cover
Contact Name
Ayu Chandra
Contact Email
ayu.chandra21@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ayu.chandra21@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : 25033654     EISSN : 25032682     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
Performa Model Tes Hidrolis Untuk PLTMH Head Rendah dengan Menggunakan Tekanan Aliran dan Kecepatan Pusaran Air (Vortex) Suhartono Suhartono; Ratih Indri Hapsari; Mohamad Zenurianto; Ikrar Hanggara
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.283 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1573

Abstract

The development of human life is greatly influenced by the presence of electrical energi. Therefore it is necessary to conduct research related to the generation of electrical energi on a small scale (micro). One alternative electricity generation by changing the motion energi is done by utilizing the flow of water. Water flow with low discharge and head is easily found in several places, especially small rivers or irrigation channels. Utilization of low flow head and discharge is a great potential to be able to produce small-scale (micro) electrical energi. In this research, modeling of low flow and low head discharge will be carried out to find out how much potential the electrical energi can generate. There are 3 experiments namely water power, whirlpool, high fall.  The variable that used in this experiment is various different head on the basin (in experiment 1; 0.2 meters, 0.3 meters, 0.4 meters, and 5 meters) to generate specific discharge that can make vortex flow and the velocity of the propeller from plunge flow. The methodes that used in this experiment is basic measurement using instrumental flow digital and setup flow using the valve. Experiment 1 with a head of 50 meters found 1,414 watts of water power with a discharge rate of 17.3 liters/minute on a 1 "diameter pipe. In experiment 2 the performance of the tool could not produce a vortex flow according to the plan, because the cross-sectional area was not comparable to the basin's outer hole and only produced vertices at a depth of 10 cm flow and produced a vortex radius of 1 cm. In Experiment 3 the performance of the tool can run well the stability of the discharge generated from the sedative bath shows that the measured flow velocity is in accordance with the theoretical flow rate conditions. Ie the speed of flow increases due to high fall.ABSTRAK Perkembangan kehidupan manusia sangat dipengaruhi oleh keberadaan energi listrik. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait pembangkitan energi listrik dalam skala kecil (mikro). Salah satu alternatif pembangkit listrik dengan mengubah energi gerak dilakukan dengan memanfaatkan aliran air. Aliran air dengan debit dan beda tinggi (head) yang rendah sudah ditemukan di beberapa tempat, terutama sungai kecil atau saluran irigasi. Pemanfaatan debit dan beda tinggi air yang rendah adalah potensi besar untuk dapat menghasilkan energi listrik skala kecil (mikro). Dalam penelitian ini, pemodelan aliran rendah dan pelepasan head rendah akan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi energi listrik dapat dihasilkan. Ada 3 percobaan yaitu tenaga air, pusaran air, jatuh tinggi. Variabel yang digunakan dalam percobaan ini adalah berbagai kepala yang berbeda di cekungan (dalam percobaan 1; 0,2 meter, 0,3 meter, 0,4 meter dan 5 meter) untuk menghasilkan debit spesifik yang dapat membuat aliran verteks dan kecepatan baling-baling dari aliran terjun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dasar menggunakan instrumental flow digital dan dan setup flow menggunakan valve. Eksperimen 1 dengan kepala 50 meter menemukan 1.414 watt tenaga air dengan laju pelepasan 17,3 liter/menit pada pipa berdiameter 1". Dalam percobaan 2 kinerja alat tidak dapat menghasilkan aliran pusaran sesuai dengan rencana, karena luas penampang tidak sebanding dengan lubang luar cekungan dan hanya menghasilkan simpul pada kedalaman aliran 10 cm dan menghasilkan radius pusaran 1 cm. Dalam Percobaan 3 kinerja alat dapat berjalan dengan baik stabilitas debit yang dihasilkan dari sedative bath menunjukkan bahwa kecepatan aliran yang diukur sesuai dengan kondisi laju aliran teoritis, yaitu kecepatan aliran meningkat karena jatuh tinggi. Kata Kunci : vortex; PLTMH; model test hidrolik
Pengolahan Limbah Krom dari Industri Electroplating Menggunakan Biosorben berbahan Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Mochamad Ali Wafa; Mokhammad Rif'an kholili
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.014 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1659

