Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika
Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published twice a year in May and November. JC receives 40 articles per year The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles
1,419 Documents
Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas V
Aji Prayoga;
Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.938
Penelitian ini digunakan guna melihat efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem-solving ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD. Subjek dari penelitian ini ialah siswa kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Pakis 1 dengan jumlah siswa di kelas parallel A dan B 41 siswa, 20 di kelas 5A dan 20 di kelas 5B. teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi dan tes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen RPP Problem Based Learning dan Problem-solving serta menggunakan instrumen kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskripsi kuantitatif sebagai uji prasyarat, uji T dan uji N-Gain. Hasil pengujian hipotesis, dengan uji t-sig (2-tailed) di peroleh 0,000 < 0,05 dengan thitung 6.942 maka H0 ditolak dapat di artikan bahwa terdapat perbedaan yang segnifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika. Hal tersebut juga dikuatkan dengan meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5A yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan rata-rata skor awal yang di peroleh 69,60 meningkat menjadi 87,35 sedangkan di kelas 5B yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Problem-solving perolehan skor awal 65,75 hanya meningkat menjadi 79,20. Hal tersebut menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan model Problem-solving dilihat dari kemampuan berpikir kritis matematika.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa Kelas IX pada Materi Persamaan Kuadrat Ditinjau dari Kemampuan Komunikasi Matematis
Siti Farida Sarlina;
Fitri Alyani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.941
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan belajar matematika siswa kelas IX pada materi persamaan kuadrat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method. Subjek pada penelitian ini adalah siswwa kelas IX di 3 sekolah (SMPN 1 GunungPutri, SMPN 4 GunungPutri, dan SMP Sekolah Alam Cikeas) sebanyak 45 peserta didik. 4 soal uraian matematika dengan indikator kemampuan komunikasi matematis digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan Software Winsteps. Dilakukan wawancara kepada 2 orang siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dan rendah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mempelajari materi persamaan kuadrat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada peserta didik dengan kemampuan tinggi, Ia dapat memahami konsep dan menggunakan rumus dengan benar. Sedangkan pada peserta didik dengan kemampuan rendah, peserta didik cukup kesulitan untuk memahami pertanyaan dan mengaplikasikan rumus pada jawabannya.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Solving dan Problem Based Learning (PBL) Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar
Wahyu Indra Dewi;
Nyoto Harjono
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.943
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Solving (PS) dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas 5 SD Negeri Bringin 01. Teknik pengumpulan data yaitu dengan obeservasi dan uji tes efektivitas terhadap model PS maupun PBL. Teknik analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas telah memenuhi syarat normal dan homogen, maka bisa dilakukan uji lanju dengan uji t, sedangkan untuk uji efektivitas model dilakukan melalui uji T. Hasil uji T membuktikan bahwa terdapat perbedaan efektivitas antara model PS dengan PBL. Dilihat dari selisih perolehan skor melalui tes yang sama, posttest pada eksperimen 1 perolehan skor PS 59,9 dan PBL 91,2; sedangkan hasil posttest pada eksperimen II rata-rata skor PS 58,8 sementara PBL 92. Bila dilihat dari pencapaian skor, terbukti bahwa PBL lebih efektif karena perolehan skor lebih tinggi dari PS, yakni selisih 32,25. Berdasarkan data ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis baik dari hasil tes pada kelas eksperimen 1 maupun eksperimen II. Terbukti pula bahwa model PBL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dibandingkan dengan model PS.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sindangkerta dalam Mengerjakan Soal Segitiga dan Segiempat
Halimatus Sya Diyyah;
Risma Amelia
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.945
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan siswa serta faktor penyebab dalam menyelesaikan soal segitiga dan segiempat. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP di daerah Sindangkerta yang berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data mengunakan 5 butir soal uraian dan dokumentasi hasil jawaban siswa, dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan deskriptif serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa siswa membuat kesalahan meliputi 1) Kesalahan dalam menentukan rumus-rumus segitiga dan segiempat, 2) kesalahan menggunakan rumus atau teorema 3) kesalahan siswa dalam mengerjakan penyelesaian langkah-langkah soal. Faktor yang menjadi penyebabnya adalah 1) Siswa cenderung tidak memahami isi soal 2) siswa tidak mengetahui rumus mana yang seharusnya digunakan 3) siswa cenderung menghafal daripada memahami materi dan rumus, 4) Kurangnya latihan soal segitiga dan segiempat.
