cover
Contact Name
Shabri Putra Wirman
Contact Email
shabri.pw@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.photon@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PHOTON
ISSN : 2087393x     EISSN : 25795953     DOI : -
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge
Arjuna Subject : -
Articles 709 Documents
KOMBINASI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK GROW QUICK LB TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK DENDROBIUM (Dendrobium sp.) PASCA AKLIMATISASI Nofripa Herlina; Novia Gesriantuti; Anis Restiawati
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.535

Abstract

Dendrobium orchid is one of the very popular ornamental plant because of the flower is beautiful and has a high economic value. An effort to prevent the orchid from extinetion is by means of in vitro propagation. The study aims to look at the effect of various doses of fertilizers Grow Quick LB and types of growing media and their interaction on the growth of Dendrobium sp. post acclimatization.The completely randomized design was used with two factors. The firs factor was type medium (charcoal+fern, charcoal+cocopeat), the second factor was type of Grow Quick LB fertilizer (0ml/L, 1ml/L, 2ml/L, 3ml/L). Parameters observed were, plantlet height, leaf length, leaf width, and number of leaves. The results showed that the dosing of Grow Quick LB fertilizer 1ml/L showed the highest values for the parameters width of leaves and number of leaves, whereas a dose of 2ml/L showed the highest values for the parameters plantlet height, leaf length. A combination of types of growing media charcoal+cocopeat showed a better effect than the media charcoal+fern on all parameters. The interaction of medium type and Grow Quick LB fertilizer significantly different with plantlet height and leaf length and not significantly different with parameters leaf width, and number of leaves.
ANALISA UNSUR HARA MAKRO PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI LIMBAH INDUSTRI KERIPIK NENAS DAN NANGKA DESA KUALU NENAS DENGAN PENAMBAHAN URIN SAPI DAN EM4 Rahmadini Syafri; - Chairil; Denise Simamora
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.539

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah pembuatan produk pupuk organik cair yang memiliki kualitas setara dengan POC komersil dengan memanfaatkan limbah dari industri pembuatan keripik nenas dan nangka serta limbah urin sapi secara fermentasi dengan aktivator EM4 dan aditif tetes tebu (molasses) untuk meningkatkan kandungan hara makro dan mikro sehingga dihasilkan pupuk organik cair kualitas tinggi sesuai dengan standar baku mutu pupuk organik cairPermentan No.28/Permentan/OT140/2/2009. Berdasarkan data keseluruhan hasil pengukuran kadar pupuk organik cair yang dibuat dengan 3 variasi komposisi (POC1, POC2 dan POC3), menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang terbaik adalah POC1 dengan variasi komposisi yaitu 3 liter limbah cair kulit nenas dan nangka dengan penambahan 9 liter limbah urin sapi. Waktu optimum fermentasi untuk pembuatan pupuk organik cair dari campuran limbah cairkulit nenas dan nangka serta urin sapi adalah 14 hari karena nilai kadar hara makro dan mikro optimum diperoleh pada waktu tersebut. Kadar hara makro untuk Nitrogen total yang optimum didapati pada sampel POC1 yaitu 0.03%, Fosfor (P2O5) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.007% dan Kalium (K2O) optimum diperoleh juga dari sampel POC1 yaitu 0.29%.
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI LARVA NYAMUK Aedes PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PEKANBARU Novia Gesriantuti; Yeeri Badrun; Nurul Fadillah
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi larva Aedes berdasarkan tempat perindukannya. Penelitian dilakukan bulan April sampai Mei 2017 di RW 08 Kelurahan Tuah Karya, Pekanbaru. Pengambilan larva dilakukan dengan cara mengambil larva yang ditemukan pada tempat perindukan di dalam dan di luar rumah. Larva diidentifikasi menggunakan metode single larva method dengan mengamati setiap larva berdasarkan posisi istirahat yang berbeda. Pada penelitian ini ditemukan 2 jenis nyamuk vektor penyakit demam berdarah dengue yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 rumah yang diperiksa ditemukan 24 rumah yang positif larva Aedes dan dari 188 tempat penampungan air (TPA) yang diperiksa ditemukan 31 kontainer yang positif larva Aedes. Jumlah Aedes lebih banyak ditemukan pada tempat penampungan air (TPA) di luar rumah dibandingkan di dalam rumah. Kelimpahan larva Aedes albopictus yaitu sebanyak 6,54%, sedangkan larva Aedes aegypti sebanyak 1,68%. Keberadaan larva nyamuk Aedes albopictus berpotensial menjadi vektor penyakit DBD di Kelurahan Tuah Karya. Angka Bebas Jentik (ABJ) didapatkan sebesar 40%, House Indeks (HI) = 60%, Container Indeks (CI) = 16,49%. Angka ini menunjukkan RW 08 Kelurahan Tuah Karya merupakan daerah yang memiliki risiko tinggi dalam penularan penyakit demam berdarah dengue.
ISOLASI CENDAWAN ENDOFIT DARI AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides L.) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIMIKROBA Israwati Harahap; - Elsie
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.542