Abstract

The metal coating industri produces waste water containing chromium metal in great concentrations that  will be hazardous to environment. The aim of this study was to determine the effect of peanut shell activation, biosorbent weight, and contact time for chromium metal removal. Initially  peanut shells are activated using H2SO4 0.05 M. Then, peanut shells used as biosorbents are weighed as  1, 2, 3, 4 and 5% of the weight of industrial liquid waste that has been determined. Then the stirring process is carried out with a speed of 150 rpm with a contact time of 30, 60 and 90 minutes. After that the mixture is filtered and the total chrome metal was measured using Atomic Absorption Spectrophotometer.  Results of the study showed that biosorbents from acid-activated peanut peels can reduce chrome by 62.23% while biosorbents without activation can to reduce chrome metal by 42.92%. The best results  were obtained on the addition of biosorbent 5% by weight at a contact time of 60 minutes with a stirring 150 rpm which was 83.38%. ABSTRAK Industri pelapisan logam menghasilkan limbah cair yang mengandung logam krom dalam konsentrasi yang cukup besar yang akan berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi kulit kacang tanah, berat biosorben, dan lama waktu kontak terhadap removal logam krom pada air limbah. Penelitian ini diawali dengan mengoven kulit kacang tanah dengan suhu 1050C, kemudian diblender dan diayak sehingga mendapatkan ukuran 100 mesh. Kemudian kulit kacang tanah diaktivasi menggunakan H2SO4 0,05 M. Selanjutnya kulit kacang tanah digunakan sebagai biosorben ditimbang sebanyak 1, 2, 3, 4 dan 5 % terhadap berat limbah cair industri yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan proses pengadukan dengan kecepatan 150 rpm dengan lama waktu kontak 30, 60 dan 90 menit. Setelah itu campuran disaring dan hasil filtrat dianalisa logam krom menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom . Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben dari kulit kacang tanah teraktivasi asam mampu menurunkan logam krom sebesar 62,23% sedangkan biosorben tanpa aktivasi mampu menurunkan logam krom 42,92%. Hasil terbaik diperoleh pada penambahan berat biosorben sebesar 5%  pada lama waktu kontak 60 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm yaitu 83,38%.   Kata kunci : kacang tanah; biosorben; krom; limbah cair; aktivasi H2SO4
Evaluasi Jaringan Stasiun Hujan di Wilayah Sungai Dumoga Sangkub Ayisya Cindy Harifa; Moh Charits; Joko Setiono; Moch Khamim
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.413 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1607

