cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
Potensi Objek Wisata Sejarah di Kota Singaraja ., I Made Dwyka Aryawan; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd, M.Pd.; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi objek wisata sejarah di Kota Singaraja. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga pedoman pengembilan data yaitu pedoman wawancara, observasi dan studi dokumen. Untuk metode pengambilan data menggunakan “snowball sampling” karena dalam metode ini jumlah informan tidak di tentukan sebelumnya, selain informan kunci yaitu kepala pengelola di masing-masing objek bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan hasil penelitian ini yaitu Kota Singaraja memiliki 3 Objek Bersejarah yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, dan Pelabuhan Buleleng yang memiliki potensi sebagai Objek Wisata Sejarah, adapun potensi tersebut adalah adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities). Dapat disimpulkan bahwa objek bersejarah di Kota Singaraja yaitu Museum Buleleng, Gedong Kirtya, Pelabuhan Buleleng memilili potensi yang baik berdasarkan pada indikator penelitian yaitu adanya objek yang dapat dilihat (something to see), adanya fasilitas penunjang kegiatan wisata (something to do), adanya sesuatu yang menarik (attraction), dan adanya fasilitas pendukung (amenities).Kata Kunci : Objek Bersejarah, Objek Wisata Sejarah, Potensi Objek Wisata. This research aims to determined the potential of historical tourism object in the Singaraja City. In this research, the researcher uses three guidelines for data processing, interview, observation and document study. For the method of data collection using "snowball sampling" because in this method the number of informants is not specified in advance, in addition to informant key are the head of management in each of the historic objects of the Museum Buleleng, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, and the result of this research is Singaraja City has 3 Historical Objects namely Buleleng Museum, Gedong Kirtya, and Buleleng Harbour which has the potential as a Historical Tourism Object, while the potential is the existence of a viewable object (something to see), the existence of facilities to support tourism activities (something to do), something interesting (attraction), and the existence of facilities support (amenities). The concluded that the historic object in Singaraja City, Buleleng Museum, Gedong Kirtya, Buleleng Harbour has good potential based on the research indicator that there are objects that can be seen (something to see), the existence of the supporting facilities of tourism activities (something to do) the attraction (attraction), and the existence of facilities support (amenities).keyword : Histories Object, Histories Tourism Object, Tourism Object Potency.
STUDI TENTANG HIGIENE DAN SANITASI PADA USAHA SALON KECANTIKAN DI KOTA SINGARAJA ., Ni Putu Veny Lismaharti; ., Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si.; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: .1 Implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di Kota Singaraja. 2. Kendala dalam implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di Kota Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan di salon-salon kecantikan wilayah kota Singaraja. Sampel penelitian adalah enam salon kecantikan yang sudah memiliki surat izin perdagangan. Variabel penelitian ini adalah implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan panduan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Implementasi Higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di kota Singaraja masih belum maksimal. Syarat higiene sanitasi pada usaha salon kecantikan yaitu: a) higiene dan sanitasi pegawai, b) higiene dan sanitasi kosmetika, c) higiene dan sanitasi alat, c) higiene dan sanitasi lingkungan salon. 2. Kendala yang sering dialami dalam implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan adalah keterbatasan tempat usaha, pengawasan, kelengkapan sanitasi dan kesadaran dari pihak Salon Kecantikan dalam melaksanakan higiene dan sanitasi oleh salon kecantikan. Kata Kunci : higiene sanitasi, implementasi, salon kecantikan This research is aimed to know: 1. the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. 2. The difficulties on the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. This research is conducted in some beauty salons in Singaraja. The samples of this research are six beauty salons which have commerce license. The variable of this research is the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. Method of collecting data are observation and interview. Observation’s worksheets and interview guide are used as the instruments. This research is analyzed through descriptive analyzed technique. The result of this research showed that: 1. the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja did not work properly. They are some requirement of hygiene and sanitation on the beauty salon. a) The staff's sanitation and hygiene, b) the cosmetics' sanitation and hygiene, d) the tools' sanitation and hygiene, d) the salon's environment sanitation and hygiene. 2. The difficulties that are experienced in the implementation of hygiene and sanitation in beauty salon are the limitation of the work's place, the supervision, the completeness of the sanitation and the awareness in doing hygiene and sanitation in beauty salon. keyword : hygiene sanitasion, implementation, beauty salon