Abstract

Endophytic fungi are microorganisms living in healthy tissue of their host plants without causing disease. Endophytic fungi live in every plant, including Vetiveria zizanioides L. medicinal plant intracellulary and/or intercellulary. This plant was screened pharmacologically for antibacterial, antifungal, anticataleptic, analgesic and anti-inflammatory, rheumatism, anti oxidant and anti arthritic activity. This research aimed to isolation endophytic fungi from V. zizanioides L. and to screening their antimicrobial potency against microflora Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Candida albicans. Endophytic fungi isolation from V. zizanioides L. was done by surface sterilization method. A total of 33 isolates were recovered from 88 leaves and 88 root segments. Based on antimicrobial activitytest, most of the fungal extracts showed in vitro inhibition of microbes growth.
ENGGUNAAN METODE MARMET UNTUK MELANCARKAN PENGELUARAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ERIA BUNDA PEKANBARU Wiwik Norlita; Tri Siwi KN
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.544

Abstract

Metode marmet merupakan salah satu cara mengeluarkan ASI dengan pijitan dengan menggunakan dua jari. Dengan metode marmet ASI bisa keluar dengan lancar. Mengeluarkan ASI menggunakan metode marmet membutuhkan waktu masing-masing payudara sekitar 15 menit . Metode marmet banyak digunakan sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan serta peningkatan pengeluaran ASI.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode marmet terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu di Rumah Sakit Ibu dan Anak Eria Bunda Pekanbaru. Jenis penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling yang berjumlah 20 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi serta pengukuran jumlah ASI. Analisis data menggunakan uji paired T Test.. Hasil Penelitianmenunjukkan pemberian teknik marmet efektif terhadap kelancaran pengeluaran ASI pada ibu dengan P value =0,00. Diharapkan kepada ibu dapat secara kontinyu menggunakan metode marmet untuk mempertahankan kelancaran pengeluaran ASI.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU DAN DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN METODA FERMENTASI DENGAN AKTIVATOR EM4 Hasmalina Nasution; Henny D J; Ulsanna Laira
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.546

