cover
Contact Name
Dinno Mulyono
Contact Email
bertiup@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
bertiup@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Comm-Edu (Community Education Journal)
ISSN : 26225492     EISSN : 26151480     DOI : -
Core Subject : Education,
Comm-Edu Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
KAMPUNG JAMUR SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI CIKARAU KELURAHAN DADOK TUNGGUL HITAM KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Lili Dasa Putri
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3 No 2, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i2.4141

Abstract

Menjamurnya pembudidaya jamur tiram disebabkan oleh banyaknya peminat dan permintaan dari masyarakat. Jamur memiliki banyak manfaat dalam pemenuhan gizi, disamping rasanya yang enak dan murah didapat. Hal ini dijadikan peluang oleh masyarakat Cikarau Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah kota Padang sebabagi lahan untuk usaha dan dalam rangka mengembangkan dan memberdayakan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat melalui kampung jamur ini membuat banyak lahirnya pembudidaya jamur yang baru didaerah ini dan menjadi sentra jamur. Masyarakat Cikarau selain menjual hasil panen jamur mentah juga memberdayakan dirinya dengan mengolahan jamur menjadi berbagai makanan dan cemilan. Dengan usaha dan keinginan yang tinggi untuk merubah nasib melalui budidaya jamur mendatangkan hasil baik dan membuat masyarakat menjadi berdaya dari segi finansial dan sosial. Dengan hasil yang dicapai oleh masyarakat kampung jamur ini juga mendatangkan mitra yang mau bekerjasama dengan masyarakat khususnya yang membudidayakan jamur tiram ini.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI REVIEW KONTEN CERITA RAKYAT PADA APLIKASI YOUTUBE Helena Anggidesialamia
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3 No 2, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i2.3779

Abstract

Abstract This research is backed by a declining interest in adolescents who have resulted in their lack of knowledge and concerns in the misuse of the Youtube app which became one of the applications often accessed by Indonesian adolescents. The study aims to read people's interest in growing and grammar and their attitudes are changing in a positive way through a lot of reading. The foundations of the theory used in this study are theories of reading interest, technological literacy theory, and folklore theory. The method used is a qualitative approach using a descriptive method through interview techniques. The results of this study show that the content of folklore becomes one of the alternatives capable of stimulus learning citizens to be more interested in listening and reading through the content of folklore that aired. The discussion suggests that there is difficulty in the beginning when inviting citizens to learn to watch a video of folklore content that has been given because of the assumption that the content is only given to early childhood, but in the The passage of time they are able to follow this program and their ability to read is able to increase. The conclusion of this research is that literacy is important for every human being, no matter the age and position, the Youtube app is proof that technological developments are able to positively impact people learning when an educator Able to provide positive examples and habits as well.Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh menurunnya minat baca pada usia remaja yang mengakibatkan rendahnya pengetahuan mereka dan kekhawatiran di dalam penyalahgunaan aplikasi Youtube yang menjadi salah satu aplikasi yang sering diakses oleh remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan agar minat baca warga belajar menjadi meningkat dan tata bahasa serta sikap mereka mengalami perubahan kearah yang positif melalui banyak membaca. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori minat baca, teori literasi teknologi, dan teori cerita rakyat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif melalui teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konten cerita rakyat menjadi salah satu alternatif yang mampu menstimulus warga belajar untuk dapat lebih tertarik dalam mendengarkan dan membaca melalui konten cerita rakyat yang ditayangkan. Pembahasan mengemukakan bahwa terdapat kesulitan di awal ketika mengajak warga belajar untuk menyaksikan video konten cerita rakyat yang telah diberikan karena adanya anggapan bahwa konten tersebut hanya diberikan untuk anak usia dini, akan tetapi seiring berjalannya waktu mereka mampu mengikuti program ini dan kemampuan mereka dalam membaca mampu meningkat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu literasi merupakan hal yang penting bagi setiap manusia tidak terkecuali usia dan jabatan, aplikasi Youtube menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi mampu berdampak positif bagi warga belajar ketika seorang pendidik mampu memberikan contoh dan kebiasaan yang positif juga.
PEMANFAATAN YOUTUBE DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TUTOR BIMBEL EDU PRIVATE Krisda Lakrisida Meinawati
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i1.3697

