Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Vol 2, No 1 (2017)"
:
10 Documents
clear
Hubungan Persepsi Tentang Nyeri Kardiak Dengan Keterlambatan Prehospital Pada Pasien Sindrom Koroner Akut Di IGD RSUD dr. T.C. Hillers
Irman, Ode;
Poeranto, Sri;
Suharsono, Tony
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (71.82 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.29
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kegawatan yang paling sering mengakibatkan kematian. Penyakit ini membutuhkan penatalaksaan yang cepat dan tepat, tetapi yang sering terjadi adalah waktu keterlambatan prehospital yang panjang. Penyebab keterlambatan prehospital dikaitkan dengan persepsi pasien tentang nyeri kardiak. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan hubungan persepsi nyeri kardiak dengan keterlambatan prehospital pada pasien SKA di IGD RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan besar sampel sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan dengan lembar wawancara pada bulan April-Juni 2017, kemudian di analisis secara univariat dan bivariat (uji contingency coefficient). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 28 pasien (66.7%) mempersepsikan nyeri kardiak adalah bukan penyakit jantung, pasien tiba terlambat di IGD sebanyak 26 pasien (61.9%). Hasil uji contingency coefficient diperoleh ada hubungan persepsi nyeri kardiak dengan keterlambatan prehospital pada pasien SKA di IGD RSUD dr. T.C. Hillers Maumere (p=0.002). Nilai contingency coefficient sebesar 0.437, maka dapat disimpulkan hubungan ke dua variabel dalam kategori sedang. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan persepsi pasien yang sesuai.
PENGARUH EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale Roscoe) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA TIKUS (Rattus Norvegicus)
Etika, Arif Nurma;
Nurrahayu, Kun Ika;
Sulistyoning Suharto, Idola Perdana
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.684 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.21
Introduction: Luka adalah  terputusnya suatu jaringan. Penyembuhan luka terdiri dari tiga fase utama, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Pada fase proliferasi ditandai dengan adanya fibroblas dan epitelisasi. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) memiliki zat aktif yaitu oleoresin, gingerol, shogaol dan flavonoid. Gingerol dan shogaol merupakan komponen fenolik jahe yang diketahui memiliki efek antiinflamasi, anti kanker, dan antitumor.  Namun meskipun memiliki banyak zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh, efek pemberian ekstrak jahe terhadap sel fibroblas, (yang merupakan tanda dari fase proliferasi pada proses penyembuhan luka) pada luka insisi masih belum diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek pemberian ekstrak jahe terhadap jumlah sel fibroblas pada tikus (Rattus norvegicus) dengan luka insisi. Methods: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratoris, dengan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Tikus dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok kontrol (KK) yang hanya diberi pelarut CMC 1% dan kelompok perlakuan (KP) yang diberi ekstrak jahe oral dengan dosis 1 g/kg BB. Jaringan tikus akan diamati pada hari ke 1, 5, dan 10. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall wallis Results: Berdasarkan hasil uji Kruskall Wallis didapatkan nilai p value 0,000 sedangkan nilai α 0,05. Analysis: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak jahe dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas pada tikus putih Discussion: Disarankan pada orang yang mengalami luka operasi untuk mengkonsumsi jahe untuk mempercepat penyembuhan luka
PERBEDAAN PRODUKSI ASI PADA AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI DAN PROGESTIN Difference Breast Milk Production in KB Acceptor Combination and Progestin
Hariyanti, Tanti Budhi;
Kristiana, Agnis Sabat
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.711 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.36
Data dari BKKBN dari peserta KB baru, 41,7% menggunakan metode kontrespsi suntikan. Kontrasepsi suntik dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi dan progestin. KB suntik kombinasi mengandung hormon esterogen sehingga jika diberikan kurang dari 6 bulan prostpartum akan berdampak pada berkuranganya produksi ASI. Sedangkan KB suntik progestin tidak mengganggu produksi ASI. Berdasarkan penelitian ternyata KB Suntik Progestin juga akan mempengaruhi produksi ASI. Dari studi pendahuluan pada ibu akseptor KB Suntik Kombinasi setelah pemberian ASI bayi menunjukkan tanda kecukupan pemberian ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Penelitian ini menggunakan desain analitik pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 200 ibu meneteki dan sampel 160 ibu akseptor KB Suntik Kombinasi dan Progestin dengan teknik sampling purposive sampling. Tempat penelitian di BPS Anugerah Kabupaten Malang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yang memakai KB suntik progestin produksi ASI berkriteria lancar yaitu sebanyak 77 orang (96,3%). Begitu juga dengan akseptor KB suntik kombinasi juga sebagian besar produksi ASI berkriteria lancar yaitu yaitu sebanyak 76 orang (95%). Analisa data dengan Mann Whitney didapatkan hasil p sebesar 0,70 yang berarti bahwa p>0,05 (0,70 > 0,05) dengan demikian Ho ditolak berarti tidak ada perbedaan produksi ASI pada akseptor KB suntik kombinasi dan progestin. Dari hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam mengembangkan penggunaan KB Suntik Kombinasi agar dapat digunakan oleh akseptor yang menyusui serta menjadi bahan konseling bagi ibu menyusui yang ingin menggunakan KB suntik
