Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles
1,419 Documents
Perilaku Pemecahan Masalah Siswa SMK dalam Menyelesaikan Masalah Kombinatorika Ditinjau dari Kecemasan Matematika
Olivia Khufyatul Adhimah;
Rooselyna Ekawati
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.601 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.211
Perilaku pemecahan masalah memiliki peran penting bagi setiap siswa karena perilaku pemecahan masalah dapat memberikan deskripsi perilaku siswa selama proses penyelesaian masalah matematika khususnya masalah kombinatorika. Kecemasan matematika dapat mempengaruhi pemecahan masalah siswa. Mengingat pentingnya perilaku pemecahan masalah matematika dalam pembelajaran matematika, maka guru harus mengetahui perilaku pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan masalah ditinjau dari kecemasan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemecahan masalah dalam menyelesaikan masalah kombinatorika. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMK Negeri Palang sebanyak 9 siswa. Siswa tersebut diberikan angket kecemasan matematika dan soal tes pemecahan masalah kombinatorika. Hasil dari penelitian ini adalah perilaku pemecahan masalah kombinatorika dari siswa dengan tingkat kecemasan tinggi masuk dalam kategori Direct Translation Approach not proficient (DTA-np), sedangkan perilaku pemecahan masalah kombinatorika dari siswa dengan tingkat kecemasan matematika rendah masuk dalam kategori Meaning Based Approach full context (MBA-fc).
Identifikasi Proses Penyelesaian Soal Literasi Matematika Siswa Kelas IX Pada Konten Peluang dan Data
Iir Amelia;
Syamsuri Syamsuri;
Novaliyosi Novaliyosi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.635 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.212
Rendahnya nilai literasi matematika siswa Indonesia terutama pada konten uncertainty and data dan berdasarkan hasil studi TIMSS khusus konten uncertainty and data Indonesia menduduki posisi 31 dari 34 negara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses penyelesaian soal literasi matematika konten peluang dan data pada siswa kelas IX SMP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa siswa menyelesaikan soal literasi konten peluang dan data ini, memulai dengan memformulasikan masalah yaitu mengidentifikasi informasi yang diberikan soal, dan membaca tabel, tetapi belum mampu dalam menentukan variabel yang tepat dan merasa sedikit kesulitan dalam memahami masalah. Selanjutnya pada tahapan employ siswa menentukan informasi yang berguna dan memilih salah satu strategi dari beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, namun belum teliti pada penulisan besaran atau satuan bilangan dan melakukan kesalahan dalam menghitung perkalian bilangan desimal. Kemudian pada tahapan interpret siswa berusaha menginterpretasikan masalah dengan membuat kesimpulan, namun kesimpulan yang dibuat tidak sesuai dengan proses employ hal ini mungkin dipengaruhi karakteristik soal yang rumit dan memerlukan ketelitian yang lebih untuk memahaminya.
Analisis Tingkat Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent
Mirsa Prihatiningsih;
Novisita Ratu
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (577.1 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.218
Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki siswa dengan gaya kognitif Field Dependent (FD) dan siwa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) dalam menyelesaikan masalah luas gabungan bangun datar (segitiga dan segiempat). Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) yang diamati berdasarkan penilaian indikator kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan yaitu TKBK 0, TKBK 1, TKBK 2, TKBK 3, dan TKBK 4. Subjek penelitian ini yaitu 3 siswa dengan gaya kognitif FD dan 3 siswa dengan gaya kognitif FI kelas VIII A SMP Negeri 6 Salatiga. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan tes Group Embedded Figures Test (GEFT), tes berpikir kreatif, dan wawancara. Hasil analisis data sebagai berikut: 1) Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif yang dimiliki subjek dengan gaya kognitif FD dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu TKBK 1 (kurang kreatif) dan TKBK 3 (kreatif), 2) Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif yang dimiliki subjek dengan gaya kognitif FI dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu TKBK 1 (kurang kreatif) dan TKBK 2 (cukup kreatif).