Abstract

Liquid organic fertilizer is organic fertilizer in a liquid preparation as apart or all of from organic compound such as plant, animal, and industry waste, solid or liquid phase Nutrients contained therein form of a solution that is so fine that is easily absorbed by plants, though the leaves or stems. Organic fertilizer is one of solution to recovery physical, chemical and biological soil mineral from harmful effect at synthetic fertilize. Liquid fertilizer is obtained from the fermentation process solid first and then proceed with the extraction and liquid anaerobic fermentation process.In the fermentation process, the role of microbes largely determine the resulting product.The aim of this study was to determine the potential of liquid waste out as a liquid organic fertilizer with the addition of leaves of Gliricidia plants with a variation of 200 gr and 400 gr to increase mocro and micro nutrients with EM4 bacteria activator by fermentation procces. Macro nutrients result show Nitrogen 1250,57 ppm, phosphorus 1626,51 ppm potasium 2987,45 ppm, C-organic 8550 ppm, the ratio of C/N 7, and micro nutrients (Fe, Cu, Mn) C organic result Fe 57.99 ppm, Cu 0.30 ppm, Mn 2.83 ppm in the optimum fermentation time of 5 days with additional variations Gliricidia leaves 400 g. Macro nutrient of Organic fertilizer produced meets the quality requirements of the regulation which has set the levels of nitrogen, phosphorus and potassium in the amount of <2% or <20000, C organic ≥ 4% (40000 ppm), the ratio of C / N ≥ 4 ppm. Micro nutrients result do not meet the quality requirements of the agriculture minister No.28/Permentan/OT.140/2/2009. quality regulations for, and metal 100-1000 ppm.
POTENSI SILASE KULIT JAGUNG SEBAGAI BAHAN PAKAN FERMENTASI Rahmiwati Hilma; Agustina Wulandari; - Wahyuningsih
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.547

Abstract

Sumber daya perikanan darat saat ini sangat menjanjikan untuk mencukupi kebutuhan nasional akan bahan pangan berbasis protein tinggi. Pakan merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan budidaya yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan budidaya. Mahalnya harga pakan dapat diatasi salah satunya dengan membuat pakan buatan sendiri menggunakan metode yang sederhana dengan memanfaatkan sumber-sumber bahan baku yang murah, mudah didapat, mudah diolah dan mengandung zat gizi yang diperlukan. Pada pembuatan pakan diharapkan menghasilkan pakan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satu caranya adalah dengan fermentasi. Pembuatan pakan ikan fermentasi pada penelitian ini diawali dengan pembuatan silase kulit jagung menggunakan probiotik ikan yang telah diaktifasi menggunakan molase dan dilanjutkan dengan pencampuran silase kulit jagung dengan batang pisang, kotoran kambing, dedak padi, abu sekam dan probiotik ikan yang telah diaktifasi dengan 3 variasi komposisi (pakan A, B, C) dan difermentasi selama 28 hari. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic menggunakanan alisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan perbedaan antara perlakuan diuji dengan uji Tukey. Analisisuji F pada variasi 3 komposisi menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap kadar air, abu, protein, lemak, serat dan karbohidrat. Pakan C fermentasi merupakan komposisi terbaik dengan kadar air 78,36 ± 78,36 %, kadar abu 10,69 ± 0,06 %, kadar protein 4,15 ± 0,05 %, kadar lemak 0,56 ± 0,01 %, kadar serat 3,03 ± 0,01 % dan kadar karbohidrat 3,30 ± 0,00 %.
MENSTRUAL PERIOD ANALISIS OF WOMEN PLWHA WITH ANTI RETROVIRAL THERAPY (ART) IN NGO LANCANG KUNING PEKANBARU CITY Dona Martilova; Husna Farianti Amran
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.548

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is caused by Human Immunodeficiency Virus (HIV), including infectious diseases that cause weakness of the immune system. Riau province on the 11st grade of most cases of AIDS that is 1104 cases and 53% occur in women. Treatment that can be done is to use antiretroviral therapy (ART). ARV drugs do not kill the virus but can slow the growth of the virus. The use of antiretroviral drugs can cause side effects in some women the use of antiretroviral drugs causes menstrual disorders such as prolonged bleeding, menstrual bleeding time, faster menstrual periods, longer menstrual intervals, and, periods sometimes do not occur.The research type is quantitative with cross sectional approach. The study was conducted from May to December 2017. The study population was all women living with HIV / AIDS under the guidance of NGO Lancang Kuning Pekanbaru which amounted to 96 people with a sample of 53 people taken with Simple Random Sampling technique (simple random), Instrument data collection is a questionnaire in the form of a list question and checklist list. Data were analyzed by Univariate to know the frequency distribution of respondent, and Bivariate (chi-square) to know the relation between variables. The results showed that menstrual cycle disorders in HIV-positive women were associated with age (P value 0.001), duration of use of antiretroviral therapy (P value 0.004), nutritional status of women living with HIV (P value 0,003) and environmental factor (P value 0,000). It is recommended that women living with HIV / AIDS can take Anti retroviral medication regularly and maintain their nutritional status in good condition and it is expected that the environment can provide support to PLHIV women.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) IBU DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS GARUDA PEKANBARU - Isnaniar; Yuni Indri Lestari
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.549