Abstract

Rainfall data always use in analytical process. Hydrology analysis need correct base data, base data will give impact to the planning and research processes in water resources, and the result will be optimum. The quality and basic data that will be used for an analysis is very dependent on the distribution of existing hydrological posts in monitoring hydrological characteristics accurately and correctly. The purpose of network evaluation is to reach the distribution and condition of rain stations, so that a new rain station recommendation will be obtained, with distributions that already represent each watershed. Rain station distribution analysis uses the WMO (World Meteorological Organization) method, to evaluate the existing rain station using the Kagan rodda method. According to the analysis of WMO density and Polygon Thiessen Map, the distribution of the rain stations in the Dumoga Sangkub river area is quite evenly distributed, but does not yet represent each Watershed. The results of the Kagan Rodda analysis stated that only 7 rain stations met the kagan criteria, i.e: Pusian, Toraut, Andigile Buko, Bolangitan – Paku, Lolak – Solog, Moayat, Buyat – Buyat. The results of the kagan analysis also recommend 19 new station points through each watershed.   ABSTRAKData hujan sangat sering digunakan dalam proses analisis hidrologi Analisa hidrologi memerlukan data dasar yang benar, data dasar akan berdampak besar dalam proses perencanaan dan penelitian dalam sumberdaya air, sehingga hasil yang didapat akan lebih optimum.. Sebaran pos hidrologi akan menentukan tingkat kualitas analisa hidrologi. Tujuan evaluasi jaringan adalah mengetahui sebaran dan kondisi pos hujan, sehingga akan didapatkan rekomendasi stasiun hujan yang baru, dengan sebaran yang sudah mewakili setiap daerah aliran sungai. Dalam penelitian ini Metode WMO (World Meteorological Organization) dirasa tepat untuk menggambarkan sebaran stasiun hujan. Sedangkan untuk mengevaluasi stasiun hujan eksisting menggunakan metode Kagan rodda. Berdasarkan analisa kerapatan WMO dan Peta Polygon Thiessen, Sebaran stasiun hujan di wilayan sungai Dumoga Sangkub sudah cukup merata, akan tetapi belum mewakili setiap Daerah Aliran Sungai (DAS). Hasil analisa Kagan Rodda menyatakan hanya 7 stasiun hujan yang memenuhi kriteria kagan, yaitu stasiun Pusian, Toraut, Andigile Buko, Bolangitan – Paku, Lolak – Solog, Moayat, Buyat – Buyat. Hasil analisa kagan juga merekomendasikan 19 titik stasiun baru yang tersebar diseluruh Wilayah Sungai. Kata Kunci : kerapatan pos hujan; hujan; kagan rodda 
Pengaruh Pemilihan Kala Ulang Debit Banjir Rancangan Metode HSS Nakayasu Terhadap Dimensi Sand Pocket di Gunung Merapi Imam Sudrajad; Yeri Sutopo; Agung Sutarto
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.145 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1680

Abstract

Design flood discharge has become an important parameter in hydraulic construction design planning. When analyzing it, return period selection is crucial because it will determine the amount of design flood discharge. The return period selection is adjusted to the characteristics of the Watershed  (DAS). The Sand Pocket planning location is in Woro River, Klaten, Central Java. The unavailability of design flood discharge data at the observation site resulted in the design flood discharge analysis being carried out. This study focuses on comparing the magnitude of design flood discharges from different return periods, namely Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, and Q100th. After the flood discharge is obtained, it is utilized to calculate the dimensions of the Sand Pocket construction. Each return period used in this study produced different dimensions of the building in several parts. This analysis shows the different dimensions of the building due to differences in flood discharge generated, namely the Main Dam and Sub Dam parts including effective height, upstream slope (m), flow height above the lighthouse, freeboard, foundation depth, and base. In the part of apron, there are differences of floor length and thickness dimension. The difference dimensions also appeared on the upstream side slope of Main Dam and Sub Dam. This return period selection determines the amount of the design flood discharge that will affect the dimensions of the Sand Pocket that will be planned.
Analisis Jaringan Jalan dengan Metode MKJI 197 pada Kinerja Lalu Lintas di Sekitar Kawasan Perkotaan (Studi Kasus: Perencanaan Tata Guna Lahan Baru di Kawasan Tanrise City Jember) Marisa Eka Anggraeni; Willy Kriswardhana; Nunung Nuring Hayati
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i2.1687