PENGARUH TERAPI SEKANDI (SENAM KAMAR MANDI) TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA INDIVIDU USIA PRODUKTIF
Rachmania, Diana;
Perwiditasari, Rentika
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.779 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.20
Introduction: There is a decrease of interest in doing exercise because of the crowded activity.Than so many people who complain about his health both physical and psychological. sekandi therapy (gymnastic bathroom therapy) is a gymnastics exercise with regulation of breathing and pranayama exercises become the foundation of it. The purpose of this study was to determine the effect of Sekandi therapy to increased physical fitness in individuals of productive age. Method: This research used quasy experiment desain. The samples were 40 respondents, taken by Pruposive sampling technique, and divided into 2 groups: control group (n = 20) and treatment group (n = 20). Result:  The results of the control group without treatment as much as 70% of the physical fitness therapy in the enough category. And the  treatment group after they aplly sekandi therapy almost all respondents for physical fitness in the good category as much as 80%. Wilcoxon test result with p value 0,000 < α (0,05) and Mean Whitney with  p value 0,025 <α (0,05) indicate there was influence of Sekandi therapy (gymnastics bathroom therapy) to increase physical fitness in individual age productive. Analysis: Through  sekandi therapy, can increase the work activities of the heart, respiratory system, maximize the bodys metabolic functions, eliminate muscle stiffness so that the body in good health.  Discussion: Sekandi  therapy in addition to beneficial in terms of health can also provide benefits in other respects in particular can be used as an additional movement in gymnastics fitness such as aerobics.
PERINDUKAN JENTIK POTENSIAL DAN KEJADIAN DBD KELURAHAN BANJAREJO KOTA MADIUN POTENTIAL LARVAE BREEDING AND DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER IN BANJAREJO, MADIUN
Kusariana, Nissa
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (47.634 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.38
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) was still a health problem. This disease could caused an outbreak. Increased cases of DHF was inversely proportional to the results of monitoring larvae. Number of larva free coverage was >95 % so the number of density was low, but DHF cases still increased. The aim of this study to determined the association of potential larvae breeding and DHF. Methods: This analytic study used cross sectional design. The sample were 320 household in Banjarejo, Madiun. This study was conducted by observing water reservoirs in each household to determined the presence of larvae. Results: The density of larvae was calculated by House Index (HI)=7.19%, Container Index (CI)=3.47 %, Breteau Index (BI)=7.62, Density Figure (DF)=2. This result shows the risk of DHF transmission in Banjarejo was moderate. The Container Index (CI) from obtained bathtub=5.94%. Analysis: It showed that the bath was Aedes aegyptiâs breeding potential than other containers. Chi Square test showed no association between larvae potential breeding place and DHF (p= 1.000). Discussion: There was no association between potential larvae breeding with the incidence of DHF.   Â
HAND HYGIENE MERUPAKAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA KECACINGAN PADA SISWADI SDN SIDORAHAYU 04 WAGIR KABUPATEN MALANG (Hand Hygiene As Risk Factor of Intestinal Wormy Diseases at Elementary School Studentsâ Sidorahayu â 04 Malang Regency of Wagir)
Agustina, Wiwik;
Dewani, Ratna Ayu
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.109 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.37
Perilaku hand hygiene merupakan tindakan mencuci tangan dan memotong kuku jari. Infeksi yang sering menyerang pada masa pertumbuhan adalah cacingan. Cacingan merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara perilaku hand hygiene terhadap kejadian resiko cacingan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah siswa siswi di sekolah dasar kelas I dan II  di SDN Sidorahayu 04 Wagir Kabupaten Malang sebanyak 40 anak. Sampel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil uji spearman menunjukkan nilai p=0,000 dengan α= 0,05, ada hubungan yang signifikan antara perilaku hand hygiene dengan resiko cacingan. Nilai korelasi r= 0.754 menunjukkan kekuatan korelasi yang kuat, dan arah korelasi positif . Perilaku hand hygiene yang cukup atau kurang dapat menyebabkan terjadinya resiko cacingan.perilaku hand hygiene yang kurang pada anak dapat menyebabkan anak beresiko terinfeksi cacingan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna pada perilaku hand hygiene dengan resiko cacingan pada anak usia sekolah di SDN Sidorahayu 04 Wagir Kabupaten Malang. Selanjutnya disarankan untuk menanamkan perilaku hand hygiene  sejak dini pada anak baik di rumah ataupun di sekolah, agar resiko cacingan dapat menurun.
