JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
22,841 Documents
KEGIATAN IN HOUSE TRAINING DALAM PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG TERINDIKASI DENGAN KEWIRAUSAHAAN
Aslim, Aslim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.087 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.349
In-house training adalah sebuah bentuk program pelatihan, dimana materi pelatihan, waktu serta tempat pelatihan ditentukan sesuai dengan yang diminta dan dibutuhkan oleh peserta atau perusahaan yang meminta. Umumnya pelatihan dalam bentuk in-house ini dilaksan oleh Perusahaan / Institusi / Dinas dalam rangka meningkatkan kualitas SDM di tempatnya. Perangkat pembelajaran merupakan sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan diapakai dalam proses pembelajaran. Dari uraian tersebut bisa kita dikemukakan bahwa perangkat pembelajaran ialah sekumpulan media atau sarana yang dipakai oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas.Sebagai salah satu faktor keberhasilan dan kemajuan sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah, tentunya sebagai kepala sekolah harus memiliki kemampuan kompetensi professional. Kepala sekolah yang kompeten akan memacu peningkatan kinerja sekolah yang dipimpinnya kearah peningkatan mutu relevansi dan daya saing pendidikan.
MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE-NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA
Darmini, Darmini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.487 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.350
Ketuntasan belajar siswa pada pelajaran IPA kelas IV SD Negeri 007 Anak Talang masih rendah, dari 26 siswa kelas IV hanya 10 siswa yang berhasil mendapat nilai 70 ke atas atau sesuai target KKM. Untuk mengatasi hal tersebut penulis menggunakan model pembelajaran example non example dengan tujuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa. Setelah perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non example aktivitas, daya serap dan ketuntasan belajar siswa meningkat. Aktivitas siswa meningkat dari pra siklus yang semula siswa pasif meningkat menjadi 70,19% pada perbaikan siklus I, pada perbaikan siklus II 88,46%. Daya serap siswa meningkat dari data awal rata-rata siswa 62,3, pada siklus I meningkat menjadi 77,3 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,5. Ketuntasan siswa mengalami peningkatan dari sebelum perbaikan hanya 10 siswa yang tuntas atau 38% meningkat menjadi 20 siswa atau 77% pada siklus I dan menjadi 22 siswa atau 85% pada siklus II. Dari hasil yang dicapai, penulis menyimpulkan bahwa model pembelajaran example non example dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 007 Anak Talang.
PENGGUNAAN STRATEGI TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS VI
Ikbaluddin, Ikbaluddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.794 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.351
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SD Negeri 019 Tambusai pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn ) dengan objek penelitian siswa kelas VI pada semester ganjil 2019/2020. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar PKn untuk siswa kelas VI. Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) yang terdiri dari soal-soal tes, lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Nilai rata-rata pra-tindakan adalah 42.72 (cukup). Nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 51.84 (cukup). Nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 76.16 (baik). Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes dan ketuntasan belajar didapat dari nilai post tes siklus I dan II.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN PEMBERIAN SPEED TEST
Ratnawati, R.A Endan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.366 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.352
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran ekonomi, dan bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan pemberian Speed Test dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas X MIPA-1 SMA Negeri 1 Pasir Penyu tahun pelajaran 2018/ 2019. Yang dilaksanakan sebanyak dua siklus di mana masing-masing siklus dilalui dengan empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; dan (4) refleksi tindakan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi/ matematika pada kelas X MIPA-1 SMA Negeri 1 Pasir Penyu Tahun Pelajaran 2018/ 2019. Dengan fakta- fakta sebagai berikut, ketuntasan hasil belajar meningkat sebesar 15%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 65,6% (21 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 90,6% (29 siswa) dengan nilai rataan 74,06 pada siklus pertama menjadi 77,86 pada siklus kedua; Keaktifan siswa dalam diskusi mengalami peningkatan terbesar dibandingkan dengan keaktifan dan ketuntasan hasil belajar siswa lainnya
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS IV
Susanti, Reni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (656.477 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.353
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SDN 008 Salo pada mata pelajaran tematik dengan objek penelitian siswa kelas IV pada semester ganjil 2019/2020. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar tema 1 untuk siswa kelas IV. Penggunaan media gambar dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rata-rata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Nilai rata-rata pra-tindakan adalah 66 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 72,3 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 76,5 (baik). Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rata-rata tes dan ketuntasan belajar didapat dari nilai tes siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi penggunaan media gambar di kelas IV SD Negeri 008 Salo mampu meningkatkan hasil belajar tematik yang ditunjukkan dengan rata-rata tes dan ketuntasan klasikal disetiap siklus