Abstract

ABSTRAKTanrise City Jember merupakan kawasan superblock yang akan dibangun di Jalan Hayam Wuruk, Kabupaten Jember. Pembangunan meliputi mall, hotel, depo bangunan, ruko, perumahan, dan convention hall. Pembangunan tersebut akan menimbulkan trip production dan trip atrraction yang berdampak pada kinerja ruas dan simpang di sekitarnya. Analisis kinerja simpang dan ruas akibat pembangunan Tanrise City Jember perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya pada kondisi eksisting, operasional dan 5 tahun mendatang. Analisis kinerja simpang dan ruas dilakukan dengan menggunakan metode MKJI 1997. Volume kendaraan setiap simpang dan ruas didapatkan dari hasil counting dan faktor pertumbuhan. Penentuan trip production dan trip attraction dengan melakukan survei pada bangunan pembanding. Adapun perkiraan lalu lintas didapatkan dengan menggunakan konsep trip generation, trip distribution, trip assignment. Hasil analisis kinerja simpang Mangli, Transmart dan Argopuro pada kondisi eksisting, operasional dan 5 tahun mendatang menggunakan MKJI 1997 didapatkan kinerja simpang mengalami penurunan. Kinerja simpang terburuk terjadi di Simpang Mangli dengan nilai tundaan (D)1000 det/smp. Hasil analisis kinerja ruas sekitar pada kondisi eksisiting adalah arus stabil dan kinerja terburuk terjadi di Jl. Brawijaya dengan derajat kejenuhan (DS)0,85  yakni kategori E. Kinerja ruas pada kondisi operasional dan 5 tahun mendatang mengalami penurunan di setiap jam puncaknya.Kata kunci : derajat kejenuhan; MKJI 1997; tundaan ABSTRACTTanrise City is a superblock area that will be built around Hayam Wuruk street, Jember District. This development will give rises to a new mall, hotel, building depo, shop house, housing, and convention hall. The development will lead to the production trip and attraction trip that will impact the intersections and roads in surrounding areas. Intersections and road performance analysis of Jember Tanrise City development impact need to be studied to understand its effects on the existing condition in the present time and 5 (five) years to come. Intersections and road performance analysis use The 1997 Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM). The volume of vehicles for each intersection and roads is obtained from the counting result and the growth factor. Determination of trip production and the trip attraction was by surveying the comparison building. The traffic estimate is obtained using the concept of trip generation, trip distribution, trip assignment. The result of intersections performance of the Mangli Intersections, Transmart Intersections, Argopuro Intersection on the existing condition, in the present time, and 5 (five) years to come to use The 1997 Indonesian Highway Capacity Manual (IHCM) showed that the intersection performance has decreased. The worst intersection performance occurred at the Mangli intersection with the delay value (D) is 1000 sec/pcu. The result of road performance in surrounding areas on the existing condition is stable currents, and the worst road performance occurred in Brawijaya street with the Degree Of Saturation (DS) is 0,85, which is E category. The road's performance in the present time and 5 (five) years to come has decreased in every peak hour.
Kuat Tekan Beton Geopolymer Berbahan Dasar Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Alternatif Perkerasan Kaku di Daerah Pesisir Oktaviastuti, Blima; Pandulu, Galih Damar; Lusyana, Evy
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2271