Gaya Kepemimpinan Koordinator UKP dan Motivasi Kerja Karyawan Puskesmas Sukomoro, Magetan Leadership Style of UKP Coordinator and Employee Motivation of Sukomoro Community Health Center, Magetan
Widiarini, Retno
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (38.995 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.39
The existence of competing demands from other health practitioners, both public and private status, would to force the primary health centers to think business-like and innovate on the services provided. Sukomoro Public Health Center as one of the public health centers that would change the status into BLUDs expected to increase their responsibilities in serving health care. It was necessary for the performance of a good employee, the employee must have a highly motivated and loyal to the institution so that the objective the institution would be more easily achieved. It needed to be supported by leadership style, especially coordinators employees who deal directly with the performance of his subordinates and could increase employee productivity and improve service quality. The objective of this study was to analyze the association between UKP coordinator leadership style with employee motivation PHC Sukomoro Magetan. This study used cross sectional design. The study population were all employees UKP include General Poli, health of both mother and child or family planning. The number of samples were 35 people using simple random sampling. Most types of UKP coordinator leadership style was participative leadership style of 65.71%. The level of employee motivation was 51.43% have a high motivation to work. Based on the results of Chi Square test, there was an association between UKP coordinator leadership style with employee motivation Sukomoro PHC Magetan (p=0,024). The results of the test output contingency coefficient of 0.024, which means the level of associationbetween UKP coordinator leadership style with the employee motivation Sukomoro PHC was very low.
PENERAPAN PENILAIAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA IBU HAMIL TRIMESTER 2 DAN 3 APPLICATION OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS RISK FACTOR TOOLS AT TRIMESTER 2 AND 3 OF PREGNANT WOMEN
Lumadi, Sih Ageng;
Sulaiman, Kalsum
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (411.092 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.22
Prevalensi DM di Indonesia menduduki peringkat ke 4 dunia berdasarkan wawancara tahun 2013 yaitu 2,1%. (Kementerian Kesehatan RI 2014). Salah satu bentuk diabetes dimana kadar gula darah menetap tinggi selama kehamilan yaitu Gestational diabetes (GDM). GDM ini muncul pada satu diantara 25 kehamilan di seluruh dunia dan dihubungkan dengan komplikasi pada ibu maupun bayinya (IDF, 2016).  Diperlukan metode screening dan bersifat pencegahan supaya angka kejadian DM tidak semakin tinggi. Penelitian melibatkan 30 orang partisipan ibu hamil trimester 2 dan 3 yang diberikan kuesioner faktor risiko DM tipe II dan dilakukan pengukuran kadar gula darah puasa (GDP). Secara univariat deskripsi faktor risiko DM tipe 2 dari 8 item faktor risiko terdapat dominansi faktor risiko yaitu IMT>25 (40%), Lingkar pinggang> 90cm (60%), aktifitas fisik minimal (40%), konsumsi sayur dan buah yang tidak setiap hari (53%), serta keluarga inti dengan riwayat DM ada 30%. Berdasarkan uji hipotesis dengan korelasi pearson, ada hubungan yang signifikan antara penilaian faktor risiko DMT2 dengan kadar GDP yaitu 0,00 (α=0,01) dan koefisien korelasi, 0,880. Semakin tinggi nilai faktor risiko DMT2 maka semakin tinggi kadar GDP. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara kohort pada ibu yang mengalami kadar gula tinggi saat kehamilan dengan terjadinya insiden DM dikemudian hari. Selain itu, perlu dibuat alat ukur penilaian faktor risiko DM khusus untuk ibu hamil serta dilakukan pemeriksaan GDP saat kehamilan untuk deteksi dini GDM.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS METODE PENDIDIKAN KESEHATAN BASIC LIFE SUPPORT (BLS) AUDIOVISUAL DENGAN DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN LIFE SAVING PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN FIK UNIVERSITAS KADIRI
