cover
Contact Name
Dinno Mulyono
Contact Email
bertiup@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
bertiup@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Comm-Edu (Community Education Journal)
ISSN : 26225492     EISSN : 26151480     DOI : -
Core Subject : Education,
Comm-Edu Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 361 Documents
PEMETAAN POTENSI ANAK DENGAN KESULITAN BELAJAR SPESIFIK DISLEKSIA Tiffany Estherlita; Ansori Ansori; Novi Widiastuti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.636 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i1.2473

Abstract

Setiap manusia diciptakan dengan begitu unik melalui setiap potensi dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu dengan memperhatikan apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, sehingga setiap individu dapat memetakan dan memaksimalkan potensi yang ia miliki. Namun, pada proses pembelajaran ditemukan adanya anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dyslexia yang tidak terdeteksi dan tertangani sehingga menimbulkan label yang salah terhadap anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membantu guru dan orangtua untuk dapat memetakan potensi anak dengan kesulitan belajar spesifik dengan cara mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar anak disleksia di Homeschooling Lentera Bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode quasi experimental. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menghasilkan konsep pemetaan potensi anak dengan kesulitan belajar spesifik (dyslexia) sehingga guru dan orangtua dapat memfasilitasi anak untuk memaksimalkan potensinya.
EFEKTIFITAS BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (Studi Kasus di Desa Margajaya Kecamatan Ngamprah KBB) Muhammad Luthfi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.732 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i1.2442

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang ditandai oleh rendahnya rata-rata kualitas hidup penduduk, pendidikan, kesehatan, gizi anak-anak, dan sumber air minum. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Penelitian ini bertujaun 1. Untuk mengetahui perencanaan efektifitas bantuan sosial program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, 2. Untuk mengetahui proses efektifitas bantuan sosial program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, 3. Untuk mengetahui hasil efektifitas bantuan sosial program keluarga harapan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualititatif dengan instrumen kuesioner yang dipandu oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur.Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi, wawancara dan kuesioner menunjukkan bahwa secara umum efektifitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Margajaya Kecamatan Ngamprah KBB ini sudah berjalan dengan cukup baik. Ini dapat dilihat dari setiap tahapan proses pelaksanaannya yang berjalan lancar. Apabila diihat dari keadaan penerima bantuan PKH tersebut mereka menggunakannya untuk membantu kondisi sosial dan pendidikan anak-anak Keluarga Miskin, membantu biaya kesehatan & gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari Keluarga Miskin, serta menyadarkan peserta PKH akan pentingnya layanan pendidikan dan Posyandu, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci : Program Keluarga Harapan, Efektifitas, Kesejahteraan
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM SENI TARI PADA ANAK SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DI BENING SAGULING FOUNDATION selin wanisya
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.506 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i1.2479

Abstract

Dalam era modern yang terus meningkat membuat kesadaran kecintaan generasi penerus bangsa berkurang karena adanya perubahan sosial dan pola pikir. Khawatirnya seiring dalam perkembangan zaman karakter anak ikut runtuh karena era modern yang kuat akan perkembangan yang sangat pesat. Sesuai data menurut survei riset KOMINFO (Amalia, 2016) bahwa 75% anak dibawah 13 tahun sudah gunakan media sosial, semestinya gadget belum layak untuk digunakan untuk anak usia dibawah 13 tahun. Pendidikan karakter perlu diterapkan sejak dini, kita mengetahui perkembangan zaman di era gobalisasi yang semakin modern. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui proses pendidikan karakter melalui pelatihan seni tari sebagai pelestarian budaya (2) mengetahui karakter anak sebelum mengikuti kegiatan pelatihan seni tari (3) mengetahui  karakter anak setelah mengikuti kegiatan pelatihan seni tari. Penelitian ini dilakukan di Bening Saguling Desa Babakan Cianjur, Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah pengelola Bening Saguling Foundation dan tujuh orang perwakilan dari warga belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang merupakan fakta berdasarkan hasil lapangan. Hasil dari diadakannya kegiatan ini anak-anak begitu antusias dan memberikan kesan dan pesan yang menyenangkan, selain kegiatan mereka lebih produktif juga menambah ilmu yang bernilai positif  serta menumbuhkan rasa kecintaan mereka terhadap budaya indonesia yang kaya. Anak-anak diberikan apresiasi untuk tampil sebagai evaluasi mereka atas apa yang dicapai. 
PERAN PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN MASYARAKAT PEDESAAN (Studi kasus di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat) Lia Siti Maulida
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.679 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i1.2445