Abstract

Konstruksi jalan di daerah pesisir umunya masih menggunakan perkerasan lentur. Perkerasan ini seringkali mengalami kerusakan akibat adanya luapan banjir air laut pasang (rob). Genangan rob terbukti dapat mengurangi daya ikat antara aspal dengan agregat, sehingga terjadi pengelupasan aspal yang dapat memperpendek umur jalan. Oleh karenanya perkerasan kaku dapat dijadikan solusi untuk masalah ini. Akan tetapi penggunaan semen dalam perkerasan kaku dianggap kurang ramah lingkungan karena melepaskan banyak karbon dioksida (CO2) dalam produksinya. Oleh karena itu beton geopolimer berbahan dasar abu terbang bisa dijadikan salah satu solusi yang ramah lingkungan karena bahan yang digunakan berasal dari limbah pembakaran batubara. Pada penelitian ini dilakukan uji kuat tekan terhadap 9 benda uji silinder berukuran tinggi 30cm dan diameter 15cm dengan usia beton 28 hari dalam perendaman air laut dan air pdam. Dalam pembuatan benda uji menggunakan perbandingan agregat dengan binder 75:25, 70:30 dan 65:45, yang masing-masing terdiri dari tiga benda uji setiap perbadingannya. Perbandingan aktivator yang digunakan adalah 1:2, 3:2 dan 5:2. Aktivator yang digunakan yaitu Sodium hidroksida (NaOH) dan Sodium silikat (Na2SiO3). Kuat tekan direncanakan sebesar 20 MPa. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil 4 benda uji yang memenuhi kuat tekan rencana dengan kuat tekan terbesar ada pada perbandingan aktivator 5:2 yang mencapai 27.275MPa. Beton geopolimer dapat dijadikan alternatif perkerasan kaku pada daerah pesisir pantai, karena tidak diperoleh perbedaan yang signifikan dari hasil perbandingan perendaman antara air laut dan air PDAM.ABSTRACTRoad construction in coastal areas is still using bending pavement. This pavement is often damaged by flooding of high tides (rob). Rob puddles are proven to reduce the bonding power between asphalt and aggregate, resulting in asphalt peeling that can shorten the road's life. Therefore rigid pavement can be used as a solution to this problem. However, cement in the rigid pavement is considered less environmentally friendly because it releases a lot of carbon dioxide (CO2) in its production. Therefore, geopolymer concrete made from flying ash can be environmentally friendly because the materials used come from coal-burning waste. This study conducted a substantial press test against nine cylindrical test objects measuring 30cm high and 15cm in diameter with a concrete age of 28 days in seawater immersion and tap water. In the manufacture of test objects using aggregate comparisons with binders 75:25, 70:30, and 65:45, each consists of three test objects per body. The comparison of activators used is 1:2, 3:2, and 5:2. The activators used are Sodium hydroxide (NaOH) and Sodium silicate (Na2SiO3). The planned compressive strength of 20 MPa. Based on the research obtained, the results of the 4 test objects that meet the strong press plan with the most significant compressive force is in the ratio of activators 5:2, which reaches 27.275MPa. Geopolymer concrete can be used as an alternative to the rigid pavement in coastal areas because there is no significant difference from the comparison of immersion between seawater and PDAM water
Analisis Highest And Best Use Pada Lahan Kosong di Kawasan Perumahan Samudra Residence Brondong Lamongan Budi, Fakhruddin Prasetya; Putra, I Nyoman Dita Pahang
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2165

Abstract

Perumahan Samudera Residence merupakan lahan kosong milik PT Sami Karya. Lahan seluas 2.604 m2 itu terdapat pada area utara kabupaten Lamongan kecamatan Brondong, sangat di sayangkan lahan itu masih berbentuk lahan kosong yang belum dipakai, sementara itu lahan tersebut memiliki kesempatan besar untuk dikembangkan menjadi peruntukan yang terbaik. Studi ini bertujuan untuk menganalisa tipe properti apa saja yang bisa di bangun pada lahan kosong itu serta menganalisa tipe properti apa yang bisa memberikan nilai paling tinggi serta terbaik. Tata cara yang dipakai dalam studi ini merupakan Highest and Best Use (HBU). Analisa ini mempunyai 4 standart ialah, secara legal disetujui, secara fisik diperbolehkan, secara finansial menguntungkan, serta bisa meningkatkan produktivitas secara maksimum. Berdasarkan hasil analisa, pilihan properti yang memungkinkan untuk dibentuk merupakan perumahan dan juga pertokoan. Dari pilihan properti tersebut yang memberikan nilai paling tinggi serta terbaik ialah properti pertokoan dengan nilai NPV Rp1.049.892.697, nilai BCR 1,820, nilai IRR 42,01%, nilai ROI 88,71%, payback period selama 1 tahun 6 bulan 12 hari, memiliki nilai tanah pasca pengembangan sebesar Rp5.162.064/m2 dengan produktivitas masksimum sebesar 1.171,75%. ABSTRACT The vacant land in the Samudera Residence Housing area is owned by PT Sami Karya. The 2.604 m2 land is located in the northern area of Lamongan district, Brondong sub-district, it is a pity that the land is still empty land that has not been used, meanwhile this land has a great opportunity to be developed into the best designation. This study aims to analyze what types of properties can be built on that vacant land and to analyze what types of properties provide the highest and best value. The procedure used in this study is Highest and Best Use (HBU). This analysis has 4 standards, namely, legally approved, physically permissible, financially profitable, and can increase productivity to the maximum. Based on the results of the analysis, the possible property options for the establishment are housing and shops. Of the property choices that give the highest and best value are shopping properties with an NPV value of Rp1.049.892.697, BCR value of 1,820, IRR value of 42,01%, ROI value of 88,71%, payback period of 1 year 6 months 12 days, has a post-development land value of Rp. 5.162.064 / m2 with maximum productivity of 1.171,75%.
Sintesis dan Karakterisasi Kitosan-Silika dari Abu Ampas Tebu sebagai Adsorben Logam Berat Cu(II) Pawitra, Tiane; Setiawan, Adhi; Ramadani, Tarikh Azis
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2267