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN
Rosni, Rosni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.29 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.354
Model Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran yang perlu digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, karena model Think Pair Share (TPS) ini dirancang untuk mengajak siswa mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan dari suatu konsep melalui suatu kelompok. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Biologi adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan dalam proses belajar mengajar di sekolah guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab kemudian kemampuan peserta didik untuk bertanya atau meminta bantuan dari guru masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi kelas XII IPA 4 SMAN Tembilahan. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan model Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas XII IPA 4 SMAN 2 Tembilahan, hal ini dapat dilihat dari sebelum penerapan nilai tes hasil belajar siswa yang mencapai KKM adalah 33,33% dan yang tidak mencapai KKM adalah 67,67%. Kemudian setelah menggunakan model Think Pair Share (TPS) dapat diketahui hasil belajar mengalami peningkatan. Pada siklus pertama hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan hanya 63,33%. Kemudian pada siklus kedua tes hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan mencapai 83,33%model thingk pair share (TPS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII B SMPN 1 SEBERIDA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 MELALUI MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI POKOK CERITA FANTASI
Syahna, Syahna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (774.662 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.355
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa siswa kelas VII B melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Seberida Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 32 siswa. Data penelitian diperoleh dari data hasil observasi dan test. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus prosentase dan tabel untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan setelah diberi tindakan. Hasil yang diperoleh dari tes awal penelitian diperoleh data sebesar 46,43% siswa pada KD Pengetahuan dan 53,57% siswa pada KD Keterampilan yang memenuhi standart ketuntasan belajar. Rendahnya nilai yang diperoleh siswa tersebut kemungkinan dikarenakan tidak tepatnya guru memilih model pembelajaran pada pokok materi tersebut. Untuk mengatasi hal ini, dilaksanakan tindakan pembelajaran Bahasa dengan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT). Tindakan dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan tiap siklusnya terdiri dari beberapa tahap yaitu:a) perencanaan tindakan, b) pelaksanaan tindakan, c) observasi dan evaluasi d) refleksi. Adapun instrument yang digunakan adalah panduan observasi, dan soal-soal test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan (1) hasil observasi aktifitas guru pada siklus 1 dengan prosentase sebesar 75% dengan kategori baik, dan data siklus 2 sebesar 87% dengan kategori Sangat baik.Sehingga didapatkan data peningkatan aktifitas guru sebesar 12% (2) hasil observasi siswa pada pertemuan 1 siklus 1 diperoleh rata-rata aktifitas siswa sebesar 73% dengan kategori baik dan pada pertemuan 2 siklus 1 diperoleh nilai rata-rata aktifitas siswa sebesar 91% dengan kategori Sangat Baik, sehingga peningkatan teejadi 14%. (3) hasil belajar siswa meningkat, dari hasil analisis test akhir tindakan siklus 1 diperoleh nilai rata-rata kelas siswa sebesar 78 dan siklus 2 dengan rata-rata 83 pada KD Pengetahuan dan KD Ketrampilan pada siklus. 1 dari 81 naik menjadi 85 dari data diatas diperoleh peningkatan rata-rata nilai siswa dengan sebanyak 24 siswa telah mencapai standar nilai ketuntasan belajar Dan dilihat dari ketuntasan dari 71,43% pada siklus.1 naik menjadi 85,71% pada siklus 2 untuk KD Pengetahuan sedangkan untuk KD Ketrampilan dari 75% pada siklus 1 menjadi 89,29% karena itu dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Seberida Kabupaten Indragiri Hulu tahun pelajaran 2019/2020.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK MELALUI PEMBUATAN CERITA BERGAMBAR DENGAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI
Wirdawati, Wirdawat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (154.125 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.356
Penelitian dilatarbelakangi keprihatinan peneliti terhadap rendahnya kemampuan siswa pada materi sebelumnya dan pada tahun sebelumnya. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Pada tiap siklus terdapat tindakan utama meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data yang dikumpulkan terdiri dari keaktifan siswa saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas melalui pengamatan yang terdapat dalam Lembar Observasi, hasil tes tertulis di setiap akhir siklus dan respon siswa yang terdapat dalam angket. Untuk menjamin validitas, maka dilakukan validasi oleh rekan sejawat yang memiliki kompetensi. Hasil penelitian pada siklus I yaitu perolehan nilai siswa mencapai rata-rata 75,47 dengan presentasi ketuntasan 64,71%, respon siswa memperlihatkan partisipasi dari seluruh siswa. Meskipun terdapat peningkatan proses pembelajaran, namun belum memenuhi indikator kinerja. Perbaikan meliputi perubahan metode pengamatan dan lebih aktif mendorong siswa untuk bertanya. Adapun hasil penelitian pada siklus II perolehan rata-rata nilai 78,03 dan presentase ketuntasan belajar 79,41%, aktivitas siswa saat pembelajaran pun dalam kategori baik dan respon siswa positif dalam pembelajaran.
