cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
PEMANFAATAN TEPUNG BIJI NANGKA MENJADI KUE PIA KERING Nyoman Restu .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4853

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan (1) mengetahui kualitas kue pia kering tepung biji nangka teknik subsitusi, dengan formulasi bahan tepung biji nangka sebesar 75% dan 50% dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar uji mutu hedonik dengan 5 tingkatan (sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik) yang diujikan kepada 25 panelis terlatih. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1).Kualitas kue pia kering tepung biji nangka A (50% : 50%) dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori sangat baik (3,56) sesuai dengan tolak ukur yaitu manis, gurih dan terasa khas nangka, warna berada dalam kategori baik (2,88) yaitu sesuai dengan tolak ukur putih kecoklatan, dan tekstur berada dalam kategori baik (2,96) yaitu rapuh,(crispy, kurang berlapis, dan bagian dalam lembut, sedangkan kue pia kering tepung biji nangka B ( 75% : 25% ) dilihat dari aspek rasa berada dalam kategori baik (2,96) sesuai tolak ukur yaitu gurih, kurang manis, terasa khas nangka, warna berada dalam kategori baik (2,48) sesuai dengan tolak ukur yaitu putih kecoklatan dan tekstur berada dalam kategori baik (2,72) sesuai dengan tolak ukur yaitu rapuh,(crispy, kurang berlapis, dan bagian dalam bagian dalam lembut. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tepung biji nangka ini dapat dijadikan penganekaragaman makanan yaitu kue pia kering tepung biji nangka. Kata Kunci : tepung biji nangka, kualitas, kue pia kering The aim of this type of experimental research ( 1 ) determine the quality of the pia cake dried jackfruit seed flour substitution technique , the material formulation jackfruit seed flour by 75 % and 50 % in terms of aspects of flavor , color and texture . Data collection methods used in this research is the method of observation . The instruments used in this research that hedonic quality test sheet with five levels excellent , good, fair , poor , and not both were tested to 25 trained panelists . Subsequently analyzed using quantitative descriptive technique . The results showed 1 ) .The quality of the pia pastry flour dried jackfruit seeds A (50%: 50 % ) viewed from the aspect of taste is in the excellent category ( 3.56 ) according to the yardstick of sweet, savory and distinctive feel jackfruit , colors are in either category 2.88) is in accordance with brownish white yardstick , and textures are in either category ( 2.96 ) that is brittle , crispy , less layered , and the inside soft , while the pia pastry flour dried jackfruit seeds B ( 75 % : 25 % ) viewed from the aspect of a sense of being in either category ( 2.96 ) corresponding measures, savory , not sweet enough , was typical of jackfruit , the colors are in either category (2.48 ) in accordance with the measures, brown and white textures are in either category (2.72 ) in accordance with a benchmark that is brittle , ( crispy , less layered , and the inner soft part in . Based on these results it can be concluded that this jackfruit seed flour can be used as a diversification of food that is dry pia pastry flour jackfruit seeds . keyword : jackfruit seed flour , quality , moon cake
TINJAUAN TENTANG TENUN TRADISIONAL DUSUN SADE DESA RAMBITAN KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Trisna Nurmeisarah .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pembuatan kain tenun di Dusun Sade. 2) mengetahui ragam hias serta makna masing-masing ragam hias tenun Dusun Sade. 3) mengetahui perkembangan ragam hias tenun Dusun Sade.Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Sade Desa Rambitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Subjek penelitian adalah pengerajin tenun Dusun Sade sebanyak 6 orang dan informan kunci 1 orang yaitu Kepala Dusun Sade. Objek penelitian adalah proses pembuatan, ragam hias tenun beserta maknanya dan perkembangan tenun. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pembuatan tenun adalah: a) Proses Pemintalan Benang, b) Pewarnaan Pada Benang, c) Penenunan. 2) Ragam Hias tenun Dusun Sade antara lain a) Ragam Hias Selolot, b) Ragam Hias Kelungkung, c) Ragam Hias Tapok Kemalo, d) Ragam Hias Batang Empat, e) Ragam Hias Ragi Genep, f) Ragam Hias Kembang Komak, g) Ragam Hias Berang, h) Ragam Hias bebesak, i) Ragam Hias Tuntang Balik, j) Ragam Hias Sabuk Antang, k) Ragam Hias Umbak. 3) Perkembangan ragam hias tenun Dusun Sade antara lain dalam segi perkembangan motif, perkembangan warna, serta proses pembuatan kain tenun.Kata Kunci : Ragam Hias, Perkembangan, Tenun Sade This research has: 1) To know, how to make the woven product at Sade village. 2) to know, various kind adorned and also each meaning from woven cloths at Sade village. 3) to kow the progress the woven products cloths at Sade village.This research has done at Sade, Rambitan Village Pujut resort at Central Lombok. The subject this reseach were 6 people of sade village be weavers and one of them be key informan. the object this reseach were how to made many kinds of woven product and also meaning and it progress. Collecting data by interview ,observation, and document reports. The analsis metode by deskriptif. The result of this research show as follow : 1) The woven cloths proses as : a) spinning of yarn process. b) coloration of yarn. c) woving. 2) Many kinds of woven cloths at sade village namely : a) selolot woven cloths. b) kelungkung woven cloths. c) Tapok kemalo woven cloths. d) batang empat woven cloths.e) ragi genep woven cloths. f) kembang komak woven cloths g) berang woven cloths. h) bebesak woven cloths. i) tuntang balik woven cloths. j) sabuk antang woven cloths. k) umbak woven cloths. 3) the progress of this woven product at sade village that we can see on motif , color and also how to make the woven products.keyword : many kind of various adorned, the progress, the woven products at Sade
INOVASI ABON IKAN MUJAIR I Wayan Aris Styadi Putra .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) kualitas tekstur, (2) kualitas aroma dan (3) kualitas rasa abon ikan mujair. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode pengumpulan data yaitu metode observasi. Metode observasi digunakan untuk menjaring data dari panelis terhadap kualitas abon ikan mujair dilihat dari segi tekstur, aroma dan rasa dengan menggunakan lembar uji kualitas. Uji kualitas abon ikan mujair ini melibatkan 24 orang panelis. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi yang diberikan kepada panelis untuk menilai produk abon berdasarkan kreteria yang telah di tentukan, yaitu aspek tekstur, aroma dan rasa setiap aspek memiliki rentangan skor : 1, 2, dan 3 ( kurang, cukup, dan baik) Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas tekstur dari abon ikan mujair memperoleh rata-rata skor 3.00 dengan kriteria baik, sesuai tolok ukur yaitu garing dan kasar. (2) Kualitas aroma abon ikan mujair memperoleh rata-rata skor 2.95 dengan kriteria baik, sesuai tolok ukur yaitu beraroma khas ikan mujair. (3) kualitas rasa abon ikan mujair memperoleh rata-rata skor 3.00 dengan kriteria baik, sesuai tolok ukur yaitu memiliki rasa yang gurih dan khas ikan mujair Kata Kunci : Abon, Aroma, Ikan Mujair, Rasa, Tekstur This research aimed to find out the : (1) tecture quality, (2) scent quality , and (3) taste quality of Tilapia Fish Abon. This kind of reasearch was ekperimental research using data collection which called observation method. Observation method used to encompass data from panelist towards Tilapia Fish Abon quality observed from the texture, scent, and taste by using quality test seets. The quality test of Tilapia Fish Abon involve 24 panelist. The instrument of this research was in form of observation seets which was given to the panelist to value Abon product based on determined criteria such as texture aspect, scent, and taste. Each aspect had score range 1, 2 and 3 ( less, fair, dan good) The research result showed that (1) texture of Tilapia Fish Abon reached average score 3.00 with good criteria, in accordance with the benchmarks that is chrisp and rough. (2) Scent quality of Tilapia Fish Abon reached average score 2.95 with good criteria, in acordance to the benchmark that is typical scent of Tilapia fish. (3) taste of Tilapia Fish Abon reached average score 3.00 with goog criteria, in accordance with th benchmarks that is had chrisp and typical taste of Tilapia fish. keyword : Abon, Scent, Tilapia fish, taste, Texture
TEPUNG SINGKONG SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KUE PIA DALAM UPAYA PEMANFAATAN BAHAN LOKAL Putu Desinatalia .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Ni Made Suriani, S.Pd, M.Par. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kue pia menggunakan bahan lokal yaitu tepung singkong dengan formulasi 100% tepung singkong ditinjau dari segi warna segi rasa, dan segi tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang berjumlah 25 orang terdiri dari guru Tata Boga SMK Negeri 2 Singaraja, guru Tata Boga SMK Negeri 1 Seririt, dan Dosen PKK prodi Tata Boga serta laboran Prodi Tata Boga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas kue pia tepung singkong ditinjau dari segi warna berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,88 sesuai tolok ukur yaitu kuning kecoklatan. Kualitas kue pia tepung singkong ditinjau dari segi rasa berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,72 sesuai tolok ukur yaitu manis dan gurih. Kualitas kue pia tepung singkong dari segi tekstur berada dalam kategori baik dengan memperoleh rata-rata 2,60 sesuai tolok ukur yaitu kering, renyah, dan berlapis. Kata Kunci : tepung singkong, kualitas, kue pia This research aimed at ascertaining the quality of pia by using local ingridients like cassava flour with 100% formulation of cassava flour that were seen from its color, taste and texture. The method of data collection of this research was observation method. The data were analyzed using quantitative descriptive. The panelists of this research were the trained panelists coming from teachers of SMK N 2 Singaraja, teachers of SMK N 1 Seririt, PKK lecturers and laboratory assistant of Tata Boga of family prosperity education department. The total number of the involved people was 25 people in total. The result of this research showed that the quality of cassava flour pia seen from its color was in the neat category with the gaining average of 2,88 in accordance to its standard was slightly brown. The quality of cassava flour pia seen from its taste was in the neat category with the gaining average of 2,72 in accordance to its standard was sweet and crisp.the quality of cassava flour pia seen from its texture was in the neat category with the gaining average of 2,60 in accordance to its standard was crunchy, crispy, and plated. keyword : cassava flour, quality,pia
SUBSTITUSI TEPUNG TALAS PADA PRODUK BOLU KARAMEL Made Yogi Perdana Putra .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4989

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas bolu karamel yang menggunakan substitusi 75% tepung talas (bolu karamel A) dilihat dari aspek rasa, aroma, dan tekstur; (2) kualitas bolu karamel yang menggunakan substitusi 50% tepung talas (bolu karamel B) dilihat dari aspek rasa, aroma, dan tekstur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen pengumpulan data adalah lembar uji mutu hedonik dengan 3 tingkatan (baik, cukup, dan kurang) yang diujikan kepada 23 panelis. Selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas bolu karamel substitusi 75% tepung talas (bolu karamel A) dari aspek rasa, rata-rata skor sebesar 2,65 pada kategori baik, aspek aroma, rata-rata skor sebesar 2,91 pada kategori baik, dan aspek tekstur, rata-rata skor sebesar 2,65 pada kategori baik. (2) kualitas bolu karamel substitusi 50% tepung talas (bolu karamel B) dari aspek rasa, rata-rata skor sebesar 2,61 pada kategori baik, aspek aroma, rata-rata skor sebesar 2,91 pada kategori baik, dan aspek tekstur, rata-rata skor sebesar 2,87 pada kategori baik. Kata Kunci : bolu karamel, kualitas, tepung talas This research was aimed to determine (1) the quality of caramel cake that uses 75% substitution of taro flour (caramel cake A) which can be detected from flavor, aroma, and texture. (2) The quality of caramel cake that uses 50% substitution of taro flour (cake caramel B) that can be detected from the aspects of flavor, aroma, and texture. Methods of datas collection used in this research was observation. The instruments used in this research was with 3 levels of hedonic quality test sheet (good, sufficient, and less) which tested on 23 panelists and analyzed by using descriptive quantitative technique. The results of this study were (1) the quality of caramel cake that 75% substitusion of taro flour (caramel cake A) from the aspect of sense, its average score in good category was 2.65. The average score of aroma in good category was 2.91. The average score of texture was 2.65. (2) The quality of caramel cake that 50% substitusion of taro flour (caramel cake B) from the aspect of sense, its average score was 2.61. The average score of aroma was 2.91 and the average score of texture was 2.87. keyword : caramel cake, quality, taro flour
PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU MENJADI KUE KERING KAASSTENGELS Kadek Dian Utami Dewi .; Cokorda Istri Raka Marsiti,S.Pd., M.Pd .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: 1) Formulasi kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu. 2) Kualitas kue kering kaasstengels dari tepung ampas tahu dengan 75% tepung ampas tahu dan 25% tepung terigu dilihat dari aspek rasa, warna dan tekstur. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Panelis dalam penelitian ini merupakan panelis terlatih yang terdiri dari 9 guru SMK Negeri 2 Singaraja, 8 guru SMK Negeri 1 Seririt dan 8 dosen Tata Boga. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pengolahan tepung ampas tahu menjadi kue kering kaasstengels terdiri dari 9 tahap pengolahan yaitu 1) tahap persiapan bahan dan alat, 2) proses pengocokan margarin dan kuning telur dilanjutkan dengan masukkan keju edam, 3) proses pencampuran tepung ampas tahu, tepung terigu, baking powder, dan maizena, 4) proses pengadukan adonan, 5) proses pengerolan adonan, 6) proses pencetakan adonan, 7) pemberian garnish di atas adonan kue kaasstengels yang sudah dibentuk, 8) proses pengovenan kue kering kaasstengels, 9) proses pengemasan. (2) Kualitas kue kering kaastengels dari aspek rasa diperoleh persentase 85,33% dengan kategori baik, dari aspek warna diperoleh persentase 100% dengan kategori baik, dari aspek tekstur diperoleh persentase 96% dengan kategori baik. Kata Kunci : pengolahan,kualitas, kue kering kaasstengels, tepung ampas tahu This research is aims to examine: 1) The formulation of castengels from tofu flour. 2) The quality of the flour pastries castengels tofu with tofu 75% flour and 25% wheat flour from the aspects of flavor, color and texture. Data collection methods used in this research is the method of observation. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. Panelists in this study are trained panelists consisting of nine teachers of SMK Negeri 2 Singaraja, eight teachers of SMK Negeri 1 Seririt and eight lecturers Catering. Results showed (1) The processing of pulp flour into dry cake castengels consists of 9 processing stages: 1) stage of the preparation of materials and equipment, 2) the process of shaking margarine and egg yolks followed by add edam cheese, 3) mixing process pulp flour, wheat flour, baking powder, and cornstarch, 4) dough mixing process, 5) the process of rolling the dough, 6) dough molding process, 7) giving garnish above castengels cookie dough that has been formed, 8) the oven pastries castengel, 9) packaging process. (2) Quality of pastries castengel acquired taste percentage of aspects of 85.33% with a good category, from the aspect of color obtained with a percentage of 100% good category, from the aspect of textures obtained with a percentage of 96% good category. keyword : processing, quality, pastries castengel, flour tofu
PERKEMBANGAN RAGAM HIAS TENUN SONGKET DI DESA SUKARARA KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Suharni .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui jenis ragam hias kain tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (2) mengetahui perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Objek penelitian adalah jenis ragam hias dan Perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis dekskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jenis ragam hias tenun songgket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah adalah: (a) jenis ragam hias prembon (campuran) meliputi: ragam hias subanala, ragam hias lumbung, ragam hias merak, ragam hias tokek, cemare (pohon cemara) dan ragam hias nanas, (b) jenis ragam hias geometris meliputi: ragam hias serat pangingang dan ragam hias bulan begantung, (c) jenis ragam hias manusia meliputi: ragam hias wayang dan ragam hias barong. (2) Perkembangan ragam hias tenun songket di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah mengalami perkembangan antara lain: (1) Ragam hias prembon (campuran) yang mengalami perkembangan meliputi: (a) ragam hias subanala, (b) ragam hias lumbung, (c) ragam hias cemare. (2) Ragam hias geometris yang mengalami perkembangan meliputi: (a) ragam hias serat panginang, (3) Ragam hias manusia yang mengalami perkembangan meliputi: (a) wayang. Ragam hias tersebut mengalami perkembangan dari segi bentuk, motif, benang dan warna. Kata Kunci : Ragam Hias, Perkembangan Ragam Hias This study aims to: (1) determine the type of decoration songket in the Village District of Jonggat Sukarara Central Lombok (2) determine the development of decorative weaving songket Jonggat Sukarara Village District of Central Lombok. This research was conducted in the village Sukarara Jonggat District of Central Lombok. The object of research is a kind of decoration and ornament songket Developments in Sukarara Village. Data collection techniques using the method of observation, interviews, and recording documents. The research instrument was a sheet of observation, interviews, and recording documents. Methods of data analysis using dekskriptif analysis. The results showed that, (1) the type of decorative weaving village songgket Sukarara Jonggat District of Central Lombok is: (a) the type of decorative prembon (mixture) includes: subanala decoration, decorative barn, peacock decoration, decorative gecko , cemare (spruce) and decorative pineapple, (b) the type of decorative geometric include: decorative fiber and decorative pangingang begantung month, (c) the type of decoration humans include: decorative puppets and decorative barong. (2) The development of decorative weaving songket Jonggat Sukarara Village District of Central Lombok has developed among others: (1) ornament prembon (mixture) which had been developed include: (a) decorative subanala, (b) a decorative barn, ( c) decorative cemare. (2) The geometric ornamentation that has developed include: (a) decorative fiber panginang, (3) ornament man who has developed include: (a) puppet. The ornament is experiencing growth in terms of shapes, patterns, yarns and colors. keyword : Decorations, Decorations Delevopment
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KARYAWAN DI INDUSTRI MUKHLIS BORDIR DESA PADANG SUMBU KAJA KOTA DENPASAR BALI Fitria .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di Industri Mukhlis Bordir; 2) kendala dalam penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di Industri Mukhlis Bordir. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Mukhlis Bordir Desa Padang Sumbu Kaja Kota Denpasar Bali. Subyek penelitian adalah pegawai atau karyawan sebanyak 43 orang, 1 orang manajer produksi, dan 2 orang supervisor produksi Industri Mukhlis Bordir, sedangkan obyek penelitian adalah penerapan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja karyawan,kendala yang ditemukan dalam proses penerapan SMK3 di Industri Mukhlis Bordir Desa Padang Sumbu Kaja Kota Denpasar Bali. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen.Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Prosedur penerapan sistem manajemen keselamatan kesehatan kerja karyawan diawali dari pembentukan komitmen dan kebijakan, pengorganisasian, penerapan, dan evaluasi. Sedangkan cara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu: a) Penggunaan masker. b) Penggunaan alat pelindung kaki. c) Pemakaian pakaian yang baik dan benar. d) Ventilasi ruangan. e) Kebersihan dan kenyamanan ruang bordir. f) Penempatan kabel-kabel mesin bordir. g)) Pemeriksaankesehatan. h) Pemilihan alat pelindung diri. i) Penyelenggaraan gizi sehat pada makanan karyawan. j) Penyediaan kotak P3K. k) Pencahayaan ruangan. l) Jam kerja karyawan. m) Beban kerja karyawan. 2) kendala yang terjadi pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja karyawan adalah kurangnya alat-alat penunjang keselamatan dan kesehatan kerja. Serta komitmen dalam menjalankan program SMK3 yang belum maksimal. Kata Kunci : Manajemen, Keselamatan dan Kesehatan Kerja This study was aimed to investigate 1), implementation of occupational of safety and health management systems for the employee of Mukhlis Industrial Embroidery. 2),obstacle in implementation of occupational of safety and health management system in Mukhlis Industrial embroidery. The research was conducted in the village of Padang, Industrial Embroidery of Mukhlis Kaja axis in Denpasar Bali . Subjects were employees or employees of as many as 43 people , 1 production manager , and 2 production supervisors of Mukhlis Industrial Embroidery , while the object of research was is the application of occupational safety in healt management system of employees , problems that were found in the application process in Mukhlis Industrial Embroidery SMK3 in Padang village axis Kaja of Denpasar Bali . Techniques of collecting data were using interviews , observation , and recording dokumen.Metode data analysis was using descriptive analysis . The results showed that 1) Procedures implementation of occupational safety health management system starting from the formation of employee commitment and policy , organization , implementation , and evaluation . While the way the application of safety and health , namely : a) the use of masks . b) The use of gaiters . c) Use of clothing that is good and right . d) Ventilation space . e) Cleanliness and comfort embroidery space . f) Placement cables embroidery machine . g) health examination . h) The selection of personal protective equipment . i) Implementation of healthy nutrition in food employees . j) Provision of P3K box . k) The lighting of the room. l) Hours of work of employees . m) The workload of employees . 2) the obstacle that occured in the application of safety , occupational health of employees were the lack of tools supporting the safety and occupational health . And a commitment to run a program that was not maximized SMK3 keyword : Management, occupational safety and health system
PEMANFAATAN KULIT SEMANGKA BAGIAN PUTIH MENJADI SELAI Kadek Sutaryasih .; Ni Wayan Sukerti, S.Pd, M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.4993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) proses pengolahan selai kulit semangka bagian putih (2) kualitas selai kulit semangka bagian putih dilihat dari aspek warna, tekstur dan rasa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu suatu metode untuk mengadakan kegiatan percobaan guna mendapatkan suatu hasil. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi dengan menggunakan uji organoleptik yang diujikan kepada 25 panelis terlatih dinilai dari aspek warna, tekstur, dan rasa. Kemudian data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengolahan selai kulit semangka bagian putih meliputi tahap persiapan bahan dan alat, tahap pemasakan (2) kualitas selai kulit semangka bagian putih dilihat dari aspek warna memperoleh skor rata-rata 2,88 dengan kategori baik memiliki warna kuning keemasan, dari aspek tekstur memperoleh skor rata-rata 3,00 dengan kategori baik memiliki tekstur lembut dan berserat. Dari aspek rasa memperoleh skor rata-rata 2,92 dengan kategori baik memiliki rasa manis keasaman. Kata Kunci : Kualitas, Kulit Semangka Bagian Putih, Selai. This research was aimed at investigating (1) process of making jam from white part of watermelon rind, (2) quality of white part of watermelon rind jam which are viewed from colour, texture and taste aspect. The research is the experiment research that a method to do training activity for getting a result. The data was gathered througt observation method and examined with organoleptic test to 25 qualified tester panelists in wich judged from colour, texture, and taste aspect. The data was analysed througt descriptive quantitative analysis. The result showed that, the jam requires (1) The prosses of a cultivation of a whhite part of watermelon skin, including preparation of ingrediant and tools step and cooked step (2) The quality of the jam was obtained score 2,88 (good) in the colour aspect which had a golden yellow colour, score 3,00 (good) in the texture aspect which had soft and fibrous texture, and score 2,92 ( good) in the taste aspect which had sweet acidity taste. keyword : Quality, White part of watermelon rind, Jam.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGOLAHAN MAKANAN DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Ni Kadek Sudiarti .; Dra. Damiati, M.Kes .; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani, S.Pd., M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v3i1.5961

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui, (1) penyediaan fasilitas K3 pada bengkel produksi pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja, (2) sikap siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja, dan (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah bengkel produksi pengolahan makanan, guru produktif pengolahan makanan, dan siswa kelas X dan XI di SMK Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi, angket, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) penyediaan fasilitas K3 pada bengkel produksi pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja berada pada kategori baik dengan skor 38,3, dimana mana pada bengkel I mencapai kesesuaian sebesar 66,67%, pada bengkel II sebesar 73,33%, serta pada bengkel III sebesar 73,33%, (2) sikap siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan di SMK Negeri 2 Singaraja berada pada kategori sangat baik dengan skor 69,2 atau sebesar 62,88%, meskipun dalam beberapa hal belum dilakukan secara maksimal terutama ketika praktik, dan (3) terdapat kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan K3 pada pembelajaran praktik pengolahan makanan yaitu sulitnya mengontrol siswa dalam jumlah banyak, jumlah peralatan yang kurang memadai, serta masih terdapat siswa yang tidak mematuhi aturan dan tata tertib praktikum. Kata Kunci : fasilitas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pembelajaran praktik pengolahan makanan, sikap This research is descriptive quantitative research to determine, (1) the provision of K3 facilities in food processing production workshop at SMK Negeri 2 Singaraja, (2) the students’ attitude in applying K3 in the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja, and (3) the obstacle which faced in applying K3 on the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja. The sample in this study is a group of food processing production workshop, food processing productive teachers, and students of class X and XI in SMK Negeri 2 Singaraja. The data collection methods used in the research are the method of observation, questionnaires, and interviews, which are then analyzed descriptively. The results showed that, (1) the provision of K3 facilities in food processing production workshop group at SMK Negeri 2 Singaraja were in good category with a score was 38,3 which is the first group achieved suitability was 66,67%, in the second group was 73,33%, and the third group was 73,33%, (2) the students’ attitude in applying K3 in the food processing practical learning at SMK Negeri 2 Singaraja were in very good category with a score was 69,2 or 62,88% although in some cases has not been done optimally especially when practice, and (3) there were obstacles faced by teachers and students in applying K3 in the food processing practical learning such as the difficulty to control the students in large quantities, the amount of equipments were inadequate, and there were students who did not obey the rules and regulations in practicum. keyword : facilities, occupational health and safety (K3), food processing practical learning, attitude