Abstract

Tingginya beban pencemaran logam berat Cu(II) di badan air dapat diatasi dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben. Abu ampas tebu dapat menjadi alternatif bahan baku pembuatan adsorben karena memiliki kandungan silika yang melimpah. Kelemahan dari silika adalah memiliki sifat keasaman yang rendah serta memiliki oksigen sebagai atom donor yang bersifat lemah. Hal ini menyebabkan kemampuan adsorpsi silika menjadi kurang baik. Dalam rangka memperbaiki sifat tersebut maka, dilakukan modifikasi dengan menggunakan kitosan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mensintesis serta mengkarakterisasi adsorben dari silika yang dimodifikasi dengan kitosan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis dosis penambahan kitosan optimum dalam penurunan kandungan Cu(II) pada proses adsorpsi. Metode adsorpsi yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem batch, yaitu dengan memasukkan setiap adsorben pada larutan Cu(II) 50 ppm selama 50 menit. Dosis penambahan kitosan yang ditambahkan sebanyak 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; dan 2 gram. Hasil XRD menunjukkan adsorben yang disintesis bersifat amorf. Analisis FT-IR menunjukkan munculnya gugus fungsi –OH, Si-O-Si, Si-OH, Si-O-C, -NH, dan NH2. Uji BET menunjukkan bahwa adsorben memiliki luas area spesifik sebesar 2,33 m2/g. Morfologi dari silika berubah ketika dimodifikasi dengan kitosan dari yang sebelumnya adalah heterogen menjadi partikel-partikel besar yang teraglomerasi. Pada analisis EDX dapat diidentifikasi adanya unsur C, N, O, dan Si. Hasil penelitian menyatakan bahwa penambahan massa kitosan yang optimum adalah 2 gram dengan efisiensi removal logam berat Cu(II) sebesar 99,85%.ABSTRACTThe high concentration of Cu(II) in the water cause several diseases to the human being. It can be dealt with by the adsorption process using adsorbents. Bagasse ash can be an alternative raw material for making adsorbent due to its abundant silica content. The weakness of silica has low acidity and oxygen as a weak atomic donor. It causes a bad adsorption ability on the adsorbent. In order to improve those characteristics, modifications are needed, for example, by using chitosan. This research aims to synthesize and characterize the adsorbent from silica-chitosan. The research was conducted to analyze the optimum dosage of chitosan and reduce Cu(II) content in the adsorption process. The adsorption method used is a batch system by entering each adsorbent in a 50 ppm of Cu(II) solution for 50 minutes. The dosage of chitosan addition are 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram;and 2 gram. XRD results show that the synthesized adsorbent is amorphous. The presence of -OH, Si-O-Si, Si-OH, Si-O-C, -NH, and –NH2 groups are shown in FT-IR analysis. BET analysis shows that the adsorbent has an area of 2,33 m2/g. The morphology of silica changes when modified with chitosan from a heterogeneous form into agglomerated large particles. EDX analysis can identify the elements of C, N, O, and Si. The results of the research stated that the addition of the chitosan mass optimum is 2 grams with the ability to remove heavy metals Cu(II) of 99,85%
Perbandingan Perkiraan Debit Puncak Banjir Menggunakan Metode Nakayasu dan Metode FSR Jawa Sumatera untuk DAS Dombo Sayung Muhammad Syarifudin; Karuniadi Satrijo Utomo
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i2.1894