Profil Pemecahan Masalah Geometri oleh Siswa SMP Ditinjau dari Perbedaan Kemampuan Matematika
Devi Rakhmania Listanti;
Helti Lygia Mampouw
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.228 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.224
Pemecahan masalah matematika efektif dalam mengekspresikan pengetahuan dan keterampilan matematika siswa. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah geometri oleh siswa berdasarkan perbedaan kemampuan matematika yang ditinjau dari tahapan Polya. Subjek terdiri dari 3 siswa kelas VIII SMP, masing-masing berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, dibantu pedoman wawancara dan soal Tes Pemecahan Masalah Matematika yang berisi soal cerita geometri tentang aplikasi lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi memahami masalah tanpa menyatakannya secara tertulis, sedangkan 2 subjek lainnya menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Ketiga subjek dapat menceritakan masalah menggunakan bahasanya sendiri. Ketiga subjek merencanakan pemecahan masalah menggunakan konsep perbandingan antara waktu dan jarak tempuh untuk menyatakan posisi, di mana subjek berkemampuan matematika tinggi menggunakan konsep diameter kincir raksasa sedangkan 2 subjek lainnya menyertakan jarak kincir dengan dasar sungai untuk menghitung jari-jari lingkaran. Ketiga subjek melaksanakan rencana berdasarkan data yang ditemukan dan menuliskan langkah-langkah penyelesaian sesuai rencana. Ketiganya melakukan pemeriksaan kembali informasi dan perhitungan pada penyelesaian soal. Subjek berkemampuan matematika tinggi menyelesaikan masalah sesuai kaidah umum sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah memeriksa kembali hasil penyelesaian namun tidak menyadari kesalahannya
Pengembangan Modul Geometri Berbasis Reciprocal Teaching Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Calon Guru
Kenys Fadhilah Zamzam
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.384 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.226
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul geometri berbasis reciprocal teaching untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa calon guru. Tahap-tahap pengembangan modul menggunakan model pengembangan Plomp. Hasil validasi modul diperoleh rata-rata secara keseluruhan sebesar 3,4 dimana modul yang dikembangkan masuk dalam kategori valid atau layak digunakan. Hasil rata-rata praktikalitas sebesar 3,0 dimana masuk dalam kategori praktis digunakan. Hasil efektivitas dinilai dari kemampuan komunikasi matematis mahasiswa calon guru yaitu meningkat sebesar 0,52 dimana masuk dalam kategori sedang dan hasil rata-rata respon mahasiswa sebesar 2,52 yang menunjukkan mahasiswa memberikan respon positif terhadap modul geometri berbasis reciprocal teaching. Maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa modul geometri berbasis reciprocal teaching mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa calon guru
Pembelajaran Soft Skill Komunikasi untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
Muhammad Nur Wahyu;
Sugeng Sutiarso;
Haninda Bharata
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.236 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.228
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menelaah kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan pembelajaran soft skills komunikasi dengan pembelajaran biasa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK yang berkemampuan sedang yang berada di lampng tengah, sedangkan sampelnya dipilih kelas XI yang berjumlah 50 orang dari satu SMK di lampung tengah yang berkemampuan sedang. Instrumen pada penelitian ini berupa tes berbentuk soal uraian untuk tes kemampuan komunikasi matematis. Instrumen yang digunakan sudah memenuhi soal yang baik berdasarkan validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 didapat hasil sebagai berikut pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran soft skill komunikasi lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa
Pengembangan Media Puppy Berbasis Adobe Flash CS6 untuk Pembelajaran Teorema Pythagoras
Benidictus Adhi Cahyanindya;
Helti Lygia Mampouw
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2310.388 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.233
Pembelajaran matematika berbasis digital model permainan menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Makalah ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan PUPPY, yakni sebuah puzzle pembuktian teorema Pytagoras, pada pembelajaran teorema Phytagoras untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menerapkan 5 fase model pengembangan ADDIE dalam menghasilkan PUPPY menggunakan Adobe Flash CS6. PUPPY dikemas dalam bentuk animasi interaktif yang dilengkapi dengan evaluasi pemahaman teorema Phytagoras sehingga memungkinkan siswa melakukan evaluasi individu atas ketercapaian kompetensi terkait teorema Phytagoras. Struktur materi pada PUPPY terdiri dari penjelasan unsur-unsur segitiga siku-siku, animasi penemuan rumus teorema Pythagoras serta penerapan rumus tersebut pada segitiga siku-siku. Ujicoba PUPPY pada siswa kelas VIII SMP menghasilkan 80% siswa termotivasi belajar, 90% siswa memahami petunjuk penggunaan dan 90% siswa terbantu dalam memahami materi teorema Phytagoras. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media PUPPY merupakan media yang valid, praktis dan efektif untuk membantu siswa mengkonstruksi pemahaman yang lebih baik tentang teorema Pythagoras.
