JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,294 Documents
PENGARUH KEGIATAN MEMBUTSIR BUBUR KORAN TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL PESISIR SELATAN
Sari, Rina Destika;
Mayar, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.425
Peneliti melakukan penelitian di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan,kurangnya kreativitas anak dalam menciptakan karya baru dimana anak hanya terfokus pada apa yang dicontohkan oleh guru. Hal ini terlihat dari hasil karya anak hampir sama dengan apa yang dicontohkan guru baik dari segi warna maupun bentuk. Sehingga anak tidak mampu membuat karya baru sesuai dengan imajinasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan membutsir bubur koran terhadap perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Pesisir Selatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quashi exsperiment. Populasi penelitian 46 anak dan teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling, yaitu kelas B1 dan B2 masing-masingnya berjumlah 14 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, berupa pernyataan sebanyak 4 butir pernyataan dan alat pengumpul data digunakan lembaran pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji perbandingan (t-test).Berdasarkan analisis data, diperoleh rata-rata (mean) hasil tes kelas ekperimen adalah 30,8036 dengan SD sebesar 8,30036 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata (mean) sebesar 16,5179 dengan SD 6.30130. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan membutsir bubur koran berpengaruh lebih tinggi dari kegiatan membutsir tepung terigu terhadap perkembangan kreativitas anak di Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Bthfal Pesisir Selatan
PENERAPAN IGA (INFORMATION GAP ACITIVITIES) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS 9 SMP-IT INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL PAYAKUMBUH
Sari, Melya Isda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.428
Berdasarkan pengalaman mengajar penulis, terdapat beberapa permasalahan siswa dalam menguasai kemampuan berbicara siswa. Permasalahan tersebut datangnya dari faktor siswa dan faktor dari guru itu sendiri. Faktor penyebab yang datangnya dari siswa adalah; siswa memiliki motivasi yang rendah dalam belajar bahasa Inggris, mereka memiliki permasalahan dalam pronunciation, mereka masih memiliki rasa percaya diri yang rendah dalam berbicara, dan siswa masih kurang memiliki kosakata bahasa Inggris. Permasalahan berikutnya adalah faktor penyebab yang berasal dari guru; guru mengajar kemampuan speaking menggunakan teknik yang tidak sesuai, seperti mengajar speaking tapi melalui teknik menulis. Guru juga tidak menggunakan teknik yang bervariasi dalam mengajar.Berdasarkan kondisi tersebut, penulis mencoba untuk menerapkan IGA (Information Gap Activities) untuk mengatasi masalah tersebut. Penulis menerapkan penelitian tindakan kelas (merencanakan, tindakan, mengobservasi dan melakukan refleksi) untuk mempelajari proses dan hasil belajar siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP-IT Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh. Penelitian dilakukan menggunakan dua siklus. Data dari siklus yang kedua dijadikan sebagai data final dari hasil belajar dan perubahan yang didapatkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan IGA (Information Gap Activities) bisa meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penerapan IGA (Information Gap Activities) bisa meningkatkan kemampuan berkolaborasi siswa selama pembelajaran. Siswa harus bekerja secara berkelompok untuk melengkapi informasi yang mereka dapatkan. Siswa semakin berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang dilakukan saat pembelajaran. Siswa semakin senang dan nyaman dalam berbicara bahasa Inggris. Hal ini dapat merangsang siswa dalam belajar bahasa Inggris, dan juga memotivasi mereka untuk berbicara.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI DENGAN PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION
Ambarsari, Elly Susita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.430
Permasalahan dalam penelitian ini ialah “Seberapa efektifkah penggunaan pembelajaran koperatif tipe Team Assisted Individualization dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 2 Bangkinang Kota pada pelajaran Matematika?”. Berdasarkan permasalahan tersbut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifkah penggunaan pembelajaran koperatif tipe Team Assisted Individualization dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Bangkinang Kota pada pelajaran Matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 42,1% pada saat pre test menjadi 62,1% pada saat post test siklus I dan meningkat menjadi 77,1% pada post-test siklus II. Simpulan dari penelitian ini model pembelajaran koperatif tipe Team Assisted Individualization mengingkatkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pelajaran Matematika di Kelas XI SMAN 2 Bangkinang Kota.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI TEKS PROSEDUR
Pittariawati, Pittariawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.431
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pengunaan model pembelajaran inside-outside circle untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA kelas XI pada materi teks prosedur sehingga permasalahan dalam penelitian ini ialah “Seberapa efektifkah penggunaan model Inside-outside circle dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas XI pada materi Teks Prosedur di SMA N 2 Bangkinang Kota pada tahun pelajaran 2019/2020”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Inside-outside circle terhadap pemahaman siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi Teks Prosedur dan mengetahui pengaruh penggunaan Model Inside-outside circle terhadap aktivitas siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 60,33% pada saat pre test menjadi 64,33% pada saat post test siklus I dan meningkat menjadi 80% pada post-test siklus II. Simpulan dari penelitian ini model pembelajaran inside-outside circle mengingkatkan antusias belajar siswa yang akhirnya dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi prosedur teks di Kelas XI SMAN 2 Bangkinang Kota.