Abstract

Agrowisata atau yang biasa di kenal dengan wisata agro adalah kegiatan wisata yang berlokasi atau berada di kawasan pertanian. Agrowisata merupakan bagian objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai  objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, pendapatan petani dapat meningkat bersamaan dengan upaya melestarikan sumber daya lahan serta memelihara budaya maupun teknologi lokal yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya. Perencanaan dan pengembangan  kawasan agrowisata ini tidak lepas dari peran berbagai pihak yang terkait yaitu pengelola, petani maupun wisatawan itu sendiri. Peran mereka bersama dengan interaksi mereka adalah penting untuk menuju sukses  pengembangan agrowisata ini. Sampai saat ini berbagai objek wisata yang potensial relatif belum banyak menarik pengunjung, antara lain karena terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia dan kurangnya promosi dan pemasaran kepada masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu perlu ditempuh suatu koordinasi promosi antara pengelola dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam bidang promosi dan pemasaran objek-objek agrowisata, baik instansi pemerintah maupun pihak swasta. Agrowisata ini adalah merupakan salah satu upaya masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya sehingga dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat pedesaan pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran pengelola agrowisata dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat pedesaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif Analitik   dengan menggunakan teknik penelitian yaitu observasi, wawancara dan menggunakan populasi dan sampel. Subjek penelitian adalah pengelola agrowisata yaitu Gabungan Kelompok Tani  yang berada di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengelola agrowisata sangatlah penting mulai dari perencanaan maupun pengelolaan hingga pemasaran produk dari agrowisata ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Desa Cihideung
PERAN ORGANISASI FORUM KOMUNIKASI KELUARGA ANAK DENGAN KEDISABILITASAN (FK-KADK) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PARENTING KELUARGA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mutia, Efda
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 1 (2019): Vol 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.944 KB)

Abstract

Disabilitas atau anak berkebutuhan khusus suatu kata yang disematkan pada orang orang yang memiliki keterbatasan khususnya  dalam hal fisik atau prilaku. Anak yang memiliki keterbatasan butuh penangagan khusus tentunya dari orang tua sendiri tapi masih banyak orang tua awam untuk mengurus anak disabilitas. Bahkan mereka sangat rentan terhadap penelantaran dan kekerasan seperti stigma negatif, ‘disembunyikan’. Tidak di asuh dengan layak dan berbagai bentuk penelantaran lainya.  sedangkan anak terus berkembang dan tidak akan terus menjadi seperti itu. Begitupun dengan penelitian ini bertujuan (1) Untuk Mengetahui Proses Peran Organisasi  Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan (FK-KADK) Dalam meningkatkan kualitas parenting keluarga anak berkebutuhan khusus  (2) Untuk mengetahui Hasil Peran Organisasi Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan (FK-KADK) Dalam meningkatkan kualitas parenting keluarga anak pendekatan kualitatif  dan metode ini yang dimana pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi, wawancara, triangulasi. Penelitian ini di lakukan di Desa Mekarjaya Kec.Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dengan responden penelitian sebanyak 30 Orang, dengan  pengelola berjumlah 5 orang,  dan orang tua 30 orang dengan sempel yang di ambil sejumah 10 orang.  dan  Hasil dari penelitian yaitu (1) Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kedisabilitasan telah mampu mensosialisasikan kepada orang tua anak berkebutuhan khusus  pengasuhan yang baik bagi anak dengan disabilitas di keluarga (2) penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus dan menerapkan pola asuh yang baik bagi anak dengan disabilitas di keluargaberkebutuhan Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan.
UPAYA MENINGKATKAN NILAI EKONOMI WARGA BELAJAR LKP HENNY`S MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN HANTARAN Wijayanti, Wulan; Kartika, Prita
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.657 KB)