Abstract

AbstractThis research aims to improve tutor competence Edu Private Bandung. This competency improvement is carried out through training. The training is carried out with a strategy that is carried out with the planning, implementation, and evaluation stages. Based on the identification of the problem that tutors in Edu Private Bandung tutoring are still not innovative in developing the learning media used. The lack of development of instructional media is caused by the lack of innovative tutors and from the lack of support from the institution. The media used in this training is utilizing social media Youtube. The training shows that tutors actively participate in developing learning media. The benefits of this training are to attract students 'attention so that it is easier to understand the material and attract students' attention in the learning process. The final results in this study the training process can be useful for tutors by developing more learning media, fostering student learning motivation, and making the learning atmosphere more lively. The results of this study can be used as input for tutors in other tutors including in other schools in an effort to improve tutor competence in developing learning media.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tutor bimbel Edu Private Bandung. Peningkatan kompetensi ini dilakukan meelalui pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan  strategi yang dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan identifikasi masalah bahwa tutor di bimbel Edu Private Bandung masih belum inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran yang digunakan. Kurangnya pengembangan media pembelajaran disebabkan oleh kurangnya inovatif tutor serta dari kurang support nya dari pihak lembaga. Media yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu memanfaatkan media sosial Youtube. Dalam pelatihan menunjukkan bahwa para tutor berpartisipasi aktif untuk mengembangkan media pembelajaran. Manfaat pelatihan ini untuk menarik perhatian siswa agar lebih mudah memahami materi serta menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Hasil akhir dalam penelitian ini proses pelatihan dapat bermanfaat bagi tutor yaitu lebih mengembangkan media pembelajaran, menumbuhkan motivasi belajar siswa, serta membuat suasana belajar lebh hidup. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi tutor di bimbel lainnya termasuk di sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi tutor dalam mengembangkan media pembelajaran.
PERAN TAMAN BACA MASYARAKAT SILAYUNG DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI Fatur Prahardika
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i1.3715

Abstract

ABSTRACT The ability of the community and knowledge become more developed after the presence of communication and information technology. Information literacy can also be termed as ‘information literacy, even in various scientific meetings / forums it is often discussed about this information literacy. Information literacy can also be interpreted as a series of skills for finding, receiving, processing, and utilizing information to others to complete and find a solution, therefore information literacy is needed because of the rapid advances in technology today. Diverse information among the people today causes people to need expertise, one of which is expertise about information. The amount of information available makes the searchers and users of information confused to get relevant information. A method is needed to find information from various sources of information that are developing. Literacy can help to find the information needed quickly, easily and relevant. This study uses a qualitative descriptive approach, meaning that the data collected is not in the form of numbers, but the data comes from interview scripts, field notes, personal documents, memo notes, and other official documents. The purpose of this study is to determine the Silayung TBM management process in improving information literacy.ABSTRAKKemampuan masyarakat serta pengetahuan menjadi semakin berkembang setelah kehadirannya teknologi komunikasi dan informasi. Literasi informasi dapat di istilahkan juga dengan istilah ‘melek informasi, bahkan diberbagai pertemuan/forum ilmiah juga sering didiskusikan mengenai literasi informasi ini. Literasi informasi juga dapat diartikan sebagai serangkaian keterampilan untuk mencari, menerima, mengolah, dan memanfaatkan informasi kepada orang lain untuk menyelesaikan dan mencari jalan keluarnya, maka dari itu literasi informasi sangat dibutuhkan karena pesatnya kemajuan teknologi saat ini. Informasi yang beragam dikalangan masyarakat saat ini menyebabkanmasyarakat memerlukan keahlian, salah satunya keahlian yaitu tentang informasi. Banyaknya informasi yang tersedia membuat pencari dan pengguna informasi kebingungan untuk mendapatkan informasi yang relevan. Diperlukan sebuah metode untuk mencari informasi dari berbagai sumber informasi yang berkembang. Literasi dapat membantu untuk menemukan informasi yang dibutuhkan secara cepat, mudah dan relevan.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif, artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengelolaan TBM Silayung dalam meningkatkan Literasi informasi.ABSTRACT The ability of the community and knowledge become more developed after the presence of communication and information technology. Information literacy can also be termed as ‘information literacy, even in various scientific meetings / forums it is often discussed about this information literacy. Information literacy can also be interpreted as a series of skills for finding, receiving, processing, and utilizing information to others to complete and find a solution, therefore information literacy is needed because of the rapid advances in technology today. Diverse information among the people today causes people to need expertise, one of which is expertise about information. The amount of information available makes the searchers and users of information confused to get relevant information. A method is needed to find information from various sources of information that are developing. Literacy can help to find the information needed quickly, easily and relevant. This study uses a qualitative descriptive approach, meaning that the data collected is not in the form of numbers, but the data comes from interview scripts, field notes, personal documents, memo notes, and other official documents. The purpose of this study is to determine the Silayung TBM management process in improving information literacy.
PARTISIPASI KARANG TARUNA TERHADAP KEGIATAN MASYARAKAT MELALUI AKSI SOSIAL Nandang Rukanda; Sri Nurhayati; Ganda Ganda
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3 No 2, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i2.4151