PENGGUNAAN STRATEGI COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA POKOK BAHASAN PENGIKHTISARAN AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA UNTUK SISWA KELAS XII IIS 6 SMA NEGERI 2 BANGKINANG KOTA
Sofiarni, Sofiarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.432
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota pada mata pelajaran Ekonomi dengan objek penelitian siswa kelas XII IIS 6 psada semester ganjil 2019/2020. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar Ekonomi pada pokok bahasan pengikhtisaran akuntansi perusahaan jasa untuk siswa kelas XII IIS 6. Strategi pembelajaran Course Review Horay (CRH) dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Course Review Horay (CRH) yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Strategi pembelajaran Course Review Horay (CRH) sesuai dengan Kurikulum 2013 terdiri dari 5 tahap utama yaitu : siswa mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 4 kali pertemuan dan empat kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 ke siklus 2. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan siklus 1 dan ulangan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Course Review Horay (CRH) di kelas XII IIS 6 SMA Negeri 2 Bangkinang Kota mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ekonomi yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA MATERI BENTUK ALJABAR DI KELAS VII D SMP NEGERI 1 SEBERIDA TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Sipayung, Jasmin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.433
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seberida tahun pelajaran 2019/2020 melalui praktek pembelajaran Two Stay Two Stray. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seberida tahun pelajaran 2019/2020. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VII D yang berjumlah 32 orang siswa. Data tentang prestasi belajar diperoleh dengan metode tes dan data tentang pelaksanaan pembelajaran Two Stay Two Stray diperoleh dengan metode observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif dengan indikator pencapaian jika 85% siswa sudah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka penelitian dinyatakan sudah berhasil. Nilai KKM mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Seberida adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika pada siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Seberida tahun pelajaran 2019/2020. Nilai ketuntasan klasikal pada prestasi belajar Matematika siswa untuk KD Pengetahuan meningkat dari 50% pada kondisi awal menjadi 76,7% pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 86,7% pada akhir siklus 2, sedangkan untuk KD Keterampilan dari 46,7% pada kondisi awal menjadi 71,7% pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 90% pada akhir siklus 2. Hal ini berarti pelaksanaan pembelajaran Cooperative Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran Matematika. Kata kunci: , ,
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI CAHAYA MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 SEBERIDA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Abidin, Z
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.434
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa VIII A SMP Negeri 2 Seberida . Salah satu model untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut adalah model cooperative learning tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: 1) Bagaimanakah penerapan model cooperative learning tipe STAD pada pembelajaran IPA materi cahaya di kelas VIII A? 2) Bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi cahaya menggunakan model cooperative learning tipe STAD di kelas VIII A? Permasalahan tersebut dibahas melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model cooperative learning tipe STAD pada pembelajaran IPA materi cahaya di kelas VIII A dimulai dari do’a dan absensi, apersepsi dilanjutkan guru membagi kelompok, siswa melakukan eksperimen sesuai dengan LK, guru memberikan tugas kepada semua kelompok untuk berdiskusi dengan menyelesaikan LKS yang diberikan guru, setelah diskusi selesai guru mempersilahkan setiap kelompok presentasi dan dikomentari kelompok lain, guru memberikan penghargaan dengan memajang kelompok terbaik di papan tulis, terakhir guru mengajak berdo’a bersama. 2) Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi cahaya menggunakan model cooperative learning tipe STAD di kelas VIII A mengalami peningkatan setiap siklusnya, hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar pesertadidik per siklus yaitu pada pra siklus dengan KKM 75 siswa prasiklus ada 19 siswa atau 48,7% yang tuntas, kemudian mengalami kenaikan pada siklus 1 yaitu ada 27 siswa atau 69,2% dan pada siklus 2 menjadi 34 siswa atau 87,2%, sedangkan keaktifan belajar peserta didik siklus 1 yaitu 71% dan pada siklus 2 menjadi 83%, hasil tersebut sesuai indikator yang ditentukan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MULTIMEDIA MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK KANCING GEMERINCING PADA KELAS X MULTIMEDIA SMKN 1 BANGKINANG
Yarnawati, Yarnawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.436
Untuk mencapai tujuan pengajaran Multimedia serta meningkatkan mutu pendidikan, maka perlu adanya kreatifitas guru dalam memilih pendekatan pembelajaran guna meningkatkan aktifitas siswa, salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah model pembelajaran kooperatif dengan teknik kancing gemerincing. Teknik ini diharapkan dapat mengaktifkan siswa belajar sehingga pembelajaran akan terasa hidup dan tidak membosankan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari rata-rata yakni rata-rata test I 74,54 dan rata-rata tes II yaitu 81,88. Sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran Multimedia menggunakan pembelajaran kooperatif dengan teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS)
Firmawati, Firmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.437
Kenyataan di lapangan memberikan gambaran bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa kurang aktif, mereka akan aktif apabila diberikan tugas, tidak memperhatikan penjelasan guru, banyak siswa yang tidak selesai dalam mengerjakan soal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Siswa juga tampak tidak bermotivasi pada pelajaran matematika. Selain tumbuhnya motivasi, guru juga harus membangkitkan motivasi yang ada dalam diri siswa agar terangsang untuk mempelajari materi serta ingin memahami pelajaran lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII 2 SMPN 12 Pekanbaru pada materi lingkaran melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Dari hasil analisis data dan pembahasannya, diperoleh kesimpulan Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada materi lingkaran terbukti meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII 2 SMP Negeri 12 Pekanbaru, Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share pada materi lingkaran terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas VIII 2 SMP Negeri 12 Pekanbaru
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MATERI GERAK LURUS MELALUI STRATEGI PEMBALAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN MEDIA PAPAN LUNCUR
Asnawi, Nini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v4i1.438
Guru mata pelajaran Fisika di SMP Negeri 25 Pekanbaru. Seharusnya mengaktifkan dan mendorong siswa untuk bekerja secara ilmiah, selama ini pembelajaran IPA di SMPN 25 Pekanbaru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Realitas menunjukkan sebanyak 55 % nilai IPA di kelas VII 8 dari hasil ulangan harian kurang dari KKM Individu yang ditentukan sekolah yaitu sebesar 75. Sedangkan rata–rata nilai kelas adalah 74,50. Salah satu jenis strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa secara aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar adalah Pembelajaran dengan menerapkan strategi Quantum Teaching. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan terdiri dari 2 siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 1 kegiatan tatap muka, dengan masing–masing tatap muka selama 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Dari hasil pengamatan aktivitas siswa, ketuntasan klasikal aktivitas siswa pada siklus II mencapai 87,10 % sehingga sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan, sehingga tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. dapat dikatakan bahwa pada siklus II siswa yang tuntas mencapai 90,32% dan yang belum tuntas 9,68%, sehingga pada siklus II sedah melebihi indikator yang telah ditentukan yaitu minimal 85% siswa sudah tuntas belajar,