Analisis Interaksi Siswa pada Aktivitas Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran Matematika Secara Daring
Aulia Nadia Sari;
Subanji Subanji;
Sisworo Sisworo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.949
Pandemi Covid-19 masuk dan menyerang Indonesia sejak awal 2020. Pandemi ini memberikan dampak kepada masyarakat terutama bidang Pendidikan. Sekolah ditutup dan pembelajaran dilakukan secara online. Meskipun demikian, penciptaan suasana interaksi siswa menjadi hal yang penting untuk pembeljaran bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi siswa pada aktivitas diskusi kelompok dalam pembelajaran matematika secara daingSampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Giri Banyuwangi. Subjek penelitian adalah tiga kelompok siswa kelas XI MIA 6 dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Teori pemosisian menunjukkan bagaimana siswa menentukan posisi berdasarkan percakapan. Selain itu alur cerita juga dapat dilihat dari bagaimana siswa melakukan negosiasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa siswa melakukan berbagai gerakan pada saat berinteraksi. Banyaknya pertukaran pengetahuan lebih dari banyaknya pertukaran tindakan. Ahli dan pemula dapat diidentifikasi dengan jelas, sedangkan fasilitator tidak dapat diidentifikasi dengan jelas. Objek yang sering didiskusikan terkait dengan produk dan sumber daya. Berdasarkan arah tantangan, interaksi dapat dikelompokkan dalam dua bentuk yang berbeda yaitu bentuk kompleks dan bentuk sederhana. Bentuk kompleks terdiri dari dua arah yaitu tantangan diri sendiri dan tantangan kepada orang lain. Bentuk sederhana terdiri dari satu arah tantangan, yaitu tantangan diri sendiri.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMP pada Materi Aljabar Ditinjau dari Mathematics Anxiety
Arini Setyawati;
Novisita Ratu
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.957
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika yang dialami siswa SMP pada materi aljabar ditinjau dari mathematics anxiety (kecemasan matematika). Penelitian ini berjenis kualitatif dengan subjeknya yaitu 3 dari 32 siswa kelas VII SMP N 1 Pabelan tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling yaitu kategori siswa dengan kecemasan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, dengan instrumen tambahan yaitu tes materi aljabar dan pedoman wawancara. Indikator kesulitan belajar pada penelitian ini meliputi kesulitan dalam mentransfer pengetahuan, kesulitan dalam berhitung, kesulitan dalam persepsi visual, dan kurang memahami bahasa matematika. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan masing-masing siswa dengan tingkat kecemasan matematika yang berbeda yaitu tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah mempunyai kesulitan belajar yang berbeda pula. Siswa yang tingkat kecemasan matematikanya tinggi mengalami kesulitan tiap indikator kesulitan. Siswa yang tingkat kecemasan matematikanya sedang mengalami kesulitan untuk mentransfer pengetahuan, kesulitan dalam berhitung, dan kurang memahami bahasa matematis. Sedangkan siswa yang tingkat kecemasan matematikanya rendah hanya mengalami satu kesulitan belajar dalam materi aljabar yaitu kesulitan dalam mentransfer pengetahuan.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMA Kelas X Dalam Menyelesaikan Soal Tipe Pisa Konten Change and Relationship
Rohmah Nila Farida;
Abd Qohar;
Swasono Rahardjo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.972
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan capaian kemampuan literasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal tipe PISA konten change and relationship. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan literasi matematis dan wawancara. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X SMAN Mojoagung Tahun Pelajaran 2021/2022 yang masing-masing satu orang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Data yang didapatkan kemudian direduksi dan dianalisis secara kualitatif dengan memperhatikan indikator-indikator kemampuan proses matematis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu menunjukkan kemampuan literasi matematis yang baik, yakni siswa mampu memenuhi ketiga aspek proses matematis yakni formulate, employ dan interprete dengan baik. Siswa berkemampuan sedang hanya mampu memenuhi dua indikator pada aspek proses matematis yakni formulate dan employ. Siswa berkemampuan rendah tidak dapat memenuhi seluruh indikator pada aspek proses matematis, siswa berkemampuan rendah hanya memenuhi satu aspek proses matematis yakni formulate. Bagi peneliti selanjutnya, agar meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan literasi matematis pada jenjang SMA/sederajat.