Abstract

Banjir merupakan salah satu bentuk bencana alam yang hingga saat ini masih belum dapat diselesaikan. Dampak banjir tidak hanya kerugian infrastruktur berupa jalan dan fasilitas umum akan tetapi kerugian materil menjadi bagian dari dampak yang merugikan bagi masyarakan. Padahal, bagi sebagian warga di Semarang dan Kabupaten Demak, banjir menjadi persoalan rutin pada musim penghujan. Daerah yang menjadi langganan banjir di Demak yaitu daerah Sayung, Karang Asem dan Mranggen. Banjir di daerah tersebut sulit diatasi bahkan semakin lama persoalan banjir tersebut semakin parah dan meluas. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan perkiraan debit puncak banjir melalui dua metode yang berbeda. Berdasarkan pada hasil maka mitigasi bencana juga dapat ditingkatkan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Nakayasu dan FSR Jawa Sumatera untuk mengukur debit puncak banjir dengan menggunakan rentang data curah hujan 10 tahun. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir yang dianalisis dengan menggunakan metode Nakayasu menghasilkan debit banjir lebih besar daripada analisis debit banjir menggunakan FSR Jawa Sumatera. Hasil analisis dengan menggunakan metode Nakayasu diperoleh nilai terbesar untuk Sungai Penggaron 270,4 m3/detik. Sungai Dombo Sayung 296,4 m3/detik dan Sugai Dolok 332,2 m3/detik. Adapun, untuk Metode FSR Jawa Sumatera diperoleh nilai terbesar untuk Sungai Penggaron 112,7 m3/detik. Sungai Dombo Sayung 239,7 m3/detik dan Sugai Dolok 632,1 m3/detik.Kata kunci : debit banjir; dombo sayung; FSR Jawa Sumatera; nakayasu ABSTRACTFlooding is a form of natural disaster that has yet to be resolved. The impact of flooding is the loss of infrastructure in roads and public facilities, but a material loss is part of the community's detrimental impact. For some residents in Semarang and Demak Regency, flooding is a routine problem during the rainy season. Areas that are regularly flooded in Demak are Sayung, Karang Asem, and Mranggen. Floods in the area are challenging to overcome, even if flooding is getting worse and broader. Thus this study aims to determine the comparison of the estimated peak flood discharge through two different methods. Based on the results, disaster mitigation can also be improved. This study used Nakayasu and Java Sumatera FSR to measure the peak flood discharge using a ten-year rainfall data range. The analysis results show that the flood discharge analyzed using the Nakayasu method produces a more massive flood discharge than the flood discharge analysis using the Java Sumatra FSR. The analysis results using the Nakayasu method obtained the most significant value for the Penggaron River 270.4 m3/second. Sungai Dombo Sayung 296.4 m3/second and Sugai Dolok 332.2 m3/second. Meanwhile, for the Java Sumatra FSR Method, the most significant value was obtained for the Penggaron River 112.7 m3/second. Sungai Dombo Sayung 239.7 m3/second and Sugai Dolok 632.1 m3/second.
Optimasi Pola Tata Tanam untuk Peningkatan Luas Layanan pada Daerah Irigasi Saddang Sulistyani, Kiki Frida; Irianto, Danang Bimo
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2244