SUBSTITUSI TEPUNG TALAS PADA PRODUK BOLU KARAMEL ., Made Yogi Perdana Putra; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4989

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas bolu karamel yang menggunakan substitusi 75% tepung talas (bolu karamel A) dilihat dari aspek rasa, aroma, dan tekstur; (2) kualitas bolu karamel yang menggunakan substitusi 50% tepung talas (bolu karamel B) dilihat dari aspek rasa, aroma, dan tekstur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (baik, cukup, dan kurang) yang diujikan kepada 23 panelis. Selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas bolu karamel substitusi 75% tepung talas (bolu karamel A) dari aspek rasa, rata-rata skor sebesar 2,65 pada kategori baik, aspek aroma, rata-rata skor sebesar 2,91 pada kategori baik, dan aspek tekstur, rata-rata skor sebesar 2,65 pada kategori baik. (2) kualitas bolu karamel substitusi 50% tepung talas (bolu karamel B) dari aspek rasa, rata-rata skor sebesar 2,61 pada kategori baik, aspek aroma, rata-rata skor sebesar 2,91 pada kategori baik, dan aspek tekstur, rata-rata skor sebesar 2,87 pada kategori baik. Kata Kunci : bolu karamel, kualitas, tepung talas This research was aimed to determine (1) the quality of caramel cake that uses 75% substitution of taro flour (caramel cake A) which can be detected from flavor, aroma, and texture. (2) The quality of caramel cake that uses 50% substitution of taro flour (cake caramel B) that can be detected from the aspects of flavor, aroma, and texture. Methods of datas collection used in this research was observation. The instruments used in this research was with 3 levels of hedonic quality test sheet (good, sufficient, and less) which tested on 23 panelists and analyzed by using descriptive quantitative technique. The results of this study were (1) the quality of caramel cake that 75% substitusion of taro flour (caramel cake A) from the aspect of sense, its average score in good category was 2.65. The average score of aroma in good category was 2.91. The average score of texture was 2.65. (2) The quality of caramel cake that 50% substitusion of taro flour (caramel cake B) from the aspect of sense, its average score was 2.61. The average score of aroma was 2.91 and the average score of texture was 2.87. keyword : caramel cake, quality, taro flour
Uji Kualitas Tepung Pisang Mas (Musa Acuminata) ., BUDI UTOMO; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tepung pisang mas (2) zat gizi pada tepung pisang mas (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna, aroma dan tekstur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode ini yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dan laboratorium. Tepung pisang mas dilihat dari aspek warna, aroma dan tekstur yang diuji oleh 5 panelis terbatas dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, buruk. Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan (1) proses pembuatan tepung pisang mas melalui tahap: penyotiran, pengupasan kulit, perendaman, pemotongan, pencucian, pengeringan, penggilingan dan pengayakan. (2) kandungan gizi pada tepung pisang mas, karbohidrat 80,39%, protein 5,44%, lemak 1,24%, abu 2,80%, air 10,39% (3) kualitas tepung pisang mas dari aspek warna berada dalam kategori baik dengan skor (2,80), aroma berada dalam katagori baik dengan skor (3,00), tekstur berada dalam katagori baik dengan skor (3,00). Kata Kunci : Kualitas, Tepung, Pisang Mas This research aims to determine (1) the process of making golden banana flour (2) nutrients of golden banana flour (3) quality of golden banana flour from aspects of color, smell and texture. This research is experimental research. This method used to obtain data is the observation and laboratory methods. Golden banana flour seen from the aspect of color, smell and texture which was tested by 5 limited panelists using an instrument such as organoleptic test sheets with 3 levels were good, enough, bad. Then analyzed through quantitative descriptive analysis. The results show (1) the process of making golden banana flour through steps : sorting, skin stripping, soaking, cutting, washing, drying, grinding and sieving (2) Nutritional content of golden banana flour is, carbohydrate 80.39%, protein 5.44%, fat 1.24%, ash 2.80%, water 10.39% (3) The quality of golden banana flour from the aspect of color is in good category with a score ( 2.80 ), the smell is in good category with a score ( 3.00 ), the texture is in good category with a score ( 3.00 ). keyword : Quality, Flour, Golden Banana
