga betina, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol, diameter tongkol, berat biji per tongkol, umur panen dan berat 100 butir biji. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis model Eberhart dan Rusell (1966) u­ntuk mengetahui stabilitas dan adabtabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Populasi C0, C1, C2, C3 dan C4 menunjukkan adaptasi yang luas pada semua lokasi untuk sifat-sifat umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, jumlah daun diameter batang, umur panen, panjang tongkol, diamater tongkol dan berat 100 butir biji.kecuali populasi C4 belum stabil pada sifat umur keluar bunga jantan dan umur panen. Semua populasi belum memiliki stabilitas yang luas untuk sifat tinggi tanaman kecuali C0 sedangkan varietas unggul Lemuru hanya stabil dan beradaptasi luas untuk sifat jumlah daun, umur panen, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Sifat berat biji per tongkol sebagai ukuran stabilitas hasil dari semua populasi kecuali populasi C1 dinyatakan belum stabil, nilai koefisien regresi jauh lebih kecil dari satu dan simpangan baku juga jauh dari angka nol. ABSTRACT The experiment aimed to produce sticky corn variety which is resistant to drought, having high yield potential, short live cycle and broad adaptation. The experiment was conducted from May 2011 to December 2011 at three diverse locations, namely : District of Narmada, West Lombok, District of Bayan, North Lombok, and District of Pringgabaya, East Lombok. Method used was experimental method ud Randomized completely Block Design with five treatments. Each treatment on each location was replicates four times. The observed data consisted of time of anther emerging, time of silk emerging, plant height, leaves number, ear diameter, time of harvest, ear length, weight of 1000 seeds, and weight of dry seeds per ear. The data were analyzed using variance analysis of Eberhart and Rusell (1966) in order to identify the character stability and adaptability. The result demonstrated that population of C1, C2, C3, and C4 showed broadly adaptable at every location tested for anther emerging, time of silk emerging, ear length, ear diameter and weight of 100 seeds except population of C4 has not been stable for anther emerging and harvest time. All population has not had broadly stability for plant height except C0, while Lemuru, the superior variety, was only stable leave numbers, harvest time, ear length and ear diameter. Only C1 showed stable on seed weight per ear, as indicator of yield stability, the value of regression coefficient was far from one and standard deviation was high, far from zero.
UJI DAYA HASIL LANJUTAN GALUR HARAPAN PADI GOGO BERAS MERAH PADA DATARAN RENDAH DI DESA MAMBALAN KECAMATAN GUNUNGSARI Hapsah, I Gusti Putu Muliarta Aryana, Anak Agung Ketut Sudharmawan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 1 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dan beberapa karakter agronomi galur-galur harapan padi gogo beras merah di dataran rendah. Penelitian ini dilakukan di Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, pada bulan Maret sampai dengan Juni 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 14 perlakuan, antara lain 9 galur padi gogo beras merah, 3 tetua, yaitu G10 (G28 = PKBCP3), G11 (G29 = PKBCP19), dan G12 (G30 = KALA ISI TOLO), serta 2 (dua) varietas padi, yaitu Situ Patenggang (G13) yang merupakan padi gogo dan Inpago UNRAM 1 (G14) yang merupakan padi gogo beras merah, sebagai pembanding. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga dalam penelitian ini terdapat 42 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan analisis keragaman dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perbandingan antara galur-galur harapan dengan tetua dan varietas pembanding tidak terdapat perbedaan pada semua parameter pengamatan, akan tetapi dilihat dari angka produksinya terdapat galur yang berproduksi lebih tinggi dibandingkan tetua dan varietas pembanding, yaitu G6 dengan hasil 7,77 ton/ha; dan galur-galur yang cenderung menunjukkan angka lebih tinggi di antara galur-galur yang diuji pada masing-masing pengamatan antara lain G1 pada parameter jumlah gabah berisi, G3 pada parameter jumlah anakan produktif, G6 pada parameter berat gabah per rumpun dan parameter hasil, G7 pada tinggi tanaman, G8 pada parameter berat 100 butir, dan G9 pada parameter panjang malai. Sedangkan galur pada beberapa parameter pengamatan yang diharapkan cenderung menunjukkan angka lebih rendah di antara galur-galur harapan yang diuji adalah G2 pada paramater umur panen, G4 pada parameter umur panen dan jumlah anakan non produktif, G5 pada parameter jumlah anakan non produktif, G7 pada parameter umur panen dan jumlah gabah hampa, G9 pada parameter pengamatan umur berbunga dan jumlah anakan non produktif. ABSTRACT The objectives of this research was to find out the yield ability and some agronomy characteristics of expected strains of gogo red rice on lower land. This research was done in Mambalan Village, Kecamatan Gunungsari, from March until June 2013. Design used in this research was Completely Randomized Design with 14 treatments, consist of 9 of gogo red rice strain, 3 comparator parents (G10 (G28 = PKBCP3), G11 (G29 = PKBCP19), and G12 (G30 = KALA ISI TOLO)), and 2 varieties of rice (Situ Patenggang (G13) that is gogo rice and Inpago UNRAM 1 (G14) that is gogo red rice), as comparator varieties. Every treatment was replicated three times, so that this research has 42 experiment units. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% significance level. The results show that the comparison between expected strains and comparator parents and comparator varieties on all of observation parameter is non significant, but according to mathematics there is a strain that has higher value than comparator parents and comparator varieties, that is G6 (7,77 ton/ha); and the strains that tend to show higher number among all of the tested strains on each of observation parameter are G1 on number of full grains parameter, G3 on number of productive tillers parameter, G6 on grain weight per hill and yield parameter, G7 on plant height parameter, G8 on weight of 100 grains parameter, and G9 on panicle length parameter. Furthermore, th strains that expected to show lower number are G2 on harvesting parameter, G4 on harvesting and number of non productive tillers parameter, G5 on number of non productive tillers parameter, G7 on harvesting number of empty grains, G9 on flowering and number of non productive tillers.

Page 9 of 21 | Total Record : 209