cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jikm@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No.50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKM menerima naskah publikasi dari hasil penelitian atau naskah tinjauan pustaka (literature review) yang belum pernah dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetakan maupun digital (e-journal). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) mencakup artikel di bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Articles 307 Documents
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Gizi Seimbang Keluarga dengan Status Gizi Anak Balita Usia 2-5 Tahun Fajriani Fajriani; Evawany Yunita Aritonang; Zuraidah Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.812 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.470

Abstract

Masalah gizi memiliki dimensi yang luas apabila konsumsi gizi pada balita tidak seimbang maka akan berakibat terjadinya permasalahan status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku gizi seimbang pada keluarga dengan status gizi pada anak balita usia 2-5 tahun. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, dimana kualitatif dengan model sequential explanatory, dan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Metode analisis menggunakan Chi-Square yang digunakan untuk menganalisis model pengujian Univariat dan Bivariat. Populasi yaitu seluruh balita yang berada di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Idi Rayeuk sebanyak 2209 orang balita dan jumlah sampel sebanyak 96 responden.Wawancara dilakukan terhadap 5 informan dengan menggunakan instrumen indep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita mayoritas normal (61,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku gizi seimbang yang meliputi pengetahuan (Pv= 0,000), sikap (Pv=0,033) dan tindakan gizi seimbang (Pv=0,000) dengan status gizi balita usia 2-5 tahun. Berdasarkan penelitian kualitatif diperoleh informasi bahwa masalah gizi pada balita juga dipengaruhi oleh sosial ekonomi keluarga, pola asuh yang salah serta kebiasaan (budaya) masyarakat.
Efek Kepuasan Pasien terhadap Sisa Makan pada Pasien dengan Diet Lunak Syabilila Indraswari; Endang L. Achadi; Mutiara Mutiara
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.834 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.472

Abstract

Intake makan dan tingkat kepuasan pasien rawat inap merupakan isu yang penting di Rumah Sakit. Rendahnya intake makanan berpengaruh pada status gizi pasien rawat inap. Intake makan dan tingkat kepuasan paseien rawat inap dapat dilihat dari sisa makan. Penelitian ini mempelajari tentang efek kepuasan pelanggan terhadap sisa makan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dikumpulkan oleh unit humas dan instalasi gizi RSU Adhyaksa. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional. Data kepuasan pelanggan dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh pasien, sedangkan data sisa makan makan diperoleh dengan cara observasi menggunakan metode comstock. Pasien yang berpartisipasi dalan penelitian ini sebanyak 486. Rata rata sisa makan responden sebesar 24,64% dan hanya 8,74% pasien yang menghabiskan makanannya. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kepuasan responden terhadap penampilan makanan (Pv=0,036; OR= 1,570) dan rasa makanan (Pv=0,009; OR=1,686) berhubungan dengan sisa makan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi sisa makan adalah kepuasan terhadap rasa makanan (p-value=0,003 OR=1,785). Penyelenggaraan makanan rumah sakit harus diperbaiki untuk memastikan pasien merasa puas dan menghabiskan makanannya.
Dampak Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Perilaku Kerja Inovatif Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Agus Purwanto; Masduki Asbari; Mirza Prameswari; Mohamad Ramdan; Samuel Setiawan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.311 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.473

Abstract

Dalam dunia layanan jasa kesehatan yang kompetitif saat ini, banyak organisasi menghadapi perubahan yang cepat, termasuk Puskesmas. Oleh karena itu Puskesmas harus fokus pada perilaku kerja inovatif (KI) untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformational dan iklim organisasi terhadap kinerja pegawai Puskesmas melalui perilaku kerja inovatif sebagai mediasi dengan mengambil Puskesmas di Pati Jawa Tengah Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana melalui elektronik terhadap populasi karyawan Puskesmas di Kabupaten Pati di Indonesia. Hasil kuesioner yang dikembalikan dan valid adalah 92 sampel. Pemrosesan data menggunakan metode SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil peneliian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformational dan iklim organisasi memberikan efek positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Puskesmas, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi perilaku kerja inovatif. Perilaku kerja yang inovatif memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini mengusulkan sebuah model untuk membangun kinerja pegawai dalam lingkup Puskesmas melalui kepemimpinan transformational dan iklim organisasi dengan pembelajaran organisasi sebagai mediasi.
Pengetahuan Ibu Nifas tentang Perawatan Tali Pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang Ambar Dwi Erawati; Diah Puspitasari; Oktaviani Cahyaningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.13 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.476