Pengembangan Media Komik Matematika SMP
Mayu Syahwela
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (727.054 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.235
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dalam mengembangkan komik matematika dan kepraktisan penggunaan komik dalam pembelajaran matematika untuk siswa SMP. Penelitian ini adalah jenis Penelitian Pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan metode Borg and Gall. Tahapan pengembangan dalam penelitian ini diawali dengan menganalisis kebutuhan, merancang, membuat komik , validasi ahli, uji coba subjek, dan tes hasil belajar siswa. Subjek penelitian di bagi menjadi dua kelompok, yaitu subjek uji coba skala kecil berjumlah 12 orang dan subjek uji coba skala besar berjumlah 71 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik yang dikembangkan telah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Hal ini dilihat dari hasil validasi oleh ahli materi sebesar 85,23% % dinyatakan sangat baik, dan validasi oleh ahli media sebesar 79,57% dinyatakan baik. Hasil uji praktikalitas dilihat dari hasil belajar siswa, angket respon belajar dan angket motivasi dengan menggunakan statistik deskriptif. Untuk hasil belajar mendapatkan nilai rata-rata sebesar 75,9 yang artinya berada dalam kategori baik, dan untuk angket respon belajar siswa mendapat 82,14% yang dinyatakan sangat baik dan untuk angket motivasi siswa mendapatkan 81,43% dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran komik ini praktis digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah.
Penerapan Model Pembelajaran Make A Match untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Matematika Siswa
Ludmila Seasfaot;
Yusak Imanuel Bien;
Alfonsa M.Abi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.495 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.236
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa melalui model pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas . Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Soe sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket, teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Kristen 1 Soe. Meningkatnya motivasi belajar dilihat dari rata-rata persentase observasi motivasi belajar pada siklus I adalah 71% dan siklus II adalah 90%, sedangkan rata-rata persentase angket motivasi belajar pada siklus I adalah 76% dan siklus II adalah 82%. Prestasi belajar matematika siswa juga meningkat secara signifikan dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I adalah 76,46 dengan persentase ketuntasannya 71% dan pada siklus II dengan rata-rata 86,88 atau siswa yang tuntas sebesar 92%. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar siswa dan prestasi belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran make a match.
Profil Karakter Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika
Dian Evelina Sahaya Ami;
Tri Nova Hasti Yuniantaq
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.288 KB)
|
DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.241
Prokrastinasi akademik adalah sebuah tindakan seorang pelajar yang suka menunda-nunda pekerjaannya dan lebih memilih melakukan hal-hal yang lebih menarik baginya. Beberapa siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Salatiga menyatakan bahwa matematika mata pelajaran yang sulit sehingga membuat siswa kurang tertarik mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang perilaku prokrastinasi akademik siswa SMP, mencari faktor-faktor yang menyebabkan siswa menunda-nunda mengerjakan tugas, dan dampak dari melakukan prokrastinasi akademik terhadap pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian mix method (metode campuran) yaitu kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah 30 siswa-siswi SMP yang mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Pengambilan data dilakukan dengan siswa mengisi lembar kuesioner dan dilanjutkan dengan wawancara terhadap siswa yang memenuhi kriteria, yaitu dengan melihat hasil nilai yang telah diolah melalui lembar kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini adalah diri sendiri. Instrumen pendukung yaitu kuesioner prokrastinasi akademik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa jenis kelamin mengindikasikan ada kaitan pada karakter prokrastinasi akademik siswa dan usia tidak. Adapun alasan mengikuti OSIS bukan menjadi salah satu faktor siswa melakukan prokrastinasi. Dampak dari prokrastinasi yaitu siswa terganggu dalam belajar matematika, tugas menumpuk, tidak bisa mengerjakan tugas matematika dan tidak paham materi yang diajarkan oleh guru