Abstract

This study raises the problem of the still low Youth Organization Participation Against Community Activities in Cikole Village, Lembang District, West West Bandung Regency. The objectives of the study are: (1) To find out the organized youth activities in Cikole Village, Lembang Subdistrict, West Bandung Regency (2) To find out the effectiveness of social actions carried out by Youth Organization (3) To find out the impact of social action by Youth Organization on community participation . This research uses descriptive research methods, data collection techniques using questionnaires, interviews, observations, and documentation studies. Research objects 50 people. The results of the research and findings show that: Youth activities with organized institutions color the lives of the people with various activities. The social action programs undertaken include (1) Collaborative Work to build villages and communities. (2) Greening the Environment. (3). Compensation for the poor, the poor and orphans. (4) Community Reading Gardens and (5) Houses for the Poor. There is a paradigm shift in thinking in people's lives by placing young people in strategic positions. The obstacle faced by Karang Taruna Cikole Village is the difficulty to synergize the various empowerments in an integrated program, funding constraints and misunderstanding among the members of the youth organization. The conclusion shows that social action carried out by Karang Taruna Cikole Village is seen as able to prosper the environment.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMANFAATAN MEDIA YOUTUBE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA Ipah Latipah
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 2 (2020): Vol 3 No 2, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i2.4150

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk membangun kemampuan dan konsep diri kaum perempuan melalui proses penyadaran dan pendidikan sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan tujuan untuk mengetahui pengaruh proses pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan media YouTube dalam meningkatkan keterampilan wirausaha. Lokasi penelitian dilakukan di LSM Bening Saguling Foundation Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian seorang penelola pemberdayaan dan 10 orang ibu-ibu rumah tangga yang menjadi peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan media YouTube yang digunakan dalam proses pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan kreatifitas, minat dan motivasi para perempuan dalam kewirausahaan. Adapun kendala yang dihadapi yaitu minimnya fasilitas teknologi informasi dan komunikasi, kesibukan dalam mengurus rumah tangga, dan kurangnya rasa percaya diri ibu-ibu dalam memulai usaha.
PENGELOLAAN KELOMPOK BELAJAR USAHA (KBU) MENJAHIT DI PKBM ASSOLAHIYAH KARAWANG Adi Nugroho
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v4i2.6995

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari program Kelompok Belajar Usaha (KBU) Menjahit yang diselenggarakan oleh PKBM Assolahiyah Karawang. Program KBU ini dilatar belakangi dengan adanya masalah pengangguran, kemiskinan dan tingginya angka putus sekolah di Kecamatan Cilamaya Kulon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian berjumlah empat orang, terdiri dari dua orang warga belajar, satu orang pengelola dan satu orang tutor. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi data yang dikumpulkan kemudian disintesiskan dan disusun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) perencanaan program KBU diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan, menentukan tujuan, sasaran, sarana prasarana, instruktur, dan dana program; (2) proses pelaksanaan diselenggarakan dua kali dalam setahun, jumlah pertemuan 22 kali dengan menggunakan metode praktik, ceramah dan diskusi; (3) hasil program KBU menunjukan warga belajar terampil dalam membuat pakaian kaos, daster, gamis, kameja, vermak, membuat masker, dan mengecilkan pakaian serta terampil dalam produk menjahit lainnya.
UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN MELALUI PENGELOLAAN BANK SAMPAH Faisal Arif Rahmadani
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i3.3482