Abstract

Perawatan tali pusat merupakan salah satu perawatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan tali pusat turut diduga menjadi faktor penyebab infeksi tali pusat. Puskesmas Ambarawa memiliki enam kasus kematian bayi pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, populasinya adalah ibu nifas di Wilayah Puskesmas Ambarawa pada bulan April 2019-11 Mei 2019 yaitu 100 ibu nifas, sampel ditentukan dengan rumus slovin, diperoleh 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di Wilayah Puskesmas Ambarawa sebanyak 64% dikategorikan baik. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang cara perawatan tali pusat yang benar pada setiap kunjungan nifas sehingga ibu nifas dapat lebih memahami cara perawatan tali pusat yang benar.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Preferensi dalam Memilih Pelayanan Kesehatan pada Mahasiswa Perantau Petrus Geroda Beda Ama; Dwi Wahyuni; Yuyun Kurniawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.274 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.479

Abstract

Preferensi dalam memilih layanan kesehatan adalah kecenderungan untuk memilih pelayanan kesehatan atau tindakan pengobatan. Kecenderungan ini terkait dengan respon masyarakat terhadap sakit itu sendiri. Mahasiswa perantau asal Adonara pun pastinya mempunyai pilihan tersendiri dalam menentukan pelayanan kesehatan ketika sakit. Penelitian terkait preferensi dalam memilih pelayanan kesehatan sudah banyak dilakukan namun terhadap mahasiswa perantau, masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan preferensi dalam memilih pelayanan kesehatan pada mahasiswa perantau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan design cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua mahasiswa perantau asal Adonara yang kuliah di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan preferensi dalam memilih pelayanan kesehatan pada mahasiswa perantau adalah jenis kelamin (Pv=0,008; OR=3,636), sikap (Pv=0,019; OR=3,059) dan motivasi (Pv=0,021; OR=3,744). Sementara Variabel yang tidak berhubungan adalah tingkat pengetahuan (Pv=0,207). Hasil Analisis Multivariat, menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan preferensi adalah motivasi (Pv=0,019; OR=3,954). Mahasiswa perantau perlu menumbuhkan sikap dan motivasi untuk segera memanfaatkan pelayanan kesehatan ketika sakit agar tidak mengganggu proses study. Selain dari dalam diri mahasiswa, motivasi dari luar terutama Keluarga, sangat dibutuhkan oleh seorang mahasiswa perantau ketika sakit. Implikasinya adalah kecenderungan untuk segera memanfaatkan pelayanan kesehatan akan semakin tinggi.
Pengaruh Stres Kerja dan Perilaku Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Perawat Abdul Aziz
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.541 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.484

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fenomena yang sering terjadi dalam era globalisasi dan mengakibatkan adanya perubahan dengan tuntutan tertentu pada tenaga kerja. Penelitian ini secara khusus menguji tiga variabel elemen-elemen kepuasan kerja yang terdiri stress kerja, perilaku kepemimpinan dan kepuasan kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres kerja, dan perilaku kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Data dikumpulkan melalui metode survei terhadap 58 orang perawat yang diperoleh dengan menggunakan teknik proporsional sampling. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara stress kerja dengan kepuasan kerja perawat (Pv=0,009; B=-335) dan terdapat hubungan yang positif antara perilaku kepemimpinan dengan kepuasan kerja perawat (Pv=0,024; B=0,381).
Korelasi antara Kadar Kalsium Serum dengan Fungsi Paru pada Penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Farah Fauziah R.Ahmad; Arif Santoso; Andriany Qanitha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.117 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i01.488

Abstract

Patologi PPOK menunjukkan gangguan inflamasi kronis yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran udara di paru-paru, sedangkan kalsium diketahui memiliki kemampuan mengembalikan aspek respon bawaan. Kalsium juga memiliki peran dalam proses pergerakan otot pernapasan sebagai kompensasi untuk hambatan aliran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium serum dan fungsi paru pada pasien dengan PPOK. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan analitik observasional, dilakukan selama 2 bulan, dengan total sampel 36 orang pasien PPOK. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kadar kalsium serum dengan fungsi paru pada pasien PPOK (P> 0,05). Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan penelitian dengan menggunakan variabel lebih spesifik seperti serum ion kalsium.
Faktor Dominan Kejadian Obesitas pada Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama Pusat Tahun 2018 Rahmi Nurmadinisia; Engkus Kusdinar Achmad; Kusharisupeni Kusharisupeni; Diah Mulyawati Utari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.866 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i02.497