Konteks Pencak Silat pada Soal Matematika Tipe PISA
Harisman Nizar
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.980
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan soal matematika tipe PISA yang valid dan praktis, serta memiliki efek potensial terhadap kemampuan literasi matematis dengan menggunakan Konteks Pencak Silat. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA. Metodologi pada penelitian ini yaitu design research dengan tipe development study, dengan 2 tahap yaitu preliminary dan tahap formative evaluation. Pada tahap formative evaluation meliputi one-to-one, expert review, small group, dan field test. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, walkthrough, dokumen, wawancara, dan tes. Penelitian yang dilakukan menghasilkan soal yang valid dan praktis serta memiliki efek potensial terhadap kemampuan literasi matematis. Valid terlihat dari hasil penilaian expert yang mereview dari segi konten, konstruk, dan bahasa serta pengerjaan siswa pada tahap one-to-one. Praktis terlihat dari pengerjaan siswa tahap small group yang siswa dapat memahami maksud atau bahasa soal. Kemudian dari jawaban siswa pada tahap field test soal memiliki efek potensial yaitu memunculkan kemampuan representasi dan kemampuan menggunakan bahasa dan operasi simbolis, formal dan teknis
Analisis Minat Belajar Siswa Kelas X SMA At-Taubah pada Materi SLPTV dengan Metode Pembelajaran Daring
Yulia Pratami Putri;
Alpha Galih Adirakasiwi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.987
Penelitian bertujuan untuk menganalisis sejauh mana minat belajar siswa SMA kelas X MIPA 1 di SMA At-Taubah pada saat pandemi dengan menggunakan metode daring pada materi SPLTV. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa saat pembelajaran daring pada penelitian terdahulu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Kualitatif Deskriptif menggunakan skala likert. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang terdiri dari penyataan positif dan negatif dan berjumlah 20 penyataan yang bertujuan untuk mengukur minat siswa selama pembelajaran daring pada materi SPLTV. Diperoleh hasil rata-rata presentase 76,39% dengan kategori kuat, maka dapat dikatakan siswa kelas X MIPA 1 di SMA At-Taubah memiliki minat belajar matematika yang baik pada materi SPLTV dengan metode daring.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Problem Based Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik
Rahmat Hidayat;
Atma Murni;
Yenita Roza
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.373
Penulis an ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berdasarkan acuan kurikulum 2013 serta kurangnya kemampuan guru dalam memilih model pembelajaran yang disarankan oleh kurikulum 2013. Penulisan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan model problem based learningyang memenuhi syarat valid dan praktis dalam memfasilitasi kemampuan literasi matematis peserta didik pada materi SPLDV. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP N 1 Kampar Kiri Hilir. Model yang digunakan adalah model 4D (define, design, develop, desseminate). Instrumen yang digunakan adalah instrumen validasi perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKPD) serta angket respon peserta didik untuk instrumen keparktisan. Hasil penulis an dan pengembangan menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah validdan praktis.Hasil validasi silabus mencapai 94% dengan kategori sangat valid,RPP mencapai 93% dengan kategori sangat valid, LKPD mencapai 85% dengan kategori sangat valid.Artinya perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diujicobakan. Perangkat pembelajaran ini memenuhi syarat praktis pada uji coba kelompok kecil dengan rata-rata hasil angket respon peserta didik mencapai 89%%berada pada kategori sangat praktis.Artinya perangkat yang telah diujicobakan mudah digunakan dan dapat dipahami oleh peserta didik. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkansudah memenuhi syarat valid dan praktis untuk memfasilitasi kemampuan literasi matematis peserta didik.