Abstract

Daerah Irigasi (DI) Saddang berada di Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan dengan luas areal 61.198 Ha, yang mendapatkan air dari Bendung Benteng memiliki debit rata-rata 319 m3/dt dan debit Andalan yang berfluktuasi antara 39,8 – 328,1 m3/dt. DI Sadang memiliki Pola Tata Tanam (PTT) eksisting Padi-Padi Palawija dengan awal tanam yang berbeda-beda pada setiap primer/sekundernya. Hasil perhitungan neraca air dengan PTT eksisting tanpa memperhitungkan debit pemeliharaan didapatkan areal yang terairi seluas 48.958 Ha di MT1 61.198 Ha di MT2 dan 61.198 ha di MT3 atau areal terairi 61.198 Ha dengan intensitas tanam 280%. Guna mengoptimalkan air yang ada maka dibuat PTT rencana, dengan mengeser awal musim tanam pada berbagai variasi. Dari hasil perhitungan dengan PTT rencana Padi-Padi-Palawija didapat bahwa  air yang ada masih cukup untuk mengairi areal seluas 61.198 dengan intensitas tanam 300%. Kelebihan air yang ada, jika di manfaatkan untuk penambahan areal, didapat tambahan areal yang bisa terairi seluas 47.016 Ha dengan intensitas tanam 300%. Jadi secara perhitungan total, didapat areal terairi seluas 108.214 Ha dengan intensitas tanam 300%. Perhitungan ini juga tanpa mempertimbangkan debit pemeliharaan. Sesuai dengan peraturan yang ada, debit pemeliharaan tetap harus dialokasikan untuk kelestarian sungai. Perhitungan debit pemeliharaan dengan menggunakan metode Tennant, didapatkan debit pemeliharaan Bendung benteng adalah 31,9 m3/dt. Dari hasil analisa neraca air dengan memperhitungkan debit pemeliharaan didapatkan areal yang terairi dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija adalah seluas 61.198 Ha di MT1 61.198 Ha di MT2 dan 16.523 ha di MT3 atau areal terairi 61.198 Ha dengan intensitas tanam 227 %. Terjadi penurunan intensitas tanam sebesar 53 % di banding pola tata eksisting.ABSTRACTThe Saddang Irrigation Area is located in Pinrang Regency, South Sulawesi Province with an area of 61,198 ha, which gets water from the Benteng Barrage, which has an average discharge of 319 m3/s and a fluctuating dependable flow between 39.8 - 328.1 m3/s Saddang Irrigation Area has an existing crop pattern of Paddy Paddy Palawija with different planting starts for each primary/secondary. The results of the calculation of the water balance with the existing cropping pattern without considering maintenance flow as an obligation that must be fulfilled, have a result it can irrigate 48.958 ha in Planting Season 1, 61.198 ha in planting season 2, and 61.198 ha in planting season 3, or irrigated 61.198 ha with 280% crop intensity. To optimize the available water, a planned crop pattern was created, by shifting the beginning of the planting season to various variations. From the results of calculations with the cropping pattern of the Paddy-Paddy-Palawija, it was found that the available water was still sufficient to irrigate an area of 61.198 ha with 300% crop intensity. If the excess water is used for additional areas, an additional area that can be irrigated is 47.016 ha with 300% crop intensity. So in the total calculation, the irrigated area is 108,214 ha with 300% crop intensity. This calculation is also without considering maintenance flow as an obligation that must be fulfilled. Under existing regulations, the maintenance flow must be allocated for river conservation. Calculation of the maintenance flow using the Tennant method, it is found that the maintenance discharge of the Benteng Barrage is 31.9 m3/s. From the results of the water balance analysis with maintenance flow as an obligation that must be fulfilled, from the calculation results obtained that the irrigated area with the Paddy-Paddy-Palawija cropping pattern, was 61.198 ha in planting season 1, 61.198 ha in planting season 2, and 16.523 ha in planting season 3, or 61.198 ha with 227% crop intensity. There was a 53 % decrease compared to the existing crop intensity.

Page 9 of 19 | Total Record : 182