Abstract

Adanya jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang menjadi perhatian pemerintah memiliki jumlah yang cukup besar. Beberapa upaya sudah dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan, salah satunya melalui pendidikan yang memberikan keterampilan yaitu pendidikan kecakapan hidup melalui kegiatan pelatihan guna membangun dan menumbuhkan sikap kewirausahaan kepada peserta. Masalah yang dikaji adalah pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup, hasil dari pelatihan kecakapan hidup dalam membangun sikap kewirausahaan, kendala-kendala yang dihadapi dalam membangun sikap kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup, mendiskripsikan hasil dari pelatihan kecakapan hidup dalam membangun sikap kewirausahaan, dan mendeskripsikan kendala-kendala yang yang dihadapi dalam membangun sikap kewirausahaan. Begitupun dengan penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui proses pelaksanaan program pelatihan keterampilan hantaran ibu-ibu dan remaja puteri supaya memiliki kegiatan lain selain mengurus rumahtangga (2) untuk mengetahui hasil program pelatihan keterampilan hantaran dapat merubah nilai ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Triangulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber dan metode. Prosedur analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di LKP Henny`s di jalan Pasatren no 36 A. Rt 01/Rw  15. Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara , Kota Cimahi dengan responden penelitian sebanyak 5 orang dengan pengelola berjumlah 4 orang dan alumni yang etlah mengikuti latihan hantaran 5 orang. Dan hasil dari penelitian yaitu (1) pelatihan hantaran ini telah mampu diikuti oleh masyarakat sekitar LKP yang mayoritas peserta didiknya yaitu ibu-ibu dan remaja putri yang tidak memiliki kegiatan lain selain mengurus pekerjaan rumah (2) para peserta didik lebih produktif dan telah mampu menghasilkan peluang usaha dengan mengaplikasikan dan menerapkan ilmu yang sudah didapat.
PEMBENTUKAN KARAKTER MANDIRI ANAK MELALUI KEGIATAN NAIK TRANSPORTASI UMUM Dwi Rita Nova, Deana; Widiastuti, Novi
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.165 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2515

Abstract

Pendidikan karakter mandiri adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membentuk watak, akhlak, budi pekerti, dan mental seorang individu, agar hidupnya tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam menyelesaikan setiap tugas-tugasnya. Terdapat beberapa nilai-nilai dalam pendidikan karakter yang harus dikembangkan, salah satunya adalah nilai karakter mandiri. Karakter mandiri pada anak, dapat aplikasikan melalui kegiatan sehari-harinya. Melalui kegiatan keseharian anak, nilai karakter mandiri dapat langsung diajarkan dan diterapkan sehingga anak terbiasa dan belajar mandiri melakukan dan menyelesaikan tuganya, tanpa membutuhkan bantuan dari orang lain khususnya oleh orangtuanya. Kegiatan tersebut meliputi bangun sendiri, mandi sendiri, memakai pakaian sendiri bahkan berangkat sekolah sendiri. Selain itu, salah satu upaya untuk menanamkan karakter mandiri pada anak dapat dilakukan dengan mengenalkan pada transportasi umum dan membiasakan anak untuk naik transportasi umum. Manfaat menaiki transportasi umum anak dapat melatih kesabaran, kemandirian, menumbuhkan keberanian dan melatih kepekaan terhadap lingkungan dengan berinteraksi secara langsung dengan orang banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembentukan karakter mandiri anak melalui kegiatan naik transportasi umum. Mandiri merupakan sikap atau perilaku seorang individu melakukan segala aktivitasnya sendiri tanpa harus bergantung dan tanpa bantuan pada orang lain. Indikator kemandirian dapat dilihat dari empat aspek, yaitu: memiliki hasrat untuk bersaing, mampu mengambil keputusan dan menghadapi masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri, dan memiliki rasa tanggungjawab. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi atau pengamatan secara langsung dan wawancara. Bila dilihat dari sudut pandang pendidikan, transportasi dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi anak, salah satunya sebagai upaya membentuk karakter mandiri pada anak. Hal ini terbukti dari delapan anak dengan rentang usia sekolah dasar yang menjadi subjek penelitian, berdasarkan hasil wawancara terhadap orangtua dan gurunya, anak-anak tersebut memiliki nilai karakter mandiri bila dibandingkan teman seusianya. Niali karakter mandiri yang dimiliki anak-anak tersebut meliputi: mereka memiliki rasa peduli dan empati atau kepekaan terhadap lingkungan, lebih percaya diri dan menghargai orang lain, mampu mengendalikan emosi, menahan diri dan bersabar, mampu membuat keputusan dan memiliki rasa tanggung jawab. Kesimpulanya pembentukan karakter mandiri pada anak dapat dilakukan melalui kegiatan naik transportasi umum. Karena melalui transportasi anak dapat belajar secara langsung mengenai lingkungan sekitarnya.
PARTISIPASI ORANG TUA DAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI “TUNAS INSPIRATIF” DI DESA CIHAMPELAS KECAMATAN CIHAMPELAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Siti Rochana; Megi Rahma Bungsu
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2571