Abstract

Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Diare didefinisikan sebagai perubahan konsistensi feses dan perubahan frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari. Salah satu penyebab dari terjadinya diare adalah faktor lingkungan dan perilaku. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada bayi tergantung kepada perilaku hidup bersih dan sehat ibu, karena bayi masih tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan sendiri (Mardta, 2014). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui “Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada bayi di Puskesmas Garuda Pekanbaru”. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling yang berjumlah 33 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Analisa Data yang digunakan adalah univariate dan bivariat. Hasil Penelitian yang telah dilaksanakan pada tanggal 21- 28 febuari 2017 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku memberikan ASI eklusif dengan kejadian diare pada bayi, nilai P=0,007. Tidak terdapat hubungan menggunakan air bersih dengan kejadian diare pada bayi, nilai p=0,805. Terdapat hubungan antara mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dengan kejadian diare pada bayi nilai P=0,000. Tidak terdapat hubungan antara menggunakan jamban dengan kejadian diare pada bayi, p=0,183 Dan Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan kepada pihak ibu untuk dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah terjadinya diare pada bayi.
STUDI RETORSPEKTIF HUBUNGAN ANTARA VARIETAS KONSUMSI BUAH DENGAN STATUS GLIKEMIK PADA PENDERITA DIABETESS MELITUS TIPE 2 Juli Widiyanto; - Isnaniar; Trisiwi Kusuma Ningrum
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i01.551

Abstract

Penyakit infeksi tidak menular dewasa ini menjadi ancaman tersendiri dalam kehidupan masyarakat, diabetes mellitus adalah salah satunya, Pertumbuhan diabetes melitus di Indonesia sebesar 15,2% atau dari 8.426.000 orang pada tahun 2.000 dan diperkirakan menjadi 21.257.000 orang di tahun 2030. Penelitian metaanalisis oleh Miller dkk, 5 menemukan pasien diabetes yang mengkonsumsi diet indeks glikemik rendah mengalami penurunan kadar HbA1c 0,43% (CI 0,72-0,13) dan penurunan kadar protein terglikosilasi 7,4%. Penelitian metaanalisis menunjukkan diet dengan tinggi serat mempengaruhi kadar glukosa darah. Didapatkan penurunan kadar glukosa post prandial + 21%. Penelitian Andrew et.al (2012) membuktikan bahwa konsumsi buah dan sayuran yang bervariasi dapat mengurangi factor risiko kejadian diabetes tipe2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara varietas konsumsi buah dengan status glikemik pada penderita diabetes melitus tipeII di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo dan Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case control study. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan uji Person Chi Squer. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat berhubungan yang bermakna antara varietas konsumsi buah juga berhubungan dengan status glikemik, hal tersebut dibuktikan dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,017. Dengan OR: 3,6 dan CI95%: 1,22 – 10,61. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas konsumsi buah pada penderita diabetes mellitus tipe dua berhubungan erat dengan status glikemik pada penderita diabetes mellitus. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubugan yang bermakna antara varietas konsumsi buah dengan status glikemik.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 2 (2025): Journal Photon Vol. 15 No. 1 (2024): Journal Photon Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Photon Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Photon Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Photon Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Photon Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Photon Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Photon Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 02 (2017): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 7 No 01 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 02 (2016): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 6 No 01 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 2 (2012): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 2 No 1 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Photon More Issue