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGOLAH HIDANGAN SALAD PADA SISWA KELAS X BOGA 1 DI SMK NEGERI 1 SERIRIT ., Seni Rahayu; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan hasi lbelajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis multimedia mengolah hidangan salad pada siswa kelas X boga 1 di SMK Negeri 1 Seririt. (2 ) mengetahui respon siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis multimedia mengolah hidangan salad pada siswa kelas X boga 1 di SMK Negeri 1 Seririt. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas. Penelitianini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi / evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 34 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan tes unjuk kerja. Analisis data diatas dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I rata – rata skor sebesar 70,89 dengan ketuntasan klasikal yang dicapai sebesar 64,71. Pada siklus II rata – rata skor 74,38 dengan kualifikasi Memenuhi KKM, ketuntasan klasikalnya 91,12 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis multimedia dapat meningkatkan hasilbelajar siswa.Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif berbasis multimedia mengolah hidangan salad berada pada kualifikasi positif dengan skor rata-rata 65,97. Kata Kunci : HasilBelajar , Kooperatifberbasis multimedia, Respon. This study aims to (1) the determine improvement of student learning outcomes through the implementation of cooperative learning model based multimedia processing salad dish in class X boga 1 in SMK Negeri 1 Seririt. (2) To study the response of the students through the implementation of cooperative learning model based multimedia processing salad dish in class X boga 1 in SMK Negeri 1 Seririt. This study was classified as a class action research. This research was conducted by 2 cycles. Each cycle consists of planning, action, observation / evaluation, and reflection. Subjects of this study consisted of 34. Data collected by the learning outcomes and achievement test performance test. Data analysis was done descriptively above. The results showed that in the first cycle average - average score of 70.89 with classical completeness achieved at 64.71. In the second cycle the average - average score of 74.38 with qualifying Meets KKM, 91.12% classical completeness. The results showed that the application of cooperative learning model based multimedia can improve student learning outcomes. Students' response to the application of multimedia-based cooperative learning process entree salads are on the positive qualification with an average value of 65.97. keyword : Learning Outcomes, multimedia-based Cooperative Response.
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG MOCAF(MODIFIED CASSAVA FLOUR) MENJADI BROWNIES KUKUS ., Pt Wahyu Manik Fransiska; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.16918

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui, (1) kualitas cake tepung mocaf dengan menggunakan bahan 100% tepung mocaf dilihat dari aspek tekstur, rasa dan aroma, (2) proses pengolahan tepung mocaf menjadi brownies kukus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari26 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas brownies kukus tepung mocaf dengan menggunakan 100% tepung mocaf dilihat dari aspek (1) tekstur dengan skor rata-rata 2,85 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur lembut dan beremah, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,95 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa manis dan terasa coklat, (3) aspek aroma dengan skor rata-rata 2,85 berada pada kategori baik dengan tolak ukur dominan memiliki aroma coklat dan aroma khas tepung singkong. Kata Kunci : Brownies Kukus, Kualitas, Tepung Mocaf This experimental study aims to determine, (1) the quality of mocaf flour cake using 100% mocaf flour viewed from the aspect of texture, taste and aroma, (2) the processing of mocaf flour into steamed brownies. The data collection method used in this study is the observation method by using an instrument in the form of an organoleptic sheet test with 3 levels namely good, sufficient, and lacking. Panelists in this study were trained panelists consisting of 26 panelists. Data analysis techniques used are quantitative descriptive techniques. The results of this study show the quality of steamed mocaf flour using 100% mocaf flour seen from aspects (1) of the texture with an average score of 2.85 in the good category according to the soft and weak benchmark, (2) the taste aspect with the average score -ata 2.95 is in good category with a benchmark that has a sweet and brown taste, (3) the aroma aspect with an average score of 2.85 is in a good category with the dominant benchmark has a chocolate aroma and a distinctive aroma of cassava flourkeyword : Steamed Brownies, Quality,Mocaf Flour