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang paling mendasar dalam membangun sumber daya manusia. Partisipasi orang tua dan tokoh masyarakat setempat adalah kunci awal dalam penyelenggaraan pogram yang terdapat pada lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ikut serta masyarakat dalam pelaksanaan program PAUD Tunas Inspiratif Desa Cihampelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan berdasarkan fakta hasil di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi dengan 2 orang tokoh masyarakat dan 3 orangtua siswa untuk membantu peneliti memperoleh data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi orang tua dan tokoh masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini menunjukan peningkatan yang cukup baik. Hal ini didorong oleh pemahaman pentingnya pelaksanaan pendidikan pada anak usia dini. Partisipasi mereka ditunjukan dalam bentuk kemitraan dengan lembag pendidikan anak usia dini Tunas Inspiratif dengan aktif dan terlibat aktif bersama tenaga pendidik dan pengelola PAUD sebagai pendukung untuk mencapai tujuan pendidikan sekaligus sebagai penerima manfaat dari pendidikan itu sendiri. Bentuk lainnya diantaranya ialah menjadi motivator untuk para orang tua, dan ikut berusaha meningkatkan mutu pendidikan di  PAUD Tunas Inspratif.
Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pelatihan Tata Kecantikan Rambut (Studi kasus pada peserta pelatihan di LKP HENNY’S Kota Cimahi) Ananda Subagja; Tita Rosita
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.933 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2513

Abstract

Pertumbuhan suatu wilayah akan berkembang jika sumber daya manusia dapat dikembangkan dengan baik dalam asfek kognitif, afektif, psikomotor, untuk menerapkannya yaitu dari segi pendidikan dan pelatihan. pelatihan adalah upaya pembelajaran, yang diselenggarakan oleh organisasi (instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, dan lain sebagainya) untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan organisasi. Penulis memilih lokasi penelitian di LKP Henny’s dengan warga belajar yang mengikuti pelatihan berjumlah 40 orang, serta tutor/tenaga belajar berjumlah 4 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan karena fokus penelitian ini adalah pengungkapan dari proses. Salah satu keterampilan yang di selenggarakan melalui pendidikan kecakapan hidup adalah keterampilan Tata Kecantikan Rambut. Tata kecantikan rambut salah satu bentuk pendidikan yang dikembangkan pada pendidikan nonformal untuk melayani kebutuhan belajar masyarakat. Keterampilan tata kecantikan rambut sangat menguntungkan dan merupakan suatu kegiatan  yang bergerak di bidang jasa. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa pelatihan keterampilan tata kecantikan rambut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khusus nya masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah.
Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Peserta Didik di PKBM GEMA Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Lulu Yuliani; Lesi Oktiwanti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.03 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan  Motivasi Belajar Bagi  Peserta Didik di PKBM Gema Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C  Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan  Pendidikan Masyarakat,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan dan memperkaya pengembangan teori ilmu pendidikan, ilmu sosial dan ilmu pengetahuan sejenis dalam menambah cakrawala dan membuka wawasan keilmuan PLS.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari peserta didik Pendidikan Keseteraan Pada Program Paket B dan C. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitianWarga belajar penerima bantuan KIP di PKBM GEMA pada Pendidikan kesetaraan Pada Program Paket A dan Paket B kecamatan Tawang tahun 2018 berjumlah 103 dan diberikan setiap setahun sekali, warga belajar yang seluruhnya memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Warga belajar yang menerima bantuan KIP telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.  Dengan adanya pemberian dana KIP Motivasi warga belajar dalam mengikuti Pembelajaran pada pendidikan kesetraan Paket B dan Paket C di PKBM GEMA semakin meningkat. Di tunjukkan adanya minat untuk datang dalam proses pembelajaran  (frekuensi kehadiran) serta ketekunan, keuletan dan kemauan/minat untuk belajar sangat nampak sekali ketika mereka mendapatkan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Page 6 of 37 | Total Record : 361