Abstract

Obesitas merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular yang merupakan faktor risiko utama timbulnya kematian global di dunia. Salah satu pekerjaan yang paling berisiko mengalami obesitas adalah pegawai negeri sipil (PNS) dikarenakan umumnya PNS memiliki pola kerja sedentary. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor dominan kejadian obesitas pada pegawai negeri sipil Unit Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Pusat. Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Populasi penelitian ini sebesar 394 orang dengan jumlah sampel 100 PNS. Data yang didapat merupakan data primer yang terdiri dari aktifitas fisik, tingkat stress, karakteristik responden (usia, jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan), riwayat genetik dan durasi tidur yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner. Selain itu, juga terdapat data asupan makan menggunakan metode recall 2x24 jam. Metode yang digunakan survey analitik dan analisis multivariat uji regresi logitik ganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa aktifitas fisik, durasi tidur dan asupan kabohidrat memiliki hubungan yang signifikan pada kejadian obesitas. Faktor aktifitas fisik menjadi faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada PNS (p= 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya yang efektif untuk menurunkan risiko terjadinya obesitas pada responden adalah melakukan aktifitas fisik secara rutin sehingga dibutuhkan keterlibatan Kementerian Agama untuk melakukan upaya peningkatan aktifitas fisik pada pegawai.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.151 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i02.505

Abstract

Masa balita merupakan periode yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ke depannya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan kondisi kesehatan, termasuk status gizi balita. Masalah stunting memiliki dampak yang besar bagi masa depan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor orangtua dan kejadian stunting pada balita di Desa Kairane dan Desa Fatukanutu. Penelitian dilaksanakan di Desa Kairane dan Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang pada bulan September sampai Desember 2019. Desain studi cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian berjumlah 176 balita dan data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor orang tua yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pendidikan ayah (Pvalue=0,035) dan ibu (Pvalue=0,031), jumlah anggota keluarga (Pvalue=0,008), dan pengetahuan gizi ibu (Pvalue=0,002). Sedangkan pekerjaan ayah (Pvalue= 0,233) dan pekerjaan ibu (Pvalue= 0,895) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan zat gizi yang berhubungan dengan kejadian stunting, yaitu asupan protein (Pvalue=0,002) dan lemak (Pvalue=0,017). Sedangkan asupan karbohidrat tidak berhubungan dengan kejadian stunting (Pvalue=0,687). Perlu dilakukan intervensi gizi untuk memperbaiki status stunting pada balita, antara lain peningkatan pengetahuan gizi ibu dan asupan makanan yang bergizi.
Gambaran Proses Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan di Instalasi Diklat RSUD Cibinong Tahun 2020 Susilawati Gunawan; Rista Rahmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.578 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v9i02.506

Abstract

Peningkatan penguasaan ilmu dan teknologi saat ini sangat dibutuhkan oleh seluruh rumah sakit dalam menghadapi persaingan yang semakin mendunia agar mampu bersaing dan berkembang dengan pesat. Oleh karena itu rumah sakit harus meningkatkan pendidikan, pelatihan dan pengembangan karyawan sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dari proses pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan di Instalasi Diklat RSUD Cibinong. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di Instalasi Diklat RSUD Cibinong selama periode 26 Desember 2019 – 28 Januari 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan kegiatan Diklat di RSUD Cibinong memiliki 5 kegiatan pokok yaitu pengembangan pendidikan informal melalui inhouse training, exhouse training, pengembangan pendidikan formal berkelanjutan, orientasi staf baru dan fasilitasi peserta studi banding. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hambatan diantaranya terkait dengan dana, tempat pelaksanaan kegiatan, serta sarana dan prasarana di ruang instalasi Diklat. Oleh karena itu, perlu adanya beberapa strategi yaitu program beasiswa bagi karyawan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya dengan melihat kualifikasi kinerja karyawan dan kebutuhan RS dan analisis kebutuhan pelatihan karyawan RSUD Cibinong dapat dilakukan dengan menggali dari rapat unit kerja terkait, penyebaran kuesioner, wawancara, FGD, dokumentasi dan laporan, data penilaian kerja, dan laporan assesment kompetensi serta penambahan ruangan diklat agar dalam pelaksanaan kegiatan Diklat ke depannya dapat lebih baik dari sebelumnya sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Page 8 of 31 | Total Record : 307


Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue