cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
UJI KUALITAS KUE SATU BERBAHAN TEPUNG KARA KRATOK (PHASEOLUS LUNATUS L) Suryastini, Komang Eva; Suriani, Ni Made; Damiati, Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v10i2.22139

Abstract

Abstrak Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok (Phaseolus lunatus L) yang dilihat dari aspek (1) aroma, (2) rasa, dan (3) tekstur. Panelis dalam penelitian ini menggunakan panelis terlatih yang terdiri dari 20 orang panelis. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa lembar uji organoleptik dengan 3 tingkatan yaitu baik, cukup, kurang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek aroma berada dalam kategori baik (3,00), sesuai dengan tolok ukur yaitu khas kacang kara kratok. (2) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik (2,85), sesuai dengan tolok ukur yaitu manis. (3) Kualitas kue satu berbahan tepung kara kratok dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik (2,85), sesuai dengan tolok ukur yaitu rapuh Kata kunci: Tepung Kara Kratok, Kue Satu, Aroma, Rasa, Tekstur Abstract This experimental study aims to determine the quality of kue satu made from kara kratok flour (Phaseolus lunatus L) which is seen from the aspects of (1) aroma, (2) taste, and (3) texture. Panelists in this study used trained panelists consisting of 20 panelists. The data collection method used in this study is the observation method using an instrument in the form of an organoleptic test sheet with 3 levels: good, enough, less. Data were analyzed using quantitative descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate (1) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of aroma is in the good category (3.00), which is typical of kara kratok beans. (2) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of taste is in the good category (2.85), which is sweet. (3) The quality of kue satu made from kara kratok flour viewed from the aspect of texture is in the good category (2.85), which is fragile. Keywords: Kara Kratok Flour, Kue Satu, Aroma, Taste, Texture
UJI KUALITAS UMUR SIMPAN MANISAN TAMARILLO ., NI MADE EVA YULIANA; ., Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd.; ., Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.21649

Abstract

Manisan tamarillo merupakan salah satu produk awetan yang diolah dengan penambahan gula sebagai pemberi rasa manis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kualitas umur simpan manisan tamarillo ditinjau dari rasa, tekstur, warna dan aroma. Objek dalam penelitian ini adalah uji kualitas umur simpan manisan tamarillo dinilai dari segi rasa, tekstur, warna dan aroma. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan instrument lembar uji kualitas umur simpan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Umur simpan tersebut dapat diketahui berdasarkan penurunan mutu kualitas manisan menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies) dengan penyimpanan dalam kondisi normal sehari-hari. Hasil penelitian selama penyimpanan 56 hari menunjukkan dari aspek rasa memperoleh persentase 77,77% berada pada kategori baik, aspek tekstur dengan persentase 33,33% berada pada kategori kurang, aspek warna dengan persentase 55,55% berada pada kategori cukup, dan aspek aroma dengan persentase 55,55% berada pada kategori cukup. Umur simpan manisan tamarillo selama 56 hari dengan perubahan mutu yang signifikan yaitu kerusakan tekstur yang keras, warna manisan coklat dan diselimuti warna putih yang dominan dan aroma khas buah tamarillo berkurang dan tidak harum. Kata Kunci : Manisan Tamarillo, Kualitas Manisan, Umur Simpan Candied tamarillo is a durable product that is processed with the addition of sugar as a sweet taste This study aimed at determining the quality of tamarillo candied shelf life in terms of taste, texture, color and flavor. The object of this research was the quality test of the tamarillo candied shelf life was assessed in terms of taste, texture, color and flavor. Method of data collection used in this study was observation method with a shelf life quality test instrument. The data analysis technique used was quantitative descriptive. Shelf life can be determined regarding to the reduced-quality of the sweets quality using the ESS (Extended Storage Studies) method with storage of daily normal conditions. The results of the research during 56 days storage showed that the aspect of taste obtained 77.77% and it was in the good category, the texture aspect with a percentage of 33.33% was in the lack category, the color aspect with a percentage of 55.55% was in the sufficient category, and the flavor aspect with a percentage of 55.55% was in the sufficient category. Shelf life of tamarillo candied for 56 days had significant changes in quality, namely hard texture damage, color turned brown and covered with a dominant white color and the distinctive flavor of tamarillo fruit was reduced and not fragrant.keyword : Tamarillo Candied, Candied Quality, Shelf Life
Kajian Makanan Khas Lombok pada Tradisi Begawe Merariq di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah ., Suprapto; ., Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd; ., Luh Masdarini, S.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis-jenis makanan, (2) proses pengolahan makanan, dan (3) teknik penyajian makanan khas Lombok yang diolah pada saat Begawe Merariq. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Sumber informan dalam penelitian ini adalah kepala desa, tetua desa, epen gawe, dan agan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jenis-jenis makanan khas Lombok yang diolah pada saat Begawe Merariq adalah mi atau nasi putih. Lauk-pauk berupa jangan atau daging. Sayuran berupa ares, nangke, cengeh. Jajanan berupa ore, renggi, peyeq, banget, cerorot, abuk, dan opak-opak, (2) proses pengolahan makanan khas Lombok pada saat Begawe Merariq menggunakan teknik direbus, dikukus, dan digoreng, (3) teknik penyajian makanan khas Lombok pada saat Begawe Merariq menggunakan piring, lomor, dan sador. Makanan pokok, lauk-pauk, dan sayuran disajikan dengan menggunakan piring, kemudian disusun dalam satu sador atau nampan. Teknik penyajian makanan sampingan berupa jajanan disusun dalam jembaq atau baskom yang dibawa oleh undangan yang datang betangko. Sementara teknik penyajian makanan sampingan berupa minuman teh dan kupi disajikan dalam lomor atau gelas kecil.Kata Kunci : kajian makanan, makanan khas Lombok, begawe merariq This study aimed to describe (1) the types of foods, (2) the food processing, and (3) techniques of food preparation Lombok typically processed at the time Begawe Merariq. This research is a qualitative descriptive study that took place in the village of Kuta, District Pujut, Central Lombok. Source informants in this study is the village head, village elders, Epen gawe, and agan. The method used to collect data is the method of observation and interviews. Sheets observation and interview guides used as a research instrument, while the descriptive data analysis is done qualitatively. The results of this study indicate that (1) the types of food Lombok typically processed at the time Begawe Merariq is noodles or white rice. Side dishes such as do or meat. Vegetables such as ares, nangke, cengeh. Snacks such as ore, renggi, peyeq, really, cerorot, Abuk, and opaque opaque, (2) processing of food Lombok when Begawe Merariq using techniques boiled, steamed and fried, (3) the techniques of food preparation Lombok at the time Begawe Merariq using plates, lomor, and Sador. Staple foods, side dishes, and vegetables served using a plate, then arranged in one Sador or trays. Presentation techniques such as side dishes or snacks prepared in jembaq basin carried by the invitation that came betangko. While the techniques of food preparation in the form of tea drinks and side kupi lomor or served in small glasses.keyword : study food, Lombok typical food, begawe merariq
BATIK BALI PADA INDUSTRI SARI AMERTA BATIK COLLECTION DI DESA BATUBULAN KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR Natalia, Dewa Ayu Widia Natalia; Budhyani, I Dewa Ayu Made; Angendari, Made Diah
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i2.22127

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan teknik pembuatan kain Batik Bali (2) mendeskripsikan proses pembuatan kain Batik Bali, (3) mendeskripsikan motif batik Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini antara lain lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) teknik membuat kain batik Bali antara lain teknik tulis yang dipadukan dengan teknik colet atau lukis, dan teknik cap yang dipadukan dengan teknik remekan. (2) proses pembuatan Batik Bali yaitu persiapan, pelaksanaan (berbeda setiap teknik), dan penyelesaian(3) motif Batik Bali di Sari Amerta Batik Collection Kabupaten Gianyar dibuat berdasarkan dari ungkapan ekspresi dan kreatifitas para pengrajin batiknya, dengan ciri khas Bali dari segi budaya, flora dan faunanya. Motif batik yang diciptakan antara lain, motif flora yaitu motif bunga kembang sepatu, motif fauna yaitu motif ikan dan naga, motif manusia yaitu motif penari Bali, dan motif benda mati yaitu motif Barong Bali, dan rumah adat.Kata Kunci: Batik Bali, Motif Batik, Teknik Membatik, Proses Membatik.
Identifikasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Rismayanti, Putu Rinda; Masdarini, Luh; Suriani, Ni Made
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.27397

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata dan partisipasi masyarakat Desa Sambangan dalam pengembangan objek wisata, baik objek wisata alam maupun buatan. Partisipasi tersebut meliputi partisipasi dalam hal perencanaan pengembangan objek wisata, partisipasi dalam hal pelaksanaan pengembangan objek wisata dan partisipasi dalam hal pengawasan pengembangan objek wisata.  Teknik pemilihan informan dengan menggunakan snowball sampling dengan mengelompokan masyarakat dalam 3 kategori menurut teori Pitirim A. Sorokin, yaitu upper class, middle class dan lower class. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) pedoman wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Desa Sambangan terdapat berbagai potensi wisata yang apabila dikembangkan dapat menjadi objek wisata andalan. Potensi alam berupa air terjun dan hutan desa, potensi wisata buatan berupa palowan hidroponik dan kolam renang serta partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan pengembangan objek wisata termasuk dalam kategori interaktif, dalam hal pelaksanaan pengembangan objek wisata termasuk dalam kategori manipulatif dan dalam hal pengawasan pengembangan objek wisata termasuk dalam partisipasi inisiatif. Kata kunci: Identifikasi, partisipasi masyarakat, objek wisata, Desa Sambangan. AbstractThis study aimed to describe the tourism potential and the participation of Sambangan Village community in the development of tourism objects, both natural and artificial tourism objects. The participation included the participation in planning the development of the tourism objects, participation in implementing the development of the tourism objects, and participation in controlling the development of the tourism objects. In selecting the informants, the technique used in this study was snowball sampling by grouping the people in 3 categories based on Pitrim A. Sorokin’s theory, such as upper class, middle class, and lower class. The methods used in collecting the data were (1) Observation, (2) Interviews, and (3) Documentation. Meanwhile, the instruments used were (1) Observation sheets, and (2) Interview Guidelines. The data analysis used descriptive qualitative techniques. The results of this study showed that in Sambangan Village, there are variety of tourism potentials, in which if those tourism objects were developed, they could be mainstay tourist attractions. The potential of the natural tourism objects, such as waterfalls and village forests, meanwhile the artificial tourism objects, such as hydroponic palaces and swimming pools as well as the community participation in planning the development of the tourism objects was categorized in interactive category, in terms of implementing tourism development was categorized in manipulative category and in terms of controlling the development of the tourism objects was categorized in initiative category.Keywords: identification, community participation, tourism objects, Sambangan Village
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VISUAL AUDIO DAN KINESTETIK (VAK) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII AP 2 DI SMKN 1 SERIRIT DALAM PEMBELAJARAN MENYIAPKAN KAMAR UNTUK TAMU ., Luh Ari Muliani; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Dra. Damiati, M.Kes
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11729

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Visual Audio Dan Kinestetik (VAK) dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Menyiapkan Kamar Tamu. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Visual Audio dan Kinestetik (VAK), sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XII AP 2 SMKN 1 Seririt yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa test untuk hasil belajar ranah kognitif dan observasi untuk mengumpulkan data hasil belajar ranah psikomotor, hasil belajar ranah afektif dan aktivitas siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) pada siklus 1 ketuntasan klasikal hasil belajar siswa untuk ketiga ranah adalah sebesar 37%. Pada siklus 2 ketuntasan klasikal hasil belajar siswa untuk ketiga ranah sebesar 80%. Terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 43% dari siklus 1 ke siklus 2. 2) pada siklus 1 rata-rata aktivitas siswa sebesar 74,51 dan terkategorikan cukup aktif. Pada Siklus 2 rata-rata aktivitas siswa sebesar 81,82 dan terkategorikan aktif. Terjadi peningkatan rata-rata aktivitas belajar sebesar 7,31 dari siklus 1 ke siklus 2.Kata Kunci : Model Pembelajaran Visual Audio dan Kinestetik (VAK), Aktivitas Belajar, Hasil Belajar The current research was a classroom action research. The aim of this research was set to 1) improve students’ learning activities 2) improve students’ learning achievements in Menyiapkan Kamar Tamu learning process by Visual Audio and Kinesthetic (VAK) Learning Model implementation. The independent variable of this research was Visual Audio and Kinesthetic (VAK) learning model. While the dependent variables of this research were students’ learning activities and students’ learning achievements. The participants of this research were XII AP 2 class in SMKN 1 Seririt that consisted of 35 students. This research used test and observation technique. Pre test and post test questions’ list (cognitive domain), students’ performance sheets (psychomotor domain) and attitudinal observation sheets (affective domain) instruments were used to measure students’ learning achievements. Activities control sheets instrument was used to measure students’ learning activities. The results of this current research were 1) pre test in 1st cycle gained 54% students mastery learning achievement. After the post test in 1st cycle students mastery learning achievement became 37%. The 2nd cycle gained 80% students mastery learning. Students achievements’ enhancement was obtained 43% from 1st cycle to 2nd cycle. 2) 1st cycle discovered 74,51 students activities’ averages in quite active criteria. 2nd cycle gained 81,82 students activities’ averages in active criteria. Improvement was obtained 7,31 from 1st cycle to 2nd cyclekeyword : Visual Audio and Kinesthetic (VAK) Learning odel, Learning activities, Learning achievements
Inovasi Pengolahan Gluten Pada Hidangan Nugget ., Kadek Dewi Utama Sari; ., Ni Desak Made Sri Adnyawati, S.Pd,M.Pd; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.4321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses pembuatan Nugget Gluten (2) kualitas Nugget Gluten dari aspek rasa, warna, tekstur dan aroma. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dan metode observasi. Nugget Gluten dari aspek rasa, warna tekstur, dan aroma diuji oleh 25 orang panelis terlatih. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (Baik, Cukup dan Kurang). Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembuatan Nugget Gluten yang terdiri dari : Gluten 200 gram, lada putih 5 gram, garam 5 gram, bawang bombay 50 gram, roti tawar 5 lembar, air 50 ml, kentang 50 gram, wortel 50 gram, telur 2 butir dan tepung roti 250 gram. Adapun cara pembuatan Nugget Gluten: proses pembuatan Gluten, Gluten digiling dan ditambahkan dengan lada putih dan garam, ditambahkan bawang bombai yang sudah dicincang dan ditumis, roti tawar dihancurkan dengan air, sayuran wortel dipotong dadu, campur bahan menjadi satu ditambahkan telur, dibentuk pada cetakan, kemudian dikukus selama 20 menit, setelah matang kemudian didinginkan, pada saat adonan dingin ditambahkan pelapis basah yang menggunakan telur, kemudian ditambahkan pelapis kering yang menggunakan tepung roti, kemudian