Abstract

Sampah adalah masalah dalam masyarakat yang sangat sulit untuk diatasi dan menjadi suatu momok dalam lingkungan masyarakat, seperti yang terjadi di Kabupaten Bnadung Barat. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut, salah satunya dengan melalui bank sampah. Bank sampah adalah suatu proram peengelolaan lingkungan yang di rancang oleh pemerintah. Namun hal ini tentu tidak akan berjalan tanpa bantuan dari masyarakat. Karang taruna menjadi salah satu agen pembaharu dalam mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan karang taruna tidak hanya dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan lingkungan, namun juga menjadi bagian penting dalam mengelola bank sampah Sukamaju sejahtera yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu keterlibatan karang taruna ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih menjaga lingkunganya agar terbebas dari masalah sampah di lingkungan sekitarnya, juga diharapkan dapat membantu pemerintah untuk menekan jumlah masalah sampah yang ada di Kabupaten Bandung Barat.Kata kunci: Bank sampah, Karang taruna, Kebersihan lingkungan.
MEMUPUK KEBERAKSARAAN: BERINOVASI DALAM PERSPEKTIF BELAJAR SEPANJANG HAYAT Mustakim Mustakim; Eko Sulistiono; Iip Saripah; Fahmi Dinni
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v4i1.6738

Abstract

Many studies have suggested the relationship between innovation and lifelong learning that are interrelated. However, it is still difficult to find research that takes the viewpoint of innovation as an implication of a lifelong learning process which cultivates literacy. By collecting conceptual literatures on innovation and lifelong learning, this article aims to provide a perspective view of the concept of lifelong learning in innovation. This article also contributes to encourage adults to have the mindset to always learn without being limited by space and time in creating innovation so as to avoid being illiterate again. The findings of this article suggest the idea that innovation can create learning processes. Even in the learning process, it can have implications for innovation. In the future research requires a significant amount of time to examine various perspectives and conceptual issues related to innovation seen in the perspective of lifelong learning.
PELATIHAN KETERAMPILAN KERAMIK SEBAGAI BEKAL HIDUP TUNA WICARA BERBASIS KEMANDIRIAN Fanny Widiani Lestari; Iis Nurhayati
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v3i3.3337

Abstract

Keterbatasan dalam berbica membuat para tuna wicara sulit untuk berkomunikasi dengan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu kemampuan untuk mengembangkan keterampilannya sangat terbatas. Yayasan kubca samakta memiliki program pembuatan keramik untuk mengembangkan kemampuan kecakapan hidup (like skill) para tuna wicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tuna wicara dalam pengembangan kecakapan hidup (life skill) yang mereka miliki dan menjadikan tuna wicara mandiri. Hal ini dapat mendorong para tuna wicara untuk mengembangkan kecakapan hidup (life skill) agar lebih terampil dan terarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif. Subjek penelitian 7 orang 1 ketua yayasan kubca samakta 1 pengolala keterampilan keramik. Hasil penelitian menujukan bahwa di yayasan ini sudah ada 5 orang yang mengikuti program pembuatan keramik meraka semua orang-orang yang memiliki keterbatasan, tetapi semangat untuk belajar mereka tinggi. Hasil dari pembuatan keramik ini membuat mereka menjadi terampil, dapat mengembangkan life skiil melalui ide-ide yang mereka punya. Sikap mereka sangat antusias dengan diadakannya program pembuatan keramik ini mereka jadi lebih terampil dalam mengembangkan bakat mereka. Faktor penghambatnya mereka kesulitan berkomunikasi dengan baik karena keterbatasan yang mereka miliki. Secara keseluruhan program ini sangat baik untuk pengembangan life skill tuna wicara karena mereka bisa menghasilkan karya yang menarik, dan karya mereka pun dapat di nikmati oleh para pecinta keramik. Hanya saja kesulitan berkomunikasi membuat hambatan bagi mereka karena hanya orang-orang tertentu saja yang memahami bahasa isyarat yang mereka miliki.

Page 10 of 39 | Total Record : 385