DESKRIPSI TENTANG TENUN ENDEK MOTIF PUCUK PADA INDUSTRI TENUN PUTRI AYU KECAMATAN BLAHBATUH KECAMATAN GIANYAR ., Luh Putu Sri Indra Partiwi; ., I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tenunan endek motif pucuk, (2) motif pucuk apa saja yang dibuat pada Industri Tenun Putri Ayu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2016 yang bertempat di Industri Tenun Putri Ayu. Objek dari penelitian ini adalah proses pembuatan serta motif dari tenunan endek motif pucuk. Sumber informan dalam penelitian ini adalah pemilik industri, Pegawai dan karyawan. Variabel penelitian adalah proses pembuatan dan motif tenunan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Metode analisis data dalam menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan sebagai mana adanya tidak dirubah dalam bentuk simbol maupun bilangan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan teununan endek motif pucuk pada Industri Tenun Putri Ayu menggunakan 3 proses kerja dalam pembuatan kain yaitu membatik dengan menggunakan teknik air brush untuk pewarnaan benang pakan, teknik ikat/endek untuk pewarnaan pada benang lungsi dan menggunakan teknik songket pada proses penenunan dengan menggunakan ATBM sistem kartu untuk menghasilkan motif bunga pucuk. (2) Motif yang digunakan pada tenunan ini adalah beberapa jenis bunga pucuk diantaranya bunga pucuk bang, bunga pucuk rejuna, kombinasi dari bunga pucuk dan motif geometri serta motif bunga pucuk 2 dimensi yang bagian baik dan buruknya menghasilkan motif serta warna yang berbeda.Kata Kunci : Bunga Pucuk, Motif Tenun, Tenun Endek Inovasi. This study aims to determine (1) the production process of hibiscus-patterned endek woven cloth, (2) the variety of hibiscus pattern used in the Putri Ayu Woven Industry, Blahbatuh subdistrict, Gianyar Regency. This research was done from January to February 2016 located in Putri Ayu Woven Industry. The object of this study was the production process also the pattern of hibiscus-patterned endek woven cloth. The data was gathered by interviewing the owner of the industry and the employees. The variables of this research were the production process and woven’s pattern. The method of collecting data applied in this study were observation and interviewing method. The instruments of this study were observation sheet and interview guidelines. The method of analyzing data used was descriptive analysis which explained everything literally without converting the data to symbols or numerals. the result of this study: (1) the production process of hibiscus-patterned endek woven cloth in Putri Ayu Woven Industry consisted of three working process, those are: doing the batik work by using the air brush technique for coloring the pakan thread, Tie-dying technique to coloring the lungsi thread and utilizing the songket technique in weaving process by using ATBM card system to deliver the hibiscus pattern (2) Patterns used in these woven were variety of hibiscus flower, among them are bang hibiscus, rejuna hibiscus, the combination of hibiscus flower and geometric pattern, also two-dimensional hibiscus pattern which its positive and negative area resulting in different kinds of colors and patterns.keyword : Hibiscus Flower, Woven Pattern, Innovation Of Endek Woven.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN LAYANAN PORTER SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK PARIWISATA TRIATMAJAYA SINGARAJA Anggarsari, Kadek Meli; Adnyawati, Ni Desak Made Sri; Marsiti, Cokorda Istri Raka
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.22156

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran layanan porter siswa kelas XI AP1 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja; (2) mendeskripsikan respon siswa kelas XI AP1 terhadap metode pembelajaran role playing dalam pembelajaran layanan porter. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk hasil belajar pada ranah kognitif menggunakan tes tulis, ranah afektif menggunakan lembar observasi, dan ranah psikomotor menggunakan tes kinerja. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk respon siswa adalah angket tertutup. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terjadi peningkatan hasil belajar dilihat dari analisis data pada siklus I yaitu rata-rata hasil belajar 83,6 dan ketuntasan hasil belajar 62,5%. Pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar 87,0 dan ketuntasan hasil belajar 87,5%. (2) respon siswa terhadap pembelajaran layanan porter dengan metode role playing pada siklus I sebesar 58,03 dan siklus II sebesar 64,18 yang terkategori positif.Kata Kunci: hasil belajar, layanan porter, role playing