PENGARUH PENGARAHAN KONSEP PEMBELAJARAN MAIN MAPPING OLEH PENGAWAS MADRASAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR DI MAN KAMPAR
Ismail, Ismail
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (365.869 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i3.357
Metode pembelajaran di MAN Kampar belum bervariasi. Hasil evaluasi ditemukan bahwa pada umumnya guru hanya menerapkan metode pengajaran konvensional kondisi ini sering menyebabkan munculnya rasa bosan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengarahan konsep pembelajaran main mapping terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengajar. Metode yang digunakan adalah quasi eksperiment. Populasi adalah guru di MAN Kampar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 orang guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non probability sampling dengan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu kompetensi pedagogik guru mengajar sebelum dan setelah diberikan pengarahan metode pembelajaran main mapping. Semua data berpasangan untuk data pre test dan post test. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan rata- rata kompetensi pedagogik guru sebelum diberikan pengarahan metode main mapping adalah 73 dan rata-rata kompetensi pedagogik guru setelah diberikan pengarahan metode main mapping adalah 87. Berdasarkan uji T-Dependent didapatkan nilai p=0,000 < ? 0,05 yang berarti ada pengaruh pengarahan konsep pembelajaran main mapping terhadap peningkatan kompetensi pedagogic guru dalam mengajar. Diharapkan kepada guru dapat menggunakan metode main mapping dalam meningkatkan kemampuan pribadi dalam mengajar dan mampu mencapai hasil akhir meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KREATIVITAS KOGNITIF DAN BAHASA ANAK USIA DINI
Purnamasari, Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.804 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v3i6.358
Kreatifitas sangat diperlukan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Terutama diera globalisasi yang penuh saingan seperti sekarang ini sudah saatnya dunia pendidikan mempertimbangkan aspek kreatifitas dalam mendidik peserta didiknya. Potensi kecerdasan dan dasar-dasar prilaku seseorang terbentuk pada usia anak usia dini yang disebut juga golden age perlu adanya Pendidikan Anak Usia Dini. Terbentukya kreatifitas pada anak usia dini tidak terlepas dari salah satu aspek yaitu aspek kognitif dan bahasa melalui pengalaman dalam pengembangan. Pengalaman dari kretifitas dalam aspek kognitif dan bahasa dapat berpengaruh dalam pertumbuhan atau masa depan anak. Peningkatan aspek kognitif sering bersamaan dengan peningkatan bahsa walaupun aspek-aspek tersebut tidak sama presentasenya. Pengelolaan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini yang baik akan mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Manajemen pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas anak usia dini terutama pengembangan aspek kognitif dan bahasa diawali dari pengelolaan pendidikannya yang sesuai dengan tata aturan yang berlaku. Pengembangan pembelajaran terutama dalam pengembangan kreatifitas aspek kognitif dan bahasa, anak masih banyak memerlukan bimbingan khusus dari guru, sehingga guru harus profesional dan berkomitmen untuk mengembangkan manajemen dalam pengembangan kretifitas aspek kognitif dan bahasa anak.