Haryuni, Sri;
Sulistyawati, Wiwin
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (50.252 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.25
Cardiovascular disease is the leading cause of death in the world and ischemic heart disease is the most common cause. Emergency conditions (cardiac arrest) can occur anywhere, and to anyone and is an emergency life-threatening condition and requires immediate treatment. Nursing students need to acquire Basic Life Support (BLS) competency as one of the important competencies to provide first aid as one of life saving efforts in patients. BLS health education in nursing students as a candidate for health workers is needed as an effort to improve the live saving ability so that students are able to perform treatment in patients with breath and heart sigh during practice in hospital as well as facing patients with stop breathing and cardiac arrest anywhere. This study aims to determine the differences in the effectiveness of audiovisual Basic Life Support (BLS) health education method with demonstration of live saving ability in students with cardiovascular disease. The method used is quasi experimental, with pretest and posttest design. This research uses Purposive Sampling and divide the respondents into two groups, the audiovisual method group (n = 17) and the demonstration method group (n = 17). Based on the normality test data obtained normal distributed data so that statistical test used is parametric test that is using Paired T Test and Independent T Test. The result of paired t test is obtained pvalue = 0,001, there is difference of life saving before and after training with demonstration method, and pvalue = 0,003, there is difference of live saving ability of student before and after training with audiovisual method. While the test results independent test obtained pvalue = 0.04. This suggests a difference in effectiveness between audiovisual methods and demonstration methods with live saving skills of nursing science students. Based on the results of this study the need for BLS taught in a demonstration in order to further improve the ability of live saving students.
PENGARUH TEH PEPPERMINT TERHADAP DISMENORRHOE PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES MAHARANI MALANG EFFECT OF PEPPERMINT TEA ON DISMENORRHOE IN MIDWIFERY STUDENTS OF DIII STUDY PROGRAM STIKES MAHARANI MALANG
ibaadillah, afrihal afiif;
-, Naumiati -;
Samtyaningsih, Dian
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKes Maharani Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (44.087 KB)
|
DOI: 10.32700/jnc.v2i1.23
Keluhan yang sering terjadi saat menstruasi adalah timbulnya dismenorhoe yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang biasanya sering mengkonsumsi obat-obatan kimia utnuk mengatasinya akan berdampak negatif pada organ tubuh. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap dismenorhea pada mahasiswa program studi DIII Kebidanan STIKes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain âOne Group Pretest-Postestâ. Sampel yang digunakan 46 responden. Sebagian besar responden ( 67,4%) mengalami nyeri dismenorrhea pada tingkat sedang. Hampir setengah responden ( 41,3%) menyebutkan bahwa mereka tidak mengalami dismenorrhea setelah mengkonsumsi teh peppermint. Hasil uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test dengan n = 46, asymp sig. (2-tailed) 0,000 < α = 0,05 sehingga ada pengaruh konsumsi teh peppermint terhadap nyeri disminorhea pada mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKES Maharani Malang. Kram menstruasi adalah rasa nyeri yang dipicu oleh produksi berlebihan dari hormon prostaglandin yang menyebabkan kejang rahim. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam peppermint membantu penurunan produksi prostaglandin dengan cara menghambat transportasi dan pembentukan hormon prostaglandin, dengan menurunnya prostaglandin, kram menstruasi dapat berkurang. Meningkatkan upaya mencari informasi pengaruh pemberian teh peppermint sehingga responden dapat mengetahui manfaat yang diperoleh nantinya pada saat mengalami disminorhea.