PENGARUH PENERAPAN TEKNIK CUT CREASE UNTUK KOREKSI MATA SIPIT PADA RIAS WAJAH PENGANTIN ., Putu Nada Widiya Purnashita; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.18628

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan teknik cut crease untuk koreksi mata sipit pada rias wajah pengantin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi uji panelis yang diujikan kepada lima panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian eksperimen ini adalah analisis data uji-t atau t-test. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan penerapan teknik cut crease untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah pengantin. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikan independent sampel t test yakni 0,022 kurang dari 0,05 serta nilai t hitung 2,846 yang lebih dari nilai t tabel yakni 2,306, dilihat dari nilai rata – rata skor pada koreksi mata sipit tanpa menerapkan teknik cut crease (control) yakni 18,40 lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata – rata skor koreksi mata sipit dengan menerapkan teknik cut crease (eksperimen) yakni 20,20. Disarankan menerapan teknik cut crease untuk koreksi bentuk mata sipit pada rias wajah pengantin agar membuat riasan lebih sempurna.Kata Kunci : Mata Sipit, Cut Crease, Rias Wajah Pengantin This experimental study aims to find out about the effect of applying cut crease techniques to narrow eyes correction on bridal makeup. The data collection method used in this study is the observation method. The instrument used in this study was a panelist observation sheet which was tested on five trained panelists. Quality test data were analyzed using quantitative descriptive techniques. The data analysis technique used in this experimental study is the analysis of t-test data or t-test. The result of this study is that there are differences in the application of cut crease techniques for correction of slanted eye shape on bridal makeup. This is indicated by the significant value of the independent sample t test which is 0.022 less than 0.05 and the value of t count 2.846 which is more than the value of t table which is 2.306, judging by the average score on the narrow eye correction without applying the cut crease technique (control) ie 18.40 is smaller than the average slit eye correction score by applying the cut crease technique, which is 20.20. It is recommended to apply the cut crease technique to correct the slanted eye shape on the bridal makeup to make the makeup more perfect. keyword : Key Words: Slit Eye, Cut Crease, Bridal Face Makeup
STUDI EKSPERIMEN TEPUNG KULIT SINGKONG MENJADI KUE KERING PUTRI SALJU ., Gusti Ayu Dwi Indrasari; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9889

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dengan perbandingan 50% tepung kulit singkong dan 50% tepung terigu dilihat dari aspek tekstur, rasa, dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrument berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 25 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kue kering putri salju tepung kulit singkong dilihat dari aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,92 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, aspek rasa dengan skor rata-rata 2,84 berada pada kategori baik sesuai dengan tolok ukur, dan aspek aroma dengan skor rata-rata 2,88 berada kategori baik sesuai dengan tolak ukur.Kata Kunci : kualitas, kue kering putri salju, tepung kulit singkong. Abstract This experimental study aims to determine the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s with 50% cassava peel’s flour and 50% of wheat flour from the aspects of texture, flavor, and aroma. Data collection methods used in this research is the method of observation using the form sheet organoleptic test instrument with three levels, namely good, enough, lacking. Panelists in this study is a trained panelists consisting of 25 panelists. Data analysis techniques used quantitative descriptive techniques. The results showed the quality of the cookies Putri Salju flour cassava peel’s from the aspects of texture with an average score of 2.92 are in good category in accordance with the benchmarks, aspects of flavor with an average score of 2.84 are in good category according to benchmarks and aspects aroma with an average score of 2.88 was good category in accordance with the benchmark.keyword : quality, cookies Putri Salju, peel’s cassava flour