Nugget Gluten digoreng. (2) Uji kualitas Nugget Gluten dari aspek rasa, warna, tekstur, dan aroma mendapatkan perolehan persentase rasa sebesar 2,76 pada kategori baik, warna sebesar 2,80 pada kategori baik, tekstur sebesar 2,64 pada kategori baik dan aroma sebesar 2,48 pada kategori baik . Kata Kunci : Kata kunci: Gluten,Kualitas,Nugget. This is a an experiment research which was aimed at investigating, (1) Nugget Gluten making process, (2) Gluten nugget quality which was seen from taste, colours, texture and aroma aspects. Data Was obtained from experiment method and observation method. Gluten Nugget quality was tested from 25 qualified panelists. The instruments was used hedonic quality test sheet which are contained 3 levels ( good, enough, and not good) then analysed through descriptive quantitative analysis.The result showed that (1) Nugget Gluten making process the way of making Gluten Nugget as follows: the Gluten should be milled first and put some with pepper, salt, chopped and sautéed onions, crushed with breads, carrots and diced potatoes. Afterward, mix all ingredients together and add an egg then shape it on the mold. Subsequently, steam the mold for at least 20 minutes. After finished, dough should be refrigerayed. Later, adds a weet layer using egg and a dry layer using bread flour when it is already cold. Then, Gluten Nugget should be fried until cooked. (2) Gluten Nugget which are consisted of Gluten (200 gr), white peppers (5 gr), and salt (5 gr), onion (50 gr), 5 pieces of white bread, water (50 ml), 50 gr 0f potatoes and carrots, two eggs, and bread flour ( 250 gr).Furthermore Gluten Nugget was obtained percentage 2.76 (good) in taste, 2.80 (good) in colours, 2.64 (good) in texture, and 2.48 (good) in aroma.keyword : Keywords : Gluten, Quality, Nugget
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS KAIN TENUN SRI MENANTI DI DESA KEMBANG KERANG DAYA KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR ., Sohriah; ., Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12568

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti; (2) komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan ragam hias kain tenun Sri Menanti yaitu; (a) Ragam hias lumbung (rumah adat); (b) Ragam hias belah ketupat; (c) Ragam hias kembang nyiur (bunga kelapa); (d) Ragam hias kembang kerang (Bunga Kelapa) (e) Ragam hias burung; (f) Ragam hias gunung rinjani (2) Komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur meliputi: (a) prinsip komposisi ragam hias kain tenun Sri Menanti berupa repetisi, harmoni, unity dan balance. Kata Kunci : Kata Kunci: Kain tenun, Ragam Hias, Sri Menanti Abstract This research aims to describe: (1) the development of decorative woven fabric of Sri Menanti; (2) the composition of decorative woven fabric of Sri Menanti. This research is descriptive research with object of development research of decorative woven fabric of Sri Menanti in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. Methods of data collection is done by using the method of observation and interviews. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is done by using descriptive analysis. The results showed that, (1) The development of decorative woven fabric Sri Menanti namely; (a) lumbung decoration (traditional houses); (b) belah ketupat decoration; (c) kembang nyiur decorative (coconut flowers); (d) kembang Decorative (Coconut Flower) (e) burung Decorative; (f) gunung rinjani decorative (2) The composition of Sri Menanti's woven decoration in Kembang Kerang Daya Village, Aikmel sub-district, East Lombok regency includes: (a) Principles of Sri Menanti's woven ornament composition in the form of repetition, harmony, unity and balance in the Kembang Kerang Daya Village Aikmel Sub-district, East Lombok Regency. keyword : Keywords: Woven fabric, Decorative Variety, Sri Menanti.
REINVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL KHAS KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI KULINER BALI ., Putu Purnami Dewi; ., Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui jenis hidangan pokok tradisional khas Kecamatan Sukasada, (2) mengetahui jenis lauk-pauk tradisional khas Kecamatan Sukasada, (3) mengetahui jenis sayuran tradisional khas Kecamatan Sukasada, (4) mengetahui jenis minuman tradisional khas Kecamatan Sukasada, (5) mengetahui jenis jajanan tradisional khas Kecamatan Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang mengambil lokasi di Desa Pegayaman, Desa Wanagiri, Desa Pancesari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Teknik penentuan sample menggunakan purposive sample yaitu tokoh masyarakat Sukasada, ibu rumah tangga sekitaran Kecamatan Sukasada dan pedagang sekitaran Kecamatan Sukasada. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode (1) observasi, dan (2) wawancara. Lembar observasi dan panduan wawancara digunakan sebagai instrumen penelitian, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, jenis-jenis hidangan tradisional Bali Kecamatan Sukasada diolah dari (1) makanan pokok, antara lain nasi tulen, nasi moran sele, nasi moran keladi, nasi moran bungkil biu, bubuh baas, (2) lauk pauk, antara lain dendeng be mujair, pesan be mujair, pesan be kuning, urutan be celeng,lawar dolong barak, lawar dolon putoh, lawar nangka, lawar paku (3) sayuran, antara lain plecing kangkung, plecing paku, jukut ares, komoh dolong (4) jajanan, antara lain jaja bantal biu, jaja buah tulud, (5) minuman, antara lain kopi, es daluman, teh hangat. Kata Kunci : Reinventarisasi, Makanan Tradisional, Sukasada This result observation is purpose for : (1) Knowing kind of main special foods from Sukasada District, (2) Knowing kind of main special traditional meats from Sukasada District, (3) Knowing kind of main special traditional vegetables from Sukasada District, (4) Knowing kind of main special traditional beverages from Sukasada District, (5) Knowing kind of main special traditional cakes from Sukasada District. This observation is survey observation which is took places at Pegayaman village, Wanagiri village, Pancasari village Sukasada District, Buleleng Regency. Sample of this observation technique using purposive sample which mean that the information was get from the figure man of Sukasada District, housewives around Sukasada district and seller around district. Gathering technique data using, (1) Observation method, (2) Interview method. This paper of observation and guiding interview use as instrumental observation and data analysis do by deskriptif kualitatif. This observation result show that kinds of Balinese traditional Special Foods Made from (1) basic foods such as, nasi tulen, nasi moran sele, nasi moran keladi, nasi moran bungkil biu, bubuh baas (Rice porridge), (2) meats such as, dendeng be mujair, pesan be mujair, pesan be kuning, urutan be celeng,lawar dolong barak, lawar dolon putoh, lawar nangka, lawar paku (3) vegetables such as, plecing kangkung, plecing paku, jukut ares, komoh dolong (4) cakes such as, jaja bantal biu, jaja buah tulud, (5) beverages such as, kopi, es daluman, teh hangat. keyword : Reinventarisation , Food Traditional, Sukasada
PENGOLAHAN PIESUSUBERBAHAN DASAR TEPUNG GAYAM(INOCARPUS FAGIFERUS) ., Juliandanu H.a; ., Dra. Damiati, M.Kes; ., Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par.
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.14641

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas pie tepung buah gayam dengan menggunakan substitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek warna, rasa, dan tekstur. Metode pengumpulan data yang menggunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dengan menggunakan instrumen berupa uji lembar organoleptik dengan 3 tingkat yaitu baik, cukup, dan buruk. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 23 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas pietepung buah gayam dengan menggunakan subtitusi 40% tepung terigu dengan 60% tepung buah gayam dilihat dari aspek (1) warna dengan skor rata-rata 2,8 berada pada kategori baik sesuai dengan tolak ukur warna coklat muda, (2) aspek rasa dengan skor rata-rata 2,88 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki rasa gurih dan khas tepung buah gayam, (3) aspek tekstur dengan skor rata-rata 2,68 berada pada kategori baik dengan tolak ukur memiliki tekstur renyah.Kata Kunci : Kualitas , Pie, Tepung Buah Gayam. This experimental research is aimed to find out (1) the quality of pepper fruits by using 40% substitution of wheat flour with 60% of gayam fruit flour seen from the aspect of color, taste, and texture. Data collection method that use in this research that is observation method by using instrument in the form of organoleptik sheet test with 3 level that is good, enough and bad. Panelists in this study are trained panelists consisting of 23 panelists. Data analysis technique used quantitative descriptive technique. The results of this study showed the quality of pie tepung gayam fruit by using substitution 40% wheat flour with 60% fruit flour gayam seen from aspect (1) color with average score 2.8 is in good category according to yellow color gauge, (2 ) flavor aspect with an average score of 2.88 is in good category with a benchmark having a savory taste and typical of gayam fruit flour, (3) texture aspect with an average score of 2.68 is in good category with the benchmark has a crunchy texture. keyword : Quality, Pie